Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tak Dianggap Oleh Suami dan Anakku

Tak Dianggap Oleh Suami dan Anakku

Pernikahan lima tahun Chloe tampak sempurna di mata orang lain, dengan suami penyayang dan putra yang menggemaskan. Namun, kenyataan pahit terungkap saat sang suami tetap terikat pada cinta pertamanya, bahkan sang anak ingin mengganti ibunya. Ketika suami dan putranya memilih menghabiskan malam tahun baru bersama wanita lain, Chloe akhirnya menyerah. Menyadari perjuangannya sia-sia, ia memutuskan untuk melepaskan keluarga yang tidak pernah menganggapnya berharga dan memilih jalan perceraian.
Bab
Bagikan

Bab 5

Ekspresi Chloe mendadak menjadi dingin. Pria ini benar-benar tahu caranya merusak suasana.

Dengan langkah tergesa-gesa, Luther berjalan menuju pintu ruang pakaian. Begitu melihat keadaan di dalam yang sudah nyaris kosong, kata-kata yang siap keluar justru tersangkut di tenggorokannya.

Sebaliknya, dia tertawa sinis. "Bagus, bagus. Sekarang punya trik baru ya? Keluar dari rumah sakit nggak kasih kabar, mau bikin aku merasa bersalah?"

"Sekarang beres-beres kamar, mau kabur dari rumah? Kamu pikir umurmu 3 tahun? Kalau dikasih hati, jangan minta jantung. Jangan kekanak-kanakan begini!"

Chloe belum melakukan apa-apa, tetapi sudah disemprot habis-habisan. Dia menatap Luther datar, lalu balik bertanya dengan tenang, "Sudah selesai ngomongnya?"

Tiga kata itu langsung membungkam Luther. Dia menatap Chloe dengan tidak percaya, tiba-tiba merasa wanita ini berubah banyak. Bahkan waktu di rumah sakit saat melihat Monica, dia tidak bereaksi sedikit pun, seolah-olah tak peduli.

Padahal dulu setiap Luther berinteraksi dengan wanita lain, Chloe pasti akan bertanya. Mereka bahkan pernah bertengkar hebat gara-gara Monica. Namun sekarang? Wanita ini sangat tenang.

Tidak mungkin. Ini pasti trik untuk menarik perhatiannya!

Tatapan Luther berubah jijik. Dia berkata dengan dingin, "Chloe, kamu sudah berubah. Dulu meskipun nyebelin, kamu masih punya sisi manis. Sekarang? Sama sekali nggak ada."

Chloe tetap menatapnya tanpa ekspresi. Dia bertanya, "Sisi manis yang kamu maksud itu waktu aku rela menerima semua pengkhianatanmu tanpa batas?"

"Lihat, 'kan? Kamu masih ngambek! Padahal sudah lebih dari seminggu! Kamu ini pendendam sekali ya!" Luther seakan-akan menemukan bukti kuat sehingga nadanya menjadi percaya diri.

Namun, kali ini Chloe tidak menanggapi. Dia menunduk, melanjutkan membereskan buku desainnya.

Luther merasa dirinya sudah menemukan cara menekan, jadi mendengus sinis. "Ya sudah, selesaikan ngambekmu dulu. Beberapa hari ini aku nggak akan pulang."

Dia benar-benar membuktikan ucapannya. Selama seminggu penuh, dia tak pulang.

Sementara itu, Chloe justru merasa lega. Dia pelan-pelan menyelesaikan semua urusannya. Hingga festival lampion, rumah yang dulu penuh kini tinggal satu set sofa dan satu kursi gantung. Kebetulan, semuanya adalah model yang pernah dipamerkan oleh Monica.

Sejak ponselnya rusak waktu itu, Chloe belum membeli yang baru. Dia berniat menahan diri sampai dua minggu ini untuk menyambut awal yang baru.

Hari ini, dia membawa sekotak kecil barang ke bazar amal, sengaja memilih taman di luar kompleks agar tak bertemu orang yang dikenalnya.

Saat sedang asyik berjualan, dari kejauhan tampak tiga sosok yang sangat familier berjalan mendekat.

Monica pura-pura kaget. "Chloe, ngapain kamu di sini? Lagi jualan apa?"

Luther awalnya mengernyit, mengira Chloe membuat ulah lagi. Namun, begitu tatapannya tertuju pada barang-barang di lapak, pupilnya langsung mengecil. "Chloe, ini barang-barang kita. Kok bisa kamu jual?"

Raiden juga mengenali beberapa barang, langsung ingin merebut. "Ini mobil mainanku!"

Sebelum dia sempat mengambil, Chloe lebih dulu menahan tangannya, tersenyum tipis. "Perlu aku luruskan, ini bukan punyamu. Ini mobil mainan yang aku beli."

"Ini kaleidoskop yang aku beli, bingkai foto berhiaskan kristal ini juga aku yang beli ...."

Dia menyebut satu per satu, lalu menatap Luther. Suaranya pelan saat berkata, "Dulu kalian hina semua barang pembelianku ini, bilang seleraku kampungan. Jadi, apa salahnya dijual untuk amal?"

Luther terpaku, seakan-akan tak mengenali wanita di depannya. Tiba-tiba, matanya menangkap sebuah bingkai besar. Tubuhnya menegang. "Itu bingkai untuk foto pernikahan, mana fotonya?"

Chloe menoleh, pura-pura heran. "Memangnya ada? Bukannya dari dulu memang kosong?"

"Chloe! Jangan keterlaluan ya!"

Melihat Luther menaruh perhatian ke Chloe, hati Monica mendidih. Dia merangkul tangan Luther dengan manja, lalu berucap, "Chloe, jangan salah paham. Luther cuma nggak mau rumah tangga kalian hancur."

Tak habis pikir, bagaimana bisa seorang pelakor berbicara seangkuh itu? Chloe sampai kagum pada ketebalan muka Monica.

"Orang yang benar-benar nggak mau rumah tangganya hancur, nggak akan membiarkan wanita lain merangkul tangannya di depan istrinya."

Begitu kata-kata itu dilontarkan, Luther seakan-akan tersengat dan buru-buru melepaskan tangan Monica.

Chloe segera membereskan barang, melirik mereka dengan tatapan jijik. "Gara-gara kalian, daganganku berantakan. Silakan lanjut kencan kalian. Aku pindah tempat."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Aku Yang Menjebakmu
8.8
Nadira Almeira, sekretaris bersahaja di Mahardika Corp, mendadak dituduh menjebak CEO Elvano Mahardika demi kekuasaan. Tanpa bukti, Elvano memecat dan mempermalukannya di depan publik dengan lemparan uang yang menghina harga dirinya. Padahal, Nadira hanyalah korban yang tidak tahu apa-apa. Situasi kian rumit saat ia menyadari dirinya tengah mengandung anak Elvano. Kini, Nadira harus memilih antara pergi selamanya atau kembali menghadapi pria yang telah menghancurkannya.
Sampul Novel Bukan Istri Yang Lemah
7.8
Elara tidak akan menyerah pada kemewahan hidupnya dan bertekad mempertahankan status pernikahannya. Di sisi lain, Vesper justru menyusun rencana licik agar sang istri segera meminta cerai demi menikahi kekasih rahasianya. Setelah tujuh bulan membina rumah tangga, perselisihan hebat antara pasangan ini pun pecah. Mereka terjebak dalam pusaran pengkhianatan, ambisi besar, dan konflik cinta yang menguji ketahanan Elara di tengah tekanan sang suami.
Sampul Novel Jodoh Pilihan Ayah
8.0
Demi menyelamatkan bisnis keluarga, Zeva terpaksa menuruti keinginan ayahnya untuk berkencan dengan Alex. Padahal, ia memiliki kekasih rahasia bernama Darrel yang tak diketahui orang tuanya. Dilema muncul saat pesona Alex mulai menggoyahkan keyakinan hati Zeva. Kini ia terjepit di antara kewajiban kepada sang ayah, kesetiaan pada Darrel, dan perasaan baru yang mulai tumbuh. Akankah Zeva menemukan kebahagiaan sejati atau justru terjebak dalam kekecewaan mendalam?
Sampul Novel Kembalilah, Cintaku: Merayu Mantan Istriku yang Terabaikan
9.0
Tiga tahun Joelle mencoba meluluhkan hati Adrian, namun ia gagal karena pria itu mencintai wanita lain. Adrian hanya menjanjikan kebebasan jika Joelle memberinya anak. Saat Joelle berjuang melahirkan, Adrian justru pergi bersama kekasihnya. Setelah kewajibannya tuntas, Joelle memilih pergi dan memutus semua ikatan. Ironisnya, Adrian barulah tersadar dan kini bersujud memohon agar mantan istrinya itu bersedia kembali ke pelukannya.
Sampul Novel LUKA DI ANTARA KITA
8.1
Kehidupan rumah tangga seorang istri yang penuh kesetiaan seketika hancur saat ia memergoki suaminya menjalin hubungan gelap dengan sahabat karibnya sendiri. Pengkhianatan ganda ini membawa luka yang sangat mendalam. Kini, di tengah reruntuhan kepercayaan yang telah musnah, ia dihadapkan pada pilihan sulit antara mempertahankan ikatan pernikahan yang tersisa atau memilih pergi demi kedamaian dirinya sendiri selamanya.
Sampul Novel Mantan Suamiku
9.7
Dua tahun pasca perceraian, Aurora kembali dipertemukan dengan mantan suaminya. Meski hubungan mereka telah berakhir, Henry tidak berniat melepaskannya begitu saja. Dengan berbagai taktik licik, Henry bertekad menaklukkan kembali hati Aurora dan memilikinya secara utuh. Di tengah deburan ombak, api gairah yang membara membawa mereka ke dalam penyatuan intim yang penuh damba. Meski penuh kerumitan, Henry terus berusaha menjerat Aurora dalam jerat asmara yang tak terelakkan.