
Sienna's story
Bab 3
Keesokan harinya Sienna sudah bersiap untuk pergi ke rumah Ayu, memang sudah menjadi hal biasa jika hari Minggu Sienna akan berkunjung ke rumah Ayu kemudian ke rumah Fahmi. Sienna sengaja membagi waktu, supaya kedua orangtuanya tidak datang berkunjung ke apartement, sejujurnya Sienna tidak menyembunyikan apapun, namun sekarang Sienna sudah biasa dengan kesendiriannya.
"Sie,gue nebeng ya," pinta Felly, dia akan pulang ke rumahnya.
"Siap," jawab, Sienna dengan senang hati.
Kini Sienna tengah melajukan mobilnya ke rumah Ayu setelah sebelumnya mengantarkan Felly ke rumahnya, mobil sampai di pelataran rumah yang mewah, salah satu penjaga rumah membukakan pintu mobil untuk Sienna dan menyambutnya.
"Selamat pagi Non," sapa penjaga.
"Pagi Pak," jawab Sienna sembari tersenyum ramah, dapat Sienna lihat, Raka yang tengah bermain dengan baby sitter nya, anak laki laki berusia 2 tahun 6 bulan itu langsung tersenyum kala melihat kakaknya datang.
"Kak Sienna," sapa Raka sambil merentangkan tangannya minta dipeluk, dengan langkah yang masih sedikit sempoyongan. Hal itu membuat Sienna merasa gemas, dengan adik lelakinya itu.
"Hallo Raka," Sienna memeluk dan mencium gemas pipi Raka.
"Mamah ada?" tanya Sienna lagi.
"Ada Kaka," jawab Raka dengan suara khas anak kecil.
"Mau ikut atau tetap main?" tanya Sienna.
"Ikuut," jawab Raka dengan wajah gemasnya.
"Ayoo." Sienna membawa Raka dan menggendongnya, Raka memang sangat lengket jika sudah bersama dengan Sienna.
"Eh Sienna," sapa Agam, dia lega ketika melihat Sienna dengan keadaan sehat.
"Pagi Pah," ucap Sienna sambil menyalami tangan Agam.
"Sudah makan kamu nak?" tanya Agam dengan penuh perhatian.
"Sudah pah," jawab Sienna dengan canggung.
"Mamah masih di kamar mungkin sebentar lagi turun, duduk lah dulu," ujar Agam, sebisa mungkin dia mencoba dekat dengan putri sambungnya, karena Agam sudah menganggap Sienna selayaknya anak sendiri.
"Iya pah," Sienna pun duduk dengan Raka dipangkuannya.
"Bagaimana kuliah kamu Sie?" tanya Agam, memang biasa bagi Sienna, jika Agam menanyakan seputar kuliahnya.
"So far so good (sejauh ini baik)," jawab Sienna.
"Syukurlah, Papah harap sepadat apapun kegiatan kamu, kamu juga harus tetap menjaga kesehatan ya Nak, dan jangan lupakan pendidikan," saran Agam, dia memang sangat ingin, jika Sienna bisa mencapai pendidikan tinggi, bahkan Agam sangat siap jika Sienna nantinya mau melanjutkan ke S2. Tidak lama, terlihat Ayu yang menuruni tangga dengan hati-hati, dia tersenyum kala melihat Sienna yang sudah duduk dengan manis menunggunya.
"Sienna," Ayu menghampiri putrinya, Sienna pun berdiri tapi lebih dulu menurunkan Raka dari pangkuannya , mereka berdua pun memeluk saling melepas rindu.
"Apa kabar kamu nak?" tanya Ayu sambil manatap lekat wajah Sienna.
"Baik mah," jawab Sienna sembari tersenyum, rasanya begitu nyaman saat Sienna sudah dekat dengan Ayu.
"Kantung mata kamu hitam, jangan terlalu larut ya tidurnya," ucap Ayu memberi saran dan Sienna hanya merespon dengan senyum. Ayu jelas tahu pekerjaan putrinya, namun Ayu tidak bisa melarang Sienna, namun setidaknya Ayu tahu, bahwa putrinya masih tahu batasan.
"Kamu sudah sarapan?" tanya Ayu dengan perhatian.
"Sudah mah," jawab Sienna.
"Kapan kapan menginap lah disini," pinta Ayu.
"Iya mah," jawab Sienna sekenanya.
"Oh iya Sie, kamu bentar lagi magang kan ya?" tanya Agam, dia ingat jika sebentar lagi putri sambungnya akan segara magang, itu berarti Sienna membutuhkan kantor.
"Iya Pah," jawab Sienna, dia tidak menyangka kalau Agam mengingatnya.
"Mau magang di kantor Papah?" tawar Agam.
"Makasih pah, tapi aku udah dapet kantor buat magang kok," tolak Sienna halus.
"Lalu bagian apa nak?" tanya Agam.
"Rencananya aku ditempatkan bagian Divisi kreatif di Advertising creative "jawab Sienna.
"Semangat ya, kalau ada pertanyaan jangan sungkan tanya Papah," ucap Agam.
"Iya Pah,"jawab Sienna. Setelah berbincang cukup lama, dan Sienna juga bermain dengan Raka, Sienna memutuskan untuk pamit, karena dia juga harus berkunjung ke kediaman Fahmi.
"Loh kok langsung pamit aja?" tanya Ayu sendu, dia hanya bisa bertemu dengan Sienna satu minggu sekali, saat Ayu dan Agam ingin berkunjung, Sienna selalu beralasan bahwa dia sibuk, jadi cukup sulit bagi Ayu menemui putrinya.
"Sienna masih ada acara lagi mah, soalnya mau nyiapin buat lusa,kan lusa udah mulai magang," Sienna pun memberikan alasan, dia yakin dengan jawaban ini, pasti Ayu akan bisa mengerti.
"Perlu mamah bantu?" tanya Ayu menawarkan diri.
"Aku udah janjian sama Clarissa," tolak Sienna halus.
“Ya sudah kamu hati hati ya," ucap Ayu, setelah itu Sienna menyalimi tangan Agam dan Ayu kemudian pamit.
Kini Sienna baru sampai di rumah Fahmi dan Nita, dia mengedarkan pandangannya. Melangkahkan kaki menuju pintu dan berdiri diambang pintu, menekan bel lalu mengucapkan salam.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Sienna," ucap Nita yang hendak berdiri, melihat Nita yang nampak kesusahan Sienna pun mendekat dan membantunya, tidak lupa mencium tangan Nita.
"Hati hati mah," ucap Sienna dengan perhatian.
"Makasih ya Sie," ucap Nita dengan senyum tulusnya.
"Dari rumah mamah Ayu?" tanya Nita dan diangguki oleh Sienna.
“Papah ada di ruang kerjanya Sie, Mamah panggil dulu ya?” pamit Nita, namun dicegah oleh Sienna.
"Weekend papah masih kerja mah?" tanya Sienna heran.
"Iya, ada beberapa kerjaan yang harus selesai sekarang," jawab Nita.
"Putri mana mah?" Putri adalah anak Nita
"Lagi belajar kelompok sama temennya, rumahnya di sebelah kok Sie," jawab Nita "kamu duduk dulu ya."
"Loh Mamah Nita mau kemana?" tanya Sienna,pasalnya Nita hendak melangkah ke arah tangga.
"Manggil Papah," jawab Nita.
"Gak usah, biar aku panggil sendiri aja ya," ucap Sienna,pasalnya kasian Nita dia tengah hamil tua.
"Ya sudah, kamu naik, ruangannya di sebelah kanan tepat sebelah tangga," ucap Nita menjelaskan letak ruang kerja Fahmi.
"Iya Mah, aku naik dulu ya" pamit Sienna, dia pun melangkahkan kakinya ke lantai atas
Tok..tok.. Sienna mengetuk pintu ruang kerja Fahmi, dan tidak lama terdengar suara sahutan dari dalam.
"Masuk," sahut Fahmi.
"Pah," sapa Sienna, dia melihat ayahnya yang tengah sibuk dengan berkas yang ada di meja.
"Eh Sienna, dari tadi?" Fahmi yang tadinya sibuk dengan berkas pun kini menghampiri Sienna , Sienna langsung menyalimi tangan Fahmi.
"Papah apa kabar?" tanya Sienna.
"Papah baik," jawab Fahmi "kamu sehat kan Nak?" dan dijawab anggukan oleh Sienna.
"Kamu masih bekerja sebagai DJ?" tanya Fahmi, dan Sienna mulai menghela napas, entah kenapa jika Fahmi sudah mulai membahas hal ini, perasaan Sienna menjadi tidak enak.
"Masih Pah," jawab Sienn enteng.
"Sie? Kapan kamu akan fokus pada kuliah kamu?" Ucap Fahmi kesal.
"Selama ini kuliah ku baik-baik aja Pah," jawab Sienna dengan santai.
"Sie, apa uang yang papah kirim kurang? Papah Agam juga memberikan kamu uang dan fasilitas yang memadai kan? Kamu hanya tinggal fokus belajar, tidak perlu memikirkan hal lain apa lagi sampai harus bekerja jadi Dj," ucap Fahmi , dia sebenarnya khawatir dengan keadaan putrinya.
"Pah ,aku kerja itu karena aku ngerasa kesepian," ucap Sienna, perdebatan diantara keduanya pun mulai terjadi.
"Kesepian? Kamu sendiri yang memilih untuk tinggal sendiri kan?" Fahmi nampaknya mulai tersulut emosi.
"Harusnya Papah tahu kenapa aku memilih tinggal sendirian, itu semua karena Papah yang gagal menjadi kepala rumah tangga, sampai akhirnya berpisah. Apa Papah tahu rasanya menjadi orang asing dengan keluarga sendiri? Papah sudah bahagia dengan kehidupan Papah, tapi tidak dengan Sienna!" jawab Sienna.
"Sienna bisakah kamu berpikir sedikit dewasa, buang ego kamu, harus bisa terima kenyataan bahwa Mamah dan Papah berpisah itu ada sebabnya, jangan terus menyalahkan Papah!" bentak Fahmi.
"Aku dipaksa harus berdamai dengan keadaan, dan aku dipaksa harus menerima kenyataan bahwa Mamah dan Papah berpisah, itu semua menyakitkan aku Pah, bahkan sampai saat ini, pertengkaran itu membuat aku trauma Pah! Apa Papah pernah memikirkan hal ini?" tanya Sienna, air mata mulai menggenang di matanya.
"Sie Mamah dan Papah sudah berusaha untuk bertahan,tapi kami memang sudah tidak sejalan!" ucap Fahmi, suaranya sudah naik satu oktaf, Nita yang mendengar dari bawah pun nampak mulai panik dia mencoba menghubungi Ayu.
"Aku gak minta Papah buat balikan sama Mamah, aku cuma mau Papah juga terima keputusan aku, seperti aku yang juga berusaha menerima semua ini, keputusan kalian berdua, aku mencoba untuk mengerti keadaan kalian, tapi bisa nggak kalian ngerti keadaan aku?" ucap Sienna setelah mengatakan itu Sienna pergi.
"Sienna!" Panggil Fahmi, tapi Sienna tetap melangkah keluar hingga dia bertemu Nita di lantai bawah.
"Sie? Jangan pergi Nak," tahan Nita, dia khawatir kalau Sienna mengendarai dalam keadaan marah.
"Maaf Mah, aku harus pergi," Sienna pun benar benar pergi dari rumah Fahmi.
Anda Mungkin Juga Suka





