Sampul Novel Bayangan Pengantin yang Terlupakan

Bayangan Pengantin yang Terlupakan

9.0 / 10.0
Dalam novel romantis miliarder Bayangan Pengantin yang Terlupakan, seorang wanita dikhianati tiga kali oleh Ronan Leach, CEO Grup Leach. Meski berjanji setia, Ronan justru menikahi wanita lain. Baca novel online gratis ini untuk mengungkap perjuangannya melepaskan diri dari cinta yang beracun.
Ringkasan Bayangan Pengantin yang Terlupakan
Menjadi kekasih Ronan Leach, CEO kaya Grup Leach, selama lima tahun ternyata membawa luka mendalam. Meski mengaku cinta, Ronan justru diam-diam menikahi janda sahabatnya dan meresmikan wanita itu sebagai Nyonya Besar Keluarga Leach di depan publik. Setelah berkali-kali memaafkan pengkhianatan Ronan—termasuk saat pria itu menghamili istrinya—sang protagonis akhirnya memilih pergi selamanya. Dia melangkah pergi membawa rahasia kehamilan dirinya sendiri, meninggalkan Ronan yang terlambat menyesali hilangnya sang kekasih dan calon pewaris tunggalnya.
Baca Selengkapnya

Bayangan Pengantin yang Terlupakan Bab 1

Ronan Leach adalah CEO Grup Leach, menempati peringkat ketiga dalam daftar Forbis.

Aku dan dia saling mencintai selama lima tahun dan tinggal bersama selama tiga tahun. Ronan berkata mencintaiku sampai rela mengorbankan nyawanya, tetapi dia tidak pernah memberiku status sebagai istrinya.

Selama tiga tahun hidup bersama, Ronan telah mengkhianatiku tiga kali, dan tiga kali mendorongku ke dalam neraka.

Pertama, Ronan diam-diam menikahi janda sahabatnya tanpa sepengetahuanku, lalu berlutut di hadapanku sambil menangis dan memohon agar aku percaya, bahwa itu hanyalah bentuk perlindungan.

Kedua, di hadapan sorotan media dan ribuan pasang mata, Ronan menggandeng tangan wanita itu dan mengumumkannya sebagai Nyonya Grup Leach, Nyonya Besar Keluarga Leach. Namun, di belakang panggung, Ronan menggenggam tanganku erat-erat dan bersumpah pelan, begitu semua berakhir, dia akan segera menikahiku.

Ketiga, Ronan bermesraan dengannya semalaman hingga membuat wanita itu hamil. Aku baru tahu kenyataannya ketika melihat mereka datang ke rumah sakit untuk pemeriksaan kandungan

Atas nama cinta, segalanya berubah menjadi pisau paling tajam.

Aku berkali-kali memaafkannya, tetapi Ronan berkali-kali mengkhianatiku.

Akhirnya, aku berbalik pergi, membawa alat uji kehamilan yang menunjukkan hasil positif di dalam saku. Anak yang paling dinantikannya.

Saat itu, barulah Ronan berlutut dalam penyesalan dan keputusasaan, berteriak sekuat tenaga memanggil namaku...

Kali ini, yang hilang darinya bukan hanya aku, tetapi juga pewaris yang tidak pernah diketahuinya!

Di depan pintu poli kandungan rumah sakit, aku menggenggam erat alat uji kehamilan yang menunjukkan hasil positif di dalam saku. Aku melihat suamiku menemani wanita lain melakukan pemeriksaan kandungan. Aku ingin meminta penjelasan darinya, tetapi Sophie Gray tiba-tiba menjerit sambil memegangi perutnya.

"Ronan, perutku sakit sekali!"

Ronan refleks mendorongku ke samping, lalu berbalik dan memeluk wanita itu.

Aku terdorong hingga terhuyung dan membentur dinding. Rasa sakit menusuk dari punggungku, mataku pun langsung memanas.

Namun, Ronan hanya mengkhawatirkan keadaan Sophie.

"Ada apa? Perutmu sakit? Aku akan segera membawamu ke dokter."

Ronan menggendong Sophie dengan cemas. Saat melewatiku, dia seakan baru teringat aku masih berdiri di sana dan buru-buru menjelaskan.

"Mollie, Sophie lagi nggak enak badan. Aku harus segera membawanya menemui dokter. Kamu pulang sendiri dulu, ya?"

Aku hanya menatapnya, tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Aku mengangguk pelan dan diam-diam menyingkir memberi jalan.

Ronan menggendong Sophie dan berjalan melewatiku tanpa sedikit pun keraguan.

Aku berdiri sendirian di lorong dan bersandar pada dinding. Menatap punggung mereka yang perlahan menjauh, air mataku pun mengalir deras.

Rasa sakit di punggung menembus tulang, tetapi tidak sebanding dengan perih di hati.

Aku menghapus air mataku, lalu tersenyum getir.

Hari ini, aku datang ke rumah sakit untuk memastikan kabar kehamilanku, lalu memberitahunya.

Namun, kini, aku tidak ingin mengatakannya lagi.

Ini adalah pengkhianatannya yang ketiga, sekaligus yang terakhir. Aku tidak ingin lagi mendengar alasannya, apalagi memberinya maaf.

Aku keluar dari rumah sakit dan naik ke mobil yang dikirim Keluarga Leach untuk menjemputku. Setelah menutup pintu, aku bersandar di jok belakang, menatap pintu utama rumah sakit dengan hati yang membeku.

Sopir bertanya hendak ke mana. Aku terdiam sejenak, lalu menjawab dengan suara dingin.

"Jangan kembali ke vila. Antar aku ke kantor imigrasi."

Setibanya di sana, aku masuk sendirian untuk mengurus paspor serta permohonan visa ke Negara A.

Visa baru bisa diterima dalam tujuh hari. Setelah keluar dari gedung, aku kembali naik ke mobil, menatap pemandangan yang bergerak di luar jendela dengan hati yang tenang.

Tujuh hari lagi, setelah visa keluar, aku akan memutus semua hubungan dengan Ronan.

Saat kembali ke Vila Keluarga Leach, aku masuk ke kamar tidur, menutup pintu, dan mulai berkemas.

Hadiah pemberian Ronan begitu banyak dan hampir memenuhi seluruh ruangan ini.

Mulai dari kalung dan perhiasan yang elegan, hingga tas dan boneka edisi terbatas dunia.

Semuanya kukeluarkan dari lemari dan kutaruh di atas tempat tidur, lalu kusatukan dalam sebuah kotak kardus besar.

Saat membereskan meja di samping tempat tidur, gerakanku terhenti.

Di dalam laci tersimpan foto-fotoku bersama Ronan, juga kerajinan tangan yang kami buat bersama, serta patung tanah liat yang kami bentuk berdua.

Itu semua adalah kenangan ketika kami saling mencintai, kenangan paling berharga yang pernah ada.

Namun, saat ini, aku bahkan tidak berani lagi menatapnya.

Dengan menahan air mata, aku mengeluarkan foto dari bingkainya, merobeknya menjadi serpihan kecil, lalu membuangnya ke tempat sampah. Patung tanah liat itu pun juga kumasukkan kembali ke dalam kotak. Semua barang kukumpulkan ke dalam kardus.

Baru saja selesai menutup kotak, terdengar suara dari lantai bawah.

Aku berjalan ke arah tangga dan melihat para pelayan memindahkan kotak besar maupun kecil ke ruang tamu, yang di dalamnya penuh dengan perhiasan.

Sophie duduk di sofa dan berpura-pura menolak.

"Ronan, mengapa kamu membelikanku begitu banyak barang? Aku nggak mungkin memakainya semua."

Ronan mengusap rambutnya dengan penuh kasih, lalu berkata lembut.

"Aku nggak kekurangan uang. Selama kamu menyukainya, sebanyak apa pun akan kubelikan."

Setelah mengatakannya, Ronan mendongak dan kebetulan melihatku berdiri di lantai dua.

Dia sempat tertegun, lalu refleks melepaskan Sophie dan buru-buru memberi penjelasan.

"Mollie, kamu sudah pulang. Sophie hari ini merasa kurang sehat, jadi aku menemaninya pulang. Jangan salah paham."

Aku memandangnya dengan tenang, tanpa berkata sepatah kata pun.

Wajahnya tampak panik, dia menambahkan lagi.

"Beberapa hari lagi ada lelang di Christie’s. Saat itu, aku akan mengajakmu ke sana. Kudengar ada kalung safir. Bukankah kamu paling menyukai perhiasan safir?"

Sophie bersandar dalam pelukan Ronan dengan lemah, lalu menguap sambil berkata.

"Ronan aku agak mengantuk, mungkin karena sedikit pusing setelah perjalanan tadi."

Ronan langsung terlihat cemas, dia dengan hati-hati menopang Sophie dan berkata dengan khawatir.

"Kalau begitu, sebaiknya kamu istirahat. Ayo, kupapah ke kamar."

Setelah mengatakannya, Ronan memapah Sophie menuju kamar tidur.

Aku menatap mereka dan hatiku kembali sakit.

Kamar pengantin itu kupilih bersama Ronan, bahkan tata ruang dan dekorasinya dibuat mengikuti seleraku.

Namun kini, kamar itu justru dihuni oleh wanita lain.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Bayangan Pengantin yang Terlupakan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4 Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Bukan Seorang Pengganti
7.9
Dira hancur saat dokter memberikan vonis medis yang mengerikan. Tanpa dukungan di masa kritis, ia menyadari suaminya selama ini hanya menganggap dirinya sebagai sosok pengganti yang tak berharga. Di tengah penderitaan fisik dan batin, Dira harus mengambil keputusan besar terkait hidupnya. Mampukah ketulusan cinta yang ia berikan selama ini membuka mata sang suami, ataukah ia akan tetap dipandang sebelah mata sebagai bayangan orang lain selamanya?
Sampul Novel Cintya Persusuan  Di Balik Tahta
8.7
Sebagai selir yang paling dimanja karena keunikan tubuhnya, Rona terjebak dalam takdir rumit di istana. Keistimewaan fisiknya membuat Kaisar dan Pangeran Surowi terobsesi hingga melahirkan ide gila untuk berbagi dirinya. Saat Pangeran Surowi menawarkan status demi pengabdiannya, Rona yang sadar akan posisinya sebagai budak biasa mencoba menolak demi mempertahankan harga diri. Di bawah tatapan penuh kuasa sang Kaisar, ia harus menghadapi intrik perebutan takhta dan romansa fantasi yang berbahaya.
Sampul Novel DESTINY
9.5
Zeline Zakeisha sering dikhianati karena kondisi genophobia miliknya. Demi kesembuhannya, sahabat Zeline mendaftarkannya ke situs kencan internasional. Di sana, ia terhubung dengan Ricardo Fello Daniello, triliuner asal New York yang muak dengan wanita pemburu harta. Meski terpisah jarak Indonesia-New York, kepribadian Zeline yang unik justru memikat Ricardo. Kini, mereka harus berjuang melawan trauma dan jarak demi membuktikan apakah takdir akan menyatukan cinta mereka.
Sampul Novel Hot Love - George & Regina
9.8
George, agen CIA, dan Regina dari KGB, gagal menjalankan misi pembunuhan presiden lawan karena terlalu asyik bercinta hingga kesiangan. Kini, apartemen mereka dihujani tembakan helikopter Apache. Diburu oleh organisasi masing-masing dan tentara bayaran, sepasang kekasih ini harus melarikan diri demi nyawa mereka. Di tengah pelarian maut yang menegangkan, gairah panas tetap membara di antara keduanya. Mampukah mereka bertahan dari pengepungan global ini?
Sampul Novel Melepas dengan Ikhlas
8.0
Hidup Mutia hancur akibat keserakahan mantan ibu mertuanya yang terus melontarkan hinaan dan fitnah keji. Penderitaannya kian memuncak saat sang suami justru enggan memihak padanya. Muak dengan segala ketidakadilan tersebut, Mutia memutuskan pergi membawa luka mendalam. Ia bersumpah tak akan pernah sudi kembali setelah kakinya melangkah keluar. Akankah Mutia menemukan kebahagiaan baru? Simak perjalanan emosionalnya dalam menghadapi pengkhianatan ini.
Sampul Novel Terjebak Gairah Terlarang
8.4
Julian, siswa SMA pecinta basket, menyimpan hasrat pada Tante Namira, pemilik rental PS. Sebuah permintaan pijat sederhana berubah jadi pertemuan intim yang meruntuhkan norma. Pengalaman itu memicu dahaga Julian akan sensasi terlarang dengan wanita-wanita dewasa lainnya, mulai dari dominasi di kelas hingga kehangatan perawat. Di tengah pusaran gairah dan rasa bersalah, ia terus menguji batas moral. Akankah pilihan berisiko ini membakar dirinya atau mengungkap rahasia yang lebih dalam?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan