Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Song For Luna

Song For Luna

Pertemuan singkat di Bandung menjadi awal mula hubungan antara Luna dan Alvino. Bermula dari pertukaran nomor telepon dan tawaran menjadi pemandu wisata, Luna tidak menyangka bahwa perkenalan sederhana itu akan mengubah hidupnya secara drastis. Kehadiran Vino membawa dinamika emosional yang penuh gejolak layaknya roller coaster. Kini, Luna harus menghadapi berbagai badai persoalan yang datang silih berganti dan menentukan apakah ia akan menyerah atau terus berjuang.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pikiranku tersita olehnya. Padahal jadwal manggungku minggu ini sangat padat. Tapi setiap aku sedang sendiri,yang kuingat hanyalah Vino.

3 hari ini rasanya tubuhku mulai tidak bersahabat.

"Sist, pucet pisan. Sakit?" tanya Maya melihat muka ku yang memang seperti

kurang darah.

"Gak enak badan.Kayaknya mah bakal drop ini badan. "

"Masih bisa nyanyi teu, sist? Klo gak kuat jangan dipaksain. Biar kang Doni cari pengganti." Maya khawatir melihat kondisiku. Tapi cari pengganti mendadak itu susah. Aku menguatkan diri agar tetap bisa bernyanyi.

"Bisa lah sist. Paling besok ijin sama kang Doni. " ujarku lemas.

Malam ini saja,Lun. Kamu harus bisa melewati malam ini saja.

-----

Hoeekkk.... Hoooeeekkkk....

Entah kali keberapa aku memuntahkan isi perutku.Setiap makanan atau seteguk minuman pun badanku menolaknya. Rasanya lemas sekali. Aku pun sepertinya demam.

Aku lelah, tapi bagaimana bisa tidur kalau dari tadi kerjaanku hanya bolak balik ke kamar mandi.

Aku beruntung bisa sampai ke kost-an ku dengan selamat. Rasanya sudah melayang saja tubuh ini.Bagaimana kalau aku sampai pingsan di jalan tadi?

Sepertinya aku sudah tak tahan lagi. Jika sampai aku pingsan tanpa ada siapapun yang tahu,bahaya banget kan. Sebaiknya aku menelepon Doni. Meminta agar menemaniku ke Rumah Sakit.

Ku tekan nomer Doni di layar HP-ku. Tuuuut.... Tuuut... "Kang.. Anter ke IGD yah. Ke RS Santo Yusuf aja yang deket. Aku lemes banget. Daritadi muntah terus."

"Iya atuh tunggu. Akang siap-siap dulu. " tellepon pun ditutup. Aku merebahkan diri di atas kasur. Berharap tidak harus kembali lagi ke kamar mandi. Sudah tidak ada lagi isi perut yang bisa ku keluarkan.

Sambil menunggu Doni datang menjemput,aku nyalakan difuser ku dan memutar lagu agar lebih rileks. Tak lama aroma teraphy memenuhi kamarku dengan wangi menenangkan. Ditemani lagu "Shallow" dari Lady Gaga feat Bradley Cooper, akhirnya aku bisa sedikit melepas lelah.

-----

"Lun... Buka pintu! " terdengar suara Doni dari balik pintu. Akupun terbangun, mungkin ada sekitar 20 menit aku sempat tertidur pulas.

"Ya, tunggu Kang! " dengan langkah lunglai aku membukakan pintu untuk Doni.

"Euh... Pucat pisan kamu teh. Ya udah hayu ke Rumah Sakit. Apa yang mau dibawa? Akang bawain. "

"Itu tas aku,punten tolong bawain. "

Dengan langkah yang lemah aku mengikuti langkah Doni yang ada didepanku menuju mobilnya.

"Kamu ngabarin Kaka kamu gak? "

"Gak Kang. Gak mau Kaka aku khawatir. Makanya minta tolong ke Akang buat anter ke Rumah Sakit. "

Tak butuh waktu lama untuk sampai ke Rumah Sakit. Hanya 10 menit saja,kami pun turun dan masuk ke bagian IGD Rumah Sakit Santo Yusuf. Doni langsung menuju bagian administrasi sedangkan aku langsung dipandu Suster agar cepat ditangani oleh Dokter jaga.

Aku terbaring lemah dan pasrah saat Suster mulai memasang infus juga mengambil sampel darah. Rasa mual masih terasa,badanku pun masih demam.Lama -lama matakupun terasa berat dan akhirnya terpejam.

-----

'Get Well Soon,diriku!'

Kupasang status WA-ku dengan foto infusan ditangan. Tak lama banyak pesan masuk menanyakan kondisiku sekarang ini. Tapi dari sekian banyaknya pesan yang masuk, tidak ada nama Vino disitu. Ah, aku mungkin terlalu berharap.

Kata dokter, aku dehidrasi. Mungkin kelelahan dan kurang minum. Serta makan yang kurang baik. Satu minggu ini jadwal manggungku full. Bahkan ada event luar kota. Mungkin tubuhku minta istirahat.

Dokter bilang, coba lihat setelah satu labu infus ini habis. Apa bisa pulang atau rawat inap.Semoga saja aku bisa pulang.

Doni menemaniku. Bagiku, dia sudah seperti seorang kakak .Sebagai leader di band kami, sosok Doni memang kami tuakan,kebetulan umur kami semua juga dibawah Doni.

Basecamp kami pun dirumah Doni. Istri nya yang bernama Risna,sangat baik. Mereka belum memiliki anak. Jadi Risna selalu senang jika kami berkunjung. Rumah menjadi ramai katanya.

Notif WA-ku tak lama berbunyi kembali. Kali ini nama Vino tertulis di situ. Aku membelalakkan mata, memastikan bahwa aku tak salah lihat, karena nama inilah yang selalu ku tunggu -tunggu .

"Lo sakit apa? Dirawat dimana? Ada yang nemenin atau sendiri? Dari kapan sakit? " cecar Vino.

"Nanyanya kayak kereta api, Bang. Dari kemarin dah demam. Tapi tadi dah gak kuat banget. Jadi minta kang Doni anter ke IGD Rumah Sakit Santo Yusuf, deket sini. Kata dokter ,aku dehidrasi makanya diinfus. Klo baikan ya pulang. Tapi kayaknya pulang kerumah kang Doni. Soalnya klo di kost-an gak ada yang nemenin." Aku mengetik dengan cepat tuk membalas pesannya.

"Emang Doni siapanya,lo? Pacar? Gitaris lo itu,kan? " balas Vino.

Sedikit aneh pertanyaan Vino. Seperti ada kecemburuan. Tapi mungkin perasaan ku saja dan aku gak nyangka dia bakal WA. Karena gak seperti biasanya. Dia gak pernah komunikasi kalau sedang berada di Jakarta. Apa karena aku sakit?

"Laki orang,Bang.Ya kali aku jadi pelakor, hahaha...Dia kan leader band, dan udah dianggap kakak juga. Istrinya juga dah kayak kakak sendiri. Makanya dia nemenin aku juga istrinya gak cemburu.Abang kenapa? Cemburu? Cie... Cie...! " dengan senyum lemas aku membalas WA nya.

Doni yang daritadi melihatku tersenyum sambil melihat layar HP pun bertanya, "Saha? Kuat ka senyam senyum sorangan.Kabogoh atau cemceman? "

(Siapa? Sampai senyam senyum sendiri. Pacar atau gebetan?)

"Saha weh. Moal beja-beja! " (Siapa aja deh. Gak akan bilang-bilang) jawabku sambil terus tersenyum.

15 menit berlalu. Gak ada jawaban dari Vino. Sampai akhirnya HP-ku berbunyi.

"Iya gw cemburu. Boleh, kan? "

Seketika ingin pingsan rasanya. Bukan karena dehidrasi, tapi kegirangan membaca balasannya. Tapi kok bisa dia jawab begitu? Apa selama ini dia juga punya perasaan? Tapi kok sering ngilang. Duh, aku mesti jawab apa?

Bukannya selama ini aku berharap? Apa boleh? Apa ini jawaban nya? Dia suka? Atau..... Ah,Luna...Kamu jawab apa?

Kembali pikiranku bekecamuk. Tapi aku tidak bisa membalas pertanyaan Vino. Rasa mual kembali datang... Sebaiknya aku tidak banyak fikiran dulu, badanku harus sehat. Kasihan juga Doni kalau harus menjagaku di Rumah Sakit.

Tak lama rasa kantuk pun datang. Mungkin efek obat yang baru saja Suster berikan. Tak lama aku pun terlelap.

Dalam tidur ku, kembali aku memimpikan Vino. Kali ini kami berdua seperti sedang berjalan di taman yang penuh dengan bunga. Sambil menggandeng tanganku kami berbagi canda tawa. Mimpi yang indah.

-----

"Maaf ya Teh, mau cek dulu! " ucap Suster yang baru saja membuyarkan mimpi indahku.

"Iya,Sus." aku mempersilahkannya mengecek kondisiku. Tak lama masuk lah Dokter jaga.

"Kondisi nya udah bagus. Tadi saya liat hasil tes darah gak ada virus atau radang. Jadi nanti kalau infusannya dah habis,teteh udah boleh pulang ya. Nanti biar dibantu Suster! " jelas dokter.

Aku hanya mengangguk. Doni sedang pergi untuk merokok diluar. Aku bengong sendiri setelah Dokter dan Suster pergi mengecek pasien yang lain.

Aku mengambil earphone dan HP-ku.Memilih lagu dari ratusan judul di playlist ku. Kali ini, ku mulai dengan lagu "Andai Dia Tahu " dari Kahitna...

🎼🎵🎶

Bilakah dia tahu

Apa yang tlah terjadi

Semenjak hari itu

Hati ini miliknya

Mungkinkah dia jatuh hati

Seperti apa yang kurasa

Mungkinkah dia jatuh cinta

Seperti apa yang ku damba

Bilakah dia mengerti

Apa yang tlah terjadi

Hasratku tak tertahan

Tuk dapatkan dirinya

Mungkinkah dia jatuh hati

Seperti apa yang kurasa

Mungkinkah dia jatuh cinta

Seperti apa yang ku damba

Tuhan yakinkan dia

Tuk jatuh cinta

Hanya untukku

Andai dia tahu

Mungkinkah dia jatuh hati

Seperti apa yang kurasa

Mungkinkah di jatuh cinta

Seperti apa yang ku damba

Bilakah dia mengerti

Apa yang tlah terjadi

Hasratku tak tertahan

Tuk dapatkan dirinya

Mungkinkah dia jatuh hati

Seperti apa yang kurasa

Mungkinkah di jatuh cinta

Seperti apa yang ku damba

Tuhan yakinkah dia

Tuk jatuh cinta

Hanya untukku

Andai dia tahu

Andai dia tahu"

-----

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95KPV" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95KPV
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Arabella
8.3
Arabella, siswi SMA yang akrab disapa Bella, telah menutup rapat pintu hatinya dari asmara. Trauma masa lalu membuatnya bersumpah untuk tidak lagi jatuh cinta kepada lelaki mana pun. Namun, keteguhan prinsipnya diuji saat seorang pemuda datang mencoba mendekatinya dengan berani. Meski penolakan demi penolakan terus Bella berikan, kegigihan sang lelaki tidak kunjung padam. Apakah ketulusan tersebut akhirnya mampu meruntuhkan benteng pertahanan Bella?
Sampul Novel Bidan
9.7
Menjadi bidan tak pernah ada dalam rencana hidupku, apalagi profesi ini sering dianggap judes. Namun, seiring waktu, aku justru jatuh cinta pada pekerjaan ini hingga usiaku menginjak 25 tahun. Kini, Mama mendesakku mencari jodoh, bahkan sampai meminta bantuan sahabatku sendiri. Kesibukan di Puskesmas membuatku sulit bertemu pria, sampai akhirnya sosok mempesona muncul dan membuatku bertingkah konyol. Hidupku kini mulai berwarna di luar ruang persalinan.
Sampul Novel Bukan Pelayan Biasa
8.8
Dunia Amanda Felicia runtuh saat kedua orang tuanya tewas dalam kecelakaan di hari kelulusannya. Kesedihannya kian mendalam ketika Fanny, sahabat setianya, harus pergi ke luar negeri. Di tengah keterpurukan, Amanda mencoba bangkit dengan bekerja sebagai pelayan di kediaman Alexander Mattew. Namun, pria kaya itu justru kerap menyulitkan hidupnya dan sengaja membuat Amanda tidak betah. Mampukah Amanda bertahan menghadapi sikap dingin Alex demi menyambung hidupnya?
Sampul Novel Dimanja Tiga Majikan Cantik
8.2
Rafli tidak pernah menduga tugas barunya adalah menemani tiga putri majikannya yang menawan. Sebagai pelayan biasa, ia kerap dipandang sebelah mata dan direndahkan oleh mereka. Namun, situasi berbalik sepenuhnya saat identitas asli Rafli yang sebenarnya mulai terungkap ke permukaan. Mengetahui kebenaran tersebut, ketiga wanita itu justru berbalik memohon untuk menjadi pasangannya. Kisah asmara modern yang penuh intrik status sosial ini menanti untuk Anda ikuti.
Sampul Novel Istri Balas Dendam
8.7
Eleanor tewas dalam kecelakaan tragis tepat sebelum hari pernikahannya. Sang kekasih, miliarder Kieran Lancaster, diselimuti dendam terhadap putri sopir truk penyebab tragedi itu, Vivianne. Di bawah ancaman hukum bagi ayahnya, Vivianne terpaksa menikahi Kieran sebagai pengganti Eleanor. Hidupnya berubah menjadi neraka karena kebencian dan perlakuan dingin suaminya. Namun, seiring waktu, Kieran mulai goyah saat menyadari bahwa Vivianne hanyalah korban yang tidak bersalah.
Sampul Novel Istri Polos sang Milyarder
8.6
Hidup Cantika hancur saat seseorang tak bertanggung jawab membuatnya gagal membayar biaya medis ayahnya. Demi melunasi utang rumah sakit, ia terpaksa menjadi istri kedua seorang milyarder dan setuju mengandung anaknya. Namun, impian akan pernikahan indah sirna saat realita berubah menjadi penderitaan layaknya neraka. Akankah gadis polos ini tetap bertahan dalam siksaan tersebut, atau justru memilih melarikan diri dari sang suami demi kebebasannya?