
Sienna's story
Bab 2
Sienna dan teman-temannya kembali melanjutkan langkah mereka menuju kelas, Sienna termasuk mahasiswi primadona di kampus, sifatnya yang humble membuatnya mudah bergaul.
Tapi tak banyak juga yang terkadang hanya memandang Sienna sebagai wanita malam karena pekerjaan nya sebagai seorang DJ ,hal seperti itu sudah tidak masalah bagi Sienna, karena ketika dia memutuskan untuk menjadi seorang DJ, Sienna sudah tahu apa yang akan dilalui kedepannya dan dia sudah siap dengan apapun itu, termasuk cemoohan dari orang orang yang hanya menilainya dari luar
Sepanjang jalan menuju kelas banyak mahasiswa yang menyapanya dan teman teman Sienna, Sienna bukan orang yang sombong, dan itu menjadi pint plus di mata kaum hawa. Selain cantik, namun Sienna juga memiliki sifat yang humble dan juga baik.
"Gak kerasa, ketemu lagi sama malam Minggu," ucap Clarissa dengan penuh semangat.
"Lo mainkan nanti malam?" tanya Natasha pada Sienna.
"Main dong," Sienna memang selalu mengambil job di malam minggu, karena biasanya, mala itu pengunjung akan semakin banyak.
"Sie nanti malam gue nginep ya," pinta Felly.
"Okee," jawab Sienna, dia tahu pasti Felly sendirian di rumah, karena memang Felly tipikal orang yang paling tidak bisa merasa sendirian.
"Bokap nyokap lo pergi dinas lagi?" tanya Clarissa kepada Felly, memang sudah bukan hal biasa kalau orangtua Felly serang bepergian luar kota.
"Iya nih," jawab Felly seraya menghembuskan napas lelah, Sienna akui memang keluarga teman temannya termasuk keluarga yang harmonis tapi untuk masalah memberikan waktu luang untuk anak anaknya mereka tidak bisa , contohnya Felly dalam sebulan bisa dihitung berapa kali dia bertemu kedua orang tuanya, sedangkan Clarissa memang tinggal terpisah dengan orang tuanya. Orang tua Clarissa tinggal di Kanada mengurus bisnis mereka di sana sedangkan Natasha tak jauh beda dengan Felly yang orang tuanya sering bolak balik luar Negri atau luar kota, meskipun begitu mereka masih tahu batasan, pergi ke Klub malam,minum alkohol hanya sebatas itu mereka tidak pernah melakukan one night stand bagi mereka menjaga kehormatan harga mati
Apalagi dengan adanya sahabat laki laki mereka Nando, Angkasa dan Excel, ketiga laki laki itu selalu siaga menjaga sahabat wanita mereka ,tidak ada rasa antara mereka hanya rasa tanggung jawab sebagai laki laki untuk menjaga sahabat wanitanya.
Kelas sudah selesai, Sienna dan sahabatnya kini tengah duduk di kantin kampus ,tapi Angkasa dan Excel belum datang mungkin sebentar lagi.
"Gue denger Kayla ganggu kalian lagi?" tanya Nando memastikan. Jangan heran kenapa Nando sudah berada di sana, karena dia mengambil jurusan hukum.
"Ya biasalah nenek lampir satu itu," ucap Sienna dengan acuh.
"Kalian mau pesan apa?" tanya Felly kali ini jatah dia memesan makanan,m ereka pun menyebutkan makanan yang ingin mereka pesan satu persatu.
"Angkasa sama Excel gimana?" tanya Clarissa bingung.
"Udah gue WhatsApp kok," jawab Natasha.
"Oh oke," ucap Clarissa.
Tak lama Angkasa dan Excel datang.
"Hai yo Angkasa, aku nya ada rasa kamu nya biasa aja," ucap Nando meledek Angkasa, sedangkan yang diledek hanya memutar bola matanya malas.
"Ini Angkasa, papah nya anak anak," ucap Excel ikut menimpali.
"Sialan loe semua," ucap Angkasa ,tapi hanya dibalas kekehan dari sahabat nya.
"Lama banget loe," ucap Sienna.
"Biasa dihadang fans fanatik tadi dia," ucap Excel sambil menunjuk Angkasa, seolah tengah mengadu.
"Kayla?" tanya Felly yang tiba tiba datang membawa nampan dibantu oleh ibu kantin juga.
"Makasih Bu," ucap Nando mewakilkan.
"Sama sama mas Nando," ucap ibu kantin dengan ramah.
"Iya tadi nangis nangis dia, ngadu katanya habis di-bully loe semua," ucap Excel menunjuk semua sahabat wanitanya.
"Dasar ratu drama dia yang mulai duluan kok," ucap Sienna dengan ketus. Memang begitulah Kayla, selalu memutar balikkan fakta.
"Lo beneran gak ada rasa ke dia?" Nando memajukan tubuhnya dan berkata dengan serius pada Angkasa.
"Ya enggak lah, gue udah suka cewek lain," sontak saja, jawaban Angkasa membuat ke enam temannya menatap Angkasa dengan mimic muka yang begitu serius.
"Siapa?" tanya Sienna dengan begitu penasaran, dan Angkasa juga nampak berkipir.
"Kepo" ucap Angkasa sambil menampol pipi Sienna karena mereka duduk bersebelahan.
"Setan lo" maki Sienna kesal, dia sudah menunggu jawaban Angkasa, namun jawaban Angkasa malah diluar ekspetasi.
"Ck udah makan-makan," tegur Felly melerai.
.
.
Malam semakin larut tapi suatu tempat malah semakin ramai, cahaya kelap kelip remang remang, suara musik yang memekakkan telinga, dan bau minuman beralkohol yang menyengat menjadi hal lumrah di sana. Sienna sendiri kini tengah melakukan pekerjaannya sekarang, memainkan music yang membuat mereka semakin terbawa suasana.
Meskipun DJ tapi Sienna tidak pernah memakai dress ketat atau yang memperlihatkan lekuk tubuhnya dia memiliki fashion sendiri, seperti saat ini dia mengenakan kaos oblong berwarna putih bertuliskan DJ Siee dengan bawahan hotpants. Semua teman teman sienna ikut menikmati musik di lantai dansa sambil meliukkan tubuhnya, berbaur dengan yang lainnya, Sienna semakin bersemangat ketika semua menikmati musik yang dimainkan, Sienna juga ikut melompat kecil bersama pengunjung lain pula.
Tak terasa sudah jam 2 pagi Sienna dan teman temannya memutuskan pulang, Sienna pulang bersama Felly karena dia akan menginap di apartemen Sienna, mereka berjalan melangkah menuju mobil, kini Sienna memakai jaket panjangnya yang sebatas lutut.
"Sie besok loe ada acara?" tanya Felly.
"Ada, gue mau kerumah nyokap sama bokap," jawab Sienna.
"Seminggu sekali banget lo kesana?" tanya Felly penasaran.
"Kalo gue gak kesana,nanti mereka yang dateng ke apartement, ribet urusannya,” kesal Sienna jika mengingat hal itu.
"Istri Bokap lo udah lahiran?" tanya Felly lagi, pasalnya Nita yang tak lain istri Fahmi memang tengah mengandung.
"Belum, kayaknya baru 8 bulan deh," ucap Sienna sembari mengingat.
"Di pikir kita ini sama sama kurang kasih sayang ya Sie," ucap Felly sambil menatap ke arah samping mobil, dan nampak memikirkan sesuatu.
"Kok lo ngomong gitu?" tanya Sienna, dia yakin ada sesuatu.
"Iya, orang tua kita pikir dengan materi semua selesai, mereka lupa bahwa kita juga perlu kasih sayang," ucap felly sendu, "kadang gue pengen banget orang tua gue nanyain gimana kuliah gue? Siapa aja temen gue? apa yang gue lakuin di kampus," ucap Felly dengan tersenyum getir.
"Sama Fel, orang tua gue seminggu sekali selalu nyuruh gue balik, tapi kalau gue sampe disana gue ngerasa asing sama mereka," ujar Sienna.
"Semoga kelak kalau kita sudah berumah tangga, kita gak lakuin ini ke anak-anak kita ya Sie," ucap Felly.
"Tumben banget lo ngomongin masa depan," ucap Sienna sembari tertawa kecil, karena tidak biasanya Felly membahas hal sejauh ini.
"Gue mikir aja sampe kapan kita bakal terus terusan begini, semakin tahun kita semakin beranjak dewasa, lo pernah mikir gak Sie, kalau suatu saat lo berhenti dengan semua ini?" tanya Felly.
"Iya, tentu kita semua punya cita-cita masing-masing, gak mungkin juga gue bakal selamanya jadi DJ, tapi gue gak tahu kapan bakal berhenti, karena berkat pekerjaan gue sekarang ini kehidupan gue yang awalnya sepi setiap malam setidaknya semua gak gue rasain Fel," ujar Sienna.
"Gimana hubungan lo sama Alby?" tanya Felly tiba tiba , Alby adalah kekasih Sienna namun beberapa hari ini mereka lost kontak, Alby lelaki berusia 25 tahun seorang pebisnis restaurant.
"Gak tau ,gue coba buat kirim dia chat WhatsApp tapi gak ada balasan," jawab Sienna dengan mengedikkan bahunya acuh.
"Lo gak aneh dengan kelakuan dia yang menghilang begini?" tanya Felly heran.
"Gue bingung Fel, orang tua Alby gak suka sama gue, dan lo tau sendiri kan apa masalah nya?" sekilas Sienna melirik Fellix, dan Felly tahu betul, bagaimana kedua orangtua Alby yang sangat menentang keras hubungan Alby dan Sienna.
"Ehem, karena loe DJ," jawab Felly, dia nampak iba dengan kisah cinta Sienna.
"Tapi gue selalu berharap Alby bakal perjuangin gue," harap Sienna.
"Jangan terlalu berharap Sie, gue takut lo kecewa," saran Felly kepada sahabatnya.
"Iya gue tau," jawab Sienna dengan senyum penuh arti.
Anda Mungkin Juga Suka





