Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Taaruf dengan Anak Wanita Malam

Taaruf dengan Anak Wanita Malam

Selina merasa sangat bahagia saat pemuda pujaannya, Aqsa, mengajaknya bertaaruf. Aqsa adalah pengusaha saleh sekaligus putra sahabat ayahnya, Ustaz Bashor. Namun, sukacita itu hancur saat asal-usul Selina terungkap. Ternyata, ia bukan anak kandung sang ustaz, melainkan putri seorang wanita malam yang diadopsi sejak bayi. Keluarga Aqsa pun membatalkan khitbah secara sepihak. Di tengah kehancuran hatinya, mampukah Selina menemukan cinta yang mau menerima masa lalunya?
Bab
Bagikan

Bab 1

Hati Selina berbunga-bunga dan jantungnya terpompa lebih cepat bagai irama perkusi yang bertalu-talu. Betapa tidak, pemuda yang datang taaruf adalah pemuda yang dia sukai sejak pertama kali bertemu. Tidak hanya Selina siapapun gadis akan merasa bahagia jika yang datang untuk melamarnya adalah seorang pemuda yang dia cintai. Bagai durian runtuh, Selina tersipu-sipu hingga membuat rekan kerjanya sesama guru terkejut melihat perubahan rona wajahnya yang bersemu merah karena kentara kulitnya seputih salju.

Pagi tadi Selina mendapat kabar dari sahabatnya Shiza Anisa Hanifah bahwa kakaknya bernama Aqsa akan datang hari ini lebih cepat dari rencananya untuk melakukan taaruf dengan Selina. Shiza sendiri tidak bisa ikut karena harus bekerja. Selina sangat bahagia jika bisa bersanding dengan Aqsa karena selain dia mencintainya dia juga bisa semakin dekat dengan adiknya Shiza yang merupakan sahabatnya sewaktu kuliah di Bandung.

Kedua orang tua Selina tak memberitahu hal itu tapi Selina diam-diam pulang lebih awal karena penasaran dengan kedatangan Aqsa dan keluarganya. Dia memarkirkan motor maticnya tanpa suara di halaman belakang rumah. Selina masuk lewat pintu belakang dan mengintip dari dapur, mencuri dengar apa yang keluarganya dan keluarga Aqsa bincangkan. Hening yang terdengar Selina. Lalu Selina beranjak mendekati tirai penghubung ruang tamu dengan ruang keluarga. Dia menajamkan pendengarannya.

“Astagfirulloh, maaf kami tidak bisa melanjutkan proses taaruf, Ustaz Bashor. Kami tidak bisa menerima kalau calon mantu kami, Selina ternyata anak dari seorang pelacur,” ucap seorang pria paruh baya yang seumuran dengan Ustaz Bashor yang berada di hadapannya.

Suasana yang berawal hangat kini berubah hening dan dingin. Semua orang diam tergugu, bingung mau berkata apa karena shocked mendengar kabar pahit yang baru saja terkuak. Sementara Selina yang baru saja mengintip di balik tirai terkesiap dengan apa yang pria itu katakan. Seketika dia berurai air mata dengan tubuh yang bergetar hebat seperti tersetrum ribuan volt. Namun Selina tetap berada di sana berusaha menyimak apa yang mereka sampaikan. Barangkali dia salah dengar.

“Tidak Papa, aku bisa menerimanya. Setiap anak tak pernah meminta untuk dilahirkan dari rahim siapa,” sahut anak dari pria tadi meskipun dia juga tak kalah shocked mendengar kabar tentang gadis yang dia cintai. Namun cintanya lebih besar daripada rasa sakit mendengar fakta tersebut.

Selina tertegun mendengar suara bariton itu. Iya, suara bariton itu suara lelaki yang dia nantikan kehadirannya, suara Mohammad Al Fatih Aqsa.

“Dengarlah, Aqsa, mencari pasangan itu harus dilihat dari bibit, bebet dan bobotnya. Dilihat dari bebet Selina gadis yang baik dan memiliki paras cantik untuk seorang gadis. Juga dari bobot yang berarti Selina memiliki kualitas diri yang bagus, seorang yang berpendidikan dan berakhlak mulia.

Sayang, dari segi bibit atau garis keturunan dia tidak masuk kriteria, ibunya seorang pelacur dan ayahnya siapa tak jelas,” jelas pria itu lagi pada anaknya bernama Aqsa. Mendengar hal itu Aqsa mendengus kesal dan Ustaz Bashor menelan salivanya susah payah.

Aqsa benar-benar tak peduli asal-usul gadis itu. Yang dia tahu Selina dibesarkan oleh seorang alim ulama, Ustaz di pesantren dan dia mencintainya sudah lama. Oleh karena itu dia ingin segera menghalalkannya dengan proses taaruf lalu khitbah dan menikah.

Pria yang dipanggil Ustaz Bashor mendongak menatap lampu gentur yang menjuntai, berusaha menahan tangis mendengar respon sahabat lamanya yang hendak taaruf untuk putrinya. Apalagi mendengar kalimat bahwa ‘Selina anak seorang pelacur’. Tidakkah ada kalimat lain yang lebih pantas?

Lalu perlahan Ustaz Bashor mengembuskan nafasnya secara kasar. Dia tak pernah mengira respon sahabatnya akan seperti itu.

“Baiklah, saya tidak akan memaksa anak kamu Bang buat lanjutin taaruf. Lagipula kalian yang datang kemari bukan saya yang meminta. Satu hal lagi ingatlah bahwa, sebagai manusia kita tidak boleh merasa sombong dan lebih baik daripada manusia lainnya.

Memang betul Dewi Rahma, ibu kandungnya Selina seorang wanita tuna susila. Itu yang saya dengar dulu. Tapi saya tidak tahu kondisinya sekarang. Barangkali dia sudah bertobat. Seseorang yang sudah bertobat seperti seorang bayi suci yang baru saja dilahirkan. Mungkin lebih baik dari kita yang meskipun rajin ibadah tapi ada kesombongan dalam hati.

Dan, soal Selina, meskipun dia terlahir dari kedua orang tua yang fasiq, insyallah dia berakhlak baik karena kami telah mendidiknya sedari kecil dengan pendidikan Alquran di pesantren,” papar Ustaz Bashor dengan jujur dan apa adanya.

Air mata Selina langsung meruah tatkala mendengar perkataan Ustaz Bashor atau Abahnya bahwa Selina tidak salah dengar, Selina anak seorang wanita tuna susila. Tubuh Selina seketika roboh ke lantai dengan kedua tangan membekap mulutnya, berusaha keras meredam suara tangisnya.

“Abah … Ummi … jadi aku bukan anak kalian? Aku anak seorang pelacur?”

Hiks … hiks … hiks …

Selina kembali menangis.

“Betul, Bang Rakha, Mbak Ayu dan Mbak Gendis, alhamdulillah kami telah membesarkan Selina dengan cara yang baik, terlepas dari garis keturunannya yang buruk,” seru Ummi Sarah, istri Ustaz Bashor ikut membela sang suami. Dia juga ikut kesal karena merasa keluarga Aqsa memojokkan Ustaz Bashor dan Selina putri kesayangannya.

“Saya merasa dibohongi, Pa. Ustaz Bashor temanmu ini orang berilmu tapi suka berbohong,” kata istri pria tadi bernada geram. “Satu hal lagi, Selina berarti bukan mahramnya Ustaz Bashor, bagaimana ini secara hukum syariat? Seorang yang yang suka ceramah tapi sendirinya tak melakoninya,”

“Betul apa kata Mbak Ayu, Bang, jika aku tak bertanya dan memperlihatkan foto itu mungkin dia akan menutupi semuanya,” timpal Gendis, tantenya Aqsa.

“Ustaz Bashor dan Ummi Sarah tahu tidak? Video syur Dewi Rahma pernah viral. Satu hal lagi yang bikin saya sakit hati, suami sahabat saya Maira direbut oleh dia sampai-sampai Maira hampir melenyapkan nyawanya sendiri,” serunya lagi mendelik pada Ustaz Bashor dan Ummi Sarah bergantian. Suasana di ruang tamu yang sederhana itu menjadi semakin tegang. Gelak tawa reuni antar sahabat lama pun sirna sudah.

Ustaz Bashor dan Ummi Sarah tercengang mendengar kisah Dewi Rahma. Namun dalam kacamata Ustaz Bashor apa yang disampaikan tantenya Aqsa tak sepenuhnya benar. Ada hal baik yang tak terlihat yang dimiliki Dewi Rahma ibu kandungnya Selina di mata umum sehingga menjadi pertimbangan sendiri baginya menerima Selina dalam asuhannya.

“Ckck!” Aqsa menggelengkan kepalanya. Dia merasa amat kecewa melihat respon keluarganya pada anak gadis yang dicintai. Selina tak memiliki salah dan dosa. Hanya saja dia terlahir dari rahim seorang wanita penghibur dengan ayah yang tak jelas siapa.

“Mama dan Papa, Tante juga, aku akan menikahi Selina, bukan ibunya Selina. Selina sama sekali tidak ada hubungan apa-apa dengan apa yang dilakukan oleh ibu kandungnya. Please, kalian jangan berpikir macam-macam. Perkataan kalian melukai hati Ustaz Bashor dan Ummi Sarah,” sergah Aqsa yang sedari tadi menahan amarah, akhirnya meledak juga.

“Aqsa, kamu jangan membantah! Memang Selina dididik dengan baik katanya, tapi ingatlah secara genetik Selina pasti menuruni sifat genetik kedua orang tuanya. Mama tak bisa bayangkan jika dia jadi istri kamu. Tabiat seorang wanita nakal, mungkin dia akan mudah berselingkuh dan bermain dengan pria lain. Dia tidak akan bisa menjaga marwahnya sebagai seorang istri,” cerocos Ayu, ibundanya Aqsa. Wajah Aqsa sampai memerah karena saking kesal dengan perkataan ibunya. Pun, dia merasa malu pada keluarga Ustaz Bashor yang begitu baik menyambut kedatangan mereka.

“Astagfirullah …” gumam Ustaz Bashor mendengar mulut pedas Ayu. Dia tak mengira Ayu akan berbicara sekejam itu padanya. Baik Ayu dan Rakha mereka berdua lulusan pesantren yang terkenal di Jawa Timur bersamanya.

“Astagfirullah dasar mulut laknat …” batin Ummi Sarah juga tak kalah kaget mendengar perkataan Ayu yang menusuk dan melukai hati Ustaz Bashor dan dirinya. Ustaz Bashor dan Ummi Sarah merasa masih beruntung karena mereka menganggap Selina tidak ada di sana, tengah mengajar di sekolah. Andaikata dia mendengarnya maka sudah bisa dipastikan hatinya akan sangat terpukul. Padahal sedari tadi Selina menguping pembicaraan mereka dengan rasa yang perih.

“Mama, sudah jangan bicara ke sana kemari,” lirih Rakha berusaha menenangkan istrinya, Ayu yang tak suka mengontrol diri.

“Maafkan kami, Ustaz Bashor, kami benar-benar tidak bermaksud menyinggung perasaan Ustaz Bashor soal proses taaruf. Barangkali hubungan kita tak perlu diperkuat dengan ikatan pernikahan anak-anak kita. Kita cukup menjaga silaturahim saja,” ucap Rakha pada Ustaz Bashor.

Ustaz Bashor tak banyak bicara ataupun berkomentar karena dia sudah sangat kesal melihat respon mereka.

“Tunggu, Papa, apakah Papa lupa jika dalam Islam ada beberapa kriteria yang harus dimiliki untuk menentukan pasangan hidup?

Ada empat kriteria dalam memilih pasangan hidup. Pertama harta. Kedua nasab atau keturunan ketiga paras dan keempat agama. Namun nabi menganjurkan mendahulukan agama di atas segalanya. Selina memiliki tiga hal tersebut kecuali nasab. Namun dalam agama Selina memenuhi kriteria tersebut. Selina wanita yang salihah …” jelas Aqsa dengan suara yang bergetar. Matanya berembun menahan tangis.

Rakha diam mendengar penjelasan sang anak. Dia sendiri yang mengajarinya tapi terasa sulit untuk melaksanakannya.

“Sudahlah Aqsa, ayo kita pulang!” ajak Ayu pada putranya. Rakha pun hanya menepuk bahu Aqsa dan mengajaknya pulang.

Rombongan keluarga Aqsa pun pulang. Hanya Rakha dan Aqsa yang berpamitan dan bersalaman dengan Ustaz Bashor dan Ummi Sarah sedangkan Ayu dan Gendis pergi begitu saja.

Bersambung,

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Tajir dan Hafidz Qur'an
8.7
Nadia adalah wanita ambisius yang terbiasa hidup dalam kemewahan. Namun, dunianya berubah saat ia bertemu Akbar, seorang penghafal Al-Qur'an yang sangat sederhana. Di tengah ambisinya, Nadia mulai meragukan nilai materi setelah mengenal spiritualitas Akbar. Kini ia bimbang antara menjaga gengsi sosial atau memilih cinta sejatinya. Sayangnya, keluarga Nadia menentang keras karena perbedaan kasta ekonomi. Mampukah mereka bersatu meski terhalang tembok status sosial?
Sampul Novel Dinara - Ganti Suami
8.1
Ditinggal kabur oleh pasangannya di hari pernikahan membuat Dinara justru merasa girang, apalagi saat bertemu seorang pria yang bernasib serupa. Alih-alih meratapi kesedihan, sebuah ide gila muncul di benak Dinara demi menyelamatkan persiapan pesta yang sudah matang. Tanpa ragu, ia mengajak pria asing itu untuk menggantikan posisi mempelainya. Meski sempat terkejut, tawaran nekat Dinara menjadi satu-satunya solusi agar paket pernikahan mereka tidak terbuang sia-sia.
Sampul Novel Foto Suamiku Diruang Keluarganya
8.7
Dua tahun membina rumah tangga, Ane akhirnya menemukan kenyataan pahit bahwa dirinya hanyalah istri kedua Farel. Rahasia besar ini terungkap secara tidak sengaja saat Ane berkunjung ke rumah salah satu wali muridnya. Ketika sang ibu menjatuhkan foto keluarga yang selama ini ia simpan rapat-rapat, Ane terkejut melihat sosok suaminya ada di sana. Kini, Ane terjebak dalam dilema besar antara mempertahankan cintanya atau memilih pergi meninggalkan Farel.
Sampul Novel Look At Me
8.7
Dunia Maya Rehana runtuh saat mendapati dirinya hamil di bangku SMA. Alih-alih bertanggung jawab, Jordan sang kekasih justru menuduhnya selingkuh dan memutuskan hubungan. Di tengah keputusasaan antara rasa takut mengecewakan orang tua dan enggan menggugurkan janinnya, muncul Raka Pratama. Sahabat sekaligus adik kelasnya itu menawarkan diri menjadi ayah bagi sang bayi. Kini Maya terjebak dilema: menerima ketulusan Raka atau terus menanti Jordan.
Sampul Novel Masa Depan Kita
7.9
Dalam kisah romansa modern yang penuh pengabdian ini, seorang tokoh utama memilih jalan sunyi untuk menjaga perasaan mendalamnya. Ia bertekad untuk memendam seluruh rasa cintanya rapat-rapat tanpa membaginya kepada orang lain. Keputusan sulit ini diambil semata-mata demi melindungi dan menghargai sosok pujaan hati yang sangat ia sayangi. Sebuah pengorbanan perasaan yang tulus demi menjaga kebahagiaan orang yang paling berharga dalam hidupnya.
Sampul Novel Pudarnya Pesona Janji
8.5
Hidup Iman berubah drastis saat Haji Junaedi datang melamarnya untuk sang putri, Intan. Ternyata, Intan telah menyimpan rasa kagum yang mendalam kepada Iman sejak masa SMP. Meski terpaut perbedaan usia lima tahun di mana Iman jauh lebih tua, pernikahan ini tetap dilaksanakan. Bagaimanakah kelanjutan nasib rumah tangga Iman setelah menerima pinangan mengejutkan dari sang juragan tersebut? Sebuah kisah romansa tentang janji dan pesona yang mulai diuji.