Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Simpanan Ayah Mertua

Simpanan Ayah Mertua

Naya Agustin terjebak dalam dilema menyakitkan. Meski menyayangi suaminya, Kendra Darmawan, ia justru mendapatkan segalanya dari sang ayah mertua. Di sisi lain, Kendra menyimpan dendam mendalam karena menganggap ayah Naya sebagai musuh bebuyutan yang tak termaafkan. Di tengah keretakan ini, Rendi Darmawan hadir menawarkan perlindungan posesif. Naya harus menghadapi kenyataan pahit saat kasih sayang dan perlindungan justru datang dari sosok yang tak terduga.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Apa Ibu bilang? Wanita ini tidak layak untukmu." Seorang wanita paruh baya menunjuk Naya yang duduk, menunduk di hadapannya. Seakan seperti seorang tersangka, Naya di kelilingi oleh keluarga besar Kendra.

"Aku pikir dia layak diperjuangkan. Tapi nyatanya dia pula yang membuatku ke kecewa." Kendra melemparkan kopiah yang bertengger di atas kepalanya. "Sekarang terserah Ibu. Ingin menjadikan dia pembantu atau sejenisnya. Aku tidak peduli!" Melangkah pergi meninggalkan Naya seorang diri.

Pria bertubuh tinggi tegap itu mengabaikan Naya yang tadi sore baru dinikahi. Tepatnya setelah tertangkap basah oleh Yanto di gubuk. Mau atau tidak, demi menghindari pengusiran Kendra menikahi Naya.

Dan kini di sinilah Naya berada. Di depan keluarga besar Kendra yang menatap jijik kepadanya. Terutama Herni, ibu kandung Kendra yang tidak pernah sekalipun merestui hubungan mereka berdua.

"Kalau memang semuanya diserahkan kepada Ibu, Ibu ingin kamu menerima perjodohan dengan Aira. Minggu depan kalian harus menikah dan Ibu akan mengadakan pesta pernikahan tujuh hari tujuh malam sebagai kado pernikahan untuk kalian. Bagaimana?" tawar Herni.

Kendra yang ingin melangkahkan kaki menuju kamar, terdiam. Menoleh kepada sang Ibu yang kini tersenyum padanya.

"Atur saja, Bu. Aku sudah tidak peduli lagi dengan hidupku."

Brakk!!

Suara pintu tertutup pun terdengar nyaring dan memekakkan telinga. Sebagai pelampiasan sakit hati Kendra kepada Naya yang telah membohongi dirinya.

Jauh di dalam lubuk hatinya Kendra masih mencintai Naya, hanya saja amarah masih menguasai sehingga laki-laki itu tidak sanggup membedakan mana yang baik dan buruk.

"Kau dengar, Naya. Anakku sudah menyerahkan hidupmu padaku. Sekarang semuanya aku yang mengatur dan kau tidak boleh menolak!" Herni bangkit. "Sekarang kau bawa semua barang-barangmu ke belakang. Di dekat kamar mandi, itu kamarmu. Jangan coba-coba, menginjak ruang tamu atau ruangan lain tanpa seizinku karena tempatmu hanya dapur dan kamar mandi. Mengerti,?!"

Naya yang sudah pasrah dengan hidupnya hanya mengangguk. Bangkit dari lantai karena diseret oleh Herni menuju ke belakang.

"Disini kau tidur dan tinggal. Ingat apa yang aku katakan dan jangan membantah!"

Setelah memastikan Naya masuk ke dalam gudang yang selalu selama ini digunakan sang suami untuk menyimpan beberapa stok toko, Herni melangkah pergi. Waktunya ia mengurus pernikahan Kendra dengan wanita pilihannya.

***

"Maaf, saya pikir tidak ada orang!" Rendi, ayah dari Kendra, ingin meletakkan beberapa set laptop di gudang miliknya, tiba-tiba saja terkejut ketika membuka pintu gudang. Bertepatan dengan Naya yang sedang membuka kebayanya.

"Ma-maaf, Pak. Aku … aku tidak tahu kalau,"

"Cepat kenakan pakaianmu. Saya ingin meletakkan beberapa laptop di sini." Rendi segera menutup pintu gudang. Agar Naya bisa sesegera mungkin mengenakan pakaiannya dengan baik. Rasanya tidak enak saat ia tidak sengaja melihat tubuh mungil nan ramping Naya, yang nyaris saja polos. Beruntung masih ada bra dan celana dalam yang menutupinya.

Dengan tangan bergetar Naya meraih daster bergambar hello Kitty yang tidak jauh dari jangkauannya. Mengenakan dengan cepat sebelum beranjak dan membuka pintu.

"Sudah, Pak," ucapnya gugup. Berusaha keras membuang rasa malunya untuk menatap Rendi, yang kini berada tepat di hadapannya.

"Kamu bantu Bapak angkat ini ke dalam. Tata di dekat loudspeaker yang kecil, ya," ungkap Rendi seraya menunjuk lima buah laptop yang masih terbungkus box.

Sama dengan Naya. Pria berusia empat puluh lima tahun itu berusaha setenang mungkin agar Naya tidak melihat betapa dirinya gugup dan salah tingkah.

"Siapa yang memintamu untuk tinggal disini?"

Kedua alis Rendi bertaut. Ketika melihat gudang penyimpanannya sudah ditempati Naya. Itu terlihat dari sudut ruangan, yang sudah ada sebuah kasur santai terbentang di sana. Sebuah selimut tipis dan bantal. Satu dus pakaian yang diyakini milik Naya.

"Istriku?" Rendi menoleh kepada Naya, yang sedang membantunya mengangkat laptop.

Naya mengangguk.

"Jadi kamu dan Kendra beneran sudah menikah?"

Lagi-lagi Naya mengangguk. Tapi tidak berani menatap Rendi.

"Semoga kamu betah disini. Kalau ada ucapan ibu yang tidak pada tempatnya, kamu jangan ambil pusing. Tetaplah baik, agar dia tahu selama ini telah salah mengenalmu." Tidak tahu dorongan dari mana, Rendi tiba-tiba saja memiliki keberanian untuk menyentuh dan mengusap pucuk kepala Naya.

Wajah Naya terangkat.

"Bapak ke depan dulu. Mau ganti pakaian, gerah."

Rendi menarik sudut bibirnya. Sebelum berpamitan kepada Naya yang tidak mengerti harus melakukan apa atas sikap manis Rendi padanya.

***

"Lah, di belakang ada Naya. Katanya dia dan Kendra sudah menikah. Lalu ini apa, Bu?"

Belum hilang keterkejutan Rendi dengan keberadaan Naya, kini ia sudah dikejutkan dengan kedatangan satu mobil pick up pengangkut tenda untuk pelaminan.

"Oh, aku tahu. Akhirnya kamu mau merestui hubungan Naya dan Kendra. Makanya kamu pesan pelaminan? Wah, pelaminan mahal pula." Rendi berdecak kagum. Melihat merek pelaminan yang tertera di sana. Pelaminan yang paling mahal di kampung mereka.

"Bukan, enak saja ini semua untuk Naya setelah apa yang dia lakukan kepada Kendra." Cibir Herni, seraya melengos masuk ke dalam kamar.

"Kalau bukan untuk mereka, lalu untuk siapa?" Rendi menyusul Herni ke kamar.

"Untuk pernikahan Kendra lah, Yah. Tapi bukan bersama Naya, melainkan Aira. Anak juragan beras dari desa tetangga."

"Apa?" Rendi terperanjat. "Kamu sudah gila? Kasihan anak orang. Baru tadi menikah secara sembunyi-sembunyi, kini malah kamu suruh Kendra menikah lagi! Keterlaluan kamu!"

"Terserah aku, Yah. Mau menikahkan Kendra lagi atau bagaimana? Yang jelas aku ingin Kendra memiliki istri yang sepadan dengannya. Bukan seperti Naya, sudah miskin tidak tahu diri pula. Dan untuk Ayah, aku tidak ingin Ayah mengacau. Atau ini." Meremas Rendi tepat di pangkal pahanya. "Ibu tidak akan berikan dia servis apapun lagi. Ayah mau?"

Rendi terdiam. Herni yang tahu kelemahannya, tentu saja membuat ia tak mampu melawan. Tidak dapat jatah dari Herni, itu sama saja membunuhnya secara perlahan. Sekarang saja ia ingin menindih Herni dan menghujam hingga Herni tidak mampu bernafas. Tidak tahu kenapa, sejak menikah Rendi tidak bisa menemukan kepuasan dalam urusan ranjang.

Meski ia dan Herni melakukannya setiap hari, tanpa ada jeda kecuali Herni datang bulan. Tapi rasanya Rendi tidak bisa mencapai titik pelepasan yang sempurna.

"Sudah, Yah?" tanya Herni, ketika merasakan miliknya hangat karena semburan Rendi.

Rendi hanya mengangguk. Merapikan kembali celana bahan yang ia kenakan dan menutupi bokong Herni yang tengah menungging dengan dasternya. "Sudah, Bu. Tapi rasanya kok belum puas, ya. Baru dua kali tusukan sudah lepas," keluhnya. Mendudukkan diri di tepi ranjang.

"Itu karena Ayah lemah. Baru bersentuhan saja sudah hidup. Baru dua kali sentak sudah lepas. Ih, Ibu saja belum puas. Kalau gini terus, Ibu mau cari brondong saja untuk memuaskan Ibu." Herni mengomel seraya merapikan daster yang ia kenakan dan keluar begitu saja dari kamar. Ia ingin memeriksa keadaan di luar agar pelaminan bisa terpasang dengan baik. .

Tanpa disadari Herni, Rendi duduk tertegun di tepi ranjang. Menghela nafas berat dan merutuki dirinya yang lemah. Selalu saja begitu, setiap kali selesai berhubungan dengan Herni. Rasanya yang hampa dan hanya licin hangat semata, membuat Rendi tak pernah menemukan nikmatnya percintaan mereka.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BERKAH SECANTING BERAS
9.6
Mira merupakan sosok ibu rumah tangga yang memiliki hati sangat mulia meski hidup dalam kondisi ekonomi serba terbatas. Di tengah himpitan kesulitan tersebut, ia tetap tulus mengulurkan tangan bagi sesama, terutama kepada Abah Karjo, seorang pria tua yang kini hidup sendirian. Akankah keikhlasan Mira mampu membantunya melewati berbagai rintangan hidup yang menghadang? Simak perjuangan penuh kasih dan keteguhan hati Mira dalam menghadapi lika-liku takdirnya.
Sampul Novel Ikatan Yang Ditakdirkan
9.6
Zayyad, CEO muda penderita gynophobia, terpaksa menikah demi menepis rumor miring. Di sisi lain, Alina yang misandris merelakan prinsipnya demi sang nenek. Pertemuan antara rasa takut dan benci ini membawa mereka ke dalam ikatan pernikahan yang kontradiktif. Zayyad mendambakan keluarga normal selamanya, sementara Alina justru merencanakan perceraian setelah tugasnya usai. Akankah takdir menyatukan hati mereka atau justru berakhir tragis sesuai rencana awal Alina?
Sampul Novel Istri Cacat CEO
9.6
Christian Oliver adalah CEO sukses yang tampak memiliki segalanya, namun hidupnya terkekang oleh aturan sang ayah. Di usia 29 tahun, ia dilarang menjalin kasih karena statusnya yang sudah terikat pernikahan sejak remaja dengan Olivia, putri sahabat ayahnya. Meski telah bertahun-tahun mencari, Christian tak kunjung menemukan keberadaan istrinya itu. Ironisnya, tanpa ia sadari sedikit pun, sosok Olivia sebenarnya selalu berada sangat dekat di sisinya selama ini.
Sampul Novel Jodoh Tak Akan Tertukar
8.5
Enam tahun menjalin kasih, Aldi dan Sella terpaksa merahasiakan hubungan mereka dari Bu Indri yang mementingkan status sosial. Demi menghindari risiko penyakit jantung ibunya, Aldi akhirnya menikahi Sella secara siri tanpa restu. Namun, konflik memuncak saat Bu Indri menjodohkan Aldi dengan Lisa. Terjebak tipu muslihat Lisa, Aldi terpaksa menikah lagi. Kini, Sella harus menghadapi kenyataan pahit sebagai istri siri yang terabaikan di tengah kemelut rumah tangga ini.
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Hubungan asmara Raka kini berada di ambang kehancuran akibat kehadiran Nadia. Sebagai kekasih, Raka merasa diabaikan karena Cherry selalu memprioritaskan sahabatnya yang berkacamata tebal itu. Amarahnya meledak saat ia menyadari posisinya hanya menjadi yang kedua bagi Cherry. Namun, kecemburuan buta ini justru membawa Raka menuju sebuah titik balik yang tak terduga dalam hidupnya. Akankah perasaan mereka bertahan saat prioritas Cherry terbagi?
Sampul Novel Madu Cinta Sang Ceo
8.9
Raja Adiwijaya, CEO dingin, terpaksa menikahi Putri Cantika yang culun demi melunasi utang nyawa pada mendiang ayah gadis itu. Saat benih cinta mulai tumbuh, Tiara sang cinta pertama muncul kembali. Terbuai masa lalu, Raja nekat ingin menjadikan Tiara istri kedua meski Putri menolak keras. Terjepit antara janji setia dan obsesi lama, Raja menuntut Putri tetap bertahan di sisinya. Akankah Putri menerima kehadiran madu dalam rumah tangga mereka demi janji tersebut?