Sampul Novel Shalawat Cinta

Shalawat Cinta

9.5 / 10.0
Dalam Shalawat Cinta, Alisa menghadapi pengkhianatan adik ipar yang menghancurkan pernikahannya hingga kehilangan fisiknya. Melalui romance novel ini, ia berjuang bangkit bersama Dewa di tengah ujian kesetiaan. Simak kisah haru dalam modern novel ini tentang pengorbanan dan cinta sejati.
Ringkasan Shalawat Cinta
Alisa berhasil menghindari perjodohan demi menikahi pria pilihannya. Namun, mahligai rumah tangganya hancur akibat obsesi adik ipar yang mencintai suaminya sendiri. Tragedi ini membuat Alisa kehilangan satu kakinya saat melahirkan. Di tengah penderitaan, hadir sosok Dewa yang setia menemani masa sulitnya. Ini adalah kisah tentang pengorbanan dan perjuangan menyakitkan saat cinta pergi, serta upaya merajut kembali sisa kasih sayang yang masih ada.
Baca Selengkapnya

Shalawat Cinta Bab 1

Pertemuanku dengan gadis setengah stres yang tidak lain adik iparku sendiri menjadi awal petaka yang harus aku tanggung seorang diri.

Cinta yang aku punya. Pernikahan yang hanya berumur satu minggu dengan mudah direbut. 

Kisahku dimulai dari sini. Begitu mudah aku terbebas dari rantai perjodohan, dan mendapatkan kebahagian yang aku inginkan, namun siapa sangka kebahagian itu sirna, kebahagian itu hilang seperti darah yang keluar begitu deras dari tubuhnya. 

Biarlah aku mengenang masa-masa indah menjemput cinta. Karena hanya ini kisah yang dapat aku abadikan. 

Ini deretan kisah cinta. Perjalanan cinta yang begitu manis nan indah untuk aku kenang. Berawal dari sebuah teman biasa sampai adanya rasa yang dibalut dengan ikrar janji suci untuk membangun istana cinta yang seindah Surga.

****

Sungguh tak pernah terbayangkan, menikah dengan kakak sendiri. Itulah yang akan terjadi denganku. Bang Adam seorang kakak ideal, baik pengertian, mengayomi, ngemong. Aku sangat menyayanginya sebagai kakak. Tapi sekarang kami harus menikah?

Dalam aturan Islam menerima perjodohan karena berdasarkan kerelaan antara kedua pihak, namun dalam hal ini aku menolak perjodohan yang sudah jadi tradisi keluarga. Jiwa ini tidak bisa menerima bang Adam sebagai calon imamku. 

Perjodohan yang sudah terjadi sejak masih orok, kini sudah meminta tanggal untuk memastikan hari pernikahan.

Tuhan beri aku satu cinta untuk selamanya. Jadikan pelengkap bagi dia yang sudah kehilangan tulang rusuknya.

Lalu bagaimana dengan do'a yang selalu aku panjatkan di setiap waktu. Apa Tuhan tidak mengabulkannya. Apa do’a ku sia-sia?

Apa bang Adam jawaban dari setiap do'aku? Tapi kenapa jiwa ini tidak bisa merasakan getaran cinta setiap kali bang Adam ada di dekatku.

“Umi sudah tidak sabar menunggu pernikahan kalian.” Ucap Umi saat kami sibuk menyiapkan sarapan pagi. 

“Tidak, Umi. Alisa tidak mau meneruskan perjodohan ini.” 

Mendengar jawabanku wanita yang selalu di panggil Umi dengan lembut itu hanya tersenyum tidak menjawab sedikitpun. Dia terus memotong sawi di atas telenan.

“Umi!” Kali ini aku berani mengambil alih pisau di tangan Umi dan menyelesaikan pekerjaan Umi memotong sawi. 

“Beres kan, Umi.” Aku taruh pisau dan potongan sawi pada tempatnya. Umi menatapku sambil tersenyum. 

“Bantu Alisa, Umi. Batalkan perjodohan ini. Biarkan Alisa memilih pasangan hidup Alisa sendiri.”

Seakan tidak peduli dengan permintaanku. Umi melanjutkan menumis bawang.

Ya Allah. Umi seakan tidak peduli dan tidak mau mengabulkan permintaan ku. Tapi kalau bukan pada Umi pada siapa lagi harus meminta bantuan, saat ini hanya umi satu-satunya makhluk yang bisa melunakkan hati Abah dan Akung.

“Alisa sayang. Apa sih kurangnya bang Adam? Dia tampan, Sholeh, ilmu agamanya bagus, pandai baca kitab, dia juga sudah bekerja, dan dia juga sayang sama Alisa. Coba Alisa pikirkan lagi.”

Akhirnya Umi mengeluarkan pendapatnya, benar kata Umi, bang Adam pria yang perfek nyaris sempurna semua wanita banyak yang terpesona dengan kepandaiannya.

Apalagi jika bang Adam menggantikan Akung mengajar kitab kuning yang sudah jadi rutinitas di malam hari. Semua santri putri seakan tersihir akan senyum dan suara indahnya. 

Tapi semua itu tidak berlaku untukku. Bagiku bang Adam hanya sebagai Abang. Cukup!

“Bang Adam itu abangnya Alisa, Umi. Dari kecil, bahkan dari Alisa masih orok kami sudah serumah, seatap, yang gantiin Popok Alisa sewaktu kecil bang Adam juga. Masa iya sih Alisa jadi istrinya.”

Umi hanya tersenyum. Sudah dua hari ini permintaan ku pada umi hanya di balas dengan senyum manis yang seakan menertawakan hidupku. 

Aku tidak mau hidupku seperti mbk Sabrina dan dan mbak Hadijah yang dipaksa menikah dengan orang yang tidak pernah dicintainya. Cukup mereka berdua yang jadi korban perjodohan. 

Jaman sudah berubah kita wanita berhak memilih apa yang kita inginkan termasuk memilih pasangan. Bukan berarti aku tidak patuh sama perintah orang tua. Hanya saja hati ini masih ingin memilih.

“Apa itu alasan yang kuat nak?” spontan pertanyaan Umi membuatku mengangguk. Umi hanya geleng-geleng kepala lalu tersenyum sambil memegang pundakku.

“Alisa tau kan tradisi keluarga kita. Perjodohan kalian sudah ditentukan saat kamu baru lahir kedunia ini. Masih ingat kata Akung? Haram hukumnya menolak. Perintah orang tua adalah amanah. Jadi turuti saja.”

Ya Tuhan haruskah aku bernasib sama seperti mbk Hadijah, yang harus ikhlas meninggalkan kekasihnya yang sudah menjalin hubungan selama tiga tahun demi seorang yang sudah di wasiatkan sejak bayi. Oh tidak, benar saja aku masih belum punya cinta, tapi bagaimana jika aku menemukan cintaku di tengah perjodohan ini?.

"Umi. Dunia sudah berubah. Jodoh tidak bisa dipaksakan. Lagian dalam Islam tidak ada sistem paksaan dalam memilih jodoh," ucapku yang membuat Umi hanya geleng-geleng kepala. 

"Pokoknya, Alisa gak mau nerusin perjodohan ini. Titik." 

“Perjodohan itu tidak seburuk yang kamu bayangkan. Contohnya saja. Umi dan Abah. Mbk Hadijah dan bang Ali. Mbk Sabrina dan bang Malik. Kita bahagia sampai punya anak toh. Hidup damai, berkecukupan. Bila orang tua ridha Allah pasti ridha nak.”

"Umi, mbak Dijah, mbak Ina. Kalian menerima dengan Ikhlas perjodohan itu. Tapi Alisa, kan tidak Umi." Ucapku pelan dan penuh tekanan. 

"Sudah. Jangan dibahas lagi! Kalo kamu dan Adam bukan jodoh kalian tidak akan bersatu." Umi terdiam sejenak menatapku yang mulai tampak kesal dan memasang muka judes.  

"Tapi jika kamu dan Adam jodoh maka apapun yang kamu lakukan, sekeras apapun kamu berontak itu percuma. Jadi diam dan terima ini demi kebaikan kalian." 

Percuma bicara sama Umi. Bukannya dibantu malah dapat ceramah dengan ceramah yang sama. Ya Tuhan haruskah aku menerima perjodohan ini?

Dalam keadaan marah selalu terlintas dalam pikiranku. Aku menyesal, kenapa aku harus dilahirkan dari keluarga ini. Pikiran kotor mulai menyelimuti jiwa yang gelap. 

Apa mungkin semua keluarga yang dari kalangan Kyai melakukan hal sama. Menciptakan rantai perjodohan berdasarkan bibit, bebet dan bobotnya, dan tidak ada toleransi untuk berkata tidak. 

Sejak mengetahui perjodohan dengan bang Adam spontan aku langsung menjaga jarak, suka pasang muka judes dan sinis saat melihat bang Adam di depan rumah. Setiap hari bahkan setiap detik Aku selalu melihat bang Adam karena rumah kami satu halaman beda gedung. 

Entah kenapa tiba-tiba aku merasa benci dan risih melihat bang Adam tersenyum padaku. Padahal dulu aku merasa bang Adam adalah sosok Abang sekaligus teman curhat yang terbaik yang aku punya. Apa mungkin karena status kami sudah menjelma jadi sebuah kata tunangan dan suatu saat aku akan menjadi nyonya Adam. Membayangkan saja aku merasa jijik, apalagi aku menyadari dari kecil bang Adam sudah terbiasa melihat tubuhku tanpa busana, rasanya malu jika harus bersanding sebagai suami istri. 

“Sa. Ikut Abang yuk.” Kenapa tiba-tiba dia datang kesini? Mau ngajak kemana dia? Ah malas. 

“jangan sinis gitu dong. Abang merasa kehilangan Alisa yang ceria, Alisa yang sayang sama abang.”

Baguslah dia sadar kalau aku tidak suka dia ada di sini. Sepertinya dia bahagia dengan perjodohan ini buktinya saja dia masih mendekatiku, bahkan mengajakku entah kemana. 

“Wah. Abah cari kemana-mana ternyata kalian sudah ada disini. Baguslah. Adam mau berangkat sendiri apa mau di anterin pak Mamat?”

What? Mau kemana. Kenapa Abahnya bang Adam memberi penawaran manis sambil tersenyum seakan mengejek hati yang yang tengah teriris.

“Jalan sendiri aja. Abah. Lebih romantis.”

Ya Tuhaaan. Bang Adam keterlaluan.

“Mau kemana, Bang?” Terpaksa deh aku harus bertanya dengan nada yang tidak enak di dengar. Si Abang hanya tersenyum sambil menarik tanganku menuju sepeda yang terparkir di bawah pohon mangga. Lalu menyerahkan helm tanpa menjawab pertanyaan.

“Naik.”

“Gak mau.”

“Abang punya solusi. Ikutlah.”

“Solusi apa?” Mendadak aku seperti mendapat cahaya dari berbagai arah. Cahaya kebahagian yang aku lihat di wajah bang Adam.

“Jangan disini.”

Baik. Akhirnya aku luluh demi sebuah solusi. Aku mengikuti kemana arah roda dua ini melaju.

🛩️🛩️🛩️

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Shalawat Cinta

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Menikahi pria yang pernah ditolak di masa lalu membawa dilema besar dalam sebuah perjodohan. Apakah dia bertahan karena cinta yang tersisa, atau justru merencanakan balas dendam atas luka lama? Sebagai pasutri, mereka dipaksa menjalani komitmen di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali mengusik ketenangan. Di dunia Chronophile, di mana waktu sangat dihargai, rahasia dan konflik mulai menguji kesetiaan mereka dalam mempertahankan rumah tangga ini.
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya mengira pernikahannya dengan Adnan akan membawa kebahagiaan abadi, namun realitanya justru menjadi neraka penuh kekerasan. Adnan melampiaskan dendamnya terhadap mertua dengan menyiksa istrinya secara keji setiap hari. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang mendalam, sosok dari masa lalu Saschya tiba-tiba muncul kembali. Akankah kehadiran mereka membantu Saschya lepas dari belenggu Adnan, atau justru menambah konflik baru dalam hidupnya yang hancur?
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Duniaku runtuh saat menangani pasien VIP bernama Evelyn Santoso. Tunangan yang ia tangisi adalah suamiku, Bima. Namun di foto itu, dia adalah Brama Wijaya, taipan kejam, bukan pria konstruksi yang kurawat saat amnesia. Brama masuk tanpa mengenaliku, lalu memeluk Evelyn dan membisikkan janji setia yang sering ia ucapkan padaku. Melalui tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami adalah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Gadis terpaksa menjadi pengantin pengganti demi menjaga martabat ibu angkatnya. Namun, kesalahpahaman besar membuat Alex membencinya hingga bersikap kasar. Gadis tidak tinggal diam menghadapi perlakuan tersebut, sambil tetap menyembunyikan rahasia besar mengenai jati diri aslinya. Akankah Alex berhasil mengungkap misteri yang tersimpan rapat itu? Ikuti kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka yang kini tersedia secara lengkap di Bakisah.
Sampul Novel Misteri Ular Xaver
8.1
Sepulang berwisata dari Kota Xaver, ibu membawa patung dewa ular misterius yang diyakini bisa memberikan kemudaan abadi. Syaratnya mengerikan: patung itu harus diberi sesembahan darah menstruasi gadis perawan. Ibu memaksaku memberikan darah serta memotong rambutku untuk dililitkan pada kepala ular tersebut. Namun, dia tidak tahu bahwa aku sudah tidak perawan sejak kuliah. Dua bulan berlalu, petaka pun tiba saat kulit ibu mulai ditumbuhi sisik biru dan dia mulai berganti kulit layaknya ular.
Sampul Novel Penantian Yang Tak Kunjung Kembali
9.2
Enam tahun menikah rahasia dengan seorang direktur, sang istri harus menerima kenyataan pahit saat suaminya melarang putra mereka memanggilnya ayah. Ketika sang suami kembali mengabaikan ulang tahun anak mereka demi sekretarisnya, keputusan bulat pun diambil. Surat cerai dilayangkan, dan dia pergi membawa putranya selamanya. Kepergian tiba-tiba ini meruntuhkan ketenangan sang miliarder yang seketika kehilangan kendali mencari istrinya. Namun, kali ini penantiannya akan sia-sia.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan