
SETETES DARAH SUCI
Bab 2
PERGI KE DUNIA MANUSIA
Beberapa tahun berlalu, Alzack sudah tumbuh menjadi pria dewasa, bahkan sepupu dan keponakannya pun sudah tumbuh dewasa.
Ada Rion, Rey, Aiden, dan semua pangeran lain yang seakan sedang merekah dan bersinar. Kerajaan vampire kini penuh dengan pangeran tampan bak di negeri dongeng.
Namun, tetap saja semua kendali penuh ada pada pangeran Alzack yang merupakan anak dari Raja sang penguasa.
"Alzack...." Panggil raja Hades.
"Ya Ayah." Alzack menghentikan kegiatannya dan berlari menghadap sang ayah.
"Kau sudah tumbuh dewasa, bahkan usiamu sudah menginjak 100 tahun. Kita tidak bisa mati tetapi bisa hidup lama. Kita hanya bisa mati jika musuh menemukan kelemahan kita. Maka dari itu kau harus berhati-hati, jangan sampai kelemahanmu ditemukan dengan mudah. Kau mengerti?" terang sang Ayahanda.
"Mengerti Ayah." ucap Alzack menunduk hormat.
"Kau adalah anakku satu-satunya, kau juga yang akan menjadi penerusku jika aku sudah tiada, sudah ribuan tahun aku memimpin bangsa ini dan tidak ada yang yang berubah, Semua masih tetap sama. Bangsa yang semakin besar, alam yang hijau nan indah, udara yang sejuk." sang Raja menghirup udara bebas dengan bangga dan menghembuskannya pelan. Tangannya ia ikat dibelakang dengan tangan yang lain.
"Tetapi ..." ucapan sang Raja terhenti.
"Ada apa Ayah? Apakah ada masalah?" tanya Alzack kebingungan ketika melihat mimik wajah ayahnya yang tiba-tiba berubah sedih.
" Ibumu, ratuku sedang berjuang." lirih sang Raja. Azzura sangat berharga baginya, istri yang telah melahirkan putra tampan dan jenius. Sampai ia harus terkurung di kapsul kaca sampai menunggu gadis darah suci ditemukan.
" Alzack, ikut aku! ada sesuatu yang harus kau tahu." sang raja berjalan menuju ke tempat rahasia. Alzack mengerutkan dahinya bingung. Pasalnya jalan di kastil ini begitu asing baginya. Tapi ia menepis pikiran itu dan tetap mengikuti kemanapun sang raja pergi.
"Kita akan kemana Ayah?" Tanya Alzack.
"Kita akan pergi menemui ibumu." jawab raja Hades.
"Ibu?"
Tiba-tiba sebuah makhluk besar dan hitam bangun dari tidurnya dan menunduk hormat pada sang Raja.
Makhluk itu sangat mengerikan, memiliki wajah yang hitam dan ditumbui bulu, taring panjang seukuran tubuh manusia, tangan yang besar dan kuku tajam yang bisa merobek apapun yang ada di dekatnya, Dialah Cerberus, seekor anjing berkepala tiga. Cerberus adalah penjaga yang setia dan melayani Hades, Cerberus dikatakan hampir mustahil untuk dikalahkan. Dia diyakini sangat galak bahkan para dewa pun takut padanya. Dia dikenal bisa menyemburkan api dan mampu membunuh makhluk apa saja dengan kejam tanpa kenal ampun.
"Cerberus." panggil raja Hades, ia mengelus salah satu kepala Cerberus dengan lembut.
"Terimakasih kau telah menjalankan tugas dengan baik. Aku sangat berterima kasih karena kau sangat hebat dalam menjaga Azzurra istriku."
Terdengar suara ringkihan khas suara anjing.
"Alzack ... coba sentuh dia! perintah sang Ayah.
Tanpa ragu Alzack mendekati Cerberus dengan mantap. Mata merah Cerberus dan mata coklat kehijauan Alzack saling beradu pandang.
"Tetap tenang Alzack! Tahan nafasmu jika perlu, Cerberus harus diperlakukan dengan lembut, atau kau akan berhadapan dengan monster paling kejam di negeri ini." bisik raja Hades.
Alzack tidak gentar. Ia tetap berjalan maju mendekati Cerberus. Ia berhenti tepat didepan monster besar mengerikan tersebut, dan menunduk sebagai tanda hormat, kemudian bersimpuh dengan menekuk lututnya menyentuh lantai.
Cerberus pun menunduk melakukan hal yang sama, Ia menerima kehadiran Alzack, Ia menikmati saat Alzack mengelus kepalanya.
" Well done Alzack ... well done!" Ucap sang Ayah dengan bangga, ia bertepuk tangan sebagai ungkapan kekagumannnya.
Alzack tersenyum dan tertawa bahagia ketika kepala Cerberus mengendusnya, seperti anjing peliharaan yang manis dan jinak.
" Baiklah. Cerberus ... buka pintunya!" Perintah sang Raja.
Kemudian Cerberus menggeser tubuhnya yang besar dan mempersilahkan Rajanya untuk memasuki ruangan.
Banyak pintu disana, dan hanya bisa dibuka oleh raja. Karena sidik jari raja Hades adalah kuncinya.
''Ayah ruang apa ini?" Tanya Alzack.
"Sebentar lagi kau akan tahu." sang raja tetap berjalan tanpa menoleh kebelakang.
"Aku akan menunjukkan di mana ibumu berada"
Mereka sudah sampai di ruang dengan pintu berwarna emas.
Satu kali tarikan, pintu itu terbuka menampilkan sosok wanita cantik dengan gaun biru laut sedang terperangkap dalam sebuah kapsul kaca.
" Azzura ... Aku kemari membawa Alzack putra kita." lirih raja Hades sambil mengusap kaca tepat di depan wajah sang istri.
Alzack tercengang, baru pertama kali ini dalam hidupnya bertemu sang ibu.
"Alzack, dia adalah ibumu. Dia terperangkap di sini karena teknik Anastaseos, yaitu teknik untuk merawat tubuh agar awet dan tidak hancur. Teknik ini juga berfungsi mengikat roh agar tetap berada pada jasad sehingga jasad akan kembali hidup jika mendapat obat yang sesuai. Ibumu masih hidup, hanya saja dia kehilangan energinya. Kita bangsa vampire bukan darah yang berarti, namun energilah yang paling penting. Darah bisa kita minum sebagai makanan tapi kalau energi ketika kita sudah kehilangannya, kita berada di ambang hidup atau mati. Itu yang terjadi pada ibumu. Azura seperti ini tepat di hari saat dia melahirkanmu. Ibumu mengalami perdarahan hebat dan kehilangan energinya karena cakranya yang melemah. Terlalu banyak Cakra negatif di dalam tubuhnya sehingga Cakra positif pun semakin menghilang." Terang raja Hades.
"Apakah ada cara untuk menyelamatkan ibu ayah?" Tanya Alzack yang prihatin dengan kondisi sang bu.
"Ada satu cara untuk menyelamatkan Ibumu. Yaitu dengan mencari darah suci untuknya. Dia adalah manusia. Gadis suci yang memiliki darah suci. Namun, sampai sekarang belum bisa kita temukan. Archiles sudah memerintahkan anak buahnya dan semua pasukan untuk mencari gadis itu." terang raja Hades sendu.
"Aku yang akan mencarinya." ucap Alzack sambil mendekat ke arah sang ibu.
"Apa yang akan kau lakukan?" Hades menoleh kepada putra tampannya.
"Aku akan pergi ke dunia manusia ayah, aku akan mencari gadis itu sampai ketemu demi ibu." ucap pangeran Alzack mantap.
"Apa kau yakin dengan keputusanmu? kau masih banyak kekurangan, kau bisa saja ..."
"Ayah jangan khawatir! aku bisa menjaga diriku. Lagipula aku sudah berlatih bagaimana cara menghadapi musuh, dan mengendalikan diriku jika jiwa vampireku bergejolak dan terbangun." terang pangeran Alzack.
Raja Hades terdiam, ia sangat berpikir keras, apakah sudah saatnya Ia melepas sang putra kedunia luar, mengingat Alzack belum pernah ikut berperang dan menghadapi segalanya sendirian.
"Ayah ... apa yang membuat ayah ragu? aku akan baik-baik saja, aku bisa mengatasi semuanya." bujuk Alzack pada sang ayah.
"Archiles akan menemanimu"
"Tidak. Paman Archiles akan tetap disini, ayah membutuhkannya untuk membuat keputusan." tolak Alzack.
"Baiklah kalau begitu ajaklah Agathias untuk menemanimu! Kau harus membawa salah satu orang kepercayaan yang mengetahui seluk beluk dirimu dan kerajaan kita, agar kau mudah mengambil keputusan dan juga untuk melindungmu." perintah raja Hades.
"Baiklah ..." Alzack tidak membantah lagi, ia tahu apa yang ayahnya lakukan juga demi dirinya.
"Alzack ... jangan beritahukan kepada siapapun tentang tempat ini, sidik jari kita sama, baik kau maupun aku bisa membuka tempat ini, kau mengerti?" titah sang raja.
"Mengerti ayah" Alzack menunduk hormat kepada raja Hades.
"Azzura... Kami pergi dulu, sampai jumpa lagi." raja Hades dan Alzack pergi meninggalkan ruang rahasia.
***
"Hormat saya raja Hades, adakah yang bisa saya lakukan untuk anda raja?" tanya Agathias dengan menunduk hormat dan bersimpuh bertekuk lutut di hadapan raja.
"Agathias, kau adalah salah satu orang kepercayaanku, temanilah Alzack putraku pergi ke dunia manusia!" Perintah raja
"Ha?" Agathias mengerutkan dahinya bingung, perintah ini sangat aneh dan rancu baginya.
"Alzack akan pergi ke dunia manusia, ia bersikeras untuk menemukan gadis dengan darah suci itu untuk menyelamatkan ibunya. Untuk itu, kau temanilah dia, tekanlah dia jika dia tidak bisa mengontrol dirinya! tidak ada yang boleh tahu tentang jati dirinya, kau mengerti?" perintah raja Hades.
"Baik raja, saya mengerti. saya akan menjaga pangeran Alzack dengan segenap nyawa saya." ucap Agathias, meskipun dirinya masih bingung dengan perintah sang raja, namun janjinya adalah mengabdi pada kerajaan, perintah raja adalah tanggungjawabnya, untuk itu dia akan pergi menjalankan perintah tersebut.
***
Saat waktu itu tiba ...
" Alzack ... apakah keputusanmu sudah bulat?" tanya sang raja enggan melepas sang putra.
Bagaimana mungkin ia bisa rela melepas sang putra pergi ke dunia manusia, tempat yang seharusnya bukan untuk bangsa vampire.
"Iya ayah. Ayah jangan khawatir! Aku akan baik-baik saja, lagipula ada paman Agathias pergi bersamaku." terang Alzack.
"Benar raja, saya akan menyampaikan informasi jika kami dalam kesulitan." ucap Agathias menunduk hormat.
" Baiklah, kalian berhati-hatilah!" Ucap raja Hades.
" Pasti ayah. Paman Agathias, Ayo pergi!"
" Baik pangeran ..."
Bersambung
Anda Mungkin Juga Suka





