Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Pengganti

Suami Pengganti

Tania hancur saat Rian, kekasihnya selama tiga tahun, wafat dalam kecelakaan demi melindunginya. Terpuruk dalam duka, ia dipaksa orang tuanya menikah dengan sahabat lamanya, Andre, demi kesehatan sang ayah yang kian menurun. Meski merasa dikhianati oleh keputusan Andre yang menerima perjodohan tersebut, Tania tak punya pilihan lain. Mampukah pernikahan tanpa cinta ini membuahkan kebahagiaan, ataukah hanya akan menyisakan kekecewaan mendalam bagi keduanya?
Bab
Bagikan

Bab 1

Wanita mana yang tidak bahagia jika menikah dengan pria yang ia inginkan. Itulah yang dirasakan Tania, menikah dengan kekasih yang sangat ia cintai. Hubungan mereka berjalan dengan baik selama ini.

"Sayang, kamu siap-siap ya! Sebentar lagi Mama akan menemani kamu membeli gaun pengantin. Ditemani Rian juga kok," rayu mamanya yang bernama Tiya.

"Ih, Mama bisa aja," jawab Tania malu-malu.

Tania yang berusia 25 tahun itu terasa seperti anak kecil saja ketika digoda mamanya.

"Selamat siang, Tante, sayang!" sapa Rian pada kedua wanita cantik yang sedang duduk menunggu kedatangan Rian di sebuah sofa dalam butik terkenal itu.

"Siang juga Rian!" jawab Tiya, mamanya Tania.

"Ma'af ya Tante jadi lama nunggu," ucap Rian sedikit segan dengan Tiya.

"Santai saja Riyan. Oh iya, Mama kamu dimana?" tanya Tiya sambil melihat di sekeliling butik itu.

"Mama masih di mobil, tadi Mama lagi nelpon sama Papa." Mendengar jawaban Rian, Tiya pun mengerti.

"Hi, kalian sudah lama menunggu ya? Sorry, Because earlier my beloved husband called me."

Tiya dan Tania tersenyum mengiyakan perkataan Sari, mamanya Rian.

"It's okay Sari, aku dan Tiya ngerti kok." Tiya memegang bahu Sari.

Terlalu lama berbincang dan basa-basi, mereka hampir lupa tujuan utama ke butik itu. Untung saja, Tania mengingatkan kedua wanita paruh baya yang sedang bercengkrama itu Jika tidak, mereka akan melupakan semuanya.

"Hmmm, tujuan kita kesini buat apa sih Mama-Mama cantik ku," tutur Tania sambil terkekeh dan memeluk mereka berdua.

Tania sudah sangat akrab dengan mamanya Rian sejak awal mereka pacaran. Mama Rian juga sangat menyukai Tania karena ia memiliki sikap yang baik dan sopan.

Mereka langsung saja masuk mencari gaun dan juga jas yang paling mewah.

"Nak, menurut Mama disini cuma ada 2 gaun yang bagus dan menarik perhatian Mama. Tapi Mama nggak bisa pilih antara 2 gaun ini," ucap Tiya sambil menunjuk ke arah 2 gaun yang ia maksud.

"Benar, aku juga sangat menyukai 2 gaun ini. Sangat elegan jika dilihat, apalagi jika dikenakan menantuku yang cantik ini," jawab Sari menggoda Tania.

"Ih, Mama bisa aja." Tania tertunduk malu.

"Emmm, Rian mau kasih saran. Boleh nggak, Ma?" tanya Rian sambil terkekeh.

"Boleh banget sayang, menurut kamu bagusan mana antara 2 gaun ini?" tanya Tiya pada Rian, calon menantunya.

"Yang ini, Ma. Rian sangat menyukai gaun pengantin berwarna putih dan motifnya juga lebih unik, sangat cocok dikenakan Tania. Nanti Rian akan memakai jas berwarna putih campur hitam yang ada di sudut sana," jawab Rian sambil tersenyum lebar, sedikit kagum dengan motif gaun itu.

Tania sedikit mengerutkan bibirnya karena isi hatinya tak sejalan pemikiran Rian.

"Tapi, aku lebih suka motif gaun ini. Inikan putih juga sayang. Jadi cocok dong dengan jas yang kamu tunjuk disana," protes Tania.

Mendengar dua pendapat yang berbeda itu, Tiya dan Sari jadi bingung harus bagaimana.

"Jadi, bagaimana dong?" tanya kedua wanita paruh baya itu secara bersamaan.

"Terserah Tania aja, Ma. Lagian, kalau Rian nggak ngikutin kemauan tuan putri inj, pasti nanti Rian bakalan di ocehin sama dia," gumam Rian sambil melihat ke arah Tania.

Tania hanya tersenyum mendengar jawaban Rian. Ia kira, Rian tak akan mendengarkan perkataannya.

Dua jam lamanya mencari gaun dan riasan pengantin lainnya, mereka pun berencana akan pulang ke rumah.

"Ma, Mama sama Tante pulang duluan ya! Mama ikut Tante Tiya saja ke rumah. Nanti Rian telpon supir pribadi rumah untuk menjemput Mama ke rumah Tante Sari. Boleh, kan?" tanya Rian penuh harap agar mamanya mengiyakan permintaan nya itu.

Sari mengangguk dan mengiyakan perkataan Rian. Rian dan Tania akhirnya pergi ke sebuah taman tempat biasa mereka duduk berdua saat berpacaran.

"Sayang, ini tempat unik buat aku. Tempat ini nantinya akan menjadi sebuah sejarah terindah dalam hidup aku," ucap Tania, menyandarkan kepalanya di bahu Rian.

"Iya, kamu benar banget sayang. Ada banyak kenangan di taman ini. Ooo iya, kamu kan sekarang bekerja sebagai Dokter ni, Dokter Spesialis dalam lagi. Kalau aku sakit, kamu mau kan obati aku?" ucap Rian sambil terkekeh melihat wajah Tania.

"Hahaha, bayar dong sayang. Kamu kan juga CEO terkenal, pasti untuk bayar obat masalah sepele dong," gumam Tania sambil terkekeh.

Mereka berdua tertawa terbahak-bahak, saling melepas rindu yang membelenggu karena sudah 5 hari tak bertemu. Maklum saja, Rian adalah CEO yang super sibuk dengan pekerjaan sehingga harus keluar masuk kota bahkan sesekali keluar masuk Negeri.

"Emm, sayang ada siomay langganan. Itu, disana!" Tania menunjuk ke arah siomay langganan mereka.

Mereka berdua adalah anak bangsawan yang dapat dikatakan memiliki kekayaan berlimpah. Namun, mereka sangat menyukai makanan jajanan seperti siomay.

"Ya udah, kita beli yuk!" ajak Rian memegang tangan Tania.

Mereka berdua berjalan menuju gerobak bapak tukang siomay yang sekarang berada di seberang jalan. Namun, Tania melepaskan tangannya dari tangan Rian dan berlari tanpa melihat kiri kanan. Tania takut bapak siomay itu keburu jauh dan tidak akan bisa merasakan siomay itu hari ini.

Tit! Tit! Tit!

Suara klakson mobil truk bergema, Rian berlari menyingkirkan kekasihnya dan akhirnya ia tergeletak jatuh di jalan. Tubuh Tania gemetaran melihat sang kekasih berlumuran darah di seluruh tubuh.

Tania mengejar Rian yang sudah tergeletak di jalan dan teriak minta tolong kepada semua orang yang ada di sekeliling itu.

"Tolong! Tolong!"

Beberapa orang datang untuk membantu membawakan Rian ke rumah sakit terdekat. Tania menelpon keluarganya juga keluarga Rian. Semua orang kaget dan segera berlari ke rumah sakit.

"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Sari, mamanya Rian sambil terisak.

Tania menjelaskan semua dengan dadanya yang begitu sesak diiringi butiran air yang terus keluar membasahi pipi mungilnya itu.

"Bagaimana keadaan anak saya, Pak?" tanya pria paruh baya yang merupakan papanya Rian.

"Anak Bapak kritis, mohon jangan ganggu pekerjaan kami dulu ya. Kami akan berusaha semaksimal mungkin," jawab dokter itu dengan nada suara tergesa-gesa.

"Lakukan yang terbaik, Dok!" seru Sari, mamanya Rian.

"Dug, dug, dug."

Detakan jantung mereka semakin kuat mendengar penjelasan dokter barusan. Mereka berharap agar Rian dapat diselamatkan.

Dua jam menunggu, akhirnya Dokter keluar dengan ekspresi wajah yang sulit untuk ditebak.

"Dok, bagaimana keadaan Rian? Dia baik-baik aja kan?" tanya Tania penuh harap.

"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi, sekali lagi takdir yang menentukan. Pasien, tidak bisa kami selamatkan." Dokter itu menunduk, turut berduka atas kepergian Rian.

"Tidaaaak!" Jeritan Tania menggema, sementara kedua orang tua Rian dan Tania hanya terdiam menahan dada yang sesak karena kehilangan Rian.

Semua orang berlari ke ruangan Rian. Melihat jasadnya yang tertidur pulas dan tak akan bisa membuka mata lagi.

"Kenapa kamu ninggalin aku Rian? Kita akan menikah Rian. Kalau kamu pergi, aku nikah sama siapa? Aku nggak mau kehilangan kamu," ucap Tania dengan isakan yang begitu sakit di dadanya.

"Nak, ini semua sudah takdir. Kita ikhlaskan kepergian Rian ya," seru Sari, mencoba menguatkan Tania yang merupakan calon istri dari anaknya Rian yang sudah meninggal barusan.

"Tidak Mama, kami sudah janji sehidup semati. Kalau gitu, Tania ikut mati juga ya," ucap Tania mencoba memukul dadanya.

Hal itu membuat kedua orang tua Tania mencoba menghentikan aksi nekatnya itu.

"Nak, jangan nangis! Rian sedih melihat kamu seperti ini. Lebih baik, kita lakukan kewajiban untuk Rian ya!" seru Tiya, mamanya sambil memeluk Tania dengan erat.

Tubuh Tania melemah, ia tak dapat menahan perih yang menggores lukanya itu. Bagaimana tidak, awalnya ia sangat bahagia akan pernikahan nya. Kini, ia harus menanggung perih ketika ditinggal untuk selamanya oleh calon suami yang sangat ia cintai.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Boneka
9.1
Dituduh berselingkuh oleh ibunya sendiri, protagonis novel modern Aku Bukan Boneka berniat menyelidiki kebenaran demi melindungi haknya. Namun, sang ibu justru mengacaukan pameran seni yang ia persiapkan selama tiga tahun. Dengan kejam, ibunya merusak lukisan berharga miliaran dan mempermalukannya di depan publik demi memaksanya bercerai. Di balik topeng nasihat baik itu, terungkap rencana busuk untuk menjodohkannya dengan duda paruh baya demi keuntungan sepihak.
Sampul Novel Aku Istri Rahasia Suamiku
8.0
Syifa harus merelakan masa mudanya setelah hamil akibat hubungan terlarang dengan Rudi. Demi menutupi aib, ia mengisolasi diri dari lingkungan sekitar. Meski mendambakan rumah tangga harmonis, kenyataan pahit justru menghantamnya. Rudi menolak mengakui Syifa sebagai istri di depan keluarga dan malah menikahi kekasih lamanya, Anita. Kini, setelah tujuh tahun menderita dalam pernikahan rahasia yang penuh luka, Syifa terjebak dilema antara bertahan atau melepaskan.
Sampul Novel GAIRAH LIAR IBU TIRIKU
9.7
Meghan Crafson adalah mantan model dewasa yang tetap menawan di usia kepala tiga. Meski hidup bergelimang harta setelah menikahi miliarder New York, ia merasa hampa karena suaminya yang jauh lebih tua tak mampu memuaskannya. Situasi berubah saat Hardin, putra tiri yang tampan dan atletis, datang ke rumah mereka. Terpikat pesona Hardin, Meghan mulai melancarkan godaan terlarang. Hardin pun terjebak dalam dilema antara moralitas dan gairah liar yang ditawarkan sang ibu tiri.
Sampul Novel Istri Kedua Sang Billionaire
8.7
Hana terbangun dalam kondisi sangat terkejut saat menyadari ada sosok asing yang tidur di sisinya. Meskipun kesadarannya telah pulih sepenuhnya, ia merasa sangat bingung karena yakin dirinya belum pernah terikat dalam sebuah pernikahan. Kejadian tak terduga ini membuatnya mempertanyakan bagaimana orang asing tersebut bisa berada di ranjang yang sama dengannya. Sebuah misteri besar kini menghantui hidup Hana yang semula tenang dan sederhana.
Sampul Novel Kepincut Janda Tetangga
9.3
Devit merupakan seorang dosen yang tengah mempersiapkan pernikahan dengan mahasiswinya sendiri. Namun, takdir berkata lain saat ia harus tinggal di sebuah rumah kontrakan sederhana. Di sana, ia justru terjebak dalam perasaan mendalam terhadap Juwi, seorang janda muda yang menjadi tetangganya. Akankah rencana pernikahan yang sudah disusun matang tetap berlanjut, ataukah pesona Juwi mengubah segalanya? Ikuti pergolakan batin dan kisah cinta rumit mereka.
Sampul Novel Dituduh Sebagai Simpanan Setelah Membeli Guci Abu Seharga 16 Miliar
7.9
Pemakaman keluarga berubah kacau saat seorang wanita asing melabrak sang istri sah dan menuduhnya sebagai simpanan. Di depan kerabat yang acuh, wanita itu merobek pakaian sang istri. Menolak ribut, sang istri memancingnya ke arah guci abu seharga hampir 20 miliar yang dibeli pacar wanita itu. Karena murka, wanita itu menghancurkannya berkeping-keping. Dia tidak tahu bahwa guci tersebut berisi abu ibu mertua sang istri, yang tidak lain adalah ibu kandung dari pacarnya sendiri.