Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tak Ada yang Kedua

Tak Ada yang Kedua

Pernikahan lima tahun bersama Anto hancur saat perselingkuhannya dengan Vior terbongkar. Demi melindungi Vior, Anto menyodorkan surat cerai dengan dalih membalas budi mendiang Profesor Jihan. Di kehidupan sebelumnya, penolakan sang istri berujung pada depresi, fitnah perselingkuhan yang kejam, hingga keputusan mengakhiri hidup. Namun, setelah terlahir kembali ke masa lalu, ia tidak ingin mengulang tragedi yang sama. Tanpa keraguan sedikit pun, ia langsung menandatangani surat cerai tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 3

Namun, di detik berikutnya...

Anto dengan tenang mengalihkan pandangannya. Dengan senyum di sudut bibir, dia menggandeng tangan Vior dan berjalan menuju panggung, seolah-olah aku tak pernah ada di sana.

Aku mencibir, sudut bibirku melengkung dengan sinis.

Seorang wartawan yang berdiri paling dekat denganku, mungkin masih seorang magang, ia dengan ragu-ragu mengulurkan mikrofon dan bertanya,

“Nona Elsa, apakah benar Anda sudah bercerai dengan Pak Anto?”

“Ya.” Aku tersenyum dan mengangguk.

Wartawan itu mendorong kacamatanya ke atas, lalu melanjutkan, “Tapi Anda dan Pak Anto sudah saling mengenal sejak SMA, berpacaran selama tujuh tahun, menikah selama lima tahun...”

“Bahkan bulan lalu, Pak Anto menghabiskan banyak uang untuk membeli sebuah pulau dan menamainya sesuai dengan nama Anda.”

Aku tetap tersenyum, hanya saja senyum itu tak sampai ke mataku.

“Itu hanya sesuatu yang dia hutangkan padaku.”

Demi merawat Vior yang sakit, dia melewatkan ulang tahunku dan menggantinya dengan hadiah ini.

Di kehidupan sebelumnya, aku masih merasa senang karena hal itu. Tapi belakangan aku baru tahu, ide ini berasal dari Josua, pulau itu dipilih oleh asisten Anto, dan dia sendiri bahkan tak tahu pulau itu berada di mana.

“Lalu, apakah Anda masih mencintai Pak Anto?”

Wartawan itu menatapku dengan gugup, sementara para jurnalis di sekitarku mendadak terdiam, menunggu jawabanku.

Bahkan Anto yang berdiri di atas panggung juga menoleh ke arahku, alisnya sedikit berkerut.

Aku hanya menatapnya dengan tenang, kemudian mengangkat sudut bibir dan berkata dengan jelas.

“Tidak lagi.”

Wawancara itu tidak kutunggu sampai selesai. Setelah Anto mengklarifikasi bahwa pernikahan kami sebenarnya sudah lama hancur sejak setahun yang lalu, aku pun meninggalkan tempat itu.

Dalam semalam, aku menjadi ‘barang bekas’ yang tak diinginkan oleh Anto.

Sedangkan Vior? Dia justru berubah menjadi satu-satunya korban tak bersalah dalam pusaran opini publik ini.

Wawancara hari itu bertengger di puncak trending media sosial selama beberapa hari, dengan topiknya terus-menerus diperdebatkan.

Terutama kalimat yang diucapkan Anto.

“Aku dan Elsa memang sudah berniat bercerai sejak setahun yang lalu, hanya saja belum menemukan waktu yang tepat.

Awalnya kami ingin menyelesaikannya dengan tenang, tetapi sekarang, ada orang yang tidak bersalah ikut terseret, jadi kami harus mengklarifikasinya.

Nona Vior bukan orang ketiga yang merusak hubungan kami.

Dia adalah satu-satunya orang yang masih menjadi tanggung jawab profesorku di dunia ini.

Aku hanya berusaha merawatnya dengan baik, dan itu adalah hal yang wajar.

Aku harap semua orang bisa melihat masalah ini dengan lebih rasional.”

Ucapan itu mengarahkan opini publik.

Para penggemarnya mulai mengatakan bahwa alasan hubungan kami berakhir adalah karena aku terlalu kaku dan tak bisa menerima permasalahan kecil dalam pernikahan.

Mereka menuduhku telah menganggap persaudaraan murni antara Anto dan Vior sebagai sesuatu yang kotor dan memalukan.

Mereka juga berkata bahwa aku sempit hati dan tak cukup berlapang dada.

Setelah menikah dengan Anto selama lima tahun, aku tetap tak bisa belajar darinya tentang bagaimana menjadi seseorang yang "setia dan menghargai perasaan orang lain."

Topik ini terus viral selama berhari-hari.

Dan aku? Aku menjadi sasaran kebencian semua orang.

Setelah mengambil sertifikat cerai dari kantor catatan sipil, aku keluar.

Anto memanggilku,“Jangan terlalu memikirkan komentar di internet. Sebentar lagi, orang-orang juga akan melupakannya.”

Aku berhenti melangkah dan tak bisa menahan tawa kecil.

Sama sama dihujat di media sosial, tapi kenapa perlakuannya bisa begitu berbeda?

“Elsa, dua bulan lagi sudah Tahun Baru.”

“Awal tahun depan, bagaimana kalau kita menikah lagi?”

Dia menatapku dan hendak mendekat, tapi aku melangkah mundur sedikit. Dengan ekspresi datar, aku mengalihkan pandangan ke arah para wartawan yang dihalangi oleh pengawal di kejauhan.

Anto tampaknya menyadari ketidakpantasan situasinya dan berhenti di tempat.

“Anto, aku akan kembali ke Montana.”

“Memang sudah lama kau nggak pulang. Pergi sebentar juga baik. Nanti saat Tahun Baru, aku akan menjemputmu pulang...”

“Aku nggak akan kembali.” Aku memotong kata-kata Anto dengan tenang.

Senyum tipisnya langsung membeku di wajahnya, matanya dipenuhi kebingungan.

Aku melanjutkan, “Saat itu aku setuju menandatangani surat cerai, dan kau berjanji akan memenuhi satu permintaanku. Sekarang saatnya menepati janji itu.”

Anto tertegun menatapku.

Saat pertama kali terlahir kembali, aku hanya butuh beberapa detik untuk mencerna cinta dan benciku terhadapnya.

Saat melihat surat cerai, aku memang sempat berpikir untuk merobeknya dan bertengkar dengannya lagi. Namun, pada akhirnya, akalku yang menang.

Setelah sekian lama, aku tersenyum tipis.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B66162" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B66162
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Amnesia
7.9
Terbangun dalam kondisi hampa, aku mendapati diriku terperangkap dalam ketidaktahuan yang menyesakkan. Saat mata ini terbuka, segalanya terasa asing; mulai dari ruangan yang kutempati hingga wajah-wajah yang menatapku dengan penuh harap. Tidak ada satu pun memori yang tersisa untuk menjelaskan siapa mereka atau di mana aku berada. Bahkan, bayangan di cermin pun terasa seperti orang asing, meninggalkan pertanyaan besar mengenai identitas asliku yang hilang.
Sampul Novel COMPLICATED LOVE
9.2
Dunia ini tidak pernah adil. Perbedaan kasta dan harta membuat kesenjangan sosial kian nyata, memaksa mereka yang miskin berjuang lebih keras hanya demi setitik harapan. Di tengah kerasnya takdir, Sean yang sombong menuntut Mira bersujud di kakinya demi sebuah pengampunan. Namun, hubungan mereka perlahan berubah menjadi ketergantungan yang rumit. Seperti angin yang menggerakkan kincir, Mira menjadi sosok krusial yang menentukan arah hidup Sean di masa depan.
Sampul Novel Dosa yang Tak Termaafkan
8.9
Dewi menemukan bukti perselingkuhan suaminya melalui tumpukan bon belanja barang wanita dan tiket bioskop yang mencurigakan. Meski ia berusaha berbicara dengan suara lirih, amarah besar terlihat jelas saat ia mengonfrontasi pengkhianatan yang terulang kembali. Dewi menegaskan bahwa batas kesabarannya telah habis; ia tidak akan memberi kesempatan kedua setelah peringatannya diabaikan. Hubungan pernikahan mereka kini berada di ambang kehancuran total.
Sampul Novel Ketagihan Menjadi Penguntit
9.3
Perjalanan biasa di atas kendaraan umum berubah menjadi awal dari situasi yang menegangkan bagi seorang wanita. Tanpa disadari, sepasang mata milik seorang pria asing terus mengawasinya dengan lekat. Setiap gerak-geriknya dipantau, menuntunnya masuk lebih dalam ke sebuah skenario yang telah dipersiapkan dengan matang. Selangkah demi selangkah, ia berjalan mendekati perangkap yang tak kasat mata. Kisah modern ini memadukan romansa dan misteri yang membuat pembaca penasaran akan takdirnya.
Sampul Novel MENJADI ISTRI DADAKAN CEO AROGAN
8.2
Lavendra hancur saat menyadari pernikahannya dengan Daza, sang CEO angkuh, hanyalah alat demi warisan sang kakek. Luka hatinya kian dalam karena Daza masih mencintai kekasihnya, Lora. Meski begitu, Lavendra sempat bertekad berjuang memenangkan hati suaminya demi impian pernikahan bahagia. Namun, gangguan Lora dan sikap dingin Daza menguras tenaga serta batinnya. Kini, Lavendra terjebak dalam keputusasaan dan merasa naif telah mengharapkan cinta sejati.
Sampul Novel Menyerah atau bertahan
9.8
Nayla adalah ibu rumah tangga dengan tiga anak yang terjebak dalam pernikahan penuh tekanan. Suaminya, Beni, bersikap kasar dan tak pernah menghargai pendapatnya. Penderitaan Nayla memuncak saat ibunya wafat tanpa sempat ia dampingi. Di tengah duka, Beni justru berselingkuh dengan mantan kekasihnya. Tak tahan lagi, Nayla membawa anak-anaknya pergi. Mampukah ia membalas perlakuan Beni atau justru bertahan demi sang buah hati yang butuh sosok ayah?