Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Simpanan Ayah Mertua

Simpanan Ayah Mertua

Naya Agustin terjebak dalam dilema menyakitkan. Meski menyayangi suaminya, Kendra Darmawan, ia justru mendapatkan segalanya dari sang ayah mertua. Di sisi lain, Kendra menyimpan dendam mendalam karena menganggap ayah Naya sebagai musuh bebuyutan yang tak termaafkan. Di tengah keretakan ini, Rendi Darmawan hadir menawarkan perlindungan posesif. Naya harus menghadapi kenyataan pahit saat kasih sayang dan perlindungan justru datang dari sosok yang tak terduga.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Aku sudah menyerahkan semua uang padamu. Lalu, kemana uang itu? Kamu tahu, bukan? Hubungan kita tidak direstui ibuku, sehingga aku harus banting tulang agar bisa menikah? Agar aku bisa buktikan kepada ibuku kalau kita bisa membuat pesta pernikahan tanpa bantuan darinya?"

Seorang pria tampak mencecar dan memaki seorang gadis, di sebuah gubuk yang ada di tepi sawah. Pria yang kerap disapa Kendra itu tidak sanggup menahan emosinya, ketika mengetahui uang yang selama ini dititipkan kepada sang kekasih habis tanpa sisa. Digunakan untuk bermain judi, oleh calon mertuanya sendiri.

"Ma-maksudmu aku, Mas. Aku sungguh tidak memiliki maksud untuk menyerahkan uang itu kepada ayah. Hanya saja aku tidak sanggup menolak keinginan ayah yang ingin meminjam uang itu." Gadis bertubuh mungil itu mulai terisak. "Kalau aku tidak mau, ibu yang akan menjadi sasarannya. Aku tidak mau itu terjadi, Mas."

"Ck, benar kata ibuku. Tidak seharusnya aku menikah denganmu!" Kendra memotong perkataan gadis yang telah dipacarinya selama dua tahun belakangan ini. Sungguh ia kecewa dan sakit hati pada gadis bernama Naya Agustin tersebut.

"Mas, tolong mengerti. Aku tidak bisa menolak keinginan ayah. Aku sangat menyayangi ibu."

"Bukan begitu caranya. Kamu tidak bisa menuruti keinginan ayahmu seperti ini. Kalau sudah habis begini, bagaimana caranya kita menikah? Semua yang yang aku titipkan padamu sudah habis tak bersisa. Sekarang apa? Pakai apa kamu mau bayar wedding organizer yang telah aku booking? Dengan apa? Tubuhmu?"

Kendra menatap tajam kepada Naya, yang tampak ketakutan karena suaranya yang begitu tinggi.

"Lebih baik batal saja. Daripada harus menanggung malu. Aku sudah terlanjur mengatakan kepada semua warga kampung akan mengadakan acara pernikahan besar-besaran. Tapi nyatanya ini yang kudapat," keluh Kendra, patah semangat. Ia tidak bisa membayangkan betapa malunya jika menikah tanpa pesta, pasca satu tahun lebih merantau ke negeri orang. Hanya demi sebuah pesta pernikahan.

Sekaligus membuktikan kepada sang ibu, ia sanggup menanggung hidup Naya tanpa bantuan dari harta kedua orang tuanya.

Bahkan Kendra sudah membuat sebuah tabungan untuk membuka toko kecil-kecilan setelah menikah nanti. Tapi nyatanya apa? Naya malah memberikan seluruh uang yang di kirim kepada ayahnya untuk berjudi.

Kini Kendra pulang hanya untuk mendengar kepahitan.

Tubuh Kendra terasa lemah. Ia bersandar pada tiang gubuk yang kini mereka tempati. Tatapannya begitu nanar menatap hamparan sawah yang terbentang luas.

"Maafkan aku, Mas. Aku mohon maafkan aku. Aku akan melakukan apa saja asalkan kita tidak batal menikah. Aku sangat mencintaimu. Maafkan kebodohanku yang tidak menjaga amanat darimu." Naya melompat turun dari gubuk dan bersimpuh di hadapan Kendra.

Gadis itu benar-benar takut sekarang. Kendra tidak lagi mau menikah dengannya, setelah uang yang ada di rekening habis tanpa sisa. Naya berani bersumpah demi apapun, dua minggu yang lalu masih cukup untuk menggelar pesta pernikahan. Akan tetapi, tadi pagi sudah habis tanpa sisa, setelah ATM nya hilang beberapa hari yang lalu.

Anehnya, sang ayah tiba-tiba saja datang dan menyerahkan kartu tersebut. Dengan dalih, ditemukan di dekat kamar mandi. Padahal Naya tidak pernah mengotak-atik kalau bukan untuk mengambil uang.

Naya tidak pernah menyangka bisa menjadi seperti ini. Andai saja hari itu ia mendengarkan kata hatinya, mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi. Andai saja hari itu ia pergi ke mesin ATM untuk memeriksa saldo, tentu saja ini tidak akan pernah terjadi. Ia dan Kendra sudah pergi ke wedding organizer untuk mempersiapkan pernikahan mereka. Bukannya duduk di sebuah gubuk yang ada di tepi sawah, membicarakan pembatalan rencana pernikahan mereka.

"Tidak. Aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini. Kita cukup sampai disini." Kendra mencengkram kuat lengan Naya dan menuntunnya untuk berdiri. "Tapi, aku tidak akan melepaskan kamu begitu saja. Kamu harus tetap tanggung jawab dan mengganti uang itu!" Menyergah tepat di hadapan wajah cantik Naya.

Naya menggeleng cepat. "Aku mohon, Mas. Jangan begini, ayah sudah janji akan mengganti uang itu. Katanya dia menang judi."

"Tidak, aku tidak lagi ingin menikah denganmu. Aku tidak sudi memiliki istri pembohong dan mertua tukang judi seperti ayahmu!"

Kendra mendorong Naya, hingga terduduk di atas lantai papan gubuk. Sebelum gadis itu sempat bangkit, Kendra segera beringsut naik dan menindih tubuh mungilnya.

"Apa yang kamu lakukan, Mas?"

Naya tersentak. Ketika Kendra menyilangkan kedua tangannya di atas kepala. Tanpa belas kasih Kendra menahan kedua tangan Naya, agar tidak bisa melawan apa yang akan dilakukannya.

"Jangan banyak tanya.. Cukup diam dan nikmati saja." Kendra mengusap salah satu dada Naya, yang masih tertutupi baju kaos lengan panjang. "Aku akan mengambil bayaran atas uang yang telah dihabiskan oleh ayahmu." Meremas kuat benda bulat dan kenyal milik Naya.

Kendra yang telah dikuasai emosi, akan mengambil kegadisan Naya sebagai ganti rugi agar sakit hatinya terbalaskan. Setelah ini ia akan kembali ke Malaysia dan menghapus seluruh mimpinya untuk menikah dengan Naya.

"Ampun, Mas. Aku mohon jangan," lirih Naya. Disaat Kendra menaikan rok panjang yang ia kenakan dan melepaskan celana dalam yang dikenakannya.

Naya memberontak. Tapi tak memiliki efek apapun, karena tubuhnya yang mungil tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Kendra yang tinggi. Bahkan pergerakan Naya malah menjadi kesempatan emas bagi Kendra untuk melucuti seluruh pakaiannya.

Sehingga tubuh mungil nan putih mulus itu terpampang nyata di hadapannya. Dua gundukan kenyal yang begitu padat dengan ujung merah muda langsung menyapa. Seonggok daging yang ada diantara

dua paha Naya pun tak kalah menggiurkan. Semakin membakar hasrat Kendra untuk menikmatinya.

"Mas, jangan!?" sergah Naya, dengan nafas yang memburu. Ketika Kendra mulai mengulum salah satu ujung dadanya, seraya mengeluarkan senjatanya yang telah mengeras sempurna. Menggesekkan kepada Naya, yang masih utuh tersebut.

"Mas, aku mohon … jangan begini!!"

Naya menangis. Terisak, dan terus saja meronta di bawah kuasa Kendra. Ia benar-benar takut Kendra masuk dan merenggut kegadisannya. Terlebih lagi kini pria itu sudah berada di depan pintu. Sekali mengentak, usai sudah semuanya.

"Ma-mas …."

Naya pasrah. Ketika Kendra mulai mencoba masuk. Mendorong miliknya yang besar dan panjang masuk ke dalam liang kenikmatannya. Tubuh Naya menegang saat Kendra berkali kali gagal karena ukurannya yang sangat sempit.

Namun …,

"Apa yang kalian lakukan di gubukku?"

Sergah seorang pria paruh baya, yang tiba-tiba saja sudah berada di depan gubuk. Tubuhnya menegang melihat sepasang anak manusia yang ingin melakukan hubungan suami istri, padahal mereka berdua belum sah sama sekali.

"Pak Yatno!"

Kendra tersentak melihat pria yang kerap disapa Yatno, yang tidak lain adalah ketua pengurus masjid di kampung mereka.

"Ini tidak seperti yang Bapak lihat," sambung Kendra seraya memasang celananya dengan benar. Beruntung ia hanya menurunkan celananya hingga lutut, sehingga bisa secepat kilat bisa berkemas. Tapi tidak bagi Naya. Ia harus menebalkan muka untuk meraih roknya yang mengenakannya hingga dada.

"Kalian belum menikah. Tapi sudah melakukan ini? Tidak bisa dibiarkan!" sergah Yatno. Mengacungkan sabitnya kepada Naya dan Kendra secara bergantian.

"Ini tidak seperti yang Bapak lihat." Kendra mengangkat kedua tangannya. "Naya tidak terima saya putuskan, makanya dia goda saya dengan bertelanjang di depan saya, Pak. Siapa yang tidak tergoda? Saya rasa jika Bapak di posisi saya juga mau."

"Bohong! Dia ingin perkosa saya, Pak. Sebagai balasan atas kelakuan ayah saya yang menggunakan tabungannya untuk main judi." Naya membela diri.

"Ck, jangan lagi berbohong kamu. Lihat, tubuhmu polos. Aku tidak!"

Kendra tidak mau kalah.

"Itu karena kamu yang memaksa. Lihat, ada luka lebam di tubuhku!" memperlihatkan tangannya yang biru karena cengkraman Kendra.

"Tidak peduli siapa yang salah, yang jelas kalian harus dinikahkan saat ini juga!"

Yatno mengambil keputusan. Dengan ancaman sabit di tangannya, pria paruh baya itu menggiring Kendra dan Naya keluar dari area sawah menuju ke balai desa. Mereka akan dipaksa menikah saat ini juga.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BERKAH SECANTING BERAS
9.6
Mira merupakan sosok ibu rumah tangga yang memiliki hati sangat mulia meski hidup dalam kondisi ekonomi serba terbatas. Di tengah himpitan kesulitan tersebut, ia tetap tulus mengulurkan tangan bagi sesama, terutama kepada Abah Karjo, seorang pria tua yang kini hidup sendirian. Akankah keikhlasan Mira mampu membantunya melewati berbagai rintangan hidup yang menghadang? Simak perjuangan penuh kasih dan keteguhan hati Mira dalam menghadapi lika-liku takdirnya.
Sampul Novel Ikatan Yang Ditakdirkan
9.6
Zayyad, CEO muda penderita gynophobia, terpaksa menikah demi menepis rumor miring. Di sisi lain, Alina yang misandris merelakan prinsipnya demi sang nenek. Pertemuan antara rasa takut dan benci ini membawa mereka ke dalam ikatan pernikahan yang kontradiktif. Zayyad mendambakan keluarga normal selamanya, sementara Alina justru merencanakan perceraian setelah tugasnya usai. Akankah takdir menyatukan hati mereka atau justru berakhir tragis sesuai rencana awal Alina?
Sampul Novel Istri Cacat CEO
9.6
Christian Oliver adalah CEO sukses yang tampak memiliki segalanya, namun hidupnya terkekang oleh aturan sang ayah. Di usia 29 tahun, ia dilarang menjalin kasih karena statusnya yang sudah terikat pernikahan sejak remaja dengan Olivia, putri sahabat ayahnya. Meski telah bertahun-tahun mencari, Christian tak kunjung menemukan keberadaan istrinya itu. Ironisnya, tanpa ia sadari sedikit pun, sosok Olivia sebenarnya selalu berada sangat dekat di sisinya selama ini.
Sampul Novel Jodoh Tak Akan Tertukar
8.5
Enam tahun menjalin kasih, Aldi dan Sella terpaksa merahasiakan hubungan mereka dari Bu Indri yang mementingkan status sosial. Demi menghindari risiko penyakit jantung ibunya, Aldi akhirnya menikahi Sella secara siri tanpa restu. Namun, konflik memuncak saat Bu Indri menjodohkan Aldi dengan Lisa. Terjebak tipu muslihat Lisa, Aldi terpaksa menikah lagi. Kini, Sella harus menghadapi kenyataan pahit sebagai istri siri yang terabaikan di tengah kemelut rumah tangga ini.
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Hubungan asmara Raka kini berada di ambang kehancuran akibat kehadiran Nadia. Sebagai kekasih, Raka merasa diabaikan karena Cherry selalu memprioritaskan sahabatnya yang berkacamata tebal itu. Amarahnya meledak saat ia menyadari posisinya hanya menjadi yang kedua bagi Cherry. Namun, kecemburuan buta ini justru membawa Raka menuju sebuah titik balik yang tak terduga dalam hidupnya. Akankah perasaan mereka bertahan saat prioritas Cherry terbagi?
Sampul Novel Madu Cinta Sang Ceo
8.9
Raja Adiwijaya, CEO dingin, terpaksa menikahi Putri Cantika yang culun demi melunasi utang nyawa pada mendiang ayah gadis itu. Saat benih cinta mulai tumbuh, Tiara sang cinta pertama muncul kembali. Terbuai masa lalu, Raja nekat ingin menjadikan Tiara istri kedua meski Putri menolak keras. Terjepit antara janji setia dan obsesi lama, Raja menuntut Putri tetap bertahan di sisinya. Akankah Putri menerima kehadiran madu dalam rumah tangga mereka demi janji tersebut?