Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel TAKDIR ISTRI BAYARAN

TAKDIR ISTRI BAYARAN

Demi uang untuk mengangkat martabat keluarganya, Runa rela menjadi istri bayaran bagi Kelvin, pengusaha kaya yang buta akibat kecelakaan. Sementara istri pertamanya sibuk menguasai bisnis, Runa justru jatuh hati pada Kelvin. Namun, ia harus memendam hasrat dan menghadapi tuduhan sebagai wanita matre dari suaminya sendiri. Di tengah konflik batin dan rasa sakit hati, mampukah Runa terus bertahan, atau justru ia akan mengandung buah cinta dari hubungan tersebut?
Bab
Bagikan

Bab 1

"ADUH!" teriak Runa saat kepalanya terkena lemparan gayung dari tetangga yang benci dengan dirinya.

"Dasar cewek ganjen! Jual diri lo sana di pinggir jalan! Jangan ngelonte di daerah sini! Bikin resah lo, Runa!" teriak wanita dengan daster yang ia angkat hingga sepaha.

"Eh! Suami Ibu aja yang keganjenan! Saya baru pulang kerja, lewat gang depan, malah di colek-colek sama suaminya! Saya hajar sekalian, baru di pelintir begitu udah mengsol tuh tangan, kan! Rasain!" teriak Runa membalas.

"Ada lo di sini resahin tau nggak lo, Runa! Kerja apa yang jam dua pagi baru balik! Ngelonte kan lo!"

Runa melotot, ia menghampiri tetagga dekat rumahnya. "Jangan asal ucap lambe jeber anda ya, Ibu. Saya tanya, ngapain suami Ibu malam-malam masih nongkrong! Nggak dapet service dari istrinya? Pantesaannn." Runa bersedekap, berbicara dengan dagu terangkat.

"Udah kere, belagu lo, Run! Kalau mau jual diri yang jauh sana!" Hina wanita itu. Runa mendengkus dan menekan ujung pipi dalamnya dengan lidah. Ia menatap sinis ke tetangganya itu.

"Lihat ya, Bu, suatu hari saya beli omongan Ibu itu pake duit segepok. Saya lempar ke muka Ibu dan Ibu harus keliling RT ini sambil teriak. Runa bukan orang Kere! Saya minta maaf!. Setuju? Dan saya akan dapatkan uang itu dengan cara yang baik. Bukan melacur kayak Ibu fitnah. Anak Ibu perempuan, baik-baik kalo ngomong! Sialan."

Runa berjalan kembali ke dalam rumah, tampak Adik laki-lakinya yang memakai seragam SMA hanya bisa menghela napas. "Kak, sabar dikit sih, jadi orang, kasihan Ibu sama Bapak kalau heboh lagi gossip tentang lo di sini," ucap Arbi yang sudah memakai sepatunya.

"Biarin aja! Emang tuh mulutnya parah banget. Nuduh gue ngelonte, kampret. Lakinya aja yang gatel colek-colek gue semalam." Omel Runa.

"Kakak sampai kapan kerja jadi cleaning service bioskop itu jadinya, coba cari kerjaan lain, Kak."

"Kalo ada ya gue mau, Bi, tapi apa, yang cepet cuma jadi cleaning service ini. Doain gue deh, Bi, siapa tau ada orang kaya yang mau jadiin gue istri muda. Nggak masalah. Biar lo bisa sekolah, kuliah, dan gue sumpel tuh mulut orang resek!"

Runa begitu emosi. Arbi mencium pipi Kakaknya lalu pamit berangkat sekolah. Runa hanya bisa memasrahkan, fitnah untuk dirinya tak akan pernah berhenti sampai ia membuktikannya suatu hari nanti.

***

Ia duduk di teras, selesai menjemur pakaian miliknya yang ia cuci. Tatapannya menerawang, helanaan napas kasar juga ia tunjukkan. Tubuhnya ia sandarkan pada dinding, mengusap kasar wajahnya karena kesal terus-terusan dihija juga difitnah seperti itu.

Wajah Runa cantik, memang tak sedikit para pria gang rumah mereka menggoda Runa. Padahal, dari segi pakaian pun, ia tak pernah menggunakan pakaian seksi apalagi ketat mencetak tubuhnya. Runa begitu sederhana, hanya memang tubuhnya proporsional dengan rambut panjang lurus sepunggung yang menambah daya tariknya.

Ia merogoh ponsel seri lawas yang lima tahun kebelakang menemani. Ponsel yang hanya biasa ia gunakan untuk berkirim pesan dengan keluarganya, boro-boro untuk bergosip bersama teman-teman, Runa sendiri tak banyak punya teman. Ia sibuk bekerja.

Pintu pagar kecil itu terbuka, seseorang datang dengan membawa keranjang berisi nasi kuning yang sudah rapi dibungkus mika putih. Runa beranjak. "Gue kunci pintu dulu, bentar, ya," ujarnya sembari berjalan ke dalam rumah, mengambil tas selempang untuk menaruh ponsel dan dompetnya.

"Gue taroh sini, ya, Run, di rumah masih ada dua keranjang lagi, isi kue-kue, kita ketemuan di depan aja, nanti jalan ke pasarnya barengan!" teriak tetangga satu RT yang dibantu Runa berjualan hasil masakan ibunya. Lumayan, Runa bisa mengantongi keuntungan dagang lima puluh ribu, untuk tambahan ongkos sehari-hari. Berjualan di pasar hanya lima jam, jika tak cepat laku, jika cepat, dua jam sudah habis.

Runa mengunci pintu. Lalu berjalan keluar pagar yang juga ia gembok. Keranjang kotak seperti keranjang piknik itu dibawa Runa dengan lengannya.

"Oy! Runa! Cewek gatel! Mau jualan apa lo! Hari gini jual diri di pasar mana laku! Malam kalau mau! Banyak tuh yang suka mangkal!" teriak tetangga dekat rumahnya yang tadi pagi melemparnya pakai gayung. Runa diam, ia berbalik badan menatap wanita itu yang berkacak pinggang.

"Apa! Berani lo lihatin gue kayak gitu! Anak tukang gorengan aja, blagu lo. Godain laki orang. Alasan aja lo pulang kerja jam dua pagi. Habis ngelonte, kan, lo! Lo pikir gue nggak tau!" Makinya lagi. Runa berdecih sebal, jika tak ingat sedang membawa dagangan orang, ia sudah menghajar wanita itu dengan tangannya.

"Ck. Udah ngehinanya?" tanya Runa sinis. Menatap penampilan wanita itu dari atas sampai bawah.

"Eh...! Kurang ajar. Berani amat lo lihatin gue kayak gitu. Emang dasar lonte!" teriaknya sambil berjalan menghampiri Runa yang tersenyum sinis diam di tempat.

Keduanya berhadapan. Runa tak gentar. "Sadar diri lu kere! Bukan berarti lu bisa ya ngegodain laki orang." Makinya lagi.

"Bu. Bisa hati-hati kalau ngomong, kan? Yang ngegodain siapa?! Ibu lihat sendiri emangnya? Saya pulang kerja. Pu-lang ker-ja! Tanya orang bioskop tempat saya kerja! Mulutnya hati-hati kalau ngomong. Berbalik ke diri sendiri baru rasa!" Runa kesal. Ia berbalik badan, berjalan kembali namun, ia teriak karena rambutnya di jambak wanita tadi. Runa mencoba melepaskan cengkraman itu namun tak bisa, hingga tetangga lain berkerumun dan melerai. Runa jatuh tersungkur karena di dorong wanita tadi. Perlahan ia beranjak, melihat isi keranjang dagangan masih aman.

Ia berdiri, merapikan kunciran rambutnya lalu menghela napas. Dengan santai ia berjalan kembali ke arah luar gang.

"Enak banget mulutnya, ngatain orang tanpa bukti. Tetangga ratu gosip, biang julid, nggak takut nanti bakal berbalik ke diri dia sendiri." Gumam Runa sembari berjalan semakin ke arah depan gang yang langsung jalan raya.

Ia berjalan kaki hingga ke pasar yang jarak satu kilo meter. Malas naik angkot. Ia berjalan kaki juga sembari menjajaki daganganya. Dan lumayan, dari dua puluh lima nasi kuning, sudah laku tujuh. Runa tak pernah malu berjualan, bekerja keras demi sekolah adiknya, meringankan beban orang tuanya juga, walau, ia mengorbankan kebahagiaannya sendiri. Baginya, keluarga segalanya.

Orang tua Runa bahkan sudah sering menangis karena Runa selalu dihina padahal tak salah apa-apa, tetangganya lah yang suka termakan omongan orang-orang. Namun, berkali-kali Runa mengingatkan orang tuanya jika tak perlu ambil pusing dengan oceham tetangga julid. Mereka bisanya fitnah. Berbicara seenaknya tanpa melihat bukti apalagi mencoba bertanya secara langsung. Runa kebal dengan hinaan, tapi ia bertekad akan membuat orang-orang tersebut, suatu hari akan malu karena ulahnya dan Runa akan membayar mulut-mulut orang itu dengan uangnya sendiri.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Yang Ku Bawa Dalam Rahimku
8.6
Baru seminggu bekerja di kediaman Arsanta, Alesha Devandra mengalami tragedi kelam saat Reiner yang sedang mabuk akibat dikhianati kekasihnya melampiaskan amarah padanya. Alesha yang trauma memilih kabur ke desa, namun ia justru mendapati dirinya hamil. Kini ia terjepit antara menuntut tanggung jawab pada Reiner yang mungkin lupa, atau membesarkan bayinya sendirian di tengah cibiran. Akankah Reiner mengakui darah dagingnya saat rahasia ini terungkap?
Sampul Novel Dendam Membara CEO Mesum
8.5
Jent adalah CEO sukses yang menghadapi keretakan rumah tangga akibat belum hadirnya buah hati. Kecurigaan menuntunnya mengikuti sang istri secara rahasia, hingga ia menyaksikan sendiri pengkhianatan istrinya di ranjang pria lain. Terbakar amarah, Jent menolak sekadar bercerai. Ia merancang rencana pembalasan dendam yang kejam bagi sang istri dan selingkuhannya. Tragedi ini mengubah Jent menjadi sosok pria berdarah dingin demi menuntut keadilan.
Sampul Novel Kasih Sayang Mendalam: Sayang, Kembalilah Padaku
8.7
Dua tahun Nina terikat pernikahan kontrak dengan pria misterius yang identitasnya tidak ia ketahui sama sekali. Sebuah kesalahan fatal terjadi saat ia salah memasuki kamar dan menyerahkan kesuciannya pada orang asing. Terdesak beban kompensasi pelanggaran kontrak, Nina nekat mengajukan perceraian. Namun, saat ia menemui suaminya untuk menyerahkan dokumen tersebut, Nina terkejut menyadari bahwa pria itu adalah orang yang sama yang menidurinya malam itu.
Sampul Novel Kupu-kupu Sang Miliarder
9.2
Niela tinggal di pesisir Jakarta yang penuh gemerlap malam. Meski sering dipandang rendah, ia selalu menjaga kehormatannya hingga desakan sang ibu memaksanya terjun ke dunia terlarang. Langkah ini mempertemukannya dengan Darren Alvaro Prayudha, seorang miliarder ternama. Darren menawan Niela demi menyangkal perasaan cintanya yang muncul seketika. Hubungan rumit ini justru menyingkap jati diri Niela yang misterius. Akankah Darren berani jujur pada hatinya?
Sampul Novel Malapetaka Cinta Claire
9.6
Impian Claire akan pernikahan bahagia hancur saat ia terjerat dalam keluarga konglomerat yang penuh siksaan. Hidupnya menderita akibat aturan kejam dan penghinaan mertua hingga akhirnya ia diceraikan Randi karena dianggap mandul. Namun, rahasia kelam masa lalu antara keluarga mereka terungkap. Didorong dendam membara, Claire nekat mengubah identitas dan fisiknya secara ekstrem demi membalas sakit hatinya. Mampukah ia menuntaskan misinya terhadap keluarga Randi?
Sampul Novel My Crazy Man
8.2
Azura adalah supermodel ternama yang menyimpan trauma mendalam akibat kegagalan cinta di masa lalu. Hidupnya yang tenang dan dingin seketika berubah saat Devano Mackzie muncul. Alih-alih menjadi sosok CEO yang berwibawa, Devano justru pria menyebalkan yang penuh kekonyolan. Kegigihan serta sifatnya yang cerewet benar-benar menguji kesabaran Azura. Akankah sikap acuh sang model luluh menghadapi kegilaan cinta pria yang tak bisa berhenti bicara ini?