Sampul Novel Istri Kedua Sang Billionaire

Istri Kedua Sang Billionaire

8.7 / 10.0
Hana terbangun dalam kondisi sangat terkejut saat menyadari ada sosok asing yang tidur di sisinya. Meskipun kesadarannya telah pulih sepenuhnya, ia merasa sangat bingung karena yakin dirinya belum pernah terikat dalam sebuah pernikahan. Kejadian tak terduga ini membuatnya mempertanyakan bagaimana orang asing tersebut bisa berada di ranjang yang sama dengannya. Sebuah misteri besar kini menghantui hidup Hana yang semula tenang dan sederhana.

Istri Kedua Sang Billionaire Bab 1

Hana merasa kepalanya begitu pusing. Pandangannya buram dan dunia seakan sedang mengalami gempa besar. Blur, itulah penglihatannya kini. Masa iya angka satu terlihat jadi angka sebelas. Berjalan sempoyongan melewati orang-orang yang kadang bertabrakan dengannya.

"Sialan banget mereka, ini pasti masukin sesuatu ke dalam gelas minuman gue!" Ia terus mengumpat saat berjalan sambil berpegangan pada dinding dan beberapa pintu kamar.

"Ck, ini kamar gue yang mana, nih? Elahh ..."

Menatap angka-angka yang terpampang di depan pintu kamar, tapi tak terlihat begitu jelas. Gaswat juga, kan, kalau ia salah kamar.

Saat tangannya menyentuh salah satu pintu, tiba-tiba malah terbuka begitu saja. Ia tersenyum. "Sepertinya kali ini gue nggak salah kamar," ujarnya segera melangkah masuk.

Hels yang dikenakannya ia tanggalkan, berlanjut dengan gaun hingga hanya meninggalkan sebuah tanktop dan short pant tipis. Badannya seakan

remuk dan istirahat adalah hal terindah yang akan ia lakukan.

"Good night," gumamnya tersenyum manis, kemudian langsung merebahkan badannya di kasur dan bergumul ke dalam selimut tebal.

Sebuah sentuhan tiba-tiba dirasakan Hana di tubuhnya ... membuat matanya yang mengantuk, seakan diajak untuk terbuka lebar. Kepalanya pusing, tapi dirinya berusaha untuk sadar. Ya, mungkin ini baru dua jam dirinya tidur. Mencoba mengingat kembali, kalau saat ini ia sedang berada di kamar, tapi siapa yang menyentuhnya? Dan harus diingat kalau dirinya belum punya suami, loh, ya.

Hana berusaha untuk tak yakin dengan apa yang dialaminya kini, tapi rengkuhan itu semakin erat ia rasakan dari arah belakangnya. Ia menelan Saliva nya dengan susah, sebelum akhirnya memantapkan diri untuk melihat benda apa yang kini menempel di badannya.

Bola matanya seakan mau lepas dari sarangnya, saat mendapati penampakan yang ada di badannya. Iya, benar sekali ... sebuah tangan kekar sedang memeluknya erat. Dan ia bisa memastikan kalau si pemiliknya adalah seorang cowok. Berusaha untuk tak kaget, tapi apalah daya, mulutnya tak bisa ditahan untuk tak berteriak.

Teriaknya menggema dengan nada setinggi mungkin. Kalau bisa, ia ingin membuat semua orang di hotel ini mendengar teriakannya. Asli, ini kagetnya pake banget. No kw kw.

Langsung saja, tanpa komando ia beranjak dari posisi tidurnya sambil menarik selimut, untuk menutupi tubuhnya dan menjauh dari posisi tempat tidur.

Saat berbalik badan, justru dirinya malah dihadapkan dengan penampakan yang lebih mengejutkan lagi. Bukan hantu ataupun sejenisnya, tapi bisa membuat otak sehat jadi berbelok arah. Seorang cowok dengan kondisi setengah telanjang ... bukan, lebih tepatnya dia hanya mengenakan daleman dibagian bawah, kini ada di depan matanya.

"Ini gila! Tiba-tiba gue bangun dengan seorang cowok yang ... sulit dipercaya," gumamnya sambil menggigit bibir bawahnya.

Cowok itu menatap garang kearah Hana sambil menutupi badannya dengan kemeja yang tergeletak di lantai. "Tak sopan! Memasuki kamar orang lain tanpa ijin!"

"Heiiiii!! Anda yang tak sopan, Om!" Hana menunjuk kearah cowok itu penuh kesal dengan tuduhan yang dia berikan. Ingin mengeluarkan kata-kata terlakhnat, tapi bibirnya serasa kelu. Hingga akhirnya ia terduduk di lantai sambil berteriak-teriak atas apa yang dialaminya kini.

Cowok itu menghampiri Hana dan menarik lengannya dengan paksa agar berdiri dari posisi duduknya, kemudian dengan kasar dia mencengkeram dagu Hana.

Ia berdecis. "Apa ini pekerjaanmu?!" Kemudian tersenyum licik. "Iya, benar ... demi uang dan kedudukan, semua wanita akan melakukan hal apapun juga. Termasuk mengorbankan harga dirinya bahkan tubuh sekalipun!"

Dia mendorong Hana hingga terhentak ke dinding, membuat selimut yang menutupi tubuhnya ikut melorot ke lantai. Karena marah atas ucapan dan tuduhan yang diterimanya, benda itu hanya ia abaikan. Kemudian berjalan dan kembali mendekati cowok itu seolah tak terpengaruh dengan wajah sangar yang sedang menatapnya tajam.

Tersenyum sambil bersidekap dada dihadapan cowok itu seolah menantang. "Anda pikir saya ini gadis macam apa ... menjual diri karena uang?!" Sebuah tamparan langsung diberikan Hana tepat di pipi cowok itu.

Tamparan itu langsung membekas di pipinya yang kini tampak memerah. Ditambah lagi dengan emosinya yang seolah naik ke ubun-ubun mendapatkan perlakuan dari Hana. Bahkan seumur hidup pun, ia belum pernah mendapatkan sebuah tamparan. Dan kini, dengan mudahnya gadis kecil ini melakukannya.

"Dengar, ya, om-om mesum! Saya bukan seperti yang anda katakan! Kedudukan, uang ... itu tak ada apa-apanya dengan harga diri. Itulah perbedaan pemikiran antara orang berpendidikan dengan orang yang ..." Hana menghentikan perkataannya. Ia menarik napasnya dalam. "Apa yang Anda lakukan pada saya?!" tanyanya sadar dan kembali ke pokok permasalahan.

Dia memandang kearah Hana dari atas hingga bawah ... kemudian tersenyum di sudut bibirnya. "Apa menurutmu, gadis sepertimu adalah tipeku? Nggak ada yang menarik sedikitpun apalagi menggairahkan," ungkapnya seolah meledek fisik Hana.

Tangan Hana mengepal saat mendengar perkataan cowok itu, yang lebih tepat seperti sebuah ejekan.

"Dasar om-om hidung belang! Bisa nggak, sih, jangan bawa-bawa fisik?! Saya ini masih SMA, masih ABG ... yakali body saya harus bahenol, dada saya harus ukuran big size. Keterlaluan!"

"Apa?" tanyanya sedikit kaget saat mendengar Hana mengaku sebagai anak SMA.

"Apa? Jangan sok kaget! Om mau saya adukan ke KOMNAS perlindungan anak karena sudah berbuat tak senonoh pada saya yang masih di bawah umur!?"

Dia menjentikkan jarinya dihadapan Hana. "Heii ... bangunlah dari tidurmu. Kamu kira saya ini jenis laki-laki seperti apa, yang meniduri bocah sepertimu? Bahkan terlihat tak meyakinkan kalau dirimu sudah mengalami yang namanya puberitas."

Lagi-lagi perkataan itu selalu saja mengarah pada fisik.

Hana kesal dan kali ini kekesalannya sudah berlipat ganda. Ia mendorong cowok itu hingga mundur satu langkah ke belakang.

"Keterlaluan! Katakan apa yang sudah Anda lakukan sama saya!"

"Hentikan!"

Hana tak menghiraukan bentakan itu. Ia hanya fokus dengan kemarahannya. "Apa yang Anda perbuat sama saya, hah! Katakan ... katakan!!!" Ia berteriak-teriak histeris.

Kali ini tangannya malah ditahan. "Lepasin!"

"Tak mengakui perbuatanmu, tapi malah terus mendekatiku. Oke ... sepertinya kamu memang menginginkannya, ya?"

Hana terdiam mendengarnya. Tapi secara tiba-tiba, satu tangan cowok itu sudah berada di pinggangnya dan sebelah lagi mengunci kedua tangannya.

"Ini, kan, yang kamu mau?"

"Menjauh dariku!" bentak Hana.

Dengan cepat, ia malah menciumi lekukan leher Hana ... meskipun gadis itu menolak dan berusaha menghindarinya. Inilah akibat jika berurusan dengannya. Seolah olah ancaman yang yang dilontarkan padanya, justru malah berbanding terbalik.

"Ini, kan, yang kamu mau?!"

"Lepasin aku!!!"

Bahkan saat ini tangan Hana sudah terlepas dari cengkeramannya, tapi tak membuat gadis itu bisa melarikan diri dari hadapannya.

Entah berapa goresan yang ada di punggungnya kini karena serangan dari kuku gadis itu. Benar benar gadis kecil yang nakal.

"Menjauh dariku!!" Ia terus berteriak-teriak dan mendorong om-om mesum itu dari hadapannya. Rasanya kukunya juga sudah ia kerahkan untuk menggores punggungnya, tapi tetap saja gagal.

Kali ini justru hal yang tak terduga dilakukannya pada Hana. Iya, dia mencium bibir gadis itu. Dan apa yang respon yang ia dapat? Tadinya Hana yang berontak, memukulinya, berteriak-teriak, menggaruk punggungnya layaknya singa betina yang sedang mengamuk, kini semua itu terhenti seketika. Sebuah cairan bening, hangat ... menetes dan tak sengaja, jatuh mengenai pipinya.

Hana masih terdiam membisu tanpa ekspressi saat cowok itu masih melakukan aksinya. Matanya membola, tapi cairan bening itu sudah menetes dari kelopak matanya.

'Ini hanya mimpi Hana... ini hanya mimpi ... ini hanya mimpi.'

Menutup kedua matanya, berusaha meyakinkan hatinya kalau ini semua tak benar. Ini hanya mimpi buruknya saja. Di saat bersamaan, pintu tiba-tiba dibuka dari arah luar.

"Apa yang kamu lakukan, Justin?!"

Pertanyaan itu membuat aksinya pada Hana terhenti seketika dan pandangannya beralih kearah sumber suara. Tak hanya itu, Hana yang ada dihadapannya, lebih tepatnya berada dalam dekapannya tiba-tiba ambruk tak sadarkan diri. Nyaris berakhir di lantai, tapi dengan cepat ia menahan hingga akhirnya gadis itu berakhir di pangkuannya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Istri Kedua Sang Billionaire

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Ibu tiriku menikah dengan ayah 8 tahun lalu, dia dari keluarga yang sangat kaya, entah mengapa dia bisa menikah dengan Ayah yang pekerjaannya hanya bermain wanita dan menikahi yang dia sukai, tetapi Ayahku memang terlihat tampan, dengan badan yang kekar dan aura wajah yang sangar, mungkin itu menjadi daya pikatnya terhadap wanita-wanita, entahlah, aku tidak begitu jelas, dan Ayah pun jarang pulang. dia tidak berada di rumah selama berhari-hari dan tidak tahu cara mengurus keluarga. Aku hanya tinggal berdua dengan Ibu tiriku, aku di anggap anaknya sendiri, tetapi kebiasaan Ibu berpakaian Sexy sangat menggangguku. AKu menyukai seorang gadis, dia teman SMA ku dulu, Nama nya Rania. AKu sangat menyukainya, tetapi Ibu tiriku?...
Sampul Novel Diselingkuhi Suami Dibucinin Berondong
8.9
Dunia Ratih Apsari runtuh usai memergoki pengkhianatan suaminya. Di tengah kesedihan pasca perceraian, sebuah kesalahan fatal membawanya masuk ke mobil Derryl Dariawan hingga mereka menghabiskan malam bersama. Ternyata, Derryl adalah CEO baru di kantornya. Meski sempat menuduh Derryl menjebaknya, kedekatan mereka justru menumbuhkan rasa cinta. Ratih bimbang karena perbedaan status dan usia Derryl yang tujuh tahun lebih muda. Akankah ia membuka hati atau kembali pada sang mantan?
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Demi melindungi nyawa buah hati yang tidak berdosa, Neva Zetrix terjebak dalam situasi yang sangat memilukan. Ia terpaksa menekan harga dirinya dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson setiap hari. Perjuangan hidup Neva ini didorong oleh kasih sayang seorang ibu yang rela melakukan apa pun demi sang anak. Di tengah tekanan dari sosok Brian yang dominan, Neva harus bertahan dalam dinamika hubungan yang penuh dengan pengorbanan batin.
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima terobsesi menyiksaku dengan kehadiran Sandra demi menguji cintaku. Puncaknya, saat kecelakaan terjadi, mereka membiarkan tanganku hancur demi menyelamatkan Sandra. Karier musikku pun sirna. Mereka menantikan amarahku, namun aku hanya diam membisu, bahkan saat liontin ibuku dihancurkan Sandra. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku mati. Ini bukan cinta, melainkan sangkar kejam. Kini aku bersiap melarikan diri dan membalas kehancuran ini.
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
El Zibrano Elemanus memberikan tawaran gila kepada Lea untuk menyusui putranya dengan imbalan kekayaan yang tak terbatas. Lea yang masih berstatus pelajar menolak keras karena merasa permintaan itu tidak masuk akal bagi gadis seusianya. Namun, El tidak menerima penolakan dan bersikeras bahwa ia bisa mewujudkannya melalui caranya sendiri. Di bawah tekanan sang bos mafia, Lea terjebak dalam situasi intim yang mengancam masa depan dan harga dirinya.
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Hidup Alena Adriani Quensyah hancur seketika saat orang tuanya tega menjadikannya jaminan utang kepada seorang mafia kejam. Kini, Alena terjebak dalam kehidupan yang terasa seperti penjara, sembari terus dibayangi trauma masa lalu yang kelam. Di tengah penderitaan itu, ia bertekad mencari jawaban atas alasan kedua orang tuanya pergi meninggalkan dirinya dalam bahaya. Mampukah Alena bertahan dan menemukan kembali keluarganya yang hilang?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan