Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Dadakanku Seorang Miliarder

Suami Dadakanku Seorang Miliarder

Samira Brisia, direktur sukses yang dicap perawan tua oleh keluarganya, mengalami malam tak terduga dengan pria asing saat mabuk. Tak disangka, pria itu adalah Morgan Francois, seorang pegawai magang di kantornya. Karena terjebak situasi sulit, keduanya sepakat menjalani pernikahan kontrak demi kepentingan pribadi. Namun, Samira terkejut saat mengetahui identitas asli Morgan yang sebenarnya adalah miliarder yang sedang menjalani masa hukuman rahasia.
Bab
Bagikan

Bab 2

"K-kamu?" Samira mati-matian menguasai dirinya. Ia tidak mungkin salah mengenali pria ini namun anehnya pria itu seakan tidak mengenalinya.

Atau ... hanya berpura-pura? Mengingat semalam dirinya tidak menutupi sedikitpun wajahnya dari pria ini.

Sadar sekarang ia ada di kantor dan tengah melakukan tugas dari sang Bos. Samira memperbaiki sikapnya.

"Ahh ... maaf membuat anda menunggu," ucap Samira menenggak liur kesulitan, lantas menguasai rasa gugup dan kakunya.

Cepat-cepat duduk di kursi kebesaran pak Baroto. Wajahnya terasa panas dan memerah sekarang.

Samira menggeleng-gelengkan kepala guna memfokuskan pikirannya. Kepalanya yang masih pusing dan berdenyut-denyut membuatnya jadi kesulitan fokus.

Sesaat sibuk memperhatikan berkas-berkas yang sudah bolak-balik ia periksa tadi. Kemudian menatap sang pria yang lantas berdiri, dan cepat-cepat mengulurkan tangan hendak berjabat tangan dengannya.

"Saya Morgan Francois, dengan ibu ..." Morgan sengaja menggantung ucapannya.

"Saya Samira Brisia, Direktur Utama di sini," ucap Samira tanpa mengurai tatapannya dari wajah Morgan.

Jantung Samira berhenti berdetak beberapa detik, wajahnya sedikit memutih dengan napas satu-satu seolah habis berlari jauh. Mengutuk dirinya yang telah bercumbu panas dengan seorang pegawai magang, yang jauh dibawah usianya, alih-alih membayarnya.

"Baik, ibu Samira. Pak Baroto berkata jika..."

Namun, belum selesai Morgan berbicara, buru-buru Samira menggeser dokumen kontrak perjanjian kerja ke depan muka Morgan.

"Ini dokumen kontrak kerja kamu sebagai pegawai magang di sini. Bisa dibaca lebih dulu sebelum menandatanganinya," jelasnya menunjuk kolom yang harus ditandatangani Morgan.

Pria itu hanya diam dan mengambil berkas itu, sekilas membaca sebelum membubuhkan tanda tangannya di kolom namanya.

Gemuruh dada Samira meningkat. Pegawai magang ini sangat kuat mempengaruhi pikirannya dengan kejadian tadi malam.

Tatapan dinginnya, bentuk wajah, rambut dan cambangnya yang tertata rapi, menampilkan kharisma yang kuat. Sekarang dia terlihat bugar dan sangat tampan dibalik penampilan maskulinnya.

Sangat bertolak belakang dengan Morgan semalam, dia seperti binatang buas dan tidak berperasaan meremukkan tubuhnya. Sekarang kebalikannya 180 derajat.

"Sudah selesai, ibu Samira," ucap Morgan meletakkan pulpen di atas meja, mendorong berkas yang sudah selesai ditandatanganinya ke depan.

Samira tersentak ketika map yang didorong ke depan menyentuh tangannya. Samira mengerjap kedua matanya cepat untuk mengembalikan fokusnya.

Samira menaikkan dagu untuk menjaga wibawanya di depan pegawai magang ini. Tatapannya tegas di wajah tampan Morgan.

"Sebelumnya kamu sudah ada pengalaman bekerja?" tanya Samira mendapati berkas Morgan mengosongkan kolom pengalaman bekerja.

"Belum, apa artinya saya kehilangan kesempatan bekerja di sini?" tatap Morgan padanya.

Deg!

Mata tajam itu kembali membuatnya bergetar. Pertanyaan apa itu? Bukankah pengalaman sangat diutamakan di kantor sebesar ini?

"Bukan, saya yakin pak Baroto juga punya alasan merekomendasikan kamu ke saya. Jadi, ... lupakan saja."

Samira menyalakan komputer di depannya dan jari-jemarinya mulai sibuk di tetikus. Entah karena mabuk semalaman atau masih belum bisa menguasai rasa gugupnya, otaknya tidak bisa berpikir jernih

Ia butuh membuka salinan file cuma sekadar menjelaskan pekerjaan utama Morgan sebagai pegawai magang.

Ponselnya yang berdenting mengalihkan perhatiannya dari monitor komputer. Sekilas melirik Morgan yang terus mengamati pergerakannya.

Cuek Samira menyambar ponselnya, kali saja memang pesan dari pak Baroto terkait pegawai magang ini.

Namun, matanya dibuat terbelalak dan raut wajahnya yang langsung berubah masam, nama Silva di notif pesan membuat moodnya hilang.

'Ingat nanti malam, Samira! Mami sudah tidak sabar melihat wajah kekasihmu itu. Kalau tak ... siap-siap tinggal di rumah istri muda Philip!'

Pesan ibunya tiba-tiba masuk, membuat kepalanya kembali pening!

Samira meremas ponselnya. Tidak ingin kesusahannya diketahui Morgan, ia berujar, "Kamu ke ruanganmu sekarang, nanti saya antar berkasnya."

Morgan menatapnya dengan bingung, sebelum akhirnya ia berdiri dari kursinya dan keluar dari ruangan. Sementara Samira? Ia mati-matian menghindari tatapan tajam pria itu.

Bagaimana jika ia sebenarnya menyadari jika aku wanita tadi malam?!

Waktu berputar, sedari tadi Samira hanya termenung. Sampai ia dikagetkan jarum jam yang sudah menunjuk di angka empat.

Sadar belum memberikan berkas yang dibutuhkan Morgan, Samira tergesa-gesa turun menuju ruangan Morgan.

Karena tergesa-gesa Samira masuk tanpa mengetuk-ngetuk pintu ruangan lagi.

"Ibu Samira!" ucap Morgan segera mengatasi rasa kagetnya.

"Ini berkasnya!"

Buru-buru Morgan melepas sesuatu dari genggaman tangannya, sebelum meraih map dari tangan Samira.

Kalung yang baru saja diletakkan Morgan di atas meja menarik atensi Samira.

Samira kaget dengan mata terbelalak langsung mengenali kalung itu miliknya.

"Kalungku!" desis Samira langsung meraba-raba leher jenjangnya

Benar saja lehernya kosong. Karena terburu-buru mandi tadi pagi, jadi tidak begitu memperhatikan kalungnya. Pun sadar setelah melihat kalung yang sama diletakkan Morgan.

Samira suka barang-barang unik dan yang tidak ada dipakai orang lain, kalungnya itu tidak ada tiruan apalagi di jual umum di toko-toko perhiasan. Jadi, sudah bisa dipastikan itu miliknya yang tertinggal semalam.

"Apa ada yang ingin ibu Samira sampaikan?" tanya Morgan mengernyit dahi kebingungan, sebab tatapan Samira tidak lepas dari kalung yang diletakkannya di atas meja.

Samira menumpulkan pandangannya di wajah Morgan. Jelas kalung itu miliknya. Tapi ... dirinya cukup malu mengakui itu miliknya, apalagi harus memintanya. Pria ini tidak peka dan tidak paham.

"Kalungnya unik, saya sangat menyukainya," ucap Samira mencoba mengorek kepekaan Morgan.

"Ohh ... terimakasih." Singkat Morgan menjawab, kemudian cepat-cepat mengantongi kalung tersebut.

Itu membuat Samira mati kutu dan ternganga.

Samira mengumpat dalam hati. Ia tidak boleh kehilangan kalungnya, itu pemberian khusus dari papinya. Bagaimanapun ia harus bisa memintanya dari Morgan!

Biasanya papinya itu sangat suka memperhatikan dirinya. Mungkin karena masalah tadi pagi maka Philip tidak begitu memperhatikan kalung di lehernya.

'Papi!'

Samira tiba-tiba teringat janjinya bertemu malam ini dengan Phillip, pun sudah diingatkan pesan dari ibunya tadi.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CRAZY RICH MENIKAHI GADIS POLOS
8.8
Havva, gadis 17 tahun asal desa kecil di Ankara, terpaksa menikahi Irlan demi membiayai pengobatan ibunya dan meringankan beban ayahnya. Irlan yang kaya raya jatuh hati pada kecantikan alami Havva saat berlibur di penginapan tempat ayah Havva bekerja. Namun, pernikahan ini menjadi mimpi buruk karena Irlan sudah beristri. Bilqis, sang istri pertama yang modis dan sinis, terus mengintimidasi Havva. Mampukah gadis polos ini bertahan di tengah tekanan istri tua?
Sampul Novel Desakan Perceraian dari Saudara Laki-Laki
9.1
Diceraikan saat hamil dan diusir oleh ibu mertua serta putri angkatnya, Sita Hartanto mengira hidupnya hancur. Namun, kebenaran terungkap bahwa Sita adalah putri kandung Keluarga Syailendra yang hilang. Enam kakak laki-lakinya yang berkuasa dan kaya raya siap melindunginya dari segala penindasan. Saat sang mantan suami memohon untuk rujuk kembali, ia harus menghadapi restu dari para kakak Sita yang protektif dalam novel romantis miliarder yang penuh intrik ini.
Sampul Novel Di Nikahi Majikan
9.3
Kehidupan Ana berubah drastis saat sang majikan melamarnya secara tiba-tiba. Pria itu merasa Ana adalah satu-satunya orang yang selalu ada untuknya, bahkan hanya masakan Ana yang bisa diterima oleh perutnya. Di tengah kesibukan Bella, dia justru memilih Ana untuk menjadi pendamping hidupnya. Namun, Ana merasa bimbang karena dirinya masih berstatus sebagai siswi sekolah. Akankah Ana menerima pinangan pria kaya tersebut demi masa depannya yang penuh tanda tanya?
Sampul Novel Dipaksa Menikah dengan Hartawan Misterius
8.4
Pasca wafatnya sang ibu, Chelsea Kurniawan hidup menderita di bawah tekanan ayah dan ibu tirinya. Ia dipaksa menjadi pengantin pengganti bagi Tristan Sudrajat demi menggantikan Cheline. Meski sempat kabur dan terlibat cinta satu malam dengan pria asing, Chelsea tetap tertangkap dan terpaksa menikah. Di luar dugaan, Tristan justru memperlakukannya dengan sangat baik. Namun, Tristan menyimpan banyak rahasia besar, termasuk identitas aslinya sebagai hartawan misterius.
Sampul Novel Gadis Pemuas Tuan Grey
8.9
Demi membiayai pengobatan sang ayah yang sakit keras, Laura berusaha mencari pekerjaan tambahan sebagai pengasuh. Namun, niat tulus itu justru berujung petaka saat ia bertemu Greyson. Pria itu merampas kesuciannya dan memaksanya masuk ke dalam ikatan gelap sebagai pemuas hasrat. Kini, Laura terjebak dalam dilema moral yang menyiksa: apakah ia sanggup bertahan menjadi budak nafsu Grey demi mendapatkan uang yang sangat ia butuhkan untuk ayahnya?
Sampul Novel Impian Dongengku Hancur: Pengkhianatan Kejamnya
9.3
Sembilan tahun pernikahan indah arsitek brilian dengan Adrian Wijaya hancur seketika saat kecelakaan menghapus ingatan sang taipan. Adrian berubah menjadi monster kejam di bawah kendali Helena yang licik. Ia membunuh adikku, melumpuhkan kakiku, hingga merampas pita suaraku untuk diberikan pada Helena. Pengkhianatan ini mengubah cinta menjadi dendam membara. Aku memalsukan kematian dan siap menghancurkan kerajaannya. Saatnya sang monster membayar segalanya.