
Tahan Nafsumu Tuan Jenderal
Bab 3
" RU LAN!! KAU TIDAK APA-APA KAN NAK? KENAPA KAU BERBUAT SENEKAT INI?!! BAGAIMANA KALAU KAU SAMPAI TERLUKA?!! SELAIN ITU.... K... KAU, KENAPA KAU TIBA-TIBA BISA ILMU BELA DIRI??!!"
Wang Mei Lin menghampir Fang Ru Lan dengan cemas. Dia sangat terkejut saat melihat Fang Ru Lan menghajar para preman itu. Saking kagetnya, dia sampai terbengong-bengong melihat aksi Fang Ru Lan. Dia tidak menyangka kalau puterinya itu sangat mahir dalam ilmu bela diri. Dia seolah-olah melihat orang lain dalam diri putrinya itu.
Fang Ru Lan baru menyadari kesalahannya. Dia seharusnya tidak menunjukkan kemampuannya di hadapan Ibunya. Sekarang dia benar-benar bingung harus menjawab apa.
" Engh... A..aku tidak tahu Bu, tubuhku bergerak dengan sendirinya, m...mungkinkah dulu aku pernah belajar ilmu diri? Aku sama sekali tidak bisa mengingat apa-apa Bu...."
Fang Ru Lan hanya bisa menggunakan alasan amnesianya untuk mengelabui Ibunya. Dia tidak ingin Ibunya mengetahui jati dirinya yang sebenarnya. Oleh karena itu, masalah pertukaran jiwanya harus tetap menjadi rahasia.
Song Ciang Hao sangat kaget mendengar jawaban Fang Ru Lan. Dia tidak menyangka Fang Ru Lan menderita amnesia. Tetapi biarpun begitu, dia tetap ingin berguru kepadanya. Tetapi sayangnya, Ayahnya dan anak buahnya tiba-tiba sudah muncul di sana.
" CIANG HAO, KENAPA KAU BERKELIARAN LAGI?! BUKANKAH AYAH SUDAH MENYURUHMU UNTUK TETAP DIAM DI DALAM KAMAR?!!"
Ayah Song Ciang Hao langsung berlari menghampiri puteranya. Dia baru saja sampai di Rumah Sakit. Karena hari ini ada sedikit masalah di pangkalan militer, dia baru bisa kemari saat hari sudah menjelang malam.
" Ayah, lihatlah Ayah, semua penjahat ini dikalahkan oleh kakak cantik itu, dia yang menolongku saat aku diancam oleh para penjahat ini."
Ayah Song Ciang Hao langsung melihat ke sekelilingnya. Dia bisa melihat kalau ada 8 orang pria besar yang terbaring di atas lantai. Rata-rata dari mereka mengalami patah tulang dan memar-memar yang cukup parah. Selain itu, mereka tampaknya kesusahan untuk berdiri kembali. Dari pengalamannya, dia bisa menebak kalau orang yang melukai mereka pasti memiliki kekuatan fisik yang luar biasa. Tetapi, ketika dia melirik ke arah Fang Ru Lan, dia benar-benar tidak bisa mempercayai apa yang dilihatnya. Bagaimana mungkin gadis seimut itu mampu mengalahkan semua pria ini ?? Ayah Song Ciang Hao benar-benar kagum dibuatnya.
Fang Ru Lan sangat terkejut saat melihat Ayah Song Ciang Hao. Pria itu benar-benar mirip dengan Song Kwan Xin. Saking miripnya, Fang Ru Lan tidak sengaja memanggilnya dengan nama Song Kwan Xin.
" Song Kwan Xin?! Apakah ini benar-benar dirimu?! Aku benar-benar senang bisa melihatmu lagi.... "
Saking bahagianya, Fang Ru Lan langsung memeluknya dengan erat. Dia tidak menyadari kalau tindakannya itu menyebabkan semua orang memperhatikan mereka. Dia baru sadar ketika Ibunya berusaha untuk menarik dirinya.
" Ru Lan, Jangan seperti ini, tindakanmu sangat memalukan, Ayo cepat pulang sekarang juga!!!"
Wang Mei Lin langsung berbisik di telinga Fang Ru Lan. Dia benar-benar terkejut melihat perubahan sikap putrinya. Dia tidak menyangka putrinya yang pemalu bisa berubah menjadi seliar itu.
" Maaf Tuan, puteriku mengalami sedikit gangguan di otaknya, maafkan dia karena sudah bersikap tidak sopan, aku akan membawanya pulang sekarang juga!!"
Wang Mei Lin langsung menarik Fang Ru Lan untuk meninggalkan tempat itu. Dia tidak ingin Fang Ru Lan berbuat yang aneh-aneh lagi. Tetapi sayangnya, dia langsung dihentikan oleh Ayah Song Ciang Hao.
" Tunggu dulu Nyonya, Bisakah aku berbicara dengan puterimu sebentar? Selain itu, aku juga ingin tahu kenapa putrimu bisa mengetahui namaku? Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?"
Fang Ru Lan langsung tersenyum mendengar ucapan pria itu. Ternyata pria itu benar-benar bernama Song Kwan Xin. Kalau seperti ini, bukankah sumpahnya bisa segera dia penuhi.
" Maaf Tuan, kami sedang terburu-buru, selain itu, tolong lupakan ucapan puteriku, saat ini puteriku sedang mengalami amnesia, ucapannya sama sekali tidak bisa dianggap serius, kami permisi dulu Tuan!"
Kali ini Wang Mei Lin langsung pergi dengan terburu-buru. Dia tidak ingin puterinya berhubungan dengan pria itu lagi. Dari pakaian pria itu, dia bisa menebak kalau pria itu adalah seorang prajurit militer. Dia tidak suka putrinya berhubungan dengan orang-orang seperti itu. Menurutnya, orang-orang yang bekerja di bidang militer cenderung bersikap kasar. Dia tidak ingin putrinya berteman dengan mereka.
" Jenderal Song, perlukah aku menghentikan mereka?"
" Tidak usah, kau hanya perlu menyelidiki mereka diam-diam, aku penasaran siapa gadis itu, selain memiliki kemampuan bela diri yang tinggi, aku juga penasaran kenapa dia bisa mengenalku?"
" Siap Jenderal Song, aku akan segera menyelidikinya!"
Anak buah Song Kwan Xin langsung bergegas untuk menjalankan perintah atasannya. Dia sendiri juga penasaran dengan gadis itu. Dia malah curiga kalau gadis itu adalah mata-mata kiriman musuh.
" Ayah, kakak cantik itu benar-benar hebat, dia menghajar semua penjahat ini dengan menggunakan tongkat pel, aku benar-benar kagum melihatnya, aku ingin berguru dengannya Ayah!!"
Song Ciang Hao memuji Fang Ru Lan sampai setinggi langit. Walaupun dia belum mengenalnya, tetapi dia yakin Fang Ru Lan bukanlah orang yang jahat. Fang Ru Lan bersedia menolongnya walaupun tidak mengenalnya. Dari hal ini saja, dia yakin kalau Fang Ru Lan adalah orang yang baik.
Song Kwan Xin langsung mengerutkan alisnya setelah mendengar ucapan puteranya. Dia bisa melihat kalau para preman itu mengalami luka yang cukup parah. Siapapun tidak akan percaya kalau luka-luka itu disebabkan oleh sebuah tongkat pel. Selain itu, orang yang menggunakan tongkat pel itu hanya seorang gadis muda yang baru berusia sekitar 18 tahun. Song Kwan Xin merasa sulit untuk mempercayainya.
Song Ciang Hao bisa merasakan kalau Ayahnya tidak mempercayainya. Oleh karena itu, dia langsung meminta orang-orang yang ada di sana untuk menceritakan peristiwa tadi. Setelah mendengar kesaksian orang-orang itu, Ayahnya sama sekali tidak bisa berkata apa-apa. Tetapi dari raut wajahnya, Song Ciang Hao bisa melihat kalau Ayahnya mulai merasa tertarik kepada Fang Ru Lan.
" Bagaimana Ayah? Bolehkah aku berguru dengan kakak cantik??"
Song Kwan Xin langsung tersenyum mendengar permintaan puteranya. Seandainya gadis itu memang sehebat yang dikatakan semua orang, dia juga berniat untuk merekrutnya menjadi anak buahnya. Tetapi sebelum itu, dia harus menyelidiki latar belakang gadis itu. Dia tidak ingin merekrut orang yang salah.
" Sabarlah Ciang Hao, Ayah akan menyelidiki latar belakang gadis itu, bila dia benar-benar bersih, Ayah akan merekrutnya menjadi bawahan Ayah, Setelah itu, kau bisa memintanya untuk mengajarimu."
" HOREE, TERIMA KASIH AYAH, AYAH MEMANG YANG TERBAIK !!!"
Song Ciang Hao langsung memeluk Ayahnya dengan gembira. Dia senang karena Ayahnya mau mengabulkan permintaannya. Bila Fang Ru Lan mau mengajarinya ilmu bela diri, dia yakin dirinya bisa melindungi dirinya sendiri. Dia tidak perlu mengandalkan Ayahnya terus menerus. Selain itu.... dia juga sedikit berharap bisa memiliki Ibu seperti Fang Ru Lan.
Song Kwan Xin sebenarnya bukan Ayah kandung Song Ciang Hao. Song Ciang Hao adalah anak almarhum kakaknya. Karena kakaknya meninggal di usia muda, istrinya memilih untuk menikah lagi. Dia bahkan dengan suka rela menyerahkan anaknya kepada Song Kwan Xin. Dia tidak ingin anaknya menghalangi kehidupan barunya.
Setelah kejadian itu, Song Kwan Xin membesarkan Song Ciang Hao dengan sepenuh hati. Dia bahkan rela tidak menikah demi membesarkan anak itu. Tetapi sayangnya, para kerabatnya tidak menyetujui hal itu. Menurut mereka, Song Kwan Xin juga memiliki kewajiban untuk meneruskan garis keturunan. Selain itu, Song Ciang Hao juga membutuhkan sosok seorang Ibu untuk membesarkannya. Oleh karena itu, mereka berusaha untuk menjodohkannya.
Song Kwan Xin sebenarnya tidak setuju dengan ide itu. Oleh karena itu, dia selalu mencari cara untuk menggagalkan semua perjodohannya. Selama 5 tahun ini, dia sudah berhasil membesarkan Song Ciang Hao tanpa bantuan seorang istri. Walaupun harus mempekerjakan seorang pengasuh, tetapi semuanya berjalan dengan lancar. Dia tidak ingin hidupnya berubah. Tetapi sayangnya, Ibunya tiba-tiba mengeluarkan sebuah ancaman. Ibunya mengancam akan bunuh diri bila dia tidak mau menikah.
Karena ancaman Ibunya, Song Kwan Xin akhirnya mengalah juga. Dia akhirnya setuju untuk dijodohkan. Hanya saja, dia hanya mau menikah dengan wanita yang benar-benar menyayangi Song Ciang Hao.
Setelah melewati beberapa kali perjodohan, Song Kwan Xin akhirnya menjatuhkan pilihannya kepada Ma Xiao Ching. Menurutnya, Ma Xiao Ching adalah seorang wanita yang lemah lembut dan penuh kasih sayang. Oleh karena itu, dia tertarik untuk menjalin hubungan dengannya. Tetapi sayangnya, dia tidak tahu kalau Ma Xiao Ching hanya berpura-pura didepannya.
Ma Xiao Ching sebenarnya sudah lama menyukai Song Kwan Xin. Tetapi sayangnya, dia tidak sudi merawat anak orang lain. Tetapi karena Song Kwan Xin sangat menyayangi Song Ciang Hao, dia pun berpura-pura menyayangi anak itu. Dia berencana untuk tetap berpura-pura sampai dirinya menikah. Setelah dirinya resmi menjadi istri Song Kwan Xin, dia baru akan memikirkan cara untuk menyingkirkan Song Ciang Hao. Bila perlu, dia akan menyewa orang lain untuk melenyapkan anak itu.
Anda Mungkin Juga Suka





