Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Song For Luna

Song For Luna

Pertemuan singkat di Bandung menjadi awal mula hubungan antara Luna dan Alvino. Bermula dari pertukaran nomor telepon dan tawaran menjadi pemandu wisata, Luna tidak menyangka bahwa perkenalan sederhana itu akan mengubah hidupnya secara drastis. Kehadiran Vino membawa dinamika emosional yang penuh gejolak layaknya roller coaster. Kini, Luna harus menghadapi berbagai badai persoalan yang datang silih berganti dan menentukan apakah ia akan menyerah atau terus berjuang.
Bab
Bagikan

Bab 2

'She got her own thing... That's why i love her... Miss independent... Won't you come and spend a little time? ..'

Penggalan lagu "Miss Independent" dari Ne-Yo membangunkanku.

Mataku masih berat tuk terbuka. Dengan nada lemas ku berkata,, "Yaaaa.. ,kenapa? "

"Masih tidur lo? Sorry gw ganggu! " terdengar suara khas yang berat.

"Eh, Vino... Gak apa. Biasalah, anak band bangun siang.Napa,Vin?" jawabku sambil mencoba membuka mata.

"Gw mau ngajak lo makan siang, sore ini gw mau balik Jakarta. Sedih bener kayaknya kalo makan siang sendirian.Temen gw yang harusnya dari kemarin nemenin gw di Bandung ini taunya lagi sakit. Makanya gw gentayangan sendirian. Mau ya,Lun.Please...!Lo tinggal dimana biar gw jemput. Gimana? " ajak Vino.

"iye... Iye... Daripada anak orang nangis. Sebagai tuan rumah kota Bandung yang baik,gw temenin deh. Tar gw share loc ya. Sejam lagi lo jemput. Oke? " sambil kulihat jam yang ternyata sudah menunjukan pukul 12 siang. Memang sudah waktunya untuk makan siang.

Sms masuk, "Lun, gw dah didepan nih.Lo dah siap? "

Buru-buru aku keluar kost-an.Mobil sedan dengan logo BMW sudah terparkir didepan jalan. WOW...dalam hati. Mobilnya kece juga!

Vino membuka kaca sambil tersenyum.

Oh My God....! Wajah tampan itu membuat siang yang terik ini seketika berasa sejuk.

Aku naik ke mobilnya dan wangi woody,floral, musk dari Dior Homme Intense mulai memenuhi hidungku.I love this scent. Maskulin banget. Eh, kenapa jantungku jadi deg-deg an gini?

"Enaknya makan dimana? " tanya Vino sambil mulai melaju dengan pelan.

"Gimana kalo ke cafe biasa gw akustikan. Tempatnya cozy.Menunya juga banyak. "

"Siap,Non.ngikut ajah. Kasih tau jalannya ya!"

-----

Sampailah kita di cafe. Kami memesan makanan dan mulai berbincang.

"Sorry to ask. Lo kenapa nge-kost. Gak tinggal ma ortu? Orang Bandung aslikan? " tanya Vino.

"Ortu dah gak ada. Gw punya kakak laki dah nikah. Nempatin rumah ortu. Cuman gw gak mau ribet serumah ma ipar,walau sebenernya kakak ipar gw baik banget. Biar kakak gw juga fokus ma keluarga dia. Lagian gw kan bukan anak kecil atau ABG yang mesti jadi tanggung jawab dia. Tapi gw fine sih ma kakak gw. Sering pulang juga. But I need my own privacy. Kalo serumah ya pasti ada ajah tar masalahnya. " jawabku.

"Good tought...,emang umur lo berapa sekarang? " tanya Vino.

"22 tahun. Klo lo? Pasti tua ya, hahahah...," godaku padanya.

"Gak beda jauh lah. Blom bisa dipanggil Sugar Daddy, hahahah... ,"

"Jadi semi om om nih? Sugar Daddy masih kuncup, wkwkwk... Berapa ih? Gak mau spill umur nih? Gw undang netijen ntar buat ngebully. "

"32 years old. Gak beda jauh kan? Cuman beda 10 tahun. " ungkap Vino.

"What? Gak beda jauh gimana? Duh... Jadi mesti manggil Bang, Pak, Om atau Suhu nih? " ucapku menggodanya.

"Apasih... Udah gini ajah. Anggap seumuran napa!" jawab Vino ketus.

"Ogah ah... Berarti gw keikut tua. Nanti di bilang dah 30an dong! Jadi tante-tante, hahahah... Panggil Bang Vino ajah ya. Boleh? Kayak gak sopan ajah manggil nama doang. I'm still got manner walau cablak gini. " pintaku.

"Iya deh, boleh.Thanks udah nemenin gw ya. " ucap Vino setuju.

"Iya,gak apa. Seneng juga ditraktir makan, dijemput,terus semalem dapet saweran banyak banget lagi. Happy tuh anak-anak. Bisa kebayar cicilan motor, hahahah."

"Bisa ajah,lo!" jawab Vino sambil mulai menyalakan rokok.

Tak menunggu lama, pesanan kami diantar. Sambil menikmati makan siang, kami membahas banyak hal. Mulai dari lagu, film favorite, tempat makan,tempat shoping dan lain-lain.

Setelah kami berdua sama-sama kenyang, akhirnya kami pun pulang. Vino mengantarkanku kembali ke kost-an. Aku sangat menikmati makan siang tadi.

-----

Seminggu berlalu...

Terkadang aku ingin mengirim pesan padanya. Tapi nanya apa? Kita juga bukan teman dekat. Gebetan juga bukan.

Inget Lun, dia bukan siapa-siapa! Tahan ya. Anggap kayak tamu-tamu sebelumnya yang sering kamu temuin.

Kadang,aku sengaja cari status WA dia.Sekedar ingin tahu dia sedang apa. Tapi dia jarang banget bikin status.

Kenapa aku ngerasa kangen ya. Kapan lagi dia ke Bandung? Apa aku harus tanya sama Vino? Ah,tapi ngapain juga.

Aku berbicara pada diriku sendiri tentang pertanyaan-pertanyaan konyol itu sambil bolak balik memeriksa HP-ku. Tapi nyatanya, aku tidak berani mengirim pesan pada Vino.

-----

Gak kerasa udah ketemu weekend lagi.

Siang hari ini, aku sedang latihan dengan band ku. Kami sedang melatih lagu-lagu baru untuk jadi bahan playlist nanti.

Lagi-lagi lagu 'Miss Independent' berdering.

Tapi karena suara musik yang keras, jadi aku tak tahu ada panggilan masuk.

Tak lama notif WA-ku masuk, "Lagi apa, Lun? Kok gak angkat tlp? Sibukkah? "

Setengah jam kemudian latihan usai. Aku cek HP-ku. Eh,ada pesan dari Vino. Seketika hatiku senang bukan main. Kubalas pesannya dengan cepat.

"Sorry,Bang! Gw lagi latihan tadi. Gak kedengaran. What's up? "

"Gw besok ke Bandung. Lo nyanyi dimana? " tanya Vino.

"Tempat kemarin, Bang. " jawabku.

"Owh, oke. Besok gw bareng temen -temen. Biar gak gentayangan sendiri, hahhaha...,"

"Ashiapp.....,nanti ku reservse buat abang ya. Di meja biasa ya." jawabku.

-----

Besok nya dia datang dengan teman- temannya.

Aku sedang berada di stage membawakan lagu 'Separuh nafas, Dewa 19"

Seketika habis nafasku. Melihat Vino yang seperti biasa, menawan,stylish dan dia senyum dari kejauhan. Lah kok, hatiku ser-ser an. Fokus, Lun... Fokus...!

Saat break, langsung aku mendatangi meja mereka.

"Nih kenalin temen-temen gw yang muda belia.. Gery, James dan Surya. "

Satu-satu ku salami mereka. Sambil menyebut namaku sendiri.

"Mau minum apa? "tanya Vino.

"I want sobber this night,Bang.Lagi gak enak badan. Orange juice ajah pake vodka, hahahah..." ujarku sambil bercanda.

"Gw fikir tadi mau orange juice beneran. Dasar, lo! Klo gak enak badan mestinya mesen jamu. Jangan vodka orange , Non. "

"Buat gw itu jamu, bang. Asal gak banyak. Kalo banyak ya mabok juga. Segelas mah aman." jawabku.

Dia akhirnya memanggil waiter dan memesan minuman. Tak lama personel band ku pun menyapa ke meja kami.

"Nih, bang. Kenalin ada Roni, Doni, Kojek, Jody,Gani dan si cantik Maya. " ku perkenalkan mereka satu-satu.

"Kalian mau minum apa? Pesen aja! Jangan sungkan. " ujar Vino.

Dan malam itu kami semua menghabiskan waktu di meja Vino sampai selesai .Tiba saatnya pulang,Vino mengajakku dan teman-teman untuk makan sebelum pulang.

"Makan apa nih jam segini yang enak? "

"Depan Mall deket sini ada yang jualan bubur sama sate Padang .Mau? " jawab Maya.

"Ngikut. Gw ngikutin dari belakang ya! " ujar Vino.

Akhirnya kita semua sampai di tempat makan. Saling berbincang sampai saat nya pulang. Kami saling berpamitan dan mengambil jalan kami masing-masing.

Sampai kost-an,HP -ku berbunyi. Masuk pesan dari Vino.

"Thank's, buat jadi tour guide gw malam ini,hahahah... Gw balik ntar sore. jadi gak bisa nyamperin lagi ya. Soalnya mau liat tempat buat clothing line gw. Tadi gw selipin fee lo sebagai tour guide gw hari ni. No offense ya! Mayan loh buat cicilan motor, hahahaha... Cek aja saku jaket,lo!" ungkap Vino.

Cepat ku rogoh saku jaket. 5 lembar kertas merah itu diselipkannya.

"Bang... Gak salah? Fee gw 200 ajah. Kebanyakan ini. Bikin Happy ajah, wkwkwkw... Eh tapi beneran, gw becanda,bang! Ditraktir makan ajah dah seneng. Nyawer juga lagi. Berapa lagu tuh pake gocapan?"

"Udah, gak boleh nolak rejeki! Lebihnya buat beli orange juice, hahahah... Tidur,gih! Istirahat.Gw juga dah rebahan,mo tidur. Temen gw ngorok lagi. Sialan...! Lagi mo pesen kamar lagi dah. Biar pules. " jawab Vino.

"Oke, Bosque..! Sleep well and take care. Jangan kangenin aku ya, hahahh. " godaku.

Aku tunggu balasannya, tapi gak ada. Dia menghilang lagi.Mungkin dia ketiduran.

Aku jadi bertanya-tanya. Dia nih manis banget.perhatian. Tapi kadang ngilang gitu kayak gak kenal. Cuman ngehubungin kalo lagi di Bandung.Apa dia dah nikah? Duh,Luna...,gimana kalo dia suami orang? Jangan pake hati.

Aku jadi over thinking sendiri. Ah lebih baik aku bersih-bersih diri dulu. Nyalakan difuser agar aku rileks. Mulai membersihkan make up sambil mendengarkan lagu.

Ku putar lagu "Cinta" dari Vina Panduwinata. Lagu lama memang,tapi aku suka.

----

Aku terbangun dari mimpi. Kulihat sudah jam 10 pagi.

Kenapa aku mimpiin Vino ya?

Dalam mimpiku tadi, kita sedang makan berdua di sebuah restoran mewah. Aku memakai gaun berwarna merah muda. Sedangkan Vino, memakai setelan jas dengan warna yang senada. Dia sangat tampan. Disitu aku merasa sangat bahagia.

Aku melamun lama setelah bangun dari tidurku. Masih teringat terus mimpiku dengan Vino.Duh, gak beres ini. Kok aku ngerasa kangen,ya?

Aku beranjak dari tempat tidurku untuk mandi, agar pikiranku kembali segar. Jangan mikir Vino melulu.

-----

Aku keluar kost-an untuk mencari makan siang. Aku memilih salah satu gerai fastfood di daerah Dago. Kupesan Cheese Burger dan Cola, lalu duduk dekat jendela. Sambil memandang kendaraan yang lalu lalang di jalanan.

Kemudian sayup terdengar lagu "Khayalan" dari band The Groove...

🎼🎵🎶

"Hanya dalam mimpi

Nyata dan khayalan, dalam kenyataan

Kini kualami satu masa indah dalam tidurku

Kita pun bermesraan, saling mengikat janji

Seolah diriku dan kamu bagai sepasang kekasih

Mungkinkah dirimu cinta kepadaku?

Seperti mimpi-mimpi yang selalu datang dalam tidurku

Inikah kenyataan atau bunga tidurku?

Seolah diriku dan kamu bagai sepasang kekasih

Bagaimana bisa kau hadir di mimpiku?

Padahal tak sedetik pun kurindu dirimu

Bagaimana bisa kau hadir di mimpiku?

Padahal tak sedetik pun kurindu dirimu

(Oh, hanya dalam mimpi)

Inikah kenyataan atau bunga tidurku?

Seolah diriku dan kamu bagai sepasang kekasih

Bagaimana bisa kau hadir di mimpiku?

Padahal tak sedetik pun kurindu dirimu

Bagaimana bisa kau hadir di mimpiku?

Padahal tak sedetik pun kurindu dirimu

Dan kita berjumpa dalam mimpi

Kau pun merasakan itu

Mungkinkah ini takdirnya?

Bagaimana bisa kau hadir di mimpiku?

Padahal tak sedetik pun kurindu dirimu

Bagaimana bisa kau hadir mimpiku?

Padahal tak sedetik pun kurindu dirimu, oh

Bagaimana bisa kau hadir di mimpiku?

Padahal tak sedetik pun kurindu dirimu

Bagaimana bisa kau..."

Ah... Lalu Vino kembali memenuhi pikiranku...

-----

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benci Jatuh Cinta
9.6
Panji, anak yatim asuhan Terryn dan Deva, tumbuh tangguh meski dibenci Sheira akibat hasutan Imelda. Sebagai menantu keluarga Danuarta, ia tetap sabar menjaga martabat Deva walau terus dizalimi istrinya sendiri. Konflik memuncak saat rahasia kematian calon istri Panji yang melibatkan Sheira terungkap. Di tengah duka wafatnya ibu angkat dan kemunculan ibu kandungnya, Panji terjepit dilema batin antara luka masa lalu dan harapan masa depan yang penuh rintangan.
Sampul Novel Gairah Pesta Birahi
9.5
Yenka Linggarwarna muak dikhianati Taran selama empat tahun pernikahan. Terhina karena disebut bodoh lantaran setia, ia nekat membalas dendam dengan cara serupa. Lewat bantuan Ian, sahabat masa kecilnya, Yenka menyusup ke pesta topeng rahasia yang penuh gairah demi mencicipi kebebasan seksual. Tak disangka, pesonanya justru memicu obsesi banyak pria hingga mengubah sikap Taran. Kini Yenka terjebak antara memperbaiki rumah tangga atau tenggelam dalam permainan panasnya.
Sampul Novel Gairah Tuan Besar
8.2
Zain adalah pengusaha sukses yang tampak sempurna, namun ia menyimpan rahasia kelam. Sejak kecelakaan tragis lima tahun lalu akibat pengkhianatan istrinya, ia menderita disfungsi seksual. Bella memanfaatkan kondisi ini untuk berselingkuh secara bebas demi memeras harga diri Zain. Namun, pertemuannya dengan Yvone di sebuah kelab malam membangkitkan kembali gairah Zain yang lama padam. Masalah besar muncul karena Yvone ternyata adalah kekasih Daniel, anak tirinya sendiri.
Sampul Novel Gigolo2
8.1
Frans terpaksa kembali ke dunia gelap sebagai gigolo demi menyambung hidup. Namun, rahasia ini menjadi beban berat saat anak-anaknya mulai kritis mempertanyakan profesinya. Selama ini, ia berhasil menutupi pekerjaan tabu tersebut dari Anjani, sang istri tercinta. Ketenangan rumah tangga mereka hancur seketika saat Lea, salah satu pelanggan setianya, nekat mengirimkan bukti video panas mereka kepada Anjani. Kini, Frans harus menghadapi kehancuran keluarganya.
Sampul Novel Ketika Suami Tak Lagi Peduli
8.9
Arista berharap pernikahan dengan Yoga penuh kelembutan, namun realitanya justru menyakitkan. Setelah berhenti bekerja demi suami, dia malah diabaikan dan tidak diberi nafkah dengan alasan gaji yang tertunda. Kesabaran Arista mencapai batasnya saat ia memergoki kebohongan Yoga ketika buah hati mereka jatuh sakit. Kini, Arista bertekad menguak kebenaran di balik sikap dingin suaminya. Rahasia gelap apa yang sebenarnya disembunyikan Yoga selama ini?
Sampul Novel Menantu Yang Diusir Keluarga Suaminya
8.3
Zaireen tinggal di rumah warisan ayahnya bersama Elvano dan mertuanya. Awalnya hangat, namun keluarga suaminya perlahan menindasnya. Luka Zaireen makin dalam saat tahu Elvano berselingkuh dengan restu keluarganya sendiri. Dianggap rendah di rumahnya sendiri, kini Zaireen tak lagi tinggal diam. Ia harus memilih antara bertahan dalam duka atau bangkit menghancurkan mereka dengan cara yang elegan. Air matanya telah habis, kini saatnya ia mengambil kembali harga dirinya.