Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sepupu Dan Suami: Cinta atau Dosa?

Sepupu Dan Suami: Cinta atau Dosa?

Nindy harus menelan pil pahit saat suaminya, Bastian, berselingkuh dengan sepupunya sendiri, Dini. Di tengah perjuangan melawan penyakit, pengkhianatan orang terdekat ini menghancurkan kepercayaan Nindy pada cinta. Namun, kehadiran Rangga, sahabat masa kuliahnya, perlahan membawa harapan baru melalui ketulusan yang nyata. Saat Nindy berusaha bangkit, Bastian dan Dini mulai menuai karma buruk atas perbuatan mereka. Ini adalah kisah tentang luka yang menjadi kekuatan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Nindy mulai menyadari perubahan kecil di rumahnya. Meski masih lemah dan sering kelelahan, ia tak bisa mengabaikan perasaan aneh yang semakin kuat di hatinya. Ada sesuatu yang berbeda dari cara Bastian memperlakukan Dini, sesuatu yang tidak biasa. Seperti hari ini Bastian selalu memberikan apapun yang Dini suka.

"Ini saya bawakan cemilan kesukaan kamu, Din. Lumayan lah, buat teman ngopi kamu, takutnya kamu bosan kalau lagi nunggu Nindy tidur," ucap Bastian sambil memberikan beberapa cemilan.

Dengan sigap Dini mengambil bungkusan yang penuh dengan snack dengan mata berbinar. " Terima kasih, Mas. Pengertian banget, sih."

"Buat aku mana, Mas?" Tanya Nindy menatap Bastian.

"Kamu kan gak boleh mengkonsumsi makanan gini, kan?"

"Bukan makanan yang itu, maksudku, susu dan buah-buahannya sudah hampir habis, Mas."

"Ya Ampun, maaf tadi aku lupa. Kirain masih ada stok buah di kulkas," ucap Bastian dengan rasa bersalah.

"Gak apa-apa, besok kan masih bisa beli. Untuk sekarang stoknya masih aman, Tapi awas loh, Mas. Jangan kelupaan lagi beli buah untuk Nindy," ucap Dini menyela pembicaraan antara Nindy dan Bastian.

"Iya, nanti saya beli," ucap Bastian dengan lembut.

Nindy melihat interaksi keduanya seperti ada sesuatu yang lain, yang lebih dari sekedar seorang perawat istrinya. Meskipun Dini sepupunya, tapi perhatian yang terlihat berlebihan itu sangat mengganggu pikirannya.

Awalnya, Nindy mencoba menepis pikirannya. Dini adalah sepupunya, seseorang yang ia percaya sejak kecil. Dan Bastian? Suaminya adalah pria yang dulu selalu ada untuknya, yang berjanji akan setia dalam suka dan duka. Tapi tetap saja, ada hal-hal yang sulit untuk diabaikan. Ia merasa risih atas kedekatan Suami dan sepupunya itu.

**

Suatu malam, Nindy terbangun karena haus.

"Loh, kemana mas Bastian? Kok gak ada di kamar? Ya ampun air minumnya habis, lagi. Ini gimana ya? Udah malam juga masa aku harus teriak memanggil mas Bastian atau Dini," Ucapnya lirih, kemudian Nindy berusaha bangkit dari tempat tidur dengan susah payah dan melangkah perlahan menuju dapur. Namun, langkahnya terhenti ketika mendengar suara pelan dari ruang tamu.

"Mas Bastian, kamu harus lebih banyak istirahat. Aku nggak mau lihat kamu kecapekan, loh. Nanti kalau kamu ikutan sakit bagaimana?" suara Dini terdengar lembut, nyaris manja.

"Aku gak apa-apa dan masih baik-baik aja, Din. Jangan kawatir, Kamu sendiri gimana? Jangan terlalu sibuk ngurusin Nindy sampai lupa istirahat," sahut Bastian dengan nada perhatian yang membuat dada Nindy terasa sesak.

Nindy menahan nafas. Ia tidak menyangka akan mendengar nada itu, nada yang dulu hanya ia dengar dari Bastian untuknya, kini terdengar untuk Dini.

Dan kenapa sudah selarut ini, mereka masih saja terjaga?

"Ya udah, gimana kalau aku pijit lagi, mau ya? Biar lebih fresh besok pagi!"

"Iya, pijatan kamu enak, bikin saya ketagihan." Ucap Bastian sambil terkekeh.

"Iya, dong. Siapa dulu yang pijit, Dini gitu, loh," katanya dengan suara yang mendayu-dayu.

Nindy melihat, Dini mulai memijat kening Bastian, tangannya mengusap lembut leher Bastian. Tampak sekali Bastian menikmati sentuhan dari Dini. Lengan Dini pun beralih ke pundak Bastian.

"Pundaknya masih pegel gak, Mas?" Tanya Dini sambil menunduk, bibirnya nyaris bersentuhan dengan pipi Bastian.

Nindy sudah tidak tahan lagi, dengan langkah pelan, Nindy kembali ke kamarnya, menahan air mata yang menggenang. Ia tidak ingin gegabah menuduh, tetapi hatinya mulai merasakan ketidakpastian yang menyakitkan.

"Ya Allah, kenapa mereka sampai bisa interaksi seperti itu, sampai harus pijat memijat segala, Apa aku terlalu berlebihan kalau curiga pada Dini?"

Keesokan harinya, Nadia mencoba berbicara dengan Rina, sahabatnya yang selama ini selalu menjadi tempat curhatnya.

"Hallo,Rin. Gimana kabarnya? Aku ganggu, gak? Sapa Nindy ketika sambungan teleponnya sudah terhubung.

"Nggak, santai aja. Aku lagi free, Gimana keadaan kamu, apa lebih baik? Kan sekarang sudah ada perawat yang memperlihatkan kamu. Aku berharap kamu cepat pulih. Biar kita bisa kumpul lagi kaya dulu."

"Alhamdulillah, aku lebih baik. Meskipun kakiku masih sedikit sakit karena jatuh itu.

Tapi sekarang sudah bisa berjalan meskipun dengan perlahan."

"Syukurlah, aku senang dengarnya."

"Rin, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan," kata Nindy sambil memperhatikan pintu kamarnya, karena takut Dini datang tiba-tiba.

"Aku nggak mau berpikir buruk, Rin, tapi aku mulai merasa ada yang aneh di rumah," ujar Nadia dengan suara lirih di telepon.

Kemudian ia pun menceritakan semua perlakuan Dini terhadap Bastian suaminya, begitu pun Perhatian Bastian kepada Dini.

Rina terdiam sejenak sebelum menjawab, "Nad, kamu harus lebih peka. Jangan sampai karena kamu percaya buta, kamu malah terluka lebih dalam. Kalau memang ada sesuatu yang nggak beres, kamu harus cari tahu."

Nadia menghela napas berat. "Aku takut, Rin. Aku takut kalau semua ini cuma perasaan aku aja, tapi aku juga takut kalau ternyata semua itu benar..."

Di ujung telepon, Rina terdengar menghela napas. "Kalau kamu mau, aku bisa cari tahu sesuatu. Yang penting kamu jangan diam aja, Nad." Ucapnya memperingatkan.

"Iya, Rin. Cuma kamu yang bisa menolong aku, gerakan ku tidak bisa lincah. Karena ada penyakit yang menggerogoti tubuhku. Mas Bastian juga lebih sering di ruang kerjanya. Dengan alasan tidak mau mengganggu waktu istirahat ku," ucap Nindy mengadu pada sahabatnya.

"Ya, mungkin saja itu bukan alasan sebenarnya, bisa jadi dia menyimpan sesuatu yang kamu gak tau," ucap Rina berspekulasi.

Nindy menggigit bibirnya, hatinya dipenuhi dilema. Ia ingin tetap percaya pada suaminya, tetapi tanda-tanda itu semakin jelas. Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri Bastian dan Dini saling memberikan perhatian. Apalagi dia mendengar Dini selalu memijat Bastian yang membuat suaminya ketagihan karena pijatan dari Dini, Apalagi kalau bukan awal dari perselingkuhan.

"Rin, sudah dulu ya. Nanti kita sambung lagi obrolan nya, aku akan selalu ingat pesan kamu."

"Oke, siap. Yang sabar ya, Nind. Tenang, aku selalu siap bantu kamu," ucap Rina memberikan semangat.

"Iya terima kasih banyak, aku beruntung punya teman seperti kamu."

"Oke, see you."

"Assalamualaikum, Rin."

"Waalaikumsalam."

Krek ...

Tiba- tiba suara pintu dibuka dengan kencang. " Kamu habis telponan sama siapa, Nind?"

"Bunda, Menanyakan kesehatanku," jawab Nindy berbohong.

"Oh .." ucap Dini hanya ber oh ria.

"Din, sebaiknya kamu menjaga batasan mu dengan mas Bastian," ucap Nindy memperingatkan.

"Maksudmu?" Tanyanya dengan nada kesal.

"Kamu jangan terlalu dekat sama mas Bastian, aku lihat akhir -akhir ini kamu dan mas Bastian sangat akrab. Aku rasa itu gak pantas."

"Kamu jangan curiga berlebihan, aku dan mas Bastian itu gak ada apa - apa kok. Ya kalau kita saling berinteraksi itu wajar, dia kan selalu menanyakan perkembangan kesehatan mu, Nind. Kamu itu beruntung punya suami seperti mas Bastian, selain tampan dia juga mapan. Kalau aku berada di posisinya, sudah lama aku ninggalin kamu."

"Maksudnya gimana, Din?"

"Ya pikir aja sendiri."

Bersambung..

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95KBN" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95KBN
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Cinta Yang Kandas
8.7
Tiga tahun Aveline mengabdi dalam pernikahan tanpa cinta demi Damian, bahkan rela menyerahkan bakat arsitekturnya agar suaminya bersinar. Namun, pengkhianatan Damian di depan publik menyadarkannya. Aveline memilih bercerai dan bangkit membangun firma de la Fontaine miliknya sendiri. Kini, ia kembali sebagai arsitek kelas dunia yang sukses mengalahkan dominasi perusahaan Blackwood. Di tengah puncak kejayaan, akankah ia membiarkan cinta masuk kembali ke hatinya?
Sampul Novel Godaan CEO Cantik Membangkitkan Kultivasi
7.8
Kehidupan Alfan Mananta sebagai dokter magang berubah drastis setelah ia dipaksa oleh direktur rumah sakitnya yang cantik untuk datang dan tinggal di kediamannya. Sejak langkah pertama di rumah wanita berkuasa tersebut, babak baru yang penuh dengan kedekatan intim tanpa batas pun dimulai di antara mereka. Novel modern bergenre fantasi romantis miliarder ini mengupas dinamika hubungan tak terduga yang menantang batas-batas profesionalisme mereka berdua dalam keseharian yang tak lagi sama.
Sampul Novel I WAS NEVER YOURS
9.0
Menjalin ikatan dengannya adalah sebuah larangan keras yang tidak seharusnya kulanggar. Namun, perasaan ini tumbuh begitu dalam meski aku tahu bahwa memilikinya adalah hal yang tabu. Setiap detik aku mencintainya, rasa sakit itu justru semakin mengoyak batasan hatiku. Aku terjebak dalam dilema antara keinginan memiliki dan kenyataan pahit yang terus menyiksa. Mencintai dirinya hanya membawaku pada luka yang kian menganga tanpa ada kepastian.
Sampul Novel Intermezzo ( Antologi Cerpen )
9.0
Dalam antologi cerpen ini, pembaca diajak menyelami realitas bahwa asmara dapat bersemi dari arah yang paling tidak terduga. Perasaan kasih sayang mampu mengetuk pintu hati siapa saja tanpa mengenal waktu maupun peringatan terlebih dahulu. Setiap narasi romansa modern di dalamnya menggambarkan betapa misteriusnya momen ketika dua jiwa saling terpikat, membuktikan bahwa cinta sejati sering kali muncul di tengah rutinitas hidup yang paling biasa sekalipun.
Sampul Novel Kubongkar Perselingkuhan Suami Pilotku
8.1
Rumah tangga Nazeea Athaya dan Raga jauh dari kata sempurna. Meski sang suami berulang kali mengkhianati komitmen pernikahan mereka demi wanita lain, Nazeea memilih bertahan hanya karena memikirkan masa depan buah hatinya. Namun, kesabaran itu mencapai batasnya saat sang selingkuhan melontarkan hinaan yang menyadarkan posisinya. Kini, Nazeea tak lagi tinggal diam dan siap membongkar kebusukan suaminya yang berprofesi sebagai pilot tersebut.
Sampul Novel Miss Primadona
9.1
Tisa dikenal sebagai wanita jelita yang hanya mengejar kemewahan melalui pria-pria kaya dalam hidupnya. Namun, pesona dan gaya hidup materialistisnya tidak mampu melindungi dirinya saat berbagai kemelut besar mulai berdatangan secara bertubi-tubi. Terjepit di antara kehancuran dan kenyataan pahit, Tisa kini menghadapi pilihan sulit. Akankah rentetan masalah ini membuatnya sadar untuk memperbaiki diri, atau justru ia akan semakin tenggelam dalam kesalahannya?