Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Syahadat Cinta

Syahadat Cinta

Adibah Rania Zahara mulai meragukan perasaannya sendiri. Lewat sepucuk surat, ia mengakui kecintaannya pada sang Ustaz namun merasa terhalang oleh mimpi besar yang mustahil diraih di balik tembok pesantren. Menanggapi keraguan itu, Adib Ahda Zahiri membalas dengan penuh ketenangan. Meski telah mengkhitbah Adibah, ia memilih untuk ikhlas dan menghargai keputusan tersebut demi kebaikan bersama, walau harus merelakan hubungan yang telah mereka bangun.
Bab
Bagikan

Bab 1

Seorang gadis cantik duduk di hadapan cermin ruang riasnya, wajahnya terhias, tubuhnya anggun dengan gaun pernikahan berwarna putih. Matanya memandang nanar ke arah cermin yang berada di depannya. Ekspresi wajahnya sulit untuk diartikan, ada kebahagiaan, ada pula kabut kesedihan di pelupuk matanya. Ia tidak menyangka waktu begitu cepat berlalu, rasanya baru kemarin ia lulus dari Pondok Maarif dan melanjutkah kuliahnya di salah satu Universitas Negeri terkemuka di kota Bandung dan sekarang seorang pria telah siap mengucapkan janji suci pernikahan. Ia bingung dengan perasaan hatinya sendiri, tidak pernah dalam pikirannya akan menikah dengan pria itu. Pria yang mampu membolak-balikkan hatinya, membuatnya merasakan cemburu, dan bertingkah seperti anak kecil. Kisah cinta yang cukup rumit hingga melaju ke pelaminan.

Perjalanan cinta yang berliku, dimulai dari hal-hal yang tak terduga, bermula dari hatinya yang kesepian. Cinta tulus dari pria itu yang mampu mewarnai hari-harinya dan meramaikan jiwanya yang sepi. Hubungan yang dimulai tanpa sengaja memberi arti yang mendalam dalam kehidupannya.

"Rania sampai kapan kamu akan melamun di depan cermin? Pak penghulu sudah menunggumu.”Suara lembut Umi Khadijah, Ibu Rania membuyarkan lamunannya.

"Umi membuat Rania terkejut, tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu,”keluh gadis bernama Rania itu.

"Ya Allah, sayang Umi berkali-kali mengetuk pintu kamarmu, tapi tidak ada jawaban, makannya jangan melamun terus. Pengantin kok melamun, kerasukan baru tahu rasa,”canda Umi Khadijah.

"Umi kok doanya jelek si,” ucap Rania sambil memanyunkan bibir mungilnya.

"Umi tidak mendoakan, habisnya kamu kebanyakan melamun. Apa ada yang mengganggu pikiran kamu? Apa kamu ragu mau menikah dengan dia?” Ekspresi Umi Khadijah terlihat sedikit cemas.

Rania tersenyum, bibir merahnya membentuk lengkungan bulan sabit. “Umi kenapa berpikiran seperti itu? Rania sama sekali tidak ragu untuk melabuhkan hati padanya. Rania hanya sedang mengenang masa-masa yang lalu, sebelum memulai kehidupan baru. Waktu begitu cepat berlalu, Umi.”

Umi Khadijah berjalan mendekati Rania, kemudian mengecup puncak kepala Rania yang tertutup kerudung berwarna putih. “Kau benar sayang waktu begitu cepat berlalu, rasanya baru kemarin Umi menggendong kamu dan mengantar kamu ke sekolah, tapi hari ini kamu akan menjadi milik orang lain.” Umi Khadijah mulai berkaca-kaca.

"Umi jangan menangis. Itu membuat Rania sedih.” Rania mengusap air mata yang berada di pelupuk mata sang ibunda.

"Ini tangisan bahagia sayang, kamu harus tahu di mana pun kamu berada doa Umi akan selalu menyertaimu.” Umi Khadijah membelai kedua pipi Rania dengan lembut.

"Iya, Rania tahu itu. Oh iya bukannya Umi ke sini untuk menjemput putri tercinta Umi?” Rania menampakkan senyum kecil di bibirnya.

Umi Khadijah tertawa kecil. "Iya, kamu benar sayang, kok malah kita jadi melankolis begini. Sebaiknya kita turun sekarang sebelum pak penghulu yang datang ke sini.”

"Tidak ada yang tahu tentang jodoh, kepada siapa hati kita akhirnya akan berlabuh. Jodoh adalah rahasia Tuhan, hanya kepadanyalah selama ini aku berserah. Tidak pernah terbayang olehku akan berjodoh dengannya, semua telah menjadi suratan takdir yang digariskan oleh Allah. Apa yang kita harapkan memang tidak selalu dapat terwujud. Segala yang ada dalam hidup datang dan pergi begitu saja, begitu pula dengan cinta. Namun, aku yakin bahwa Allah selalu memberi yang kita butuhkan bukan yang kita minta,” suara hati Rania berbisik pada dirinya. Bersama Umi Khadijah, Rania dengan mantap melangkahkan kaki menuju tempat berlangsungnya ijab qobul pernikahan dirinya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CINTA YANG TERTUKAR
8.4
Kehidupan asmara Mahya, wanita kelahiran 1991, jauh dari kata sempurna karena kehadiran seorang sahabat yang manipulatif. Di balik topeng keluguan, sang sahabat terus merusak setiap hubungan cinta yang Mahya bangun. Meski sering dikhianati, Mahya yang polos tetap menaruh kepercayaan penuh pada sosok licik tersebut. Namun, sebuah kejadian tak terduga akhirnya memicu kemarahan besar dalam diri Mahya. Akankah tabir kepalsuan ini segera terungkap?
Sampul Novel Jerat Cinta Sang CEO
8.9
Terusir dari rumah oleh ayahnya sendiri membuat Emma Karina terdesak hingga akhirnya menyetujui pernikahan kontrak dengan Ethan Marvino. Sebagai CEO penguasa bisnis di Pulau Bali, Ethan sangat protektif dan mengawasi setiap gerak-gerik Emma secara ketat. Namun, stabilitas hubungan mereka terancam saat Emma tidak sengaja mengungkap rahasia besar yang disembunyikan Ethan. Akankah ikatan mereka bertahan setelah kebenaran terungkap atau justru hancur selamanya?
Sampul Novel Lawyer With Benefit
8.2
Terjebak konflik keluarga, Adara bertekad menjatuhkan ibu tirinya yang telah menggelapkan dana perusahaan saat sang ayah kritis. Ia pun meminta bantuan Deva, pengacara hebat rekomendasi sahabatnya. Namun, hubungan profesional ini berubah menjadi pelampiasan hasrat yang intens. Di tengah duka kehilangan ayah, pesona Deva tak hanya memikat di pengadilan, tapi juga mencuri hati Adara. Akankah skandal dan cinta ini berakhir manis bagi mereka berdua?
Sampul Novel LUKA HATI SEORANG IBU TIRI
9.0
Kehidupan Raisa seketika hancur dan dipenuhi duka mendalam saat sang suami tercinta mengembuskan napas terakhirnya. Namun, rasa sakit hatinya kian menjadi ketika ia menemukan kenyataan pahit di balik kepergian pria itu. Munculnya seorang bayi mungil yang terbukti sebagai anak kandung suaminya menjadi luka baru yang sangat menyiksa. Raisa kini terjebak dalam dilema antara rasa cinta yang tersisa dan pengkhianatan yang baru saja terungkap di depan matanya.
Sampul Novel Menghadapi Kematian di Depan Mata
8.2
Terjebak situasi berbahaya saat memesan obat, seorang wanita mendapati pria mabuk mengetuk pintunya. Di kehidupan lalu, keputusannya memanggil kedua kakaknya berujung petaka karena mereka melewatkan pentas adik angkat mereka, Hilda, yang berakhir melukai diri sendiri. Akibatnya, ia disalahkan, diikat, dan diserahkan ke pria mabuk. Setelah kembali ke masa lalu, ia memilih melapor polisi dan membiarkan kakak-kakaknya menonton drama Hilda hingga mereka menyesal.
Sampul Novel Petani Sukses
9.3
Pasca dikhianati dan dijebak kekasihnya, Amanda Santika pulang ke desa untuk membangun kerajaan tani bermodal kalung berlian. Kesuksesannya di bidang pertanian terganggu saat putranya menemukan seorang pria kaya yang sangat mirip dengannya. Pria tampan berwibawa itu terkejut melihat kemiripan mereka, sementara sang balita justru menyeretnya pulang ke rumah. Amanda terperangah ketika anaknya mengumumkan telah menemukan calon suami yang tepat untuk ibunya tersebut.