Sampul Novel Tak Ada yang Kedua

Tak Ada yang Kedua

8.1 / 10.0
Dalam novel romantis modern Tak Ada yang Kedua, sang istri mendapat kesempatan kedua setelah dikhianati suaminya, Anto, demi Vior. Menolak mengulangi takdir tragis masa lalu, ia langsung menyetujui perceraian. Baca novel online penuh misteri ini untuk melihat perjuangannya bebas dari manipulasi.
Ringkasan Tak Ada yang Kedua
Pernikahan lima tahun bersama Anto hancur saat perselingkuhannya dengan Vior terbongkar. Demi melindungi Vior, Anto menyodorkan surat cerai dengan dalih membalas budi mendiang Profesor Jihan. Di kehidupan sebelumnya, penolakan sang istri berujung pada depresi, fitnah perselingkuhan yang kejam, hingga keputusan mengakhiri hidup. Namun, setelah terlahir kembali ke masa lalu, ia tidak ingin mengulang tragedi yang sama. Tanpa keraguan sedikit pun, ia langsung menandatangani surat cerai tersebut.
Baca Selengkapnya

Tak Ada yang Kedua Bab 1

Di tahun kelima pernikahanku dengan Anto, gadis yang ia simpan di hotel akhirnya terungkap ke publik, menjadi perbincangan semua orang.

Untuk menghindari tuduhan sebagai "pelakor", Anto datang kepadaku dengan membawa surat cerai dan berkata,

“Profesor Jihan dulu pernah membantuku. Sebelum beliau meninggal, dia memintaku untuk menjaga Vior. Sekarang kejadian seperti ini terungkap, aku tak bisa tinggal diam.”

Selama bertahun-tahun, Vior selalu menjadi pilihan pertama Anto.

Di kehidupan sebelumnya, saat mendengar kata-kata itu, aku hancur dan marah besar, bersikeras menolak bercerai.

Hingga akhirnya aku menderita depresi berat, tetapi Anto, hanya karena Vior berkata, “Kakak nggak terlihat seperti orang sakit,” langsung menyimpulkan bahwa aku berpura-pura sakit, menganggap aku sengaja bermain drama. Dia pun merancang jebakan untuk menuduhku selingkuh, lalu langsung menggugat cerai.

Saat itulah aku baru sadar bahwa aku selamanya tak akan bisa menandingi rasa terima kasihnya atas budi yang diterimanya. Dalam keputusasaan, aku memilih bunuh diri.

Namun ketika aku membuka mata lagi, tanpa ragu, aku langsung menandatangani surat cerai itu.

Tanpa ragu, aku menandatangani surat perjanjian cerai itu.

“Elsa, setelah semua ini berlalu, bisakah kita menikah lagi?”

Di halaman vila, aku sedang duduk termenung di atas bangku batu ketika Anto datang bersama Vior di hadapanku.

Tiga jam yang lalu, Vior diungkap oleh paparazi sebagai kekasih simpanan Anto. Seluruh internet menggali masa lalunya dan mencaci maki dia sebagai pelakor yang menghancurkan hubunganku dengan Anto.

Citra Anto sebagai suami penyayang runtuh seketika, dan harga saham Grup Gusnada mulai goyah.

Di kehidupan sebelumnya, saat Anto datang membawa surat cerai, aku begitu marah hingga mencabut habis semua mawar yang ia tanam untukku di taman. Aku histeris dan menuntut penjelasan tentang hubungannya dengan Vior.

Padahal dia hanya putri dari profesor yang ia hormati dan seharusnya ada ribuan cara lain untuk menyelesaikan masalah ini.

Namun, dia justru memilih mengorbankanku.

Semata-mata hanya karena tak ingin depresi Vior semakin parah.

Namun yang Anto tidak tahu adalah, selama masa kehebohan berita itu, aku juga didiagnosis mengalami depresi sedang.

“Elsa.”

Anto memanggil namaku sekali lagi, menarikku kembali dari lamunan.

Aku menundukkan kepala, menatap surat cerai yang tergeletak di atas meja batu.

Dia berlutut di samping kakiku, sepasang matanya yang dalam menatapku, sementara telapak tangannya yang hangat membungkus jemariku.

Dengan nada yang penuh bujuk rayu, ia berkata,

“Elsa, anggap saja ini demi aku, ya?”

“Kita akan umumkan ke publik bahwa pernikahan kita sudah lama hancur, dan sudah ada rencana untuk bercerai sejak setahun yang lalu, hanya saja kita belum menemukan waktu yang tepat.”

Aku tetap diam, tidak menjawab apa pun.

Sementara di belakangnya, Vior berdiri mengenakan gaun putih, dengan mantel Anto terjulur di bahunya. Bibirnya pucat, dan matanya memerah.

“Kak Elsa, kumohon... bantu aku, ya?”

“Ibuku meninggal karena bunuh diri akibat depresi yang disebabkan oleh pembullyan di internet. Aku tak ingin mengikuti jejak yang sama seperti ibu. Kak, aku mohon, aku bahkan rela berlutut untukmu… kumohon, bantu aku…”

Saat kata-kata itu terucap, dia hendak membungkukkan tubuh untuk berlutut. Namun, Anto dengan sigap berdiri dan menahannya, lalu dengan sangat alami menariknya ke dalam pelukannya, melindunginya dengan penuh perhatian.

Wajahnya tampak suram, suara rendahnya terdengar seperti sedang memarahi, “Apa yang kau lakukan?”

Vior tersendat, suaranya lemah dengan tangisan tertahan, kemudian dia menundukkan wajah yang dipenuhi air mata.

“Aku... aku hanya ingin membuat kakak merasa lebih baik...”

Anto langsung menunjukkan ekspresi tak sabar. Tatapannya kini beralih padaku, dan kehangatan dalam sorot matanya pun menghilang sepenuhnya.

“Elsa, aku datang ke sini bukan untuk bernegosiasi denganmu.”

“Aku sudah memutuskan semuanya. Kalau kau nggak mau bercerai, maka jangan salahkan aku...”

Aku perlahan mengangkat kepala dan menatapnya. Kalimatnya langsung terputus begitu bertemu dengan mataku.

Tapi aku tahu apa yang ingin dia katakan.

Dia ingin berkata,

“Elsa, kau tahu bagaimana caraku bekerja. Aku punya seribu cara untuk membuatmu menandatangani surat cerai ini dengan patuh.”

“Kalau sampai aku harus menggugat cerai, kau juga nggak mungkin menang melawan pengacara Grup Gusnada.”

Itulah kata-katanya di kehidupan sebelumnya.

Pada akhirnya, dia pun menjebakku, mengatur segalanya hingga aku tertangkap basah di ranjang bersama beberapa model pria. Bukti perselingkuhanku pun tak terbantahkan.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Tak Ada yang Kedua

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Menikahi pria yang pernah ditolak di masa lalu membawa dilema besar dalam sebuah perjodohan. Apakah dia bertahan karena cinta yang tersisa, atau justru merencanakan balas dendam atas luka lama? Sebagai pasutri, mereka dipaksa menjalani komitmen di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali mengusik ketenangan. Di dunia Chronophile, di mana waktu sangat dihargai, rahasia dan konflik mulai menguji kesetiaan mereka dalam mempertahankan rumah tangga ini.
Sampul Novel Devil Beside Me (21+)
9.2
Renata hancur setelah dicampakkan Dinar karena menolak berhubungan intim. Rasa frustasi membawanya mabuk di bar hingga tak sadarkan diri. Ayah Rena kemudian mengutus Ervin, teman masa kecil sekaligus musuh bebuyutannya, untuk menjadi bodyguard pribadi. Meski awalnya Rena membenci pengawasan ketat Ervin dan berusaha mengusirnya, sebuah ciuman tak terduga mengubah segalanya. Hubungan benci mereka pun bergeser menjadi gairah panas yang tak terkendali.
Sampul Novel Dilema Cinta Narkoboy
8.9
Andrean Kenzo, seorang gembong narkoba, terjebak dalam perjodohan dengan Tita Shanum yang menawan. Demi memenangkan hati gadis itu, Andrean harus bersaing sengit melawan musuh bebuyutannya sendiri. Namun, situasi semakin rumit saat Tita menyadari sebuah rahasia besar bahwa pria yang selama ini ia patuhi bukanlah ayah kandungnya. Di tengah konflik mafia dan asmara, siapakah yang akhirnya akan dipilih oleh Tita untuk mendampingi hidupnya?
Sampul Novel Fitnah Menjadi Janda
8.4
Kebahagiaan Laras hancur seketika saat sang suami berpulang hanya beberapa hari setelah pernikahan mereka. Kini, di usianya yang masih sangat muda, ia harus menyandang status janda. Tak berhenti di situ, cobaan berat mulai menerjang saat berbagai fitnah keji datang silih berganti menghantui hidupnya. Mampukah Laras tetap tegar dan bertahan menghadapi segala tuduhan miring serta prasangka buruk masyarakat yang kini terus menyudutkan dirinya?
Sampul Novel Hold My Hand
8.0
Pasca kepergian orang tua angkat mereka, Khanza menyadari adanya getaran asmara yang tak biasa terhadap kakaknya, Barra. Meski tidak memiliki ikatan darah, status sebagai saudara membuat batin Khanza tersiksa oleh kebimbangan yang mendalam. Hubungan rumit ini semakin diuji saat mereka terjebak dalam pusaran konflik besar. Situasi kian mencekam ketika Barra terseret dalam sebuah kasus pembunuhan yang mengancam masa depan dan rahasia hati mereka berdua.
Sampul Novel Sebatas Harapan
8.9
Bagi saya, hidup adalah perayaan kebebasan tanpa batas. Di usia dua puluh satu, saya merangkul kesenangan murni tanpa mempedulikan status, usia, atau gender pasangan saya. Meski gaya hidup bebas ini sering dipandang sebelah mata, bagi saya inilah cara terbaik mencintai diri sendiri. Setiap detak kepuasan duniawi yang saya rasakan bukan sekadar pemuas nafsu, melainkan energi yang meremajakan jiwa. Inilah kisah perjalanan saya dalam mengejar kebahagiaan yang hakiki.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan