Sampul Novel Jatuh Cinta Pada Luka

Jatuh Cinta Pada Luka

7.9 / 10.0
Dalam novel Jatuh Cinta Pada Luka, Damian sang bos mafia terdampar di desa terpencil setelah dikhianati. Ia harus memilih antara kembali ke dunia mafia novel yang penuh kekerasan atau mengejar cinta Alira. Temukan kisah seru ini di platform webnovel dengan narasi romance novel yang mendalam.
Ringkasan Jatuh Cinta Pada Luka
Damian Verano, bos mafia tangguh, nyaris tewas setelah dikhianati dalam perebutan wilayah. Terhanyut di sungai selama tiga hari, ia ditemukan oleh Alira, gadis desa berusia delapan belas tahun yang sangat sederhana. Meski Damian masih terbayang sosok Sierra, pesona polos Alira justru memicu getaran cinta yang tak terduga di hatinya. Akankah sang penguasa dunia bawah tanah yang kejam mampu bersatu dengan gadis dusun yang buta akan masa lalunya yang kelam?
Baca Selengkapnya

Jatuh Cinta Pada Luka Bab 1

Hujan mengguyur hutan sepanjang malam. Petir menggelegar sesekali, menyambar udara yang sudah pengap oleh aroma lumpur dan akar-akaran yang membusuk. Sungai yang biasanya tenang, kini meluap liar, menghantam batu-batu besar dan merobohkan dahan-dahan tua.

Dan di antara arus deras yang tak bersahabat itu, tubuh seorang pria hanyut, tenggelam dan muncul kembali, wajahnya pucat, luka terbuka di bahunya terus mengucurkan darah yang mulai bercampur dengan air sungai. Namanya Damian Verano, kepala mafia dari keluarga Verano yang paling ditakuti di selatan.

Tiga hari lalu, dia adalah raja. Hari ini, dia hanyalah bangkai yang belum mati.

Peluru bersarang di bahunya, menghantam dekat tulang selangka. Dia tertembak oleh orang kepercayaannya sendiri. Di pengkhianatan itu, Damian kehilangan segalanya. Kendalinya. Kekuatannya. Bahkan harga dirinya.

Mentari pagi muncul malu-malu dari balik kabut pegunungan. Di sebuah desa terpencil yang nyaris tak terjamah peradaban, seorang gadis muda sedang berjalan menyusuri pinggiran sungai dengan keranjang anyaman bambu di tangannya. Namanya Alira. Usianya baru delapan belas tahun, tetapi sorot matanya menyimpan kedewasaan yang dibentuk oleh kerasnya hidup.

Ia hendak mencuci beberapa lembar pakaian, seperti yang biasa dilakukan setiap pagi. Tapi langkahnya terhenti mendadak saat melihat sesuatu di tepi sungai. Lebih tepatnya, seseorang.

Seorang pria tergeletak, setengah tubuhnya di dalam air, bajunya compang-camping, darah mengering menodai bagian dada dan lengan. Wajahnya asing, tak seperti warga desa mana pun yang pernah ia lihat.

Alira mendekat pelan-pelan, degup jantungnya makin cepat. Apakah dia sudah mati? pikirnya panik. Tapi saat hendak menyentuh tubuh itu dengan sebatang kayu, pria itu mengerang pelan. Kepalanya bergerak sedikit.

Dia hidup.

"Ya Allah..." bisik Alira, segera meletakkan keranjangnya dan mendekat lebih hati-hati. "Pak? Halo? Anda bisa dengar saya?"

Tak ada jawaban. Pria itu hanya menggertakkan gigi, matanya sedikit terbuka. Pandangannya buram, tapi cukup untuk menangkap sosok perempuan muda di hadapannya.

Wajah itu... berbeda dari yang pernah ia lihat. Mata yang tulus. Suara yang tak bergetar oleh rasa takut, tapi oleh kepanikan yang jujur.

"Jangan bergerak. Saya akan panggil Pak Rasim... Anda butuh pertolongan," gumam Alira sambil mencoba menopang tubuh besar pria itu, meski jelas tubuhnya sendiri terlalu kecil untuk itu.

Damian hanya sempat berbisik pelan, suaranya nyaris hilang, "Jangan... polisi..."

Kalimat itu membuat Alira terpaku. Siapa pria ini sampai begitu takut pada aparat?

Tapi kemudian ia sadar-entah siapa dia, ia tetap manusia yang hampir mati.

Dan Alira bukan tipe yang tega meninggalkan orang seperti itu.

Butuh dua orang laki-laki dewasa untuk mengangkat tubuh Damian ke pondok pengobatan milik Pak Rasim, satu-satunya mantri yang tinggal di desa. Butuh empat jam dan tiga jahitan besar untuk menutup luka tembaknya. Selama itu, Damian terus setengah sadar, hanya sesekali menggeram menahan sakit.

"Ini luka tembak," kata Pak Rasim pelan sambil menyeka keringatnya. "Kita harus lapor aparat."

"Tidak, Pak..." Alira buru-buru menolak, entah kenapa hatinya terasa berat. "Dia... takut polisi. Mungkin ada alasan."

Rasim memandangnya dengan dahi berkerut. "Alira, kita enggak bisa sembunyiin orang kayak gini. Kita enggak tahu siapa dia."

"Saya yang akan jaga dia, Pak," jawabnya mantap. "Sampai dia bisa bicara, kita jangan ambil kesimpulan."

Dan dengan itu, Alira pun mulai merawat Damian secara diam-diam.

Hari ketiga, Damian membuka matanya dengan lebih jernih. Atap jerami. Bau kayu bakar. Dan suara lembut dari seseorang yang sedang mengganti perban di bahunya.

Dia menyipitkan mata. Perempuan itu lagi.

"Siapa kamu?" suaranya serak, dalam.

Alira menoleh cepat, sedikit terkejut, tapi tak gentar. "Saya Alira. Saya yang temukan Anda di sungai. Anda sudah tiga hari di sini."

"Kenapa... kamu tolong aku?"

Alira mengangkat bahu. "Saya bukan orang yang suka melihat orang mati sia-sia."

Damian diam beberapa detik. Matanya menilai, menelusuri wajah gadis itu. Rambut hitam panjang, mata coklat lembut, kulit sawo matang yang bersih. Terlihat seperti perempuan desa pada umumnya. Tapi sorot matanya... berbeda.

"Nama kamu siapa?" tanya Alira, mencoba tersenyum.

Damian tak langsung menjawab. Dia masih menimbang. Dunia tempatnya berasal bukan dunia yang bisa dipercaya. Tapi untuk saat ini, ia terlalu lemah untuk bohong.

"Damian."

"Damian apa?"

"Verano."

Alira mengangguk pelan, meski jelas tak kenal. "Nama yang bagus."

Damian hanya mengerang kecil, memalingkan wajah. Dia bahkan tak tahu siapa aku... pikirnya, setengah lega, setengah heran.

Hari berganti. Damian mulai bisa duduk, lalu berdiri dengan bantuan. Alira yang memasak untuknya, mencuci pakaiannya, dan mengajarinya nama-nama pohon di sekitar desa. Damian-yang biasanya hidup dengan senjata dan darah-mulai mengenal dunia yang tak pernah ia sentuh. Dunia yang sunyi, bersahaja, tapi... menenangkan.

Dan setiap kali Alira tersenyum padanya, ada sesuatu dalam dada Damian yang terasa asing.

Perasaan ini... tidak seharusnya ada, pikirnya. Aku harus pergi sebelum semuanya jadi rumit.

Tapi entah kenapa, kakinya seperti tak ingin melangkah ke mana-mana. Seolah, gadis itu... adalah satu-satunya rumah yang pernah ia rasakan.

Di luar pondok, malam mulai turun. Alira menyuapi api di tungku dengan potongan kayu kecil.

"Damian," katanya pelan. "Kamu punya keluarga?"

Pertanyaan itu menghantam Damian seperti peluru lain. Ia memalingkan wajah ke jendela, ke arah gelap yang tak berujung.

"Tidak ada yang penting," jawabnya pendek.

Alira tak bertanya lebih jauh. Tapi malam itu, saat ia menatap wajah Damian yang tertidur, ada firasat aneh di hatinya. Bahwa pria ini membawa luka yang lebih dalam dari sekadar luka di bahunya.

Dan ia... ingin menyembuhkan semuanya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Jatuh Cinta Pada Luka

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Antara Cinta dan Keluarga
9.7
Hubungan asmara yang semula tenang mendadak terusik dalam novel romantis misteri ini. Kehadiran kakak sepupu sang pacar yang sedang hamil besar dan membawa anak balitanya memicu konflik baru. Menganggap sang adik sepupu sebagai sandaran hidupnya, wanita itu terang-terangan menunjukkan permusuhan. Ketegangan memuncak di sebuah acara keluarga ketika anak tersebut menyiramkan minuman demi melindungi sosok yang dianggap ayahnya, mengungkap intrik manipulatif yang mengancam masa depan hubungan mereka.
Sampul Novel Cinta Palsu di Balik Perjalanan Dinas
8.3
Empat dekade tertipu, rahasia suami terbongkar lewat tablet cucu. Isinya ribuan foto mesra dia dan sahabatku, Wulandari, saat perjalanan dinas palsu. Bahkan Rizal, putraku, lebih memilih memuja pelakor itu daripada ibu kandungnya. Ternyata aku hanya dimanfaatkan sebagai inkubator karena Wulandari mandul. Tak sudi jadi babu, aku menuntut cerai dan menguras harta mereka. Kini aku sukses di Bali, membiarkan mereka hancur dan mengemis tanpa ampun sedikit pun.
Sampul Novel Derita Cinta Sang Pelakor
8.7
Via memiliki segalanya dalam diri Jason, namun ia justru berpaling demi kemewahan dari Dimas, seorang miliarder beristri. Meski mengaku terikat perjodohan tanpa cinta, Dimas terdesak saat Via menuntut kepastian status. Di tengah dilema besar tersebut, sebuah rahasia kelam terungkap bahwa Dimas sebenarnya adalah kakak ipar Via sendiri. Kini, cinta terlarang ini memicu konflik batin yang menghancurkan saat identitas asli mereka saling bersilangan.
Sampul Novel Dulu Istri Bodoh, Sekarang Obsesi Abadi
8.0
Tiga tahun Cathryn bersabar dalam pernikahan dingin, mengira Liam sibuk bekerja. Namun di hari duka ibunya, pengkhianatan Liam dengan adik tirinya terungkap. Cathryn pun memilih cerai meski dicemooh. Tak disangka, Liam justru berlutut memohon di bawah hujan. Saat isu rujuk beredar, Cathryn tak peduli karena kini ada taipan berkuasa yang melindunginya. Pria itu siap menghadapi siapa pun yang berani mengusik Cathryn, istri tercintanya.
Sampul Novel Fajar Baru
9.1
Sophie Wilson mendedikasikan hidupnya demi Daniel Carter. Namun di ranjang kematiannya, kejutan pahit menanti. Alih-alih cinta, Daniel justru mengungkap penyesalan mendalam selama menjadi suaminya. Ia merindukan kehidupan sederhana bersama Lily Harvey, wanita yang dulu menyembunyikannya di desa nelayan. Meski Daniel sempat memilih kembali ke kemewahan bersama Sophie, di detik terakhir ia mengakui bahwa janji setianya hanyalah beban yang sangat melelahkan.
Sampul Novel Terjebak Cinta Bu Guru
8.2
Tiga bulan Ryuga Daksa dihantui penyesalan karena melewatkan momen intim bersama Claudia saat pesta. Pencariannya menemui titik terang saat ia mengantar Aruna ke sekolah dan mendapati Claudia ternyata seorang guru di sana. Namun, langkah Ryuga tidaklah mudah. Ia harus bersaing dengan Dirga Disastra, murid Claudia sendiri yang juga menaruh hati pada sang guru. Di antara pria dari masa lalu dan muridnya, siapakah yang akhirnya berhasil memikat hati Claudia?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan