Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel SEXY KILLER MACHINE

SEXY KILLER MACHINE

Karlen Maria Gerarda adalah perpaduan kecantikan dan maut. Sebagai putri mantan anggota KGB, ia dihantui memori pembantaian keluarganya yang menyisakan dirinya hanya karena warna matanya yang unik. Kini, Maria menyusup ke dunia hiburan kelas atas demi membalas dendam pada Sang Jenderal. Dengan identitas rahasia, ia memperluas pengaruh dan mencari sekutu. Siapa pun yang berani menyentuhnya harus membayar dengan nyawa dalam misi pembalasan berdarah ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Kau tahu apa yang harus dilakukan, Dok." Goyev memasukkan tangannya ke dalam kantong baju seragamnya dan mengambil sebuah botol kaca bening polos berisi cairan di dalamnya.

"Apa ini?" tanya Yvent penasaran.

"Sebuah obat." Sahut Goyev langsung menempelkan tangannya ke Yvent dan memberikannya.

"Obat? Obat apa Jenderal?"

Goyev merangkul Yvent dan berkata, "Di sini tak ada yang boleh bertanya macam-macam, Dok. Meskipun kau salah satu dariku, tapi di sini aku adalah sang penguasa dan aku juga orang yang mengatur semuanya, jadi ...," Goyev tersenyum tipis.

"Saya mengerti, Jenderal."

"Bagus! Berikan obat itu pada Maria, pastikan dia benar-benar sembuh, Dokter."

Yvent hanya terdiam. Ia pergi setelah mengambil obat pemberian Goyev. Tak lama ia melihat Gordan dan anak laki-laki yang datang bersama Goyev keluar dari ruangannya.

"Semoga sukses, Dokter." Ucap Gordan sambil berlalu dan mengulas senyum seringai di wajahnya.

'Semoga sukses? Apa maksudnya?' gumam Yvent. Dia melihat Maria tengah duduk di sebuah kursi yang menghadap ke arah luar. Mata heterochromia itu terfokus pada pandangan ilalang yang ada di luaran ruangan Yvent. Sesekali terpaaan angin sepoi melalui celah kecil ventilasi udara menggoyangkan rambut coklat gelapnya. Yvent menatap gadis itu dengan datar, dalam, dan lirih. Entah apa yang sebenarnya terjadi dengannya, namun satu yang ia yakini ... sang jenderal pasti telah melakukan sesuatu pada keluarganya. Dengan langkah santai, Yvent menghampiri Maria yang tetap bergeming . Dia menyembunyikan botol pemberian Goyev di kantong baju dokternya. Dengan mengulas senyum lebar, dia berusaha membuat Maria merasa nyaman dan aman.

"Apa kau sudah merasa baikan?" tanya Yvent berdiri di samping Maria.

"Apa gunanya baik jika tak ada lagi orang-orang yang peduli pada kita." Sahut Maria tanpa melihat Yvent.

"Ini," Yvent memberikan sebuah roti dengan isi bacon di dalamnya.

"Terima kasih, Dokter. Anda sungguh orang yang baik hati." Ucapnya kali ini tersenyum dan melihat Yvent.

Sungguh ada rasa perlawanan yang ingin dilakukan Yvent. Berkali-kali ia melihat kelakuan sang jenderal yang membuatnya muak, namun seberapa banyak ia melihatnya, ia tak memiliki kemampuan atau kuasa untuk melawannya. Ia melihat Maria memakan roti yang dibawanya dengan lahap, seakan tak makan selama berhari-hari. 'Apa yang sebenarnya terjadi pada gadis ini?' gumamnya menatap Maria pekat.

"Ada apa, Dokter? K--kenapa Anda melihatku begitu?" tanya Maria menghentikan makannya

"Ah, tidak--tidak. Tidak ada, kamu lanjutkan saja makannya." Ucap Yvent berseloroh sambil tersenyum.

Dia membalikkan badannya, mengambil botol yang ada di saku bajunya, 'Ini cairan apa? Apa jangan-jangan ..," "Dokter ... Dokter," panggil Maria.

"Ada apa, Maria. Apa kau perlu sesuatu?"

Maria menggelengkan kepalanya. "Bagaimana caranya melupakan sesuatu yang menyakitkan, Dokter?"

"Apa maksudmu?"

Dia terdiam, Maria kemudian berdiri dan menghampiri Yvent, menatapnya pekat, "Aku ingin melupakan semuanya, Dokter. Aku ingin melupakan sesuatu yang telah membuatku menderita, aku ingin melupakan hari itu!"

"Hari itu? Ada apa dengan hari itu? Apa yang terjadi?"

"Mereka ...mereka membunuh keluargaku! Mereka menghabisi keluargaku satu per satu di depan mataku! Mereka ... mereka tak pantas disebut manusia! Mereka tak pantas hidup! Mereka pantas mati! Para ... para pembunuh itu ... para pembunuh itu ... AAARRGGGHHH!!" Maria mulai berteriak dan tak bisa mengendalikan dirinya.

"Maria ... Maria, tenanglah! Tenangkan dirimu ... Maria!" Yvent memegangi Maria yang mulai membanting segala apa pun benda yang ada di dalamnya. Yvent berusaha tak panik. "Maria, kita bisa bicarakan ini, kau bisa cerita apa pun padaku. Aku temanmu," bujuk Yvent.

"Teman? Aku bahkan tak mengenal Anda! Bagaimana mungkin Anda menjadi temanku, Anda dan mereka sama! Aku ... aku tak ingin hidup lagi. Aku ingin bertemu keluargaku! Aku ingin bersama mereka!" teriak Maria sambil menangis kencang.

"Aku akan membantumu," ucap Yvent pelan-pelan menghampiri.

"Apa? Membantuku? Bagaimana Dokter akan membantuku? Apa Dokter tahu keluargaku? Apa Dokter tahu apa yang terjadi padaku? Apa Dokter punya alasan kenapa harus membantuku?" tanya Maria dengan senyum seakan menyindir penawaran Yvent.

"Aku tak tahu semuanya, tapi aku akan tetap membantumu."

"Atas dasar apa? Kasihan?" sindir Maria mengulas senyum seringai.

Yvent terdiam. "Karena sudah cukup aku melihat semuanya!"

Maria menghentikan isaknya, menatap Yvent dalam dengan matanya yang beda warna. "Apa maksud Dokter? Melihat apa?" tanyanya penasaran.

Yvent langsung membungkam ucapannya, "Apa kau sudah selesai? Jika sudah, istirahatlah. Tubuhmu belum pulih benar."

"Aku ingin keluar sebentar, apa boleh?" tanya Maria.

"Maria, dengarkan aku. Kau tak bisa keluar-masuk seenaknya di sini, karena ...,"

"Karena apa?"

"Karena ini tempat terlarang dan hanya mereka yang memiliki kepentingan bisa keluar-masuk tempat ini."

"Lalu aku? Bagaimana denganku? Kenapa aku bisa ke tempat ini?" beribu pertanyaan Maria membuat Yvent sedikit kewalahan menjawabnya.

"Karena kau adalah tamu kami. Jadi, sudah sepantasnya kami menyambutmu bukan?"

Seorang wanita berpakaian sipil tiba-tiba masuk ke ruangan Yvent dan memotong pembicaraan keduanya.

"Kau ...," sahut Yvent terkejut akan kedatangan wanita itu.

"Kau pasti Maria. Karleen Maria Gerarda." Ucap wanita itu menyambangi Maria.

"Kau siapa?"

"Anna Kurschove, aku adalah sekretaris Jenderal Goyev. Senang bertemu denganmu ..."

Netra Anna langsung terkesiap dan takjub melihat mata Maria yang memiliki warna berbeda. "Mata ... mu, sungguh indah." Tanpa sadar, Anna mengusap wajah Maria.

"Hentikan itu!"

Tangan Maria langsung memegang tangan Anna dengan kencang. "Aku tak kenal Anda! Jangan seenaknya menyentuh wajah orang lain!" sinis Maria menatap Anna.

"Baik, maaf." Anna langsung mengangkat tangannya menjauhi wajah Maria.

Netra wanita berambut pendek dengan potongan rambut bergaya Marilyn Monroe itu beralih ke Yvent. Sambil menarik senyum tipis di wajah eksotisnya, Anna berujar, "Dia menarik."

Yvent langsung menarik tangan Anna dan membawanya keluar ruangan, sementara Maria hanya tertegun dan terdiam melihat sikap yang ditunjukkan keduanya.

"Apa yang kau inginkan? Kenapa ke sini?" tanya Yvent tak senang dan merendahkan suaranya.

"Menurut Anda apa, Dokter? Bukankah kau memiliki benda itu? Aku hanya ingin memastikan jika Anda benar-benar melakukannya," senyum seringai Anna.

"Aku ...,"

"Atau Anda memang tak ingin melakukannya? Kulihat wajahnya cukup manis dan juga matanya yang beda warna sungguh eksotik."

"Jangan ganggu dia! Dia pasienku! Gordan yang membawanya ke sini."

"Aku tahu. Tapi, apa dia tahu siapa kau, tempat ini, dan siapa yang telah menghabisi keluarganya?" bisik Anna tak lepas dari senyumnya.

Sambil menelan saliva, Yvent berkata, "Kumohon, pergilah. Aku pasti akan melakukannya. Dia tak perlu khawatir."

"Benarkah? Bagaimana aku bisa percaya dengan ucapan Anda, Dokter Yvent?"

Terdiam. Yvent mengambil botol kaca kecil pemberian Goyev dan mencoba untuk meminumnya. Sesekali netranya melihat ke arah wanita itu dengan tatapan tajam penuh kebencian. Botol yang telah ia buka dengan pelan namun pasti kini berada di ujung bibirnya dan ....

"Dokter!"

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95MLK" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95MLK
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta yang Telah Kandas
7.8
Setelah lima tahun pernikahan yang hancur, Fira harus menghadapi kenyataan pahit. Demi melindungi anak dari wanita simpanannya, Lucia, Nathan tega memaksa Fira menggugurkan kandungannya. Tak cukup sampai di situ, Nathan bersekongkol dengan dewan direksi untuk melengserkan Fira dari jabatan wakil direktur. Di tengah kesombongan Nathan yang ingin menggantikannya dengan Lucia, Fira tidak tinggal diam. Dengan penuh keberanian, Fira membalikkan keadaan dan memaksa Lucia mengungkap sekutu aslinya.
Sampul Novel Dipaksa Menikahi Mafia Kejam
9.1
Niat tulus Grazella Elnara Wesley menolong pria asing justru menyeretnya ke dalam neraka. Gabriel Leonard Mattew, pemimpin mafia kejam asal Italia, terobsesi menjadikannya istri karena kemiripan fisik dengan masa lalunya. Meski dipaksa menikah, mahasiswi psikologi ini tetap teguh menjaga hatinya dari dominasi sang mafia. Di tengah perjuangan menyembuhkan adiknya, Grazella harus bertahan menghadapi kekejaman Leon yang menganggap dirinya tuhan.
Sampul Novel My Korean Girl
8.5
Dalam sekuel kelima Ellite Bad Boys, Alex terjebak dalam masa lalu kelam setelah mengkhianati sahabatnya sendiri. Namun, pertemuannya dengan gadis Korea bernama Park Jin Hye mulai mengubah arah hidupnya secara drastis. Meski ada harapan untuk berubah, sisi gelap Alex tetap dominan. Ia justru menyeret Jin Hye masuk ke dalam dunianya yang berbahaya dan penuh kekacauan. Akankah cinta mereka bertahan di tengah bayang-bayang kriminalitas yang menyelimuti Alex?
Sampul Novel Pembalasan Dendam Istri TKI
8.6
Mutia terpaksa memendam amarah saat bekerja di negeri orang, mengetahui suaminya berkhianat dengan menikah lagi. Penderitaannya kian memuncak ketika putri tercintanya menjadi korban penganiayaan di rumah. Sekembalinya ke tanah air, Mutia tidak lagi tinggal diam. Dengan tekad yang membara, ia merancang strategi untuk menuntut keadilan. Kini, saatnya bagi Mutia membalaskan semua rasa sakit dan pengkhianatan yang telah menghancurkan hidup keluarganya.
Sampul Novel Pengorbanan Cinta Sang Letnan
9.6
Rey dan Alex adalah dua prajurit elit Kopassus dengan latar belakang intelijen yang telah bersahabat sejak kecil. Ikatan persaudaraan mereka diuji saat keduanya menyadari bahwa mereka mencintai gadis yang sama. Di tengah dedikasi tinggi dan pengorbanan besar demi negara, konflik batin pun muncul. Takdir memaksa mereka memilih antara kesetiaan pada tugas atau perasaan pribadi. Siapakah yang akan bertahan demi cinta, ataukah persahabatan mereka yang jadi taruhannya?
Sampul Novel Prajurit Raja Perkasa
9.6
Peter Wang, mantan personel pasukan khusus, kini menjadi pengawal Bella Song di perusahaan elite Golden City. Meski awalnya meremehkan tugas ini, ia terjebak dalam pusaran konflik melawan geng kejam dan tokoh-tokoh berbahaya. Di balik aksi laga yang menegangkan, Peter juga memikat hati banyak wanita, termasuk Amelia, Elaine, Shelly, hingga Lisa. Mampukah sang prajurit perkasa menaklukkan segala rintangan di kota ini? Ikuti kisah lengkap perjuangannya sekarang.