
Surga Yang Direnggut Paksa
Bab 3
Sesampai di rumah ternyata sudah hampir malam, Hasna dan Hamzah terlalu asik menikmati jalan-jalan mereka sampai lupa waktu. Dirumah Hasna memang sangat menjaga jarak dari sang adik dan Hamzah, karena dia takut membuat adiknya sakit hati.
Ternyata diluar pintu Sarah sudah berdiri dengan tegaknya , menatap tajam kearah mobil sang suami dengan tatapan seolah tidak menyukai kehadiran Hasna disampingnya.
"Kenapa pulang malam mas?"
"Tadi aku ada lembut sebentar"
"Lalu kenapa bisa pulang bareng mbak Hasna?"
"Sudahlah Sarah, mbak juga banyak kerjaan dan ternyata mas Hamzah minta pulang bareng" jawab Hasna yang sangat malas berdebat dengan sang adik.
"Aku mau mbak Hasna pergi dari rumah kita!"
"Lagian dia sudah bekerja dan memiliki gaji kan" pekik Sarah yang sudah tidak bisa menahan emosinya.
Ternyata Hasna mendengarnya dan dengan raut wajah kesal dia kembali menghampiri sang adik dan juga Hamzah.
"Sarah! Oke mbak akan keluar dari sini besok agar kamu puas" tegas Hasna.
"Tidak! Tidak ada yang boleh pergi dari sini, kalian kenapa sih ?"
"Hasna, Sarah kalian adalah saudara jangan bertengkar seperti itu" ucap Hamzah dengan tegas.
Hamzah mencoba menjadi penengah agar Sarah dan Hasna, tidak saling membenci, walau dia tahu istrinya Sarah sangat tidak nyaman dengan kehadiran kakaknya dirumah. Tetapi Hamzah sangat nyaman dengan wanita yang menjadi kakak iparnya tersebut.
"Terserah kamu saja mas!"
Sarah kesal dan langsung masuk kedalam rumah. Sementara Hamzah menatap Hasnah dengan perasaan lega karena akhirnya, Hasna tidak jadi pergi dari rumahnya.
"Hasna tunggu! Maafkan Sarah, aku mohon jangan pergi dari rumah ini" ucap Hamzah menatapnya penuh harap.
Hasna memalingkan wajah, dan dia langsung bergegas pergi meninggalkan Hamzah, dengan jantung yang berdegup kencang. Entah apa yang dirasakan Hasna dia semakin tidak bisa menjauh dan berpaling dari tatapan Hamzah, dan perhatiannya yang penuh pada dirinya.
***
Di dalam kamar, Hasna memandang foto keluarga kecilnya yang bahagia tetapi ketika dia melihat foto Sarah amarah hasna ketika muncul. Dia benar-benar tidak suka dengan adiknya tersebut apalagi, sikap Sarah yang seolah merendahkan dirinya hanya karena Hasna tidak memiliki tempat tinggal di Jakarta.
Sejak kecil, Hasna selalu mengalah dengan Sarah dia tidak pernah berpikiran untuk iri pada adiknya itu namun ternyata semakin dewasa dia semakin paham bahwa adiknya malah seperti musuh untuk dirinya sendiri.
"Kamu lihat saja Sarah, aku akan mengambil semua yang menjadi milikku dan tidak akan sedikitpun aku sisakan untukmu! "Ucap Hasna dengan merobek foto Sarah dan membuangnya.
Sementara itu, sikap Sarah terhadap Hamzah suaminya sedikit berubah apalagi semenjak kehadiran kakaknya di rumah semuanya sangat berbeda cara seperti tidak menemukan ketenangan dalam rumah tangga. karena suaminya lagi-lagi selalu membela kakaknya tersebut.
"Kamu kenapa sih Sarah? "
"Kamu masih nanya Mas sama aku aku kenapa aku yang harusnya nanya sama kamu kenapa kamu semakin dekat dengan Mbah Hasna!" Tegas Sarah menatap tajam suaminya.
"Kamu cemburu sama Hasna, dia kan adalah kakak kandungmu sendiri aku dan asal tidak mungkin memiliki hubungan "
"Mas,untuk saat ini kamu Dan Hasna memang tidak memiliki hubungan apapun tapi siapa yang akan menjamin kedepannya kalian selalu bersama, dan kalian selalu merasa bahagia padahal kalian itu bukan mahrom! "Tegas Sarah yang seolah tidak terima dengan jawaban suaminya Hamzah.
"Kamu selalu saja curiga denganku Aku baru saja pulang dari kantor dan kamu malah menuduhku yang tidak-tidak! "Jawab Hamzah yang langsung pergi keluar dari kamar.
Sarah hanya bisa menangis sendirian di kamarnya, ketika harus melihat suaminya seolah tidak peduli lagi dengan dirinya padahal Sarah hanya takut jika kehadiran kakaknya malah justru membawa malapetaka dalam rumah tangga mereka berdua, apalagi sara dan juga Hamzah belum juga dikaruniai seorang anak. Banyak sekali ketakutan yang dialami oleh Sarah karena beberapa temannya yang sempat ditinggalkan oleh suami mereka karena tidak memiliki keturunan dalam pernikahannya.
Sarah begitu sangat mencintai Hamzah apalagi, Hamzah adalah laki-laki yang baik dan juga sabar sehingga Sarah tidak akan pernah mau kehilangan suaminya itu.
***
Mencoba meminjamkan mata, tetapi Hasna tidak bisa tertidur dengan lalat dia masih memikirkan tentang Sarah adiknya yang dengan sikapnya tadi membuat Hasna merasa kecewa dengan Sarah. Dia sudah tidak peduli lagi dengan sikap adiknya dan dia berharap dia akan bisa membalaskan rasa kecewanya itu ada Sarah agar dia bisa mengerti bahwa yang khasnya inginkan adalah dihargai sebagai kakaknya.
Hasna mencoba untuk keluar kamar dia ingin mengambil segelas air putih karena rasanya dia lelah sekali berdebat dengan Sarah sang adik di depan Hamzah.
"Enaknya bisa makan gratis dan juga numpang tidur gratis! "Celoteh Sarah yang seketika membuat Hasna menunda gelasnya di meja.
"Apa maksudmu Sarah? "Saya Hasna yang langsung menghampiri adiknya tersebut.
"Bahasa sadar ya, Mbak di sini itu menumpang terlalu lama aku hanya mengizinkan Mbak tinggal di sini selama satu minggu namun, mbak sudah hampir 3 bulan berada di rumahku Mbak sadarkan, embah dan juga Mas Hamzah itu bukan satu mahrom dan tidak baik mbak tinggal bersama adik ipar sendiri! "Papar Sarah yang dengan emosi menatap tajam Hasna kakaknya.
"Dasar kamu adik tidak tahu diri! "
"Besok aku akan tinggalkan rumah ini dan aku tidak akan pernah lagi mau melihat mukamu Sarah dan aku akan pastikan bahwa hidup kamu tidak akan pernah bahagia! "Jawab Hasna yang langsung pergi meninggalkan adiknya begitu saja dengan raut wajah emosi.
Masuk ke dalam kamar, Hasna langsung mengemasi semua barang-barangnya karena dia akan bersiap-siap untuk pergi dari rumah Sarah dan juga Hamzah dia tidak terima diperlakukan seperti itu oleh adiknya sendiri. padahal, semua fasilitas yang didapatkan oleh Sarah adalah pemberian suami Hamzah.
Mungkin,. Sarah memang jauh lebih beruntung saat mendapatkan pasangan ketimbang dirinya tetapi, Hasna tidak akan tinggal dia akan mencoba untuk membuat hidup adiknya itu sengsara.
Anda Mungkin Juga Suka





