Sampul Novel Cinta Telah Padam, Jalan Kita Berpisah

Cinta Telah Padam, Jalan Kita Berpisah

9.6 / 10.0
Dipandang rendah oleh suami sendiri karena latar belakangnya sebagai wanita petani adalah kepedihan sehari-hari bagi sang protagonis. Keadaan kian menyakitkan karena suaminya juga bersikap dingin pada anak mereka yang masih bayi. Namun, segalanya berubah saat cinta pertama sang suami kembali ke Kota Jenang. Pria itu tiba-tiba menunjukkan kehangatan yang tidak pernah ada sebelumnya, bahkan bersikap manis di meja makan demi menyenangkan kekasih lamanya. Menyadari bahwa senyuman palsu suaminya bukan untuk mereka, sang ibu memeluk erat anaknya dan bersiap melangkah pergi demi memulai hidup baru.

Cinta Telah Padam, Jalan Kita Berpisah Bab 1

Suamiku selalu memandang rendah diriku hanya karena aku seorang wanita petani. Bahkan, dia tidak sayang pada anak kami.

Setelah usia anak kami genap 100 hari, dia baru memeluknya untuk pertama kalinya.

Lalu, kekasih pertamanya kembali ke Kota Jenang.

Pria yang selama ini bersikap dingin itu pun, untuk pertama kalinya tersenyum di meja makan dan bahkan menyuapi anakku.

Semalaman, anakku tampak sangat bahagia. Sebelum tidur, dia bertanya dengan suara lembut.

"Ibu, apakah paman sedikit menyukaiku?"

Aku memeluknya erat-erat. Mataku berkaca-kaca dan aku menggeleng pelan, berkata.

"Bukan, tetapi kekasih paman telah kembali. Jadi kita harus pergi."

Suamiku selalu memandang rendah diriku hanya karena aku seorang wanita petani. Bahkan, dia tidak sayang pada anak kami.

Setelah usia anak kami genap 100 hari, dia baru memeluknya untuk pertama kalinya.

Lalu, kekasih pertamanya kembali ke Kota Jenang.

Pria yang selama ini bersikap dingin itu, untuk pertama kalinya tersenyum di meja makan dan bahkan menyuapi anakku.

Semalaman, anakku tampak sangat bahagia. Sebelum tidur, dia bertanya dengan suara lembut.

"Ibu, apakah paman sedikit menyukaiku?"

Aku memeluknya erat-erat. Mataku berkaca-kaca dan aku menggeleng pelan, berkata, "Bukan, tetapi kekasih paman telah kembali. Jadi kita harus pergi."

Setelah putraku tertidur, aku mencari surat nikahku dengan Irfan, berencana untuk mencari waktu untuk mengurus perceraian.

Tahun ini adalah tahun kedelapan pernikahan kami dan tahun keenam kami hidup terpisah.

Waktu yang panjang telah mengikis habis semua cinta aku padanya.

Kini, aku siap melepaskannya.

“Ibu…”

Putraku yang berusia delapan tahun sudah bangun tanpa aku sadari. Dia datang ke depanku dengan kaki telanjang, matanya dipenuhi rasa enggan berpisah.

“Kita benar-benar harus pergi?”

“Hari ini ayah...paman memelukku dan memberiku makanan. Mungkin dia mulai menyukaiku?”

Aku tersentak sejenak mendengar kekeliruan panggilannya.

Akibat meniduriku saat mabuk, Irfan terpaksa menikahiku.

Jadi dia membenci aku, dan bahkan membenci anak kami karena aku.

Sejak anakku mulai bisa berbicara dan memanggilnya "ayah", dia langsung memarahinya dan melarang memanggil seperti itu.

Saat anakku berusia tiga tahun dan masih pelupa, dia dengan alami memanggil Irfan “ayah” lagi. Tapi Irfan, dengan wajah dingin, memukul mulutnya sepuluh kali dengan rotan.

Bibirnya bengkak dan berdarah. Anakku pun menangis tersedu-sedu. Sejak itu, ia hanya memanggilnya “paman” dan tidak pernah memanggilnya “ayah” lagi.

Saat aku kembali sadar, aku memeluknya dengan mata berkaca-kaca.

“Anto, kekasih sejati paman sudah kembali. Kita harus pergi.”

Namun dalam hati, aku melanjutkan, ‘kalau tidak, kita akan semakin tersakiti.’

Mata Anto berkaca-kaca dan suaranya bergetar.

“Dua hari yang lalu, paman masih bilang aku anak yang baik. Dan hari ini, dia memelukku, memberiku makanan…”

“Jelas, dia sudah mulai suka padaku!”

“Tidak bolehkah kita tidak pergi?”

Ekspresinya penuh harapan. Dia berpikir ayahnya sudah mulai menyukainya!

Dia mengira, dengan menjadi lebih patuh lagi, ayahnya akan benar-benar menyukainya!

Aku melihat keinginannya yang kuat untuk mendapatkan cinta ayahnya.

Aku pun tersentak, bahkan satu kalimat pun tak bisa kuucapkan.

Bagaimana caraku menjelaskannya?

Haruskah aku katakan bahwa sejak lahir, dia tidak pernah diterima oleh ayah kandungnya?

Atau bahwa tindakan Irfan memeluknya hanyalah karena kegembiraan melihat kekasihnya kembali, sebuah pelukan yang tidak tulus?

Aku tidak bisa mengatakan semua itu. Aku tidak tega memberitahu semua kenyataannya.

Dia baru umur delapan tahun. Bagaimana mungkin dia bisa menanggung kenyataan sekejam itu?

Lebih baik aku membawanya pergi. Membiarkan waktu menghapus lukanya perlahan.

Ini adalah cara terbaik yang bisa aku lakukan sebagai ibu.

“Anto, ibu sudah tidak sayang paman. Bolehkah kamu pergi bersama Ibu?”

Akhirnya air matanya jatuh juga, suaranya tersendat.

“Benar-benar tidak boleh tetap di sini?”

“Aku belum mendapatkan pengakuan dari ayah…”

Hatiku terasa sakit. Aku berkata dengan pelan, “Tapi kamu sudah tahu sejak dulu kalau dia tidak menyukaimu, kan?”

Anto mulai menangis lebih parah, tetapi dia menangis dengan terdiam. Isaknya membuat dadaku sesak.

Lama kemudian, dia berkata dengan suara serak dan parau, “Ibu, bolehkah kita beri paman tiga kesempatan lagi?”

“Aku masih ingin mencoba.”

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Cinta Telah Padam, Jalan Kita Berpisah

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Tak Punya Siapapun Lagi
8.3
Menghadapi sisa hidup tiga hari akibat gagal hati akut, seorang istri harus menelan pil pahit saat suaminya, David, memberikan kuota pengobatan terakhir kepada adik angkatnya, Emma. Dianggap lebih pantas hidup, ia pun dipaksa mengalah. Demi menutupi ajal yang mendekat, ia menandatangani surat cerai, menyerahkan perusahaan perhiasan, bahkan membiarkan putrinya memanggil Emma sebagai ibu. Di balik pujian keluarga yang menganggapnya kakak yang baik, sebuah misteri kematian yang tragis siap mengejutkan mereka semua.
Sampul Novel En-PD153
8.9
Mantan kekasihku yang kukira telah tiada tiba-tiba muncul membawa wanita hamil yang disebut penyelamatnya. Dia secara tak masuk akal memintaku tinggal bersama mereka dan menawarkan upacara pernikahan sebagai kompensasi sementara ia menikahi wanita itu. Sebagai putri bangsawan dan menantu keluarga konglomerat, aku tak sudi dijadikan selingkuhan. Jika dia menolak hidup mewah, aku akan memastikan dia kehilangan segalanya hingga menjadi pengemis.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Nada menyadari bahwa menjerat Ivander ke dalam pernikahan paksa adalah langkah yang keliru. Namun, baginya ini satu-satunya jalan untuk tetap berada di sisi pria yang hidupnya pernah ia hancurkan. Didorong rasa bersalah yang mendalam, Nada bertekad menebus dosa masa lalunya melalui pengabdian ini. Akankah segala pengorbanan Nada mampu mencairkan kebencian di hati Ivander, ataukah usahanya untuk mendapatkan maaf justru akan berakhir sia-sia?
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Seorang pria terjebak dalam kengerian Hutan Gondoriyo setelah tersesat saat menjelajah. Di tengah fenomena ghaib kendaraan yang raib, ia bertemu pasangan lansia misterius di sebuah pondok terpencil yang memberinya peringatan. Meski berhasil pulang, rasa penasaran membawanya kembali, namun hutan itu seolah lenyap. Hubungan gelap antara kecelakaan bus di jurang dan misteri hutan ini mulai terkuak, memaksanya mempertaruhkan nyawa demi mengungkap kebenaran yang menghantui.
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian pernah bersumpah takkan menikah karena menganggap wanita hanya teman tidur. Namun, prinsip itu goyah sejak ia bertemu sekretarisnya, Adeeva Adelia Albert, yang sama sekali tidak tertarik menggodanya. Xavier merasa pertemuan ini adalah anugerah terindah, sementara Adeeva sempat menganggap Xavier sebagai hal terburuk dalam hidupnya. Kini, kebencian itu berubah menjadi hari-hari penuh keindahan bagi mereka berdua.
Sampul Novel MY LOVELY LITTLE WIFE
8.9
Yuki tak mampu menyembunyikan kekesalannya setelah ditolak mentah-mentah oleh pria yang dijodohkan dengannya. Alasan pria itu sangat klise, ia merasa tidak mengenal Yuki sama sekali. Sambil mengumpat dalam hati, Yuki menjuluki calon suaminya itu sebagai pria tua yang menyebalkan. Namun, rasa dongkol itu segera berubah menjadi sebuah rencana licik. Sebuah seringai muncul di wajahnya saat sebuah ide brilian terlintas untuk memberi pelajaran bagi pria itu.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan