Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Seputih Mawar

Seputih Mawar

Dalam kondisi emosional yang rapuh, Dinda akhirnya berani mengakui perasaan cintanya kepada Shalu. Rahasia yang selama ini ia pendam terpaksa terucap ketika Shalu melakukan aksi nekat dengan menodongkan senjata ke kepalanya sendiri. Meski keduanya sadar bahwa takdir mustahil menyatukan cinta mereka, Dinda dan Shalu tetap memilih untuk mempertahankan rasa itu. Mereka terus berbagi cerita dan menghargai setiap detik kebersamaan yang tersisa di hidup mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Rasa penat yang melanda membuat Dinda memutuskan rehat sebentar. Di raihnya gawai di atas meja, tepat saat itu datanglah satu pesan.

"Hello!" sapa Shalu lewat pesannya yang datang.

"Hi!" jawab Dinda singkat.

"How r u?" katanya lagi, kembali pesannya hanya di singkat. "Hahh, apa memang udah biasa ya? Nulis di singkat-singkat gitu?" batin Dinda begitu membacanya.

"I am fine, and you?" jawab Dinda singkat lalu balik bertanya, sengaja memang dirinya memilih kata-kata yang singkat sadar diri akan kemampuannya.

"Ok, l am fine," jawaban yang datang dari Shalu.

Melihat ke layar gawai yang masih menyala senyum tipis terbit dari bibirnya. Ada pemberitahuan kalau Shalu mencoba melakukan panggilan video. Hal yang tak mungkin bisa, karena memang sengaja tak menginstal aplikasi meseger.

Tak pernah akan dia lupa saat memasang aplikasi itu di hari ke dua. Seseorang yang baru di konfirm pertemanannya, melakukan panggilan video tepat saat tengah malam.

"Kecilin suaranya!" kata Bayu suaminya dengan nada gusar. Segera Dinda menekan tanda menolak, dan melatakkan gawainya kembali. Dinda yang lupa mengaktifkan mode senyap menjadi ketar ketir saat terdengar ada pesan datang beberapa kali.

"Huahh!"

Terdengar suaminya menguap namun di hati Dinda dapat menangkap nada protes dari suaminya. Takut akan menjadi masalah dirinya hanya diam tak bersuara, namun dalam hatinya terucap janji tak akan lagi lupa mengaktifkan mode senyap menjelang waktu tidur.

Drrrrttt Drrrrrttt.

Getar gawai membangunkannya tanda sudah waktunya untuk bangun dan mempersiapkan bekal minum untuk suaminya yang hendak berangkat bekerja.

"Kasih tahu temanmu! Lain kali kalau mau telpon suruh siang hari!" kata Bayu, sepertinya kesal masih tersimpan di hatinya.

"Ya," jawab Dinda pelan tak ingin menambah kekesalan suaminya.

"Ambilkan masker!" perintah Bayu yang sedang sibuk bersiap-siap. Dinda pun segera berlalu ke kamar untuk mengambil masker seperti perintah suaminya. Saat masker di sodorkan pada Bayu, kembali suaminya berkata, "Kalau nggak penting blokir dia!"

"Ya nanti," sahut Dinda pelan.

"Send me your whatsapp number!" Kembali satu pesan datang dari Shalu membuyarkan lamunan Dinda.

"Next time," jawab Dinda yang masih sedikit trauma. Jadi Dia bilang lain kali saja.

"Ok" balas Shalu mengerti, namun kembali Dia mengirim pesan gambar.

"Wow," teriak Dinda dalam hati. Bagaimana matanya tak akan terbuka lebar melihat deretan kain sharee yang sangat memanjakan wanita.

"Send me other," pintanya agar memperlihatkan sisi lain dari toko yang di jaga Shalu. Meski tak yakin kalau Shalu akan paham dengan keinginannya, bagaimanapun Dia sadar kemampuan bahasa lnggrisnya.

"Call me!" jawab Shalu yang ternyata tahu maksud pesan darinya. Dan ternyata Dia mengirim gambar foto sebelahnya, isinya sama. Kain yang cantik di gantung berjejer rapi.

"Oh no," kata pesan yang di kirimnya buat Shalu.

"Why? What happen?" balas Shalu bertanya kenapa dan ada apa, wajar saja Dia heran.

"My headache," jawab Dinda jujur, bagaimana tidak sakit kepalanya melihat banyak kain cantik berjajar cantik. Pekerjaannya sebagai penjahit pasti membuatnya kepingin memiliki saat melihat kain yang motifnya cantik.

Kali ini datang lagi pesan dari shalu dengan emoji orang tertawa. Dan lalu di susul sebuah ucapan, "Thank you!"

"For?" tanya Dinda yang heran kenapa justru bukan dirinya yang berterima kasih.

"Your friendship, l am lonely," jawabnya, lalu kembali datang pesannya yang benar-benar membuat Dinda cukup terkejut, " l hate my life!"

"Apa? Dia berterimakasih hanya karena berteman dengannya?" batinnya sambil membaca ulang pesan yang baru saja datang.

"Dia kesepian, dan membenci hidupnya? Apa yang sebenarnya telah di laluinya?" batinnya kembali di penuhi beberapa pertanyaan. Akhirnya Dinda memberanikan diri mengetik beberapa huruf dan mengirimnya, "You married?"

Sambil menunggu jawaban dari pertanyaannya kembali Dia perbikir etis apa tidak ya sudah bertanya menikah atau tidak.

"Yes, but unlucky," katanya. Dinda hanya menunggu pesan yang sedang di ketik Shalu, namun benaknya merasa heran mengapa Dia bisa berkata tak beruntung.

"I am married diforce women, but just four month together she was die by accident," terang Shalu. Membacanya membuat mulut Dinda terkunci, pantas saja Dia bilang tak beruntung. Hanya empat bulan usia pernikahannya dengan wanita yang sudah janda, lalu istrinya meninggal karena sebuah kecelakaan.

Pantas saja Shalu merasa kesepian, empat bulan pernikahan tentu waktu yang singkat untuk sebuah pernikahan.

Ting.

Datang lagi pesan berupa gambar wanita bule bersama seorang gadis kecil, wajah keduanya hampir mirip dan semua terlihat cantik.

" Your wife?" tanya Dinda tapi hatinya sangat yakin kalau Dia benar.

"Yes," jawab Shalu singkat, membuatnya merasa sedikit tak enak dalam hati.Dalam benaknya terlintas pemikiran kalau tlah membuka luka di hati Shalu yang baru beberapa hari di kenalnya. Akhirnya Dia mengirim pesan permintaan maaf, " So sorry."

"No problem," jawaban yang di terimanya membuatnya sedikit lega.

"Send me your whatsapp number," kata Shalu lagi dalam pesannya baru saja. Dinda yang merasa tak enak akhirnya memberikan juga nomor kontak whatsappnya.

"Ok," katanya lalu mengirim gambar setangkai mawar merah di sertai tulisan, "Thank you."

Tiba- tiba saja ada panggilan masuk, tak segera di terimanya Dia justru mengamati nomor yang terasa asing apalagi dua nomor depannya. Tapi rasa penasaran membuatnya menekan tombol hijau tanda terima.

Sedikit melebar kelopak matanya saat seraut wajah nampak di layar gawainya. Meski sudah pernah melihatnya tak urung Dia sedikit terkejut melihatnya. Apalagi saat sebuah senyum tersungging di bibirnya, manis sekali. Hal yang tak pernah di lihatnya dari beberapa foto yang pernah di unggah Shalu. Hampir semua fotonya terlihat ekpresi datar dan sorot mata lelah.

"Hello!" sapanya, membuyarkan pikiran Dinda.

"H Hi!" sambut Dinda agak gugup. Bagaimanapun Dia tak yakin akan bisa mengimbangi kemampuan bahasa lnggrisnya Shalu.

"How are you?" lanjutnya berbasa basi.

"I am fine," jawab Dinda lalu balas bertanya, "And you?"

"Fine to, and ...."

"Sorry!" tukas Dinda memotong ucapan Shalu.

"Why?" tanya Shalu yang keheranan.

"Lunch time," jawab Dinda jujur, memang semua cacingnya sudah berteriak minta di isi.

"Ok, thank you," sahutnya penuh pengertian. Setelah beberapa detik Shalu tak juga menghentikan panggilan, akhirnya Dinda menekan tombol merah agar panggilan terhenti seakan tahu yang akan dilakukannya Shalu justru melambaikan tangan seraya berkata, "Bye."

Sekilas senyum terbit dari bibirnya, refleks senyumpun mengembang di bibir Shalu.

Dan sejak hari itu hampir tiap dua atau tiga hari sekali Shalu minta ijin untuk melakukan panggilan video. Untunglah Dia selalu mengirim pesan lebih dulu, dan tak sekalipun langsung memanggil.

"Ahh benar-benar pria sopan Dia," kata Dinda dalam hati. Dinda memang tak salah menilai karena Shalu selalu bertanya lebih dulu apakah dia sedang sibuk atau tidak, dan bertanya kapan Dinda ada waktu untuk menerima panggilannya.

Seiring waktu yang berjalan Dinda menjadi nyaman saat berbincang dengan Shalu, meski sering tak bisa memahami maksud ucapannya namun Shalu selalu telaten mengulang ucapannya dan sesekali tangannya memperagakan maksud ucapannya.

Dinda yang sudah terbiasa berbincang dengan Shalu merasa ada yang aneh dalam hatinya saat lima hari berlalu namun tak ada kabar apapun darinya. Kini Dia mulai menyadari kalau dirinya sudah memberikan permintaan Shalu yang dulu dianggapnya angin lalu.

"Give me a small place in your heart!" ucapan Shalu saat video callnya yang ketiga kali. Yah saat panggilan hendak di akhiri Shalu meminta sedikit tempat dalam hatinya.

"Not promise," jawab Dinda saat itu karena memang tak ingin memberikan janji apapun. Toh dirinya sudah punya suami dan anak. Meskipun di akuinya saat ini hatinya tengah rapuh. Sudah dua kali Dia meminta nomor kontak gawai baru Bayu suaminya, dua kali pula Dia harus menelan kecewa.

Namun tetap saja hatinya merasa bersalah pada suaminya, dan sebelum semua terlanjur jauh maka dia memutuskan untuk berhenti menerima video call dari Shalu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Baby Han - (Gx G)
9.5
Mikaela, janda muda asal Thailand yang tengah hamil lewat program bayi tabung, memulai karier di perusahaan J.H Fashion, Seoul. Meski bercerai dari David karena dikhianati, bakatnya menarik perhatian Minwo Han. Namun, Judith Han, sang pemilik perusahaan yang merupakan seorang lesbian, justru mulai terpikat secara alami setelah mengambil alih urusan Mikaela. Ketertarikan Judith berkembang menjadi obsesi mendalam saat ia terus memikirkan sosok Mikaela dalam benaknya.
Sampul Novel GAIRAH TENGAH MALAM
9.5
Seorang fotografer alam liar melakukan ekspedisi mendalam ke jantung hutan Amazon yang misterius. Di sana, ia bertemu dengan pemandu lokal tangguh yang memicu ketertarikan kuat sejak awal. Di balik pesona hutan hujan yang eksotis, mereka harus menghadapi berbagai rintangan berbahaya yang mengancam nyawa. Di sela ketegangan dan ancaman alam tersebut, tumbuh gairah membara yang menyatukan keduanya dalam sebuah petualangan cinta yang penuh dengan risiko dan aksi.
Sampul Novel Karena Aku Ingin Mati, Aku Jadi Belok
8.2
Gala adalah pria yang dihantui rasa takut akan luka emosional, sementara Lingga merupakan sosok haus popularitas yang justru membenci sanjungan. Di balik topeng kemunafikan, keduanya terjebak dalam hubungan penuh ancaman dan pemerasan untuk meraih kebahagiaan semu. Kolaborasi antara jiwa yang fasik dan munafik ini melahirkan dinamika cinta yang destruktif, di mana mereka saling menyakiti demi memuaskan hasrat batin serta obsesi gelap masing-masing.
Sampul Novel Kawin Kontrak dengan CEO Kejam
8.3
Penyiksaan yang tiada henti selalu terbayang di mata Elle, seorang Ayah yang seharusnya mengayomi malah sebaliknya dia dipaksa bekerja untuk mencari uang. Ayahnya semakin hari semakin gila. "Ayah, aku mohon hentikan!" isaknya sambil memohon. "Kamu menginginkan ini! Kamu seharusnya sudah menyiapkan uang yang aku butuhkan?!" "Ayah, hentikan! Sakit!" Elle seorang gadis berusia dua puluh dua tahun harus menanggung kehidupan yang pahit. Elle si gadis penari telanjang itulah profesinya saat ini. Kini ia bertekad untuk mengakhiri semua ini dia tidak ingin dijadikan budak lagi oleh Ayahnya, dia ingin keluar dari kehidupan yang kotor dia tidak ingin menjual tubuhnya lagi, malam ini adalah malam terakhir dia bekerja sebagai penari telanjang disebuah club.
Sampul Novel Love for Haphephobia
8.5
Demi menggagalkan pernikahan ketiga ibunya, Arkania Lintang Jagat terjebak dalam sandiwara cinta yang rumit. Ia mengaku mencintai Bintang, calon saudara tirinya. Sang ibu yang ragu karena haphephobia Lintang, menuntut bukti nyata. Di hadapan Ishan sang mantan kekasih, Lintang nekat mengecup bibir Bintang. Aksi berani ini justru memicu obsesi Ishan untuk merebut kembali hati Lintang, sementara hubungan Lintang dan sepupu angkat Ishan itu semakin pelik.
Sampul Novel Pernikahan Berliku & Perceraian
9.8
Terbangun sebagai tokoh antagonis dalam sebuah cerita, Sienna bertekad mengubah nasib tragisnya demi hidup mewah. Ia memilih menikahi Darren, pria kaya yang cemburu karena Sienna gemar menggoda orang lain. Meski pernikahan mereka didasari kehamilan, Sienna yakin Darren akan menceraikannya demi sang pahlawan wanita. Namun, saat ia terus menanti perpisahan itu, Darren justru menolak melepaskannya dan marah setiap kali topik perceraian muncul di antara mereka.