Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sekretaris kesayangan CEO

Sekretaris kesayangan CEO

Menjalin asmara dengan bos kaya bukan hal mudah bagi Yasmin Andara. Sebagai sekretaris cantik, ia harus menghadapi cobaan berat saat dipaksa menjauh dari CEO yang merupakan kekasihnya sendiri. Realitas pahit kini menguji keteguhan hati mereka di tengah tuntutan profesionalisme. Apakah cinta mereka mampu bertahan melewati rintangan ini, atau justru hubungan tersebut harus berakhir tragis? Ikuti perjuangan Yasmin mempertahankan cintanya yang penuh dilema.
Bab
Bagikan

Bab 2

"M-maaf, maksudnya bagaimana, Pak?"

Ya! Alih-alih menjawab, Yasmin justru balik melempar pertanyaan pada lelaki tersebut yang tentu saja membuat Handoko geram karena itu sama saja mempermainkan sang pimpinan.

Ini membuat kesabaran pria paruh baya itu menipis, hingga dengan desahan kasar dia berkata lagi, "Kamu tahu? Sebaik apa pun manusia menyembunyikan sesuatu, cepat atau lambat semuanya akan terungkap. Terutama untuk wanita sepertimu."

Yasmin semakin menyipitkan matanya, mencoba memahami kata-kata atasannya yang terdengar sinis dan kasar. Kemudian di menit berikutnya Handoko menghembuskan nafas kasarnya sambil menganggukkan kepalanya, "Ya! Saya sudah tahu tentang hubunganmu dengan Haris yang selama ini kalian rahasiakan dari semua orang."

DEG!

Bencana macam apa ini!? Itu benar-benar membuat Yasmin merasa seperti disambar petir! Meski Yasmin telah bersiap untuk hal itu namun tetap saja terasa sangat menegangkan saat dirasakan secara langsung.

Handoko kini bangkit dari duduknya dan berbalik berjalan santai menuju jendela ruangan sambil memasukkan tangannya ke dalam saku. Pria itu sepertinya berusaha mengendalikan emosinya.

"Apa menurutmu wanita sepertimu pantas bersama anakku? Status sosialmu bahkan tidak sebanding dengannya," kata Handoko masih dengan pandangan terarah keluar jendela, "Saya harap kamu tidak bermimpi menjadi menantu keluarga kaya dengan mendekati anak saya."

Mendengar kata demi kata yang keluar dari mulut Handoko, tentu berhasil membuat hati Yasmin menciut. Wanita itu tidak lagi bisa menjelaskan apapun setelah mendengar kata-kata yang seolah menjatuhkan harga dirinya secara langsung.

Sementara itu di lain tempat ...

Setelah Yasmin pergi ke kantor Handoko, Haris muncul dari balik pintu. Pria itu selalu berpakaian rapi dan dengan wangi khas dari parfum yang hampir memenuhi ruangan. Haris berjalan gagah melewati setiap meja kerja bawahannya namun tiba-tiba berhenti tepat di depan meja sekretaris pribadinya. Sejenak, dia melihat sekeliling seolah mencari seseorang sampai dia mendaratkan pandangannya pada sosok wanita yang duduk di samping meja kosong.

Lelaki itu mulai mengernyitkan dahinya tampak heran, lalu pandangannya kemudian tertuju pada salah satu karyawan yang selalu terlihat bersama Yasmin, yaitu Kana.

"Di mana Yasmin? Apakah dia tidak masuk kerja?" tanyanya penuh rasa penasaran, "Biasanya dia sudah standby jam segini."

Kana yang menyadari bahwa pertanyaan itu untuknya kemudian berdiri, "Ah! Dia masuk hari ini, tapi pimpinan tiba-tiba memanggilnya, Pak."

"Apa!?" Haris langsung kaget mendengarnya.

Ekspresinya begitu jelas terlihat berubah, bahkan Haris tampak sangat terkejut mendengar jawaban Kana yang demikian. Detik berikutnya lelaki itupun mulai terdiam seketika namun dengan isi pikiran yang tiba-tiba dipenuhi beberapa dugaan.

“Tidak biasanya Ayah memanggil karyawanku tiba-tiba seperti ini, ada apa?” pikir Haris dengan kerutan di dahinya yang semakin terlihat jelas.

Haris lalu menggeleng-gelengjan kepalanya dengan gerak cepat berusaha menepis semua asumsi dalam benaknya dan kembali bertanya "Ada urusan apa ayahku harus memanggil sekretarisku?"

Tetapi Kana hanya menggelengkan kepalanya dan juga mengangkat bahu menjawab bahwa dia tidak tahu apa-apa. Oleh karena itu, tanpa berpikir dua kali, Haris berbalik dan mengejar Yasmin ke ruangan ayahnya.

Melihat tingkah Haris yang seperti itu tentu saja kembali membuat Kana merasa heran dan lantas menggeleng-gelengkan kepalanya lalu bergumam, "Ck! Kadang aku bingung sama mereka, saling cinta tapi ditutup-tutupi. Sekarang pas lagi begini? Repot sendiri ... "

Sementara itu, Yasmin yang kini berada di depan pimpinan hanya diam dengan menundukkan kepala sembari memikirkan hal apa yang akan di bicarakan oleh pemilik perusahaan itu. Gemetar di tubuhnya bahkan tak tertahankan, pun ia sedikit terpikirkan sesuatu yang sejak tadi mengganggu pikirannya.

"Apa ini ada hubungannya dengan rumor itu?" tanyanya dalam hati.

Sedangkan Handoko? Lelaki tua dengan beberapa helai rambut di kepalanya itu tampak sedang bersantai kembali di mejanya sambil menikmati kopi panasnya. Dia memiliki pandangan sinis pada wanita di depannya. Tak hanya itu, Handoko terus menerus memandang Yasmin dari ujung kepala sampai ujung kaki, seolah memperhatikan setiap hal yang berada pada diri perempuan itu.

Handoko juga tampaknya memandang rendah Yasmin , ia bahkan tak segan-segan mengucapkan kata-kata yang terdengar tidak pantas untuk anak sekelas seperti dirinya.

"Bagaimana? Apakah kamu mengerti posisimu sekarang? Apakah kamu pikir kamu dapat melanjutkan hubunganmu dengan anak saya?" tegur Handoko tanpa ampun, "Bersihkan pikiranmu dan buat keputusan ... tinggalkan anak saya. Saya tidak ingin perjodohan anak saya hancur karena wanita rendahan sepertimu."

"P-perjodohan?" batinnya menerka-nerka, "Apa ini artinya ... "

Yasmin menelan ludahnya tak sanggup membayangkan, berusaha tetap tenang sambil memikirkan tanggapan atas kata-kata atasannya.

Sambil menghela nafas Yasmin berkata, "Maaf, Pak. Saya minta maaf jika hubungan kami menimbulkan masalah, saya tidak memiliki maksud lain seperti yang anda tuduhkan kepada saya, saya mencintai putra anda dengan tulus."

"Tulus? Cinta? Kamu pikir saya bodoh? Saya tahu apa yang ada di benak wanita seperti kamu, wanita yang berasal dari kelas bawah ingin naik ke kelas atas dengan jalan pintas dengan menjadi simpanan orang kaya," cicit Handoko dengan angkuh, "Tapi saya tidak akan membiarkanmu menjadi duri dalam pernikahan anak saya yang telah saya siapkan untuknya."

Tidak main-main! Handoko benar-benar menyerang wanita itu dan menunjukkan ketidaksukaannya pada Yasmin, wanita yang dicintai Haris dengan sepenuh hati.

Sementara itu, Yasmin pun terdiam, membiarkan dirinya ditelan oleh kebencian calon mertuanya. Perempuan itu tampak tak mampu membalas semua caci maki yang diterimanya.

"Saya tidak akan membiarkan hubunganmu berlanjut, apakah kamu ingin mengakhiri hubungan ini dengan benar? Atau haruskah saya langsung memecatmu sehingga kamu tidak dapat melihat anak saya lagi? Silakan pilih ... "

Apakah itu sebuah pilihan? Tentu saja bukan, keduanya sangat sulit sehingga sepertinya tidak mungkin dilakukan. Gadis itu kemudian menghela nafas panjang sebelum akhirnya berkata, "Saya menghargai keingingan anda, Pak. Tetapi jika anda ingin saya mengundurkan diri dari perusahaan ini, bagaimana saya bisa melanjutkan hidup saya ketika saya tidak memiliki siapa pun untuk berpaling?" Yasmin menjelaskan dengan pasrah, "Saya harap anda memiliki belas kasihan."

Handoko kemudian terdiam, menatap wajah Yasmin yang terlihat begitu sedih.

"Kalau begitu. Saya yakin kamu bisa memutuskan apa yang terbaik untukmu dan anak saya."

Kemudian dengan sedikit keberanian yang dia miliki dalam dirinya, Yasmin mulai mengangkat wajahnya dan menjawab, "S-saya mengerti, Pak."

Seringai kecil mulai terlihat di wajah pemimpin yang sombong itu, Handoko benar-benar puas dengan respon yang ditunjukkan Yasmin tanpa memikirkan patah hati wanita itu setiap saat.

"Baiklah. Kamu bisa kembali bekerja ... dan tolong jangan sampai Haris mengetahui pembicaraan ini," pungkas Handoko.

Yasmin hanya mengangguk paham tanpa berkata apa-apa lagi. Gadis itu dengan cepat mengucapkan selamat tinggal pada kehadiran presiden dan mulai berjalan keluar dari ruangan yang terasa seperti neraka baginya.

Usai pertemuan singkat dengan Handoko, Yasmin merasa semakin tertekan dengan beban yang dihadapinya. Dia menyadari bahwa situasinya semakin rumit. Dia tahu bahwa dia harus mengambil tindakan yang jelas tidak bisa dia lakukan dalam sekejap mata.

Yasmin berjalan menyusuri lorong dengan langkah lemas dan pikiran bingung. Wajahnya tertunduk membiarkan kesedihan dan kebingungan menari-nari di benaknya. Saat itu, langkahnya berhenti ketika dia melihat sepasang sepatu hitam mengkilap berdiri di depannya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tak Mau Penebusan yang Terlambat
9.7
Kembali ke keluarga konglomerat sebagai putri kandung mempertemukan aku dengan Julian Jetarsa. Pembelaannya sekali saja membuatku mengejarnya selama lima tahun hingga kami bertunangan. Namun, Julian selalu merendahkan sikapku yang dianggap tidak anggun. Saat kakek yang membesarkanku sekarat dan aku butuh bantuannya, Julian sengaja mengabaikanku demi memberi pelajaran. Kematian kakek membuatku tersadar. Kini, aku telah belajar menjadi sosok yang dia inginkan, sekaligus berhenti mencintainya.
Sampul Novel Antara Aku, Kamu, dan Gundikmu
8.4
Anisa Amanda, seorang istri berparas jelita, harus menelan pil pahit saat dikhianati oleh suaminya, Hendra, dan adik sepupunya sendiri, Tia. Tak tinggal diam, Anisa bertekad membalas dendam atas sakit hatinya. Di tengah rencananya, ia tak sengaja bertemu Fras Ramadhan, seorang tukang parkir tampan. Siapa sangka, Fras sebenarnya adalah CEO sukses Bintang Group yang menyamar. Pertemuan itu memicu konflik baru sekaligus menumbuhkan benih cinta di antara mereka.
Sampul Novel Gairah panas my Daddy
8.6
Aldo Bimantara merupakan pria matang dari keluarga terpandang yang tetap terlihat awet muda meski sudah memasuki usia pernikahan. Sebagai sosok sukses, ia mengelola dua cabang restoran besar yang berlokasi di Medan dan Semarang. Di balik statusnya sebagai putra konglomerat, Aldo berjuang menyeimbangkan tuntutan hidup dengan kariernya yang gemilang. Kisah ini mengikuti perjalanan hidup sang pengusaha kaya dalam menghadapi dinamika romansa modern.
Sampul Novel His Darling Debtor
9.2
Dunia Clara runtuh saat ayahnya kabur membawa uang milik Tuan Blackwell. Tanpa pilihan lain untuk menebus utang tersebut, ia terpaksa menyerahkan kebebasannya dan menjadi wanita simpanan sang miliarder. Di balik perjanjian dingin ini, Clara terjebak dalam pusaran emosi terlarang dan rahasia masa lalu yang perlahan terkuak. Hubungan penuh konflik ini pun menjadi ujian berat yang akan mengungkap seberapa kuat ikatan sejati di antara mereka berdua.
Sampul Novel ISTRI YANG DIRINDUKAN
8.3
Setelah malam pertama yang menyakitkan, Nevan Wiliam Adiguna mencampakkan Anin karena sebuah kesalahpahaman yang belum terbukti. Dua setengah tahun berlalu, takdir mempertemukan Evan dengan Albanna, bocah laki-laki di sebuah desa yang ternyata adalah darah dagingnya sendiri. Meski kini ia menyadari kesalahannya dan berusaha menjadi sosok ayah, mampukah Evan menebus luka masa lalu dan memenangkan kembali hati Anin yang pernah ia hancurkan begitu saja?
Sampul Novel Nyawa Dibalas Nyawa
8.1
Dua tahun silam, Indah dipaksa sang ibu meninggalkan kekasihnya demi menikahi Rendra, pria buta yang merupakan tunangan adiknya, Mella. Namun, setelah Rendra mendadak bisa melihat kembali, keluarganya justru menuntut Indah mengembalikan posisi tersebut kepada Mella. Sang ayah bahkan murka dan menganggap Indah tidak layak menjadi Nyonya Saputra. Di tengah tekanan itu, Indah yang mengidap penyakit mematikan memilih menyerah tanpa beban, bersiap menyaksikan kehancuran mereka dari balik kematiannya.