Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suamiku Menolak Perceraian

Suamiku Menolak Perceraian

Banyak yang yakin William hanya terpaksa menikahi Renee. Saat kekasih masa lalunya kembali dalam kondisi hamil, publik menanti William segera mendepak istrinya. Namun, Renee justru mengejutkan semua orang dengan menuntut perceraian lebih dulu demi harga dirinya. Di tengah spekulasi yang memanas, William secara tak terduga menolak berpisah dan mengancam akan menggugat siapa pun yang menyebar fitnah. Kini, Renee terjebak dalam kebingungan atas sikap suaminya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Ketika nama William disebut, bulu kuduk kedua gigolo itu berdiri dan kecemasan tergambar jelas di wajah mereka.

Dengan kepala sedikit tertunduk, Renee merasakan gelombang kemarahan muncul dalam dirinya. Namun, dia dengan ahli menyembunyikannya di balik sikapnya yang tenang dan memerintahkan, "Kalian mendengarnya sendiri, kan? Karena Pak William ingin melihat aksi kalian, sebaiknya kalian beraksi sebaik mungkin dan jangan sampai mengecewakannya."

Kemudian, dia mendongak dengan mata yang berbinar nakal, lalu mengedipkan mata dengan genit ke arah William sambil berkata, "Pak William, anggaplah ini sebagai pelajaran yang sangat berharga. Kamu memperlakukan ranjang seperti medan perang, sementara kedua temanku tahu cara bagaimana membuat wanita merasa dihargai. Jangan kamu samakan ranjang seperti medan perang. Aku tidak masalah dengan itu, tapi bagaimana dengan selingkuhanmu yang lembut dan rapuh itu? Apa dia sanggup diperlakukan sekasar itu?"

William hanya membalas Renee dengan tatapan dingin. Sambil bersandar pada sandaran sofa, dia menyalakan korek api dengan gerakan tajam untuk menyalakan rokoknya. Kepulan asap segera menyelimuti dirinya, menutupi ekspresinya yang tidak dapat dimengerti.

Melihat sikap William yang acuh tak acuh, kejengkelan Renee memuncak. Pria itu tampak hampir terluka, meskipun dia tidak habis pikir hal apa yang bisa meruntuhkan pertahanannya yang dingin.

Dia membentak kedua gigolo itu dengan tidak sabar, "Kenapa kalian dia saja? Apa yang kalian tunggu? Pak William ingin melihat aksi kalian, jadi tunjukkan kehebatan kalian padanya supaya dia bisa belajar dari kalian.

Dengan gaya menantang, Renee menarik tali gaun tidurnya dan membiarkannya melorot ke bahunya.

Kedua gigolo itu tersentak kaget, mata mereka tanpa sadar melirik ke arah William, yang menatap mereka dengan sorot mata yang dingin dan tak kenal ampun. Tanpa sadar, mereka memejamkan mata mereka.

"Nona Renee ..., mungkin lebih baik jika kami pamit dulu."

Saat mereka membungkuk untuk mengumpulkan pakaian mereka yang berserakan di lantai, Renee menatap mereka dengan dingin yang membuat mereka terpaku di tempat.

"Bukankah sudah kubilang? Jangan sampai kalian mengecewakannya," ucapnya dengan suara setajam pisau.

Ketika dia mengangkat matanya untuk melihat William, sebuah jaket militer bermotif loreng melayang ke arahnya, lalu mendarat di kepalanya dan menghalangi pandangannya. Sebelum dia bisa menyingkirkan jaket itu dari kepalanya, sepasang tangan yang kekar mengangkatnya ke udara.

"William! Apa sebenarnya yang sedang kamu lakukan?!" serunya dengan suara teredam di balik jaket.

Renee tidak bisa melihat ekspresi William, tapi dia dapat merasakan aura intens dan mengancam yang terpancar darinya. Dengan mudah, pria itu memanggul Renee di bahunya, sebatang rokok yang setengah terbakar tergantung di ujung jarinya.

Dengan gerakan cepat, William menekan puntung rokoknya yang masih membara di punggung salah satu gigolo, yang seketika berteriak dengan suara nyaring karena kesakitan. Di saat yang bersamaan, dia sengaja menendang lutut gigolo yang lain sehingga erangan kesakitan yang tertahan seketika memenuhi ruangan.

Ryland, yang sedari tadi menunggu dengan gelisah di dekat pintu, melangkah maju dengan cemas dan memohon dengan suara bergetar, "Pak William, kumohon, mari kita selesaikan ini secara baik-baik."

"Minggir!" perintah William dengan suara bergemuruh seperti seekor binatang buas, sehingga Ryland terhuyung mundur saking takutnya. Merasa tidak berdaya, Ryland hanya bisa menyaksikan William memanggul dan melemparkan Renee ke kursi belakang jip tanpa menghiraukan protes wanita itu.

Begitu dinyalakan, mesin mobil meraung dengan suara lantang dan mobil segera melaju dengan kencang, mencerminkan amarah sang pengemudi yang membara.

Saat Renee mendarat di atas ranjang yang beralaskan seprai mewah berwarna merah tua, efek alkohol di dalam tubuhnya mulai memudar. Matanya terbuka lebar saat dia menatap ranjang, yang menjadi lambang pernikahan mereka, tapi belum pernah mereka tiduri sejak mereka menikah. Ironi ini terasa menyakitkan sekaligus menyedihkan. Bukan berarti tidak ada sedikit pun keintiman di antara mereka dalam pernikahan berumur tiga tahun ini. Namun, setiap kali William pulang dari dinas militer, di mana jumlahnya bisa dihitung dengan jari, pertemuan mereka, meskipun cukup panas dan penuh gairah, hanya berlangsung dengan singkat. Mereka memiliki kamar masing-masing, sehingga kamar ini seolah-olah tidak lebih sekadar dekorasi.

Namun hari ini, William bertingkah seperti orang yang kehilangan akal sehat. Dia menyeret Renee ke dalam kamar keramat itu dan melemparkannya ke atas ranjang tanpa ragu.

"William, apa yang sebenarnya kamu inginkan?" tanya Renee dengan nada takut sekaligus bingung.

Dia nyaris tidak mampu menopang dirinya sendiri saat William menjulang di atasnya dengan sorot mata yang liar dan kemerahan.

"Bersiaplah, karena aku akan menidurimu sampai kamu puas," seru William melalui gigi yang terkatup saat dia dengan kejam merobek gaun Renee.

"Jadi, menurutmu aku terlalu kasar? Kalau begitu, aku akan menidurimu dengan lembut dan nikmat sampai kamu ketagihan," ucapnya sambil mendengus, napasnya yang panas berembus di telinga Renee dan giginya menggesek daun telinga wanita itu dengan lembut.

Terperangkap di bawah William, Renee terus meronta, tapi perlawanannya malah membuat keduanya semakin intim.

Saat menghukum Renee dengan jilatan ringan pada daun telinganya, William memperingatkan dengan suara dingin dan tegas. "Ingat, kamu adalah seorang wanita yang sudah menikah."

Tepat pada saat ini, ponsel William berdering dengan suara nyaring, menembus udara yang tegang. Meskipun dia ingin mengabaikannya, bunyi dengungan yang terus-menerus dari sakunya, tepat pada saat dia hendak membuka pakaian, memaksanya meraih ponselnya dengan tidak sabar. Melihat identitas sang penelepon, ekspresinya sedikit melembut.

Renee mengintip layar ponsel William dengan senyum sinis tersungging di bibirnya. Benar saja, sang penelepon adalah kekasih masa kecil pria itu.

Suaranya dipenuhi ironi saat dia membalas, "Tapi kamu sendiri lupa kalau kamu adalah seorang pria yang sudah menikah."

Tatapan William beralih ke Renee, tapi sebelum dia sempat membalas, wanita itu menyambar ponselnya dan menjawab panggilan telepon itu dengan tenang.

"Halo, Sylvia," sapa Renee dengan nada datar.

Ada jeda sejenak saat Sylvia Payne tertegun karena mendengar suara yang tidak diduga. "Renee ..., halo," ucapnya dengan tergagap.

Melihat William diam saja karena pasrah, senyum Renee berubah menjadi seringai licik saat dia melanjutkan, "Ya, ini aku. Maaf, tapi William dan aku sedang sibuk. Kami sudah berpisah cukup lama, jadi sekarang saatnya kami meluapkan gairah kami. Dia terus menempel padaku, jadi sepertinya dia tidak akan bisa menjawab panggilan teleponmu dalam waktu dekat."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bias: Dari Uncle, Jadi Daddy
9.0
Alexandria Serenata Atmadya pindah ke megapolitan demi pekerjaan baru, namun sifatnya yang sulit menolak justru menjebaknya dalam skema Ragnala Firaz Himawan. Ragnala yang manipulatif memaksa Alexandria masuk ke pernikahan berkedok kesepakatan rahasia. Di tengah persaingan kecerdikan mereka, muncul fakta mengejutkan tentang seorang anak berusia empat tahun. Alexandria pun harus menghadapi taktik manis Ragnala demi memperjuangkan cinta di tengah pahitnya masa lalu.
Sampul Novel Dendam di Balik Cinta
8.8
Pasca kehancuran bisnis keluarga, aku memilih menikahi Kade Mitchell dan meninggalkan Jase Mitchell yang menangis pilu. Empat tahun berlalu, Kade wafat. Ibu tirinya, Katie Fuller, tega mengusirku dan anakku dari rumah. Terdesak tanpa perlindungan, aku terpaksa mendatangi Jase yang menyambutku dengan nada menggoda. Di balik keputusasaan ini, aku menyusun rencana untuk merebut kembali warisan yang dicuri Katie melalui tangan anaknya sendiri.
Sampul Novel Dendam Sang Pelukis: Cinta yang Ditebus
8.6
Alana Maheswari terjebak dalam pernikahan ketiga yang tragis. Damian, sang tunangan, justru menyiksanya demi menenangkan Elina. Setelah karier melukisnya dihancurkan dan tubuhnya ditinggalkan bersimbah darah di hutan, Alana menolak menyerah. Demi melindungi keluarga dan bisnisnya, ia menghubungi sosok misterius dari masa lalu. Ia sepakat menyerahkan seluruh asetnya dan melakukan pernikahan kontrak demi pelarian dan balas dendam yang setimpal.
Sampul Novel Gadis Tak Terlihat dan Sang Jutawan
9.7
Beatriz Sosa berjuang keras demi kesembuhan adiknya di Villa Esperanza yang kejam. Saat terdesak, Eduardo Moura, pewaris kaya yang angkuh, menawarinya kesepakatan rahasia sebagai mata-mata di kediamannya. Dengan imbalan uang dan perlindungan, Beatriz harus terjebak dalam intrik kekuasaan yang mengancam martabatnya. Di tengah kemewahan dan rahasia kelam, muncul gairah terlarang yang menantang batas kelas sosial serta menguji seberapa jauh Beatriz berani mempertaruhkan hatinya.
Sampul Novel Kau Akan Mencariku, Saat Dia Menghilang
8.4
Cantika Putri menjalani kehidupan pernikahan yang harmonis bersama Ardi Permana. Hubungan mereka dibangun di atas fondasi cinta yang tulus, di mana Ardi sangat mengagumi pesona fisik dan kesempurnaan sang istri. Sementara itu, narasi lain mengikuti sosok miliarder ternama, Reza Dirgantara. Sang konglomerat tengah menjalin hubungan asmara dengan Luna Amara, seorang gadis desa yang memiliki paras cantik namun tetap mempertahankan kesederhanaan dalam dirinya.
Sampul Novel Kehidupan Istri Seorang Milyarder
8.4
Demi imbalan seratus juta, seorang wanita menyelamatkan pria yang ternyata miliarder paling berpengaruh di kota. Sang presiden kaya yang terobsesi mulai mengejarnya dan menawarkan mahar fantastis untuk menikah. Meski ditagih janji uangnya, sang wanita tegas menolak lamaran karena tidak tertarik pada sosoknya. Namun, pria dominan itu justru menaikkan tawaran menjadi satu miliar dan dengan berani mengajukan dirinya sendiri sebagai hadiah tambahan hadiah.