Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suamiku Menolak Perceraian

Suamiku Menolak Perceraian

Banyak yang yakin William hanya terpaksa menikahi Renee. Saat kekasih masa lalunya kembali dalam kondisi hamil, publik menanti William segera mendepak istrinya. Namun, Renee justru mengejutkan semua orang dengan menuntut perceraian lebih dulu demi harga dirinya. Di tengah spekulasi yang memanas, William secara tak terduga menolak berpisah dan mengancam akan menggugat siapa pun yang menyebar fitnah. Kini, Renee terjebak dalam kebingungan atas sikap suaminya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Entah merasa tersinggung atau takut setelah mendengar kata-kata Renee, Sylvia diam saja selama beberapa waktu di ujung telepon. Tepat pada saat Renee bersiap melancarkan serangan lain, William turun tangan dengan merebut ponsel itu dari tangannya, lalu menciumnya dengan ganas sampai napasnya terengah-engah.

Bukan tipe orang yang suka mengobral janji kosong, William benar-benar menunjukkan pada Renee bagaimana kelembutan itu sebenarnya. Setelah apa yang terasa seperti siksaan abadi, Renee menangis tersedu-sedu dan memohon belas kasihan sebelum William akhirnya bersedia melepaskannya.

Merasa kelelahan akibat cobaan yang berat ini, Renee langsung tertidur hampir seketika. Dalam keadaan setengah sadar, dia samar-samar menyadari William telah meninggalkan ranjang.

Ketika dia bangun, hari sudah berganti dan dia mendapati dirinya sendirian. Berbaring di atas ranjang pernikahan yang luas, pikirannya tenggelam dalam kenangan yang segar dan membekas semalam. Dia berbalik ke arah tirai yang tertutup rapat, mengaburkan batas antara sinar pagi dan datangnya senja.

Jejak kelelahan akibat hubungan semalam yang intens masih bergema di sekujur tubuhnya saat dia meraih ponselnya. Pada detik berikutnya, dia melihat sebuah unggahan dari Sylvia di Instagram, yang dengan jelas memperlihatkan punggung William, yang tengah asyik memasak. Kesadaran ini begitu menusuk bagaikan bilah pisau yang tajam.

Saking marahnya, Renee melemparkan ponselnya ke dinding sekencang mungkin, tapi untungnya ponsel itu masih baik-baik saja.

"Dasar pembohong sialan! Dia benar-benar brengsek!" makinya sambil menggertakkan gigi dan mengepalkan tinju dengan penuh amarah.

Dia menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya dan mencoba untuk berdiri, tapi rasa sakit yang masih tertinggal langsung menyerangnya, membuat setiap gerakan terasa seperti sebuah penyiksaan. Ini semua gara-gara William. Namun, bisa-bisanya bajingan itu memasak dengan gembira untuk selingkuhannya.

Dia sangat marah karena merasa dikhianati.

Postingan Sylvia bagaikan genderang perang baginya.

Pada saat ini, terdengar suara ketukan yang ragu di pintu, diikuti oleh suara pelayan yang terdengar malu-malu. "Bu Renee, apa Anda sudah bangun? Pak William menyuruh saya memasak sup untuk meredakan mabuk Anda."

Darah Renee semakin mendidih. Bisa-bisanya William menyuruh seorang pelayan untuk mengurus Renee, sementara dia bersenang-senang dengan selingkuhannya? Berusaha meredakan amarah yang bergejolak di dalam dirinya, Renee menarik napas dalam-dalam.

"Terima kasih, tapi itu tidak perlu. Aku sudah merasa lebih baik," teriak Renee dengan suara tertahan.

Alih-alih pergi, sang pelayan berkata dengan suara lembut dan tegas, "Bu Renee, Pak William juga secara khusus menyiapkan obat untuk Anda. Apa Anda bisa keluar sebentar untuk mengambilnya?"

Merasa bingung sekaligus penasaran, Renee membuka pintu sedikit dan bertanya dengan nada curiga, "Obat apa?"

"Untuk semalam ...," jawab sang pelayan dengan suara lirih.

Mendengar jawaban ini, kesabaran Renee yang sudah menipis langsung terkuras habis sehingga amarahnya meledak.

Dia tidak sanggup menahan diri lagi.

Selama tiga tahun terakhir pernikahan mereka, dia selalu rajin meminum pil KB setelah mereka berhubungan intim karena dia sendiri merasa belum siap menjadi seorang ibu.

Namun, lain halnya jika William yang menyuruhnya meminum pil KB.

"Aku tidak sudi meminumnya! Katakan pada bajingan itu jika aku hamil, aku tidak akan menggugurkannya! Aku ingin melihat bagaimana dia menangani masalah ini!" bentaknya dengan nada menantang dan penuh tekad.

Kemudian, dia membanting pintu sekencang mungkin sampai menutup dan suaranya bergema di dinding.

Begitu pelayan itu pergi, dia mulai mengubek-ubek seisi ruangan untuk mencari pil KB yang pernah dia beli. Kata-kata yang dia lontarkan barusan tidak lebih dari sekadar peringatan tajam. Lagi pula, dia tidak berani mengambil risiko dengan tidak meminum pil KB.

Kelelahan, dia merebahkan diri ke atas ranjang yang mewah, tubuhnya berguling-guling saat dia mencoba mencari kenyamanan di kain seprai yang lembut. Sampai rasa kantuk menarik kesadarannya, dia memaki-maki William di dalam hati. Dia bertanya-tanya kepulangan William yang tidak terduga dari dinas militer. Mungkinkah kepulangannya yang tiba-tiba ada hubungannya dengan Sylvia?

Kecurigaan Renee bukannya tidak berdasar. Kepulangan William memang ada hubungannya dengan Sylvia. Begitu pulang, dia mencoba menghubungi Renee, tapi wanita itu tidak menggubrisnya. Setelah melakukan penyelidikan, dia baru mengetahui tentang petualangan Renee baru-baru ini, termasuk tentang gigolo-gigolo yang pernah menemaninya. Merasa marah sekaligus putus asa, dia menyerbu bar tempat Renee sering berkunjung dan menyeretnya pulang sebelum bergegas menemui Sylvia.

Sementara itu, di rumah sakit, Sylvia duduk dengan tidak nyaman saat seorang dokter memeriksanya.

"Kamu baik-baik saja, hanya anemia ringan. Omong-omong, apa pria ini suamimu?

Pertanyaan ini membuat Sylvia lengah sehingga pipinya merona karena malu.

Melihat reaksi Sylvia, William mencondongkan tubuhnya ke depan dan bertanya, "Dokter, apa ada hal yang perlu diperhatikan? Apa ada makanan tertentu yang perlu dia hindari?"

Demi menjaga martabat Sylvia, dia tidak membenarkan atau membantah pertanyaan dokter itu.

"Hindari makanan laut, terutama kepiting. Di luar itu, dia bebas menikmati apa pun yang dia suka. Syukurlah dia tidak mual terus-menerus. Wajar jika wanita hamil merasa mual pada trimester awal. Untung saja dia masih bisa makan tanpa memuntahkan makanannya."

"Dimengerti. Terima kasih," balas William dengan sopan dan sedikit rasa lega.

Setelah keluar dari ruang praktek dokter, William melirik ke arah Sylvia, yang sedang mengelus perutnya dengan lembut.

Melihat ekspresi wajah Sylvia, yang menunjukkan kebahagiaan seorang wanita yang baru pertama kali menjadi ibu, William menghela napas berat sebelum berkata dengan suara lirih, "Sylvia."

"Kak William, sepertinya ... aku bisa merasakan detak jantungnya," ucap Sylvia dengan nada takjub, Bertemu dengan mata Sylvia yang berbinar saat menatapnya, William terdiam sejenak, merasakan beban dari kata-kata yang akan dia katakan selanjutnya. "Sylvia, kamu harus menggugurkan anak itu."

"Tidak!" tolak Sylvia mentah-mentah. Air mata seketika menggenang di matanya saat dia melanjutkan dengan nada memohon, "Kak William, aku menginginkan bayi ini. Tolong, biarkan aku mempertahankannya. Jangan memaksaku untuk menggugurkannya. Jika harus, aku bisa membesarkan anak ini sendirian ...."

"Kamu pikir kamu bisa memutuskan untuk mempertahankan anak itu tanpa persetujuanku?" ucap seseorang dengan suara dingin dan tajam, yang tiba-tiba memotong pembicaraan mereka.

Mendengar suara yang tidak asing itu, baik Sylvia maupun William langsung menoleh ke sudut koridor, dan mendapati Renee sedang berdiri di sana dengan tangan terlipat di depan dada. Kehadirannya bagaikan hantu di sebuah pesta. Sikap dan tatapannya yang tajam menunjukkan keteguhannya. Bagaimanapun juga, sebagai istri sah William, dia harus menegaskan statusnya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95JSX" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95JSX
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Milik CEO
8.8
Seorang wanita mendadak tegang saat bertemu kembali dengan Davero di dalam lift kantor. Pertemuan yang tak terduga itu berubah mencekam ketika sang CEO tampan memojokkannya ke dinding dengan tatapan tajam yang penuh dominasi. Meski sang wanita merasa ketakutan dan gugup, Davero dengan suara serak menegaskan bahwa ia tak akan membiarkannya pergi lagi. Sebuah klaim penuh ancaman pun terucap, menandai bahwa wanita itu kini adalah miliknya sepenuhnya secara mutlak.
Sampul Novel CANDU CINTA CEO AROGAN
9.7
Erlan Levin adalah CEO sukses di Jakarta yang terus menghindar dari desakan menikah keluarganya. Namun, hidupnya berubah total saat ia tertangkap basah berada di satu kamar dengan gadis asing. Terjepit situasi memalukan ini, ia terpaksa menikahi wanita yang sangat disukai keluarganya itu. Kini, sang istri harus berjuang memenangkan hati Erlan yang dingin. Akankah cinta tumbuh di antara mereka, atau ia hanya akan menjadi sosok yang terabaikan?
Sampul Novel Dalam Genggaman Sang Penguasa
7.9
Jonathan Smith berhasil mengubah nasibnya dari kemiskinan menjadi orang terkaya di kota Rivera berkat kecerdasan dan kerja kerasnya. Meski banyak rival bisnis dan musuh berusaha menjatuhkannya, ia tetap tak tergoyahkan di puncak kekuasaan. Kerajaan bisnisnya justru kian perkasa dan tak tersentuh setelah ia resmi menjabat sebagai Perdana Menteri. Kini, Jonathan berdiri angkuh mengendalikan segalanya dari kursi kepemimpinan tertingginya.
Sampul Novel Istri Yang Kau Remehkan
8.4
Jiwa Eleanor Vienne, seorang supermodel ternama, berpindah ke raga Seraphina Elmswood setelah kematian tragisnya. Seraphina adalah istri dari keluarga kaya yang selama ini dihina karena dianggap buruk rupa dan bodoh. Suaminya, Lysander, bahkan bersikap dingin dan tidak setia. Namun, pesona Eleanor mengubah segalanya. Kini Seraphina tampil berkelas, memicu kecemasan keluarga Elmswood dan membuat Lysander terpesona. Akankah ia memaafkan pria yang dulu meremehkannya?
Sampul Novel Jodohku Ceo Dingin
8.1
Vivi Raminta terjebak dalam situasi pelik saat dipaksa ibunya menikah dengan Devo, CEO dingin yang sangat ia benci. Keputusasaan Vivi memuncak setelah kekasihnya berkhianat demi wanita kaya. Di sisi lain, Devo setuju menikah hanya untuk menutupi skandal perselingkuhannya dengan artis bernama Karen. Meski terikat motif berbeda, benih asmara mulai tumbuh di antara keduanya. Kini, mampukah Devo melepas Karen demi Vivi saat cinta sejati mulai menguji ego mereka?
Sampul Novel Kembalinya Marsha yang Tercinta
9.5
Diusir dan dihina setelah terungkap bukan anak kandung, Marsha dituduh hanya putri petani biasa oleh putri asli yang licik. Namun, kenyataan mengejutkan muncul saat ayah kandungnya ternyata miliarder terkaya, didukung saudara-saudara hebat yang memujanya. Di balik itu, Marsha sendiri adalah pengusaha sukses yang mandiri. Saat mantan kekasihnya yang sombong mencoba menjauh, seorang pria misterius berkuasa muncul untuk melindunginya dan membungkam semua penghina.