Sampul Novel Suami Tampan Tidak Menghasilkan Keturunan

Suami Tampan Tidak Menghasilkan Keturunan

8.1 / 10.0
Dalam Suami Tampan Tidak Menghasilkan Keturunan, pernikahan Ehsan dan Lania diuji isu kemandulan dan pengkhianatan. Saat Ehsan didekati tiga wanita, Lania terjebak bersama pria kaya. Baca billionaire romance books ini untuk mengikuti drama rumah tangga mereka di webnovel modern ini.
Ringkasan Suami Tampan Tidak Menghasilkan Keturunan
Pernikahan Ehsan dan Lania berada di ambang kehancuran akibat perselingkuhan Lania. Ketegangan semakin memuncak saat ibu Ehsan terus mempermasalahkan kondisi Lania yang dianggap mandul. Di tengah upaya memperbaiki hubungan, godaan baru justru muncul. Ehsan menjadi pusat perhatian tiga wanita berbeda, sementara Lania tertangkap basah sedang menghabiskan waktu bersama seorang pria kaya di sebuah vila mewah. Akankah rumah tangga mereka mampu bertahan?
Baca Selengkapnya

Suami Tampan Tidak Menghasilkan Keturunan Bab 1

Mimiknya menayangkan riak kekesalan. Sinar muram terpancar dari matanya. Remuk redam bercokol di dalam kalbunya. Kemegahan konser musik jazz yang baru saja usai laksana kehampaan relung untuk sukmanya. Tiada gelora, tanpa gempita.

     Ia memalingkan penglihatannya. Tatapannya membenci lelaki yang ada di sisinya.

     “Kamu kenapa, Ca?” tanya Pinto santai. “Dari tadi diam aja.”

     Caca Yunita masih mengatupkan bibirnya. Lidahnya malas mengalunkan lisan.

     “Kamu lagi nahan berak, ya?” gurau Pinto.

     “Aku lagi dongkol!” seru Caca Yunita. Ia menarik napas sesaat. Menghimpun tenaga untuk pelepasan amarah.

    “Banyak waktu yang udah kita lalui. Banyak hal yang udah kita lakuin. Tapi, kamu nggak pernah bilang apapun ke aku,” Caca Yunita berkeluh. “Aku nggak ngerti sama pikiran kamu, Mas!” imbuhnya dengan suara yang begitu keras.

     Belasan orang yang berada di dekat pintu keluar Balai Sarbini sontak menoleh ke arah Caca Yunita. Mereka terlongo. Reaksi mereka disadari oleh Pinto. Jemarinya langsung menarik lengan Caca Yunita. Pinto menyingkir dari kerumunan manusia. Tubuh Caca Yunita otomatis mengikuti langkah kaki Pinto. Mereka kemudian berhenti di tempat yang agak lengang.

    Pinto memandang beberapa pasangan muda-mudi yang hilir mudik di sekitarnya. Sesekali menatap bintang di langit. Dia melakukannya seraya mencari kalimat yang pas untuk Caca Yunita.

     “Ada lagi yang ingin kamu sampaikan? Atau unek-unek yang ingin kamu ungkapkan?” kali ini pertanyaan Pinto bersifat serius.

     Caca Yunita memanfaatkan kesempatan yang Pinto berikan. Dia menumpahkan emosinya. Dia meneruskan omelannya.

     Desing berbagai kalimat melesat ke lubang telinga Pinto. Ada yang lembut, ada pula yang kasar. Semuanya bernada tinggi. Meskipun jumlahnya banyak, maknanya mirip-mirip. Intinya adalah protes Caca Yunita terhadap sikap Pinto. Pinto menyimaknya dengan kepala dingin.

     Seperempat jam Caca Yunita bersungut-sungut. Tanpa jeda dan sela. Alhasil, kelelahan menghinggapi mulutnya. Terpaksa ia menghentikan gerutunya.

     Pinto masuk ke dalam pembicaraan lagi. Tanggapannya terhadap perkataan Caca Yunita hadir, “Saya punya pernyataan buat semua omongan kamu. Saya bakal kasih tahu pas kita udah sampai di tempat tinggal kamu.”

     “Aku tunggu pernyataan kamu,” ucap Caca Yunita lugas.

     Pinto dan Caca Yunita melenggang ke area parkir. Mereka masuk ke dalam mobil listrik Tesla milik Pinto. Suasana pun berubah. Bunyi yang terdengar tak ada. Kesenyapan membekukan mereka.

     Kendaraan auto pilot tersebut mulai bergerak. Di tengah kemacetan, kesenyapan berubah menjadi kegaduhan.

     “Kamu penginnya apa? Aku kudu gimana? Kita harus ke mana? Padahal, hubungan kita udah lama. Aku lelah kalo kek gini terus. Aku butuh ketegasan kamu,” Caca Yunita kembali menggerundel.

     Pinto masih dalam ketenangan. Emosinya tetap terjaga. Perhatiannya terhadap gerak mobil listrik Tesla-nya yang tersendat sangat penuh.

     “Saya maunya kita berhubungan baik. Nggak ada pertengkaran.”

      Caca Yunita menghela napas. “Maksud aku, hubungan kita mau dibawa ke mana?”

     “Dibawa ke museum. Biar orang lain tahu kalau hubungan kita tetap awet,” Pinto menjawab sembarang.

     Wajah Caca Yunita makin memberengut. Ekspresi kesebalannya kian tampak.

Bahwasanya, niat Pinto bukan untuk penciptaan kejengkelan Caca Yunita. Kemauan Pinto ialah pertahanan pemikirannya. Jika pemikiran Pinto berubah, khalayak mungkin akan mencabut dukungan untuk bapaknya. Kesudahannya, kerugian besar bisa menghantam kondisi pekerjaan bapaknya.

     Pinto menjaga keharmonisan selama ini. Juga senantiasa melestarikan kelanggengan. Pinto merasa bahwa ia tak pernah mempermainkan kata hati Caca Yunita. Ia bahkan menghargai protes Caca Yunita sepenuhnya.

     Menurut Pinto, protes Caca Yunita adalah keniscayaan. Protes Caca Yunita hanyalah dinamika dalam pertemanan. Pinto sendiri sungkan membantahnya. Dia menganggapnya sebagai risiko yang harus diterima.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Suami Tampan Tidak Menghasilkan Keturunan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel ANAKKU TIDAK SEPERTI ANAKKU
9.1
Hati seorang ibu hancur saat menyaksikan perubahan drastis putra sulungnya pasca menikah. Sosok yang dulu ia kandung dan besarkan dengan penuh perjuangan kini seolah menjadi orang asing. Sang putra kini mencurahkan seluruh perhatian serta kasih sayangnya hanya untuk sang istri, hingga mengabaikan ibunya sendiri. Konflik batin pun memuncak ketika sang ibu merasa kasih tulusnya selama ini terhapus oleh kehadiran wanita baru di hidup anaknya.
Sampul Novel Dihina Miskin, Aku Istri Konglomerat
8.4
Hubungan lima tahun Ziva kandas setelah Luis Loren membelikan kapal pesiar mewah untuk Paula, lalu menghina latar belakang Ziva. Lima tahun kemudian, Luis yang kini sukses bertemu kembali dengan Ziva di sebuah hotel megah. Melihat penampilan Ziva yang berantakan di kolam air mancur, Luis dengan sombong mengira mantan kekasihnya itu sengaja mengemis iba. Padahal, Ziva hanya sedang mencari berlian biru berharga hadiah ulang tahun putranya yang tidak sengaja terjatuh ke dalam air.
Sampul Novel I`m Holding You
8.0
Insiden satu malam di masa lalu Bima meninggalkan jejak berupa janin di rahim Levina, wanita yang tak ia kenali. Bertahun-tahun kemudian, Levina muncul di klinik Bima membawa Anetta, putri kecil mereka yang menderita penyakit langka. Bima terguncang menyadari Anetta adalah darah dagingnya, sementara ia telah menikah empat tahun tanpa anak. Haruskah ia jujur pada Levina soal perbuatan bejatnya dulu? Bagaimana nasib rumah tangganya dan kesembuhan Anetta?
Sampul Novel JAHIDA
9.2
Kisah ini menyoroti kehidupan kelam seorang gadis remaja yang terjebak dalam situasi mengerikan. Ia menjadi korban perbudakan oleh seorang pria dewasa yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang ojek langganannya sendiri. Narasi ini mengeksplorasi penderitaan dan dinamika kekuasaan yang eksploitatif di lingkungan modern. Pembaca diharapkan bijak karena konten ini khusus dewasa dan mengandung materi sensitif yang memerlukan kedewasaan dalam menyikapinya.
Sampul Novel Siapa Yang Menghamili Istriku?
8.4
Sebuah narasi mendalam yang penuh dengan misteri dan gejolak emosi dalam kehidupan pernikahan. Cerita khusus dewasa ini akan membawa pembaca menelusuri pengkhianatan dan rahasia kelam yang menghancurkan kepercayaan. Siapkan diri Anda untuk sebuah perjalanan yang menguras air mata saat setiap kepingan teka-teki mulai terungkap, memaksa karakter utamanya menghadapi kenyataan pahit yang tak terduga di tengah konflik romansa modern yang sangat pelik.
Sampul Novel The Unshackled: Pembalasan Seorang Peretas
8.7
Eliana Walker mencari Lucien Lane di malam ulang tahunnya, namun ia justru menemukan kenyataan pahit di kantor polisi. Lucien menghinanya dan merasa terbebani oleh kelumpuhan Eliana selama sepuluh tahun. Tersakiti oleh kata-kata kasar dan luka fisik, Eliana memutuskan untuk membalas. Sebagai pemimpin kelompok peretas Anonymous, ia mencabut semua perlindungan bagi perusahaan Lucien dan mengundang peretas dunia untuk menyerang sistem keamanan Lane Corporation.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan