Sampul Novel Tak Apa Jadi Istri Kedua, yang Penting Soleha

Tak Apa Jadi Istri Kedua, yang Penting Soleha

8.9 / 10.0
Dalam Tak Apa Jadi Istri Kedua, yang Penting Soleha, Fika menjalani peran sebagai istri kedua di tengah konflik modern novel ini. Bertekad menjadi lebih taat dan unggul dari istri pertama, ia menghadapi tantangan dalam romance novel yang penuh ambisi dan pembuktian diri ini.
Ringkasan Tak Apa Jadi Istri Kedua, yang Penting Soleha
Fika menjalani kehidupannya sebagai istri kedua dengan penuh keyakinan diri. Meski berada di posisi tersebut, ia merasa jauh lebih unggul dibandingkan dengan istri pertama suaminya. Dalam batinnya, Fika merasa bangga karena menganggap dirinya memiliki paras yang jauh lebih menawan. Tak hanya soal fisik, ia pun merasa tingkat ketaatan dan pemahaman agamanya jauh lebih baik, menjadikannya sosok yang lebih saleha dalam mengarungi biduk rumah tangga tersebut.
Baca Selengkapnya

Tak Apa Jadi Istri Kedua, yang Penting Soleha Bab 1

TAK APA JADI ISTRI KEDUA, YANG PENTING SOLEHA (1)

"Walaupun statusku hanya sebagai istri kedua, tapi aku bisa bangga, sebab aku bisa lebih taat agama di banding istri pertama suamiku. Dan juga aku lebih cantik," ucap Fika dalam hati.

***

"Mas, Aku mau sholat dulu ya," aku bicara pada mas Ahmad. Mukena melekat manja di tubuhku yang langsing.

"Oh iya, tuh bilang sama Mbak Rina, jangan malas sholat. Ntar berdosa," sambungku lagi.

"Kamu tahu sendiri, Dek, si Rina itu paling gak bisa di bilangi. Nggak kayak kamu yang alim, rajin solat. Rina itu kebalikannya." jawab Mas Ahmad.

"Itulah sebabnya Mas lebih percaya sama kamu yang ngedidik anak-anak, Dek. Kalo Rina mah nggak bakalan bisa kasih pendidikan yang layak sama anak."

Aku meringis tipis mendengarnya.

"Iya, Mas. Tadi aku udah mandiin anak-anak. Mereka udah rapi dan tertidur sekarang," jawabku.

"Makasih, Sayang!"

Sebenarnya, mengurus Ririn dan Aldi, dua anak Mas Ahmad dan Mbak Rina adalah aktivitas yang membosankan. Tapi tak apa, demi memgambil hati suami, aku rela. Aku bisa tunjukkan kalau aku adalah ibu yang baik untuk anak-anak.

Sesaat setelah kami bicara, Mbak Rina lewat di depanku. Ih bikin ilfil aku aja. Makhluk gemuk, bulat, berlemak itu membuatku jijik. Istri pertama suamiku itu memang tak pandai merawat diri.

"Mbak, solat dong. Nih udah waktu ashar! Seharian dikamar mulu, apa nggak bosen?" Celetukku. Dan aku yakin Mas Ahmad mendengarkan ucapanku. Hah, wajar saja lemak di tubuhnya semakin menggunung, tuh liat kerjaannnya cuma mendem di kamar, kayak lagi bertelur saja.

"Iya, Alhamdulillah udah tadi," jawabnya.

Astaga, pasti bohong lagi. Mana mungkin dia serajin itu. Pasti dia menjawab begitu karena ingin menarik perhatian Mas Ahmad. Dasar tukang pencari muka.

Kusingkap sedikit jilbab lebar yang menutup kepalaku, hingga menampakkan sedikit bagian leherku yang mulus. Biarkan Mbak Rina iri dengan kecantikanku. Sebuah kalung hadiah ulang tahunku yang diberikan oleh Mas Ahmad kemarin terlilit indah mengitari leher cantik ini.

"Mas, sekali lagi terima kasih banyak hadiah kalung emasnya kemarin ya. Aku suka banget," ucapku sedikit keras. Sebelum Mbak Rina menjauh, aku harus membuatnya tahu kalau aku barusan mendapat hadiah dari Mas Ahmad. Aku tahu, selama pernikahan mereka, Mas Ahmad belum pernah memberinya hadiah. Sedangkan denganku, Mas Ahmad tak segan memberikan hadiah sebagus ini. Aku yakin Mbak Rina akan merasa cemburu berat karena ini. Ha haa, rasanya aku ingin terbahak.

Mendengar ucapanku, Mas Ahmad langsung mendekatiku. Matanya sedikit membulat. Mengapa dia nampak marah? Apa aku salah?

Mas Ahmad menarik tanganku.

"Sudah Mas bilang, jangan kasih tahu Rina kalau aku udah beliin kamu Kalung itu, Dek! Ntar dia bisa marah!" Mas Ahmad nampak bingung.

"Kenapa sih, Mas, Mbak Rina nggak boleh tahu?" Aku nggak mau kalah.

"Apa Mbak Rina lebih penting daripada aku, Mas? Kenapa Mas terlihat sangat takut sama dia? Sampe tega marah-marah gitu? Apa aku ini istri yang kurang solehah? Kurang patuh?" Aku mulai terisak.

"Nggak, nggak begitu, Sayang, kamu istri yang baik. Maafin mas ya, Sayang. Mas nggak bermaksud menganggapmu macam-macam." Mas Ahmad mengusap kepalaku.

Hmm, aku tahu betul kelemahan Mas Ahmad. Dia paling tidak bisa membuatku menangis. Marahnya pasti mereda bila melihatku begini. Aku memang jauh melebihi Mbak Rina dalam mengenali Mas Ahmad. Tak salah bila ternyata aku lebih bisa menguasai hati suami. Lagi pula aku jauh lebih muslimah di banding istri tuanya.

Lihat baju-bajuku, semuanya syar'i. Kerudungku lebar, dan aku lebih pandai mengaji. Jadi, meskipun aku istri kedua, orang-orang tak punya alasan untuk menjudgeku macam-macam. Justru ibu mertuaku jauh lebih menyukaiku daripada Mbak Rina, si menantu gemuknya itu.

"Mas, malam ini aku mau ikut pengajian. Jadi mas bisa anterin aku ya?" Pintaku sambil menatapnya.

"MasyaAllah, istriku ini benar-benar istri yang baik. Tentu mas mau anterin kamu ke pengajian." Pujinya. Aku tersenyum.

"Iya, Mas. Daripada sibuk ngumpul buat ghibah, mending aku kumpul sama ibu-ibu pengajian aja. Lebih bermakna untuk dunia dan akhirat," ujarku.

Sejak dinikahi oleh Mas Ahmad, aku memilih untuk sering-sering melakukan sesuatu yang berbau agama. Aku ingin menunjukkan pada orang-orang yang memandangku rendah hanya karena aku seorang istri kedua. Aku ingin menunjukan pada mereka jika aku ini adalah istri kedua yang berkelas dan alim. Bukan seperti mereka yang bar-bar dan tukang julid.

Aku, Rika Asriani, adalah seorang istri kedua yang lebih baik dari yang mereka pikirkan. Lihat, aku sering ke masjid, ikut pengajian, dan aku juga cantik sehingga bisa nembuat suamiku jatuh cinta. Sedangkan mereka, huuuh, meskipun mereka istri satu-satunya, toh tetap menderita. Mana di ajak susah juga sama suami mereka. Sedangkan aku, Mas Ahmad mana rela membuatku hidup susah, bahkan seujung kuku oun dia tak rela melihat kulit mulusku terbakar matahari. Aku tetap jauh lebih beruntung di banding orang-orang yang sering menyebutku pelakor.

"Mas, aku mau mengajak Mas untuk mengantarku ke kamar Mbak Rina," ucapku pada Mas Ahmad.

"Kenapa harus di antar, Sayang?" dia mengecup keningku.

"Aku hanya ingin ajakin dia pada kebaikan, Mas. Tapi aku takut ntar dia marah," ujarku.

"Baiklah,"

Mas Ahmad mengandeng tanganku. Kami akan menghampiri Mbak Rina. Aku membuka pintu kamar kakak maduku tersebut. Ku tarik gagang pintu dan kulihat wanita itu sibuk di depan monitor. Huuh, dia selalu sibuk mengurusi pekerjaan. Sejak suaminya menikahiku, kulihat wanita itu terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Sampai tak bisa mengurusi suaminya. Tapi tak apa, aku jauh lebih bisa mengurus suaminya dengan baik. Hahaa....

"Mbak, apa Mbak sibuk?" ujarku menyapa.

"Nggak terlalu." Jawabnya tanpa menoleh.

"Mbak, sesekali kita sholat isya di masjid, yuk! Ntar habis itu kita langsung ikut pengajian. Hitung-hitung cari pahala, Mbak!" ujarku.

"Terimakasih, Fik. Tapi Maaf. Kerjaan aku belum selesai. Jadi kayaknya aku solat di rumah aja," jawabnya.

"Ya Allah, Mbak. Demi pekerjaan Mbak rela mengabaikan panggilan Allah. Istighfar, Mbak. Aku ajak mbak sholat ke masjid untuk mendekatkan diri pada Allah. Sholat berjamaah itu lebih besar pahalanya, Mbak. Apalagi selepas itu kita ikut pengajian juga," ujarku.

Aku melirik ke arah Mas Ahmad. Dia mengangguk tersenyum. Aku tahu dia salut padaku. Kau lihat Mas, aku ini istri yang dekat pada Tuhan. Tidak seperti istri pertamamu yang jauh dari penciptanya. Kadang aku heran, kenapa tak ia ceraikan saja si Tia ini. Istri yang tak pandai merawat suami itu hanya menambah beban saja.

"Aku udah bilang, aku lagi banyak kerjaan. Jadi kalau kamu mau ke masjid pergi aja. Kalau niat kamu ingin cari pahala, untuk wanita solat di rumah lebih baik dari pada di masjid."

Upps, jawaban macam apa ini? Dia ingin merendahkan aku di depan Mas Ahmad? Ngimpi kamu, Rina!

"Niat aku baik, Mbak. Aku mau ajak mbak ke kebaikan! Harusnya mbak jangan jawab gitu, sesuaikan sama adab, Mbak! Pelajari soal sopan santun, agar bisa mendekatkan diri sama Tuhan!" pukasku.

"Oke, sekarang mau kita bicara adab? Sekarang aku tanya kamu, kamu nyelonong masuk ke kamar aku tanpa permisi, apa itu bisa di bilang perilaku beradab?"

Astaga... Apa yang dia katakan? Akan kubungkam mulutmu di hadapan Mas Ahmad, Mbak Rina!

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Tak Apa Jadi Istri Kedua, yang Penting Soleha

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta 10 Tahun, Dibalas Dusta
8.0
Gladi resik pernikahan yang tenang berubah menjadi kekacauan saat Quincy, rekan kerja Jared, mengacaukan dekorasi dan mengklaim Jared sebagai calon suaminya. Dia bahkan nekat merusak gaun pengantin mahal milik protagonis demi membuktikan cinta Jared. Di tengah rasa percaya diri Quincy yang tinggi, kebenaran mengejutkan terungkap saat upacara dimulai. Sosok pengantin pria yang datang bukanlah Jared, melainkan bos besar mereka. Sejak awal, sang protagonis memang tidak pernah menyatakan bahwa ini adalah hari pernikahannya dengan Jared.
Sampul Novel Godaan Di Balik Jebakan Untuknya
8.4
Wade menjalani profesinya sebagai fotografer khusus foto pribadi dengan profesional. Namun, kedatangan sahabat lamanya sejak masa kuliah mengubah segalanya. Setelah meminta sesi pemotretan intim bersama sang istri, sang sahabat justru mengajukan permohonan yang tidak masuk akal agar Wade menuruti keinginan istrinya. Di tengah kebingungan antara profesionalisme kerja dan kesungguhan sang teman, Wade terseret dalam situasi misterius yang penuh motif tersembunyi dan godaan tak terduga.
Sampul Novel Keluarga Benalu Ingin Kaya Mendadak
8.0
Izzah menyadari sepenuhnya bahwa keluarga sang suami hanyalah sekumpulan benalu yang berambisi menguasai seluruh kekayaan pribadinya. Namun, mereka salah besar jika menganggap Izzah adalah sosok wanita lemah yang mudah ditipu. Izzah tidak akan membiarkan asetnya dirampas begitu saja. Dengan kecerdasan dan ketegasan yang ia miliki, ia siap mempertahankan haknya serta menghadapi setiap intrik licik yang dirancang oleh keluarga mertuanya tersebut.
Sampul Novel Menikahi Mayat Palsu CEO
7.8
Angel terjebak dalam situasi mengerikan saat dipaksa menikahi jenazah CEO muda yang rupawan. Demi melunasi hutang budi serta imbalan dua miliar rupiah bagi keluarganya, ia terpaksa menyetujui pernikahan tak lazim ini. Namun, kejutan besar menanti di balik peti mati karena sang mempelai pria ternyata masih bernapas. Bagaimana nasib Angel setelah rahasia besar ini terungkap? Ikuti kisah romansa penuh misteri ini dalam Menikahi Mayat Palsu CEO.
Sampul Novel REKENING SUAMIKU
9.4
Ayah terus menghina Yasa, suamiku, karena dianggap pengangguran yang hanya mengandalkan ketampanan. Beliau tak henti mencaci Yasa yang sering terlihat santai dengan kameranya, tanpa tahu ada perjuangan besar yang sedang disiapkan suamiku untuk masa depan kami. Meski lelah melihat sisa daganganku dilempar sebagai bentuk amarah, aku memilih diam. Aku yakin suatu saat nanti ayah akan menyesal karena telah merendahkan sosok yang sebenarnya sangat gigih ini.
Sampul Novel Sekretaris Rahasiaku
8.6
Rinka terjebak dalam dilema saat harus menjadi istri rahasia Rendi. Meski hidup bergelimang kemewahan, nyawanya terancam oleh musuh bebuyutan sang miliarder. Keadaan kian rumit ketika Rinka mengungkap masa lalu kelam yang disembunyikan Rendi darinya. Di tengah obsesi Rendi yang makin mendalam, kepercayaan Rinka mulai goyah. Mampukah hubungan mereka bertahan dari badai rahasia dan bahaya besar, ataukah kebohongan ini akan menjadi akhir dari segalanya bagi keduanya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan