Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Dadakanku Seorang Miliarder

Suami Dadakanku Seorang Miliarder

Samira Brisia, direktur sukses yang dicap perawan tua oleh keluarganya, mengalami malam tak terduga dengan pria asing saat mabuk. Tak disangka, pria itu adalah Morgan Francois, seorang pegawai magang di kantornya. Karena terjebak situasi sulit, keduanya sepakat menjalani pernikahan kontrak demi kepentingan pribadi. Namun, Samira terkejut saat mengetahui identitas asli Morgan yang sebenarnya adalah miliarder yang sedang menjalani masa hukuman rahasia.
Bab
Bagikan

Bab 3

Seolah sudah menemukan jawaban di depan matanya, Samira menyipitkan mata.

Tadi pagi ia meninggalkan uang untuk Morgan, dan sekarang mengetahuinya cuma pegawai magang, tentu pria ini sangat membutuhkan uang tambahan.

Tanpa basa-basi Samira bertanya, "Kamu punya kesibukan malam nanti?"

Morgan yang tengah sibuk merapikan isi mejanya mendongak kaget, mendengar pertanyaan janggal dari atasannya.

Dahinya tampak mengkerut bingung dengan tujuan pertanyaan Samira. Namun, hanya menjawab, "Ahh ... saya tidak ke mana-mana, Bu."

"Saya punya tugas khusus untukmu!"

Lagi-lagi Morgan dibuat kaget sampai aktivitas tangannya terhenti, kembali menaikkan tatapannya. Seolah-olah tidak diberi opsi lain, Morgan cuma bisa mengangguk.

Samira sampai terperanjat. Tidak menyangka semudah itu menaklukkan pegawai magang itu. Pantas saja semalam begitu mudah menariknya masuk ke kamar.

Samira merapikan ujung lengan seragamnya. Di bibirnya tersungging senyum kecil.

Mengesampingkan rasa malu demi bisa menepati janjinya malam ini, ia tak sungkan membuat penawaran gila, "Kamu mau jadi kekasih saya?"

"Apa? Maksud Anda, saya menjadi pacar Anda?" Kaget dan gugup Morgan bertanya, matanya melotot tidak percaya mendengar tawaran ini dari atasannya.

"Hanya berpura-pura menjadi pacar saya semalam!"

Samira mempermainkan ujung kuku jari tangannya yang panjang sebelum kembali melanjutkan ucapannya, "Anggap saja sebagai ganti kamu tidak memiliki pengalaman kerja."

Samira mengutuki dirinya. Tidak ada hubungan rencananya ini dengan pengalaman kerja Morgan. Namun, tidak ada cara lain yang bisa memuluskan rencananya membujuk Morgan.

"Tapi saya sudah mengatakan itu kepada pak Baroto, ibu Samira."

"Sudah kebiasaan saya tidak bisa membimbing pegawai magang yang tidak memiliki pengalaman. Atau, mungkin kamu bisa berhubungan langsung dengan pak Baroto saja. Jadi, kamu boleh mengabaikan tawaran saya ini."

Mendengar nama pak Baroto, Morgan sedikit memiringkan kepalanya ke sisi kanan. Dahinya tampak mengkerut seakan memikirkan sesuatu yang rumit. Namun, lagi-lagi hanya mengangguk.

Samira menenggak liur kesulitan, menekan rasa sakit hatinya. Sadar, dirinya memang tidak laku. Harusnya ia menerima takdir itu dengan lapang dada. Tidak perlu memberikan kesuciannya kepada pria ini.

"Apa yang harus saya lakukan untuk Anda?" Tenang Morgan bertanya.

Sekarang Samira bingung menyuruh Morgan akan melakukan apa, ia sendiripun tidak pernah berpacaran.

Tapi tak ingin terlihat payah di depan Morgan, Samira berkata, "Kamu tentu sudah punya pacar, jadi perlakukan saya seperti kamu memperlakukan pacar kamu nanti malam."

"Tapi ... saya tidak pernah pacaran."

Tidak mungkin!

Samira menggertak geraham kesal. Jelas pegawai magang ini sudah berbohong dan mencari-cari alasan menolaknya.

"Ahh ... saya tak perlu tahu itu! Kamu cukup memperlakukan saya layaknya kita pasangan kekasih." Samira melipat kedua tangannya kemudian meletakkannya di atas meja.

"Di depan kedua orangtua saya nanti, panggil 'aku kamu' saja, atau sesekali panggil 'sayang' juga boleh. Lalu, kamu harus mengaku-ngaku tinggal di apartemen, dan semalam kita melewatkan malam dengan minum sampai mabuk di apartemen kamu. Untuk merayakan hari jadi kita yang ke satu tahun, paham!" jelas Samira.

Morgan menatap intens wajah cantik Samira. Keningnya kembali mengkerut, sesaat menghela napas berat sebelum menjawab, "Iya. Jadi, saya datang ke ---"

"Tidak perlu! Berikan saja alamat rumahmu nanti saya jemput ke sana," potong Samira tidak mau Morgan datang dengan mengendarai sepeda motor atau mobil yang biasa-biasa saja.

Mau ditaruh di mana mukanya nanti. Bisa-bisa maminya mengejeknya memiliki pacar miskin, dan papinya tidak percaya.

"Komplek Anggrek blok 7."

Samira sampai mengerutkan kening mendengar alamat rumah Morgan. Tahu, komplek itu dihuni para orang kaya raya, salah satunya pak Baroto. Namun, tidak ada waktunya lagi bertanya soal itu.

"Jam tujuh saya jemput. Ini ada sedikit uang untuk belanja pakaian kamu. Maksud saya bukan tidak menyukai penampilan kamu sekarang, tapi ... kamu sudah tahu maksudku," ujar Samira meletakkan setumpuk uang dan menggesernya ke depan Morgan.

"Satu lagi, jika mami dan papi bertanya soal kendaraan, kamu bisa mencari alasan, di bengkel atau dipakai saudara kamu, ya!"

Morgan mengangguk kecil. "Baik, ini nomor WhatsApp saya."

***

"Kamu yakin Samira punya pacar, Silva?" tanya Lala, adik ibu Samira, melirik Samira yang tengah siap-siap keluar. "Aku takut, jangan-jangan ia mau melarikan diri!" hasut Lala menaikkan satu sudut bibirnya.

Mendengarnya, Samira membuang wajahnya ke samping. Entah mengapa ibunya selalu mengikutkan tante Lala.

Setuju dengan Lala, melihatnya hendak keluar Silva langsung berujar, "Suruh saja kekasihmu yang datang kemari, Samira! Tidak perlu menjemputnya!"

"Benar itu, Silva. Biasakan punya harga diri!" Tante Lala kembali bersuara.

Samira meredam rasa kesalnya dengan tidak menyahuti. Ia mengabaikan ocehan tante Lala dengan pura-pura sibuk menatap layar ponselnya.

Namun ... ucapan Silva itu segera diiyakan oleh Philip yang baru tiba di sana dan mendengar.

"Itu benar, Samira. Tidak baik terlalu menunjukkan rasa cintamu kepada pria," nasehat Philip membuat Samira hanya bisa menelan liur.

Samira urung keluar. Ucapan Philip adalah perintah untuknya. Kembali meletakkan kunci mobil di atas meja. Kemudian menghenyakkan duduknya bersisian dengan Philip.

Hatinya tidak tenang sekarang, takut Morgan datang dengan mengendarai sepeda motor.

Harap-harap dia tidak lupa belanja agar penampilannya lebih berkelas.

Takut-takut, setengah berbisik Samira berkata, "Pi, tapi Morgan menelepon tadi, katanya mobilnya di pakai saudaranya."

"Tenang saja. Kalau dia benar-benar mencintaimu, dia akan cari cara tiba di sini tepat waktu!" tegas Philip.

Samira tidak berdaya membantah cuma terdiam bisu. Cepat-cepat mengirimkan pesan ke Morgan segera menyuruhnya datang.

Beberapa menit kemudian. Morgan tiba di sana dengan mengendarai mobil. Penampilannya juga sangat rapi, dia terlihat sangat tampan layaknya tuan muda kaya. Dengan penampilannya seperti ini, mami dan papinya tidak akan curiga kalau Morgan cuma bawahannya.

Melihatnya, rasa khawatir Samira segera hilang. Di sisi lain sempat kaget melihat mobil mewah Morgan. Namun ... bisa saja Morgan meminjam mobil temannya.

Samira berjalan menghampiri Morgan, setengah berbisik padanya, "Tidak perlu sampai meminjam mobil semewah ini, Morgan."

Terlihat kedua alis Morgan terangkat tinggi sebelum kemudian menjawab, "Ahh, tidak apa-apa kok."

Kemudian mengikuti Samira masuk untuk bertemu kedua orangtuanya

"Maaf menunggu lama, Tuan Philip. Saya, Morgan kekasih Samira," ucap Morgan mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.

Samira kaget, bukan melihat cara Morgan memperkenalkan diri ala-ala tuan muda bangsawan. Namun, gamblang menyebut 'Tuan Philip' barusan, ia bahkan tidak pernah menyebut nama papinya tadi.

"Tidak perlu seformal itu, Morgan. Panggil saja papi dan mami," ucap Philip tanpa mengurai tatapannya dari wajah Morgan.

Philip tidak menyangkal sangat mengagumi ketampanan dan wibawa pria pilihan Samira ini.

Hal sama, Silva terus saja mengamati gerak-gerik Morgan yang sopan dan penuh wibawa. Tidak menyangka Samira ternyata memiliki kekasih setampan dan berwibawa seperti ini.

Sementara tante Lala sampai ternganga dengan mulut terbuka. Bola matanya yang melebar, tidak lepas dari wajah Morgan sejak tiba di sana.

***

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DINIKAHI CEO TAMPAN
9.6
Luna adalah gadis desa sederhana yang mendadak beruntung saat dipertemukan dengan Damar, seorang CEO tampan nan kaya raya. Demi mengamankan takhta sebagai pewaris tunggal harta ayahnya, Damar terikat syarat mutlak untuk menikahi putri dari sahabat lama sang ayah semasa sekolah. Takdir pun menunjuk Luna sebagai calon pengantinnya. Akankah Damar bersedia menerima perjodohan ini demi harta, atau justru menolak Luna yang datang dari latar belakang berbeda?
Sampul Novel Harakat Cinta
8.9
Insiden di jalan raya menjadi awal takdir yang mempertemukan Jingga dengan Langit. Jingga adalah gadis tulus yang kerap menghadapi kemarahan ibunya, sementara Langit merupakan pemuda baik hati dari keluarga konglomerat yang akhirnya menjadi pasangan hidupnya. Perjalanan asmara mereka tidaklah mudah, karena keduanya harus menghadapi berbagai ujian hidup yang rumit dan menguras emosi demi mempertahankan ikatan cinta yang telah terjalin kuat.
Sampul Novel Jodohku Seorang Janda Kaya Raya
8.6
Lintar, seorang pemuda gigih, jatuh hati pada Dewi, CEO sukses yang berstatus janda. Meski pertemuan awal mereka canggung, benih cinta tumbuh di antara keduanya. Namun, asmara mereka terhalang restu paman Lintar yang menentang keras hubungan tersebut. Tak gentar, Lintar berjuang meyakinkan orang tuanya demi mempertahankan cintanya pada sang janda kaya. Ikuti perjalanan emosional Lintar menggapai kesuksesan dan kebahagiaan sejati bersama wanita pilihannya.
Sampul Novel Menikahi Taipan Misterius
9.3
Bertahun-tahun Amelia mengejar cinta Jako, namun pria itu justru memintanya berlutut demi wanita lain. Muak dengan penghinaan tersebut, Amelia melepaskan cincin tunangannya dan memilih berpaling. Tak disangka, ia segera menikah dengan seorang miliarder misterius hingga fotonya viral. Jako yang terbakar cemburu menuduhnya hanya ingin balas dendam. Namun, sang taipan justru membela Amelia dengan tegas dan menyebut peran sebagai pelindungnya adalah sebuah kehormatan.
Sampul Novel Misi Cinta dan Kenikmatan
9.3
Alex Syarizal adalah pria berusia 28 tahun asal Sumatra yang hidup bergelimang harta warisan orang tuanya. Meski sukses mengelola bisnis pertanian hingga SPBU, ia masih melajang karena kesibukan karier. Di tengah kesendirian setelah kehilangan keluarganya, Alex terlibat dalam momen panas nan intim bersama Mirna. Saat Mirna mulai tersadar dan merespons rangsangan yang memberikan kenikmatan luar biasa, Alex menyapanya dengan lembut di tengah gejolak gairah mereka.
Sampul Novel My Doctor genius Wife
8.6
Pasca tragedi bayi meninggal dan dijebak ke RSJ oleh keluarganya, Bella dipaksa menggantikan adiknya menikahi Axelthon, pria bangsawan yang sakit-sakitan. Namun, mereka tidak menyadari bahwa Bella adalah tabib jenius dengan identitas rahasia yang mengguncang dunia. Saat dendam masa lalu dibalas dengan keahlian medisnya, Axelthon justru menolak menceraikannya. Di tengah intrik dan perebutan kekuasaan, Bella membuktikan bahwa dirinya jauh lebih berharga dari sebuah negara.