Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Adikku Mantanku

Suami Adikku Mantanku

Dulu ia pergi meninggalkan luka yang sangat mendalam di hati, namun kini sosok mantan kekasih itu kembali muncul secara tidak terduga. Keadaan menjadi semakin rumit dan menyakitkan saat aku menyadari kenyataan pahit bahwa dia telah resmi menjadi suami dari adik kandungku sendiri. Aku terjebak dalam dilema emosional yang hebat saat harus menghadapi masa lalu yang belum usai di tengah ikatan keluarga yang kini terasa sangat menyesakkan.
Bab
Bagikan

Bab 1

Suami adikku, Mantanku.

"Assalamualaikum Kak. Lagi di rumah kan?" kata Vania, di telepon sore itu.

"Waallaikumsalam Van. Iya di rumah kok. Ada apa?" tanyaku sambil menyisir rambut putriku.

"Aku mau main kesana ya Kak, Mas Ridwan juga ada di rumah kan?" tanyanya lagi.

"Mas Ridwan belum pulang, lembur katanya. Mau main kesini aja kok pakai tanya sih kamu ini Van, biasanya juga tiba tiba uda nongol depan pintu kok, hemmmm," kataku.

"Hehehe kan kali ini bertamunya beda. Aku nggak datang sendiri Kak, aku datang sama seseorang, calon suamiku. Boleh kan Kak?"

"Calon suami? Pacar maksudmu?"

"Nggak Kak. Calon suami. Kami sudah menjalin hubungan serius Kak, dan dia juga ingin melamarku. Mangkanya dia ingin bertemu dengan Kakak dan Mas Ridwan."

"Kamu itukan masih kuliah, masih semester dua lho. Kok sudah ingin menikah. Apa nggak ingin nyelesaiin kuliah mu dulu?"

"Haduh Kak, apa salahnya sih nikah muda, dari pada kebablasan, hehehe."

"Iya sih memang benar, tapi kan nikah itu juga nggak hanya sekedar urusan ranjang saja Van, banyak aspek didalamnya. Dan banyak sekali cobaan di dalamnya, tak melulu kebahagiaan semata. Coba kamu pikir matang matang dulu,"

"Sudah aku pikirkan sangat matang sekali Kak. Aku sudah sangat sreg dengan dia. Lagian aku tak ingin terus terusan merepotkan kalian, kasihan juga kan Mas Ridwan kalau terus terusan membiayai kuliahku,"

"Aku dan Mas Ridwan, tak pernah merasa repot dengan kehadiranmu. Dan kami ikhlas membiayai kuliahmu Van. Malah sebenarnya kami berharap kamu akan lulus kuliah dengan nilai yang baik, tentu itu menjadi kebanggaan tersendiri buat kami. Tapi kalau memang keputusanmu sudah bulat dan ingin menikah muda, aku tak bisa memaksa, jalan hidupmu berada di tanganmu sendiri. Kalau boleh tahu laki laki itu masih kuliah juga kah?"

"Terima kasih banyak ya Kak, sudah memberi restu. Nggak lah Kak, mana mungkin aku mau menikah dengan laki laki yang masih kuliah dan belum bekerja, mau makan apa nanti, hehehe. Calon ku ini, sudah mapan banget loh Kak. Dia owner dua buah coffeshop dan juga punya usaha toko onderdil motor gitu deh. Pokoknya sudah mapan deh, usianya sekarang ya sudah matang Kak, tiga puluh lima tahun,"

"Nggak salah kamu Van. Kamu baru sembilan belas tahun lho, terpaut jauh sekali usia kalian. Memangnya sudah berapa lama kalian pacaran?"

"Nggak lama sih Kak, baru juga tiga bulan. Usia tak jadi penghalang, karena usianya sudah matang itu, mangkanya dia ingin segera menghalalkanku Kak. Dia baik dan sopan banget kok, aku yakin Kakak akan suka dengannya."

"Ya sudah nanti kamu main saja kesini, aku ingin mengenal dulu laki laki itu. Kamu hati hati lho, jangan berbuat aneh aneh sama dia!"

"Iya Kak, nggak aneh aneh kok. Mangkanya itu aku pingin cepet cepet nikah juga, heheheh. Oke habis ini kami langsung meluncur kesana dari kostku ya Kak. Wassallamualaikum,"

"Iya hati hati ya. Waallaikumsalam,"

Panggilan itu pun kuakhiri. Masih tak habis fikir aku dengan fikiran Vania yang ingin menikah muda. Apalagi dengan seorang laki laki yang baru dikenalnya, dan usianya pun sama sepertiku. Namun aku pun tak bisa menghalangi keinginanya, semoga saja memang ini pilihan terbaik untuk hidupnya.

Vania adalah adikku satu satunya, meski bukan saudara kandung, namun aku sangat menyayanginya. Saat usiaku empat belas tahun, orang tuaku bercerai, aku ikut Ibu. Setahun kemudian Ibu menikah lagi dengan seorang jejaka tua, dan setahun kemudian lahirlah Vania, saat usiaku enam belas tahun.

Ayah tiriku adalah orang yang sangat baik, dan bertanggung jawab pada kami. Pekerjaanya adalah seorang mandor proyek, jadi dia jarang sekali berada di rumah. Meski hanya anak tiri, namun dia sangat menyayangiku, dan meng kuliahkanku hingga aku lulus dan bekerja pada sebuah bank swasta yang besar. Dia pun sangat sayang kepada Ibu.

Tiga tahun kemudian, aku menikah dengan Mas Ridwan, dan dia memintaku untuk resign dari pekerjaanku. Dan kami pun tinggal di kota yang berbeda dengan orang tuaku.

Setahun kemudian aku melahirkan seorang putri cantik, orang tuaku dan vania kecil pun datang kerumahku. Mereka menginap selama dua hari, karena Ayah harus kembali bekerja, maka mereka pamit pulang, namun Vania yang saat itu masih berusia sepuluh tahun, tak mau pulang, dia masih ingin bersama keponakannya.

Akhirnya Vania kecil pun ditinggal disini, dan rencananya minggu depan akan diantar Mas Ridwan pulang ke rumah. Saat perjalanan pulang berdua saja itu, Ibu dan Ayah tiriku mengalami kecelakaan, sepeda motor yang mereka kendarai di seruduk dengan kencang oleh sebuah truk kosongan. Karena benturan dari belakang yang sangat keras tersebut, mereka berdua pun terpental sejauh beberapa meter di jalan beraspal, keadaan yang parah membuat mereka meninggal di tempat kejadian.

Aku yang mendengar kabar duka itu sangat shock, saat usia bayiku baru enam hari, orang tua ku sudah meninggalkanku selamanya. Aku sempat pingsan berkali kali, menurut penuturan suamiku.

Sejak saat itulah, Vania tinggal bersama kami. Sedangkan rumah di kota sebelah kami biarkan kosong.

Setelah lulus sekolah menengah atas, Vania memilih kuliah di sebuah universitas negeri yang jaraknya sekitar satu jam dari rumahku, dan dia meminta kost saja agar tak capek bolak balik. Sebenarnya aku dan suami berat membiarkannya sendiri, namun bagaimana lagi, dia sangat keras, saat menginginkan sesuatu, harus selalu segera di turuti.

Brakk Brakk

Suara pintu mobil di tutup, membuatku langsung keluar rumah, pasti itu Vania, dan calonnya yang katanya sudah mapan itu. Aku berdiri di depan pintu sambil memandang mereka. Vania memegang tangan laki laki itu, sambil menariknya menuju rumah.

Sosok laki laki itu sepertinya sangat familiar denganku, namun siapa dia aku benar benar lupa. Rambut gondrong di ikat kebelakang dan berkacamata itu mengingatkanku pada seseorang, Rama. Mungkinkah dia Rama? Mantan kekasihku yang pernah menorehkan luka di hatiku dulu?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Cintanya dan Hartaku
9.7
Saat hendak menyetor uang ke bank, sebuah unggahan media sosial menarik perhatianku. Di sana, seorang netizen mengaku telah diam-diam menikahi cinta pertamanya, sementara kekasihnya yang bodoh terus mengisi rekening bersama mereka yang kini berisi 1,3 miliar rupiah. Sang netizen berencana membawa kabur uang itu setelah mencapai 1,6 miliar. Terkejut, aku langsung memeriksa saldo tabunganku. Angkanya tepat 1,3 miliar rupiah. Kenyataan pahit menghantamku: kekasihku telah mengkhianatiku demi cinta pertamanya.
Sampul Novel Ayah CEO Pengen Pelukan
9.1
Nadia menghabiskan malam bersama pria asing setelah dikhianati orang terdekatnya. Meski sempat menyesal, ketampanan pria itu justru membuatnya malu hingga ia nekat meninggalkan uang sebelum pergi. Kresna, sang pria misterius, merasa sangat terhina karena dianggap sebagai pria bayaran. Dengan amarah yang meluap, ia segera memerintahkan asistennya melacak identitas Nadia melalui rekaman CCTV hotel demi membalas perbuatan wanita tersebut.
Sampul Novel Cinta Berujung Duka atau Suka
8.8
Saat putri mereka terbaring lemah akibat demam tinggi, Jeffry Aryadi justru sibuk menghadiri rapat sekolah untuk anak dari cinta sejatinya. Panggilan telepon sang istri malah dijawab oleh wanita tersebut yang menangis meminta maaf, memicu kemarahan Jeffry yang membela diri dengan dalih menolong janda dan yatim. Di tengah dinginnya ruang rumah sakit, sang istri akhirnya mengambil keputusan besar. Sambil menemani putrinya yang disuntik, ia menawarkan awal baru bagi mereka untuk hidup berdua saja.
Sampul Novel KESAKSIAN CINTA STEVI
8.1
Stevi terbayang pesan terakhir mendiang ibunya untuk giat bekerja sebelum wafat. Kini, setelah menikah dengan Aria, Stevi berjuang menjalani hidup barunya meski duka masih membekas. Ia berharap sang ibu tenang di sana karena Aria sangat membutuhkannya. Di sisi lain, Aria sibuk dengan profesinya di kampus. Saat memberikan bimbingan makalah kepada mahasiswi, ia menekankan pentingnya orisinalitas karya demi menghindari isu plagiarisme dalam seminar.
Sampul Novel Kontrak Cinta: Rahasia dan Janji
9.7
Clara Martins berjuang menyelamatkan toko roti warisan neneknya di São Paulo dari lilitan utang. Saat pengkhianatan mengancam bisnisnya, Enzo Albuquerque, pengusaha dingin sekaligus cinta lamanya, menawarkan pernikahan kontrak satu tahun. Enzo butuh istri demi mengamankan posisinya dari konspirasi keluarga. Namun, tinggal bersama memicu kembali gairah lama. Clara menyimpan rahasia kehamilan, sementara Enzo memendam misteri yang bisa menghancurkan cinta kedua mereka.
Sampul Novel La Tahzan, Miss Lemot
8.6
Vinessa adalah gadis cantik nan ceria yang harus menelan pahitnya kenyataan hidup. Meski memiliki hati yang baik, kehadirannya tak pernah diharapkan dan selalu dipandang rendah oleh orang-orang di sekitarnya. Alih-alih menaruh dendam atas segala perlakuan buruk keluarganya, ia justru menerima hinaan tersebut dengan lapang dada sebagai bagian dari nasibnya. Simaklah perjuangan menyentuh hati Vinessa dalam menghadapi kerasnya dunia yang tidak memihaknya.