Sampul Novel Kontrak Cinta: Rahasia dan Janji

Kontrak Cinta: Rahasia dan Janji

9.7 / 10.0
Dalam novel modern Kontrak Cinta: Rahasia dan Janji, Clara terpaksa menikahi Enzo demi menyelamatkan toko rotinya. Billionaire romance novel ini mengisahkan pernikahan kontrak penuh rahasia dan kehamilan tak terduga yang menguji komitmen mereka di tengah konspirasi keluarga.
Ringkasan Kontrak Cinta: Rahasia dan Janji
Clara Martins berjuang menyelamatkan toko roti warisan neneknya di São Paulo dari lilitan utang. Saat pengkhianatan mengancam bisnisnya, Enzo Albuquerque, pengusaha dingin sekaligus cinta lamanya, menawarkan pernikahan kontrak satu tahun. Enzo butuh istri demi mengamankan posisinya dari konspirasi keluarga. Namun, tinggal bersama memicu kembali gairah lama. Clara menyimpan rahasia kehamilan, sementara Enzo memendam misteri yang bisa menghancurkan cinta kedua mereka.
Baca Selengkapnya

Kontrak Cinta: Rahasia dan Janji Bab 1

Clara menggenggam amplop manila di antara jemarinya, seolah ia bisa mengubah apa yang akan terjadi. Aroma manis roti jahe dan kopi yang baru diseduh memenuhi ruangan kecil itu, bercampur dengan aroma samar krim vanila yang masih tercium di tangannya. Di balik meja kayu usang, semuanya terasa begitu familier sehingga sulit dipercaya bahwa, dalam tiga puluh hari, tak akan ada yang hilang.

Ia menarik napas dalam-dalam, merasakan sensasi terbakar di dadanya. Jam kakek, warisan neneknya, berdetik dengan presisi yang mengerikan. Ia tahu apa isi amplop itu. Ia tahu itu sejak kurir datang, tak berani menatap matanya.

"Ayo, Clara..." gumamnya dalam hati sambil merobek segelnya.

Kertas itu meluncur keluar, seberat timah. Kata-kata itu terlontar keluar seperti pukulan: surat penggusuran. Batas waktu: tiga puluh hari untuk membayar utang atau menyerahkan kunci. Tunggakan sewa, pajak yang masih harus dibayar, biaya pengadilan.

Lantai di bawah kakinya seakan terbuka. Ia harus berpegangan pada meja agar tidak jatuh. Segala yang ia perjuangkan untuk tetap hidup selama tiga tahun terakhir akan segera sirna, seolah tak pernah ada.

Ia memejamkan mata. Dan, bagaikan bisikan dari masa lalu, ia melihat Dona Amélia lagi. Neneknya ada di sana, dalam ingatannya, mengenakan celemek bermotif bunga, tangannya tetap tenang, menguleni di atas meja marmer. Wajahnya tampak menua, tetapi senyumnya selalu awet muda.

"Clarinha, kemarilah. Adonan membutuhkan kesabaran, cinta, dan sejumput keyakinan. Resepnya tak pernah gagal jika hatimu berada di tempat yang tepat."

Clara hanyalah seorang gadis berkepang, berlutut di atas bangku untuk mencapai meja. Selalu terpesona menyaksikan tepung berubah menjadi mimpi, gula menjadi kenyamanan.

"Aku berjanji padamu, Nek..." bisiknya, membuka matanya lagi ke arah toko roti yang kosong. "Aku berjanji akan mengurus ini. Dan aku akan melakukannya."

Suara pintu terbuka menyadarkannya dari lamunannya. Ada pelanggan? Saat itu, hampir tak ada yang datang. Bel pintu berdering pelan, tetapi cukup untuk mengingatkannya agar bereaksi.

"Selamat siang!" Clara mengangkat dagunya, menahan tangis. Senyum yang dipaksakan, meskipun tak seorang pun di ujung sana bisa melihat keretakan di dalam dirinya.

Itu Doña Zuleide, tetangga di belakangnya. Ia datang untuk mengambil pesanan kue ulang tahun cucunya.

"Halo, sayang!" sapa wanita itu, menyandarkan tongkatnya di meja. "Masih sendirian di sini, ya? Nenekmu pasti bangga."

Kata-kata itu terngiang di benaknya. Clara menggigit bibir, memaksakan senyum. Ia mengambil kotak putih berhias pita merah muda dan meletakkannya dengan hati-hati di meja.

"Ini dia, Doña Zuleide. Satu kilo cokelat murni berisi brigadeiro, seperti yang kau minta."

"Dan rahasia kecil nenek, ya?" wanita tua itu tertawa, meremas tangan Clara. Hanya kau yang bisa mencegah kematian ini.

Clara menggenggam tangannya yang keriput, merasakan kehangatan yang sangat dirindukannya beberapa hari terakhir ini.

"Saya tidak akan mengizinkannya, Nyonya Zuleide. Tenang saja."

Ia menerima pembayaran tunai, menghitung setiap lembar uang, setiap koin. Namun, itu tak lebih dari setetes air di lautan yang bocor. Setelah tetangganya pergi, Clara menyandarkan dahinya di meja marmer, sedingin kenyataan yang menghancurkannya.

Telepon rumah berdering, dering melengking yang menggema di ruangan kecil itu. Ia menarik napas dalam-dalam sebelum menjawab.

"Confeitaria Martins, selamat siang!"

Di ujung sana, hening. Kemudian, terdengar suara laki-laki, datar, lugas.

"Nyonya Clara Martins?"

"Ya."

"Ini Albuquerque & Andrade Advogados. Kami menelepon untuk mengonfirmasi penerimaan surat penggusuran." Suaranya datar, tak peduli dengan rasa sakit yang ditimbulkan kata-kata itu. "Kita perlu menjadwalkan serah terima kunci jika utang tidak dibayar tepat waktu." Clara merasakan amarah membuncah di dalam dirinya, membakar kulitnya. Itu bukan sekadar pemberitahuan. Itu adalah sebuah penghakiman. Dan siapa dalang di balik kantor itu? Semua orang tahu: perusahaan pemilik gedung itu, perusahaan yang sama yang telah membeli properti di seberang jalan untuk merobohkan semuanya dan membangun gedung mewah lainnya.

"Saya akan membayar sampai lunas," jawabnya, berusaha menjaga suaranya tetap tenang. "Mereka tidak akan mendapatkannya dari saya semudah itu."

"Nyonya, Anda berhak untuk mencoba. Tapi kami sarankan Anda untuk mencapai kesepakatan." Dan sambungan telepon langsung terputus.

Clara berdiri di sana, telepon menempel di telinganya, merasakan beban dunia meremukkan bahunya yang kurus. Di balik kaca yang berkabut, papan nama tua bergoyang tertiup angin: Confeitaria Martins - Sejak 1978. Sepotong sejarah keluarga, sepotong dirinya. Sekalipun aku harus mengantre di jalan untuk menjual setiap brigadeiro, setiap potong kue, aku akan membayar utang ini.

Sekalipun aku harus menelan harga diriku dan meminta bantuan...

Ia memejamkan mata. Bayangan Enzo Albuquerque berkelebat di benaknya bagai pisau: setelan jas sempurna, senyum sedingin es, mata yang selalu tahu ke mana harus menusuk. Pewaris semua ini. Pria yang dulu hampir menjadi miliknya, dan yang kini bisa menandatangani surat kebangkrutannya hanya dengan goresan pena.

"Tidak," gumamnya ke arah ruangan kosong, seolah neneknya bisa mendengarnya. "Aku tak akan berlutut padanya. Takkan pernah lagi."

Ia mengambil sapu dan menyapu remah-remah tak kasat mata dari lantai. Ia merapikan stoples permen dan melihat ke mesin kasir. Sebuah gestur kecil, tetapi cukup untuk mengingatkan dirinya sendiri bahwa ia masih pemilik tempat ini. Selama pintunya terbuka, masih ada harapan.

Dan, betapa pun dunia mencoba mengatakan sebaliknya, Clara Martins bukan lagi gadis ketakutan yang bersembunyi di balik meja kasir. Ia kini seorang perempuan, dan seorang perempuan yang rela berjuang hingga detail terkecil.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kontrak Cinta: Rahasia dan Janji

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Gadis SMA Milik Mafia Kejam
9.8
Jimmy Alexander adalah mafia berusia 25 tahun yang tak kenal ampun dalam menjalankan bisnis ilegalnya. Namun, sebuah kecelakaan mengubah hidupnya saat ia bertemu seorang siswi SMA yang tulus menolongnya. Ketulusan itu memicu obsesi cinta dalam diri Jimmy yang kejam. Masalah besar muncul karena gadis impiannya ternyata sudah bertunangan dengan pria lain. Akankah sang mafia merelakan cintanya, atau justru melakukan segala cara demi memiliki gadis tersebut?
Sampul Novel Mantan Gay Kaum Pelangi
8.9
Kehilangan sosok ayah membuat Leo tersesat hingga terjerumus ke dunia hitam demi mencari kasih sayang. Trauma masa lalu membawanya terjebak dalam lingkaran cinta terlarang yang kelam. Namun, sebuah hidayah muncul dan memicu niatnya untuk berhijrah karena takut akan dosa. Meski tekadnya kuat, berbagai godaan masa lalu terus datang menguji iman. Mampukah Leo tetap istiqomah, meninggalkan identitas lamanya, serta menjalani hidup normal dengan membina keluarga?
Sampul Novel Melayani Hasrat Mertua Dan Ipar
8.1
Galang merasa bimbang saat mengetahui ibu mertua dan adik iparnya akan menumpang di rumah kecilnya. Meski khawatir akan konflik dan keterbatasan ruang, penjelasan lembut Gaby tentang kemalangan keluarganya di desa meluluhkan hati Galang. Demi keutuhan keluarga dan rasa cinta pada istrinya, ia akhirnya mengizinkan mereka tinggal bersama. Galang kini harus bersiap menghadapi dinamika baru yang penuh tantangan demi menjaga keharmonisan rumah tangganya.
Sampul Novel My Beloved Bastard
9.3
Cullen Kyleer adalah pria arogan yang bertindak sesuka hati. Hidupnya berubah setelah bertemu Jasmeen, penulis novel bergenre gore. Namun, Jasmeen justru terjebak dalam obsesi gelap Cullen yang posesif dan mesum. Cullen terus memaksa Jasmeen memenuhi hasratnya sambil menebar ancaman maut bagi pria lain yang mendekat. Hubungan penuh kekerasan dan pelecehan seksual ini mengikat Jasmeen dalam gairah berbahaya yang tak terkendali di bawah kuasa Cullen.
Sampul Novel Siapa Yang Menghamili Istriku?
8.4
Sebuah narasi mendalam yang penuh dengan misteri dan gejolak emosi dalam kehidupan pernikahan. Cerita khusus dewasa ini akan membawa pembaca menelusuri pengkhianatan dan rahasia kelam yang menghancurkan kepercayaan. Siapkan diri Anda untuk sebuah perjalanan yang menguras air mata saat setiap kepingan teka-teki mulai terungkap, memaksa karakter utamanya menghadapi kenyataan pahit yang tak terduga di tengah konflik romansa modern yang sangat pelik.
Sampul Novel Unexpected Feeling
7.8
Indira tak menyangka hukuman dari Fajar, senior yang dikenal sering berganti pasangan, adalah menjadi pacarnya. Meski bingung dan takut menolak, Indira terjebak dalam hubungan ini. Bagi Fajar, Indira adalah harapan baru untuk sembuh dari trauma masa lalu yang gagal diatasi kekasih sebelumnya. Seiring waktu, hubungan mereka tumbuh dewasa tanpa saling tahu rahasia masing-masing. Namun, apakah Fajar benar-benar mencintai Indira atau hanya menjadikannya obat semata?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan