Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel SEDUCING HOT DUDA

SEDUCING HOT DUDA

Verena terjebak dalam romansa terlarang dengan pamannya sendiri, pria yang juga merupakan rival bebuyutan ayahnya. Meski perbedaan usia mereka sangat jauh, Verena tak peduli dan terus mengejar sang paman secara agresif. Walau pria itu terus menolak karena merasa sudah terlalu tua, Verena tetap nekat menggoda dan menantangnya. Di tengah pertentangan keluarga, Verena bertekad memenangkan hati pria matang tersebut dengan segala cara yang menggairahkan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Verena bangun dengan keadaan lebih segar dan lebih baik dari semalam karena jet lag parah. 

Gadis itu melihat keadaan sekeliling dan baru ingat ia tengah berada di belahan dunia lain. Dengan langkah pelan Verena turun dari ranjang dan hendak membuka pintu mencari orang tuanya dan juga Om Tampan—Calon Suami Masa Depan. Begitu lengkap. Verena tak tahu jika orang tuanya punya rekan yang begitu tampan. Gadis itu terkikik geli dan akan terus menggoda David hingga laki-laki itu jadi suaminya walau mungkin dunia terbalik. 

"Selamat pagi dunia. Selamat pagi kamar masa depan. Nanti kita akan terbangun tanpa pakaian dan bercinta di semua sudut rumah." 

Merasa seperti rumahnya, Verena langsung menuju dapur dan ingin membuat sarapan, ia yakin Om Tampan takkan marah jika ia membuat sarapan sendiri daripada ia menyusahkan dirinya. 

Gadis itu sempat melihat keadaan flat ini, rumahnya di Jerman tiga kali lipat lebih besar dari ini, mungkin karena ia punya banyak saudara hingga orang tuanya membeli rumah yang besar. 

Verena melihat mesin pembuat kopi dan langsung menghidupkan. Buat toast rasanya lebih baik. Gadis itu membuka kulkas dan semua kitchen set tapi tak menemukan apa-apa. Berapa lama rumah ini ditinggal? 

Verena mendesah lelah masuk lagi ke kamar dan mencuci muka terlebih dan sikat gigi. Musim dingin adalah waktu terbaik buat memanjakan diri karena sesungguhnya Verena malas mandi. Ia berdalih. "Air itu susah, hargai penghuni manusia lain yang kekurangan air. Jadi aku bersimpati pada mereka dengan menghemat air jadi tak boleh mandi." Alasan mengada-ada yang membuat Rara hanya bisa geleng-geleng dan berkata. "Kalau gitu nggak usah makan juga. Sama karena ada orang yang kelaparan, dan juga buat apa makan jika nanti lapar lagi?" 

Verena merasa lebih segar, menggerakan tubuhnya sedikit dan berkaca lagi. Tentu saja wajahnya masih cantik, ia orang yang cukup percaya diri dengan penampilannya. Verena adalah orang yang benar-benar membawa positive vibes. Ia tak pernah berpikiran buruk pada orang. 

Verena mengambil ponselnya dan ingin menelpon orang tuanya, ia baru tersadar jika tak ada sambungan internet karena hilang jaringan. Bayangkan ia melewati ratusan negara, puluhan ribu pulau, beberapa benua. 

Verena akhirnya keluar lagi. Semoga orang tuanya masih mengingat dirinya hingga ia tidak mati kelaparan di sini. 

Karena bosan Verena melihat penyedot debu dan rajinnya kambuh. Verena adalah model orang yang rajinnya pakai musim, jika sedang masa rajin maka ia akan merapikan semuanya hingga tak ada satupun helai rambut tapi jika ia sedang malas bahkan sampah di depannya ia biarkan hingga ibunya sering mengamuk. 

Verena menyedot dari karpet di depan TV, ia juga menyedot di bawah sofa semua sudut ia bersihkan sambil menggoyangkan pinggulnya seperti lagu dangdut walau yang ia nyanyikan lagu latin. Selera musik Verena adalah lagu latin karena musik mereka itu tidak bosan di telinga. 

lagu latin. Selera musik Verena adalah lagu latin karena musik mereka itu tidak bosan di telinga. 

Pintu flat terbuka dan David masuk ke dalam. Verena tersenyum lebar, David hanya terdiam tak menyangka jumpa manusia ajaib seperti ini. 

"Lihat? Ini kita sedang stimulasi membangun rumah tangga bersama. Tenang saja, aku istri yang rajin." Verena berkata sambil menyeka wajahnya seolah itu adalah peluh yang besar-besar padahal tak ada. David masih terdiam di sana. 

"Itu apa Om? Oh pasti buat sarapan? Okay, sini aku lapar." Tanpa malu Verena langsung merampas bungkusan itu dan benar saja ada sandwich dua potong dan juga jus satu kotak. 

"Terima kasih suami." Verena berkata sambil mencium pipi David membuat laki-laki itu langsung membeku. Benar-benar anak Gerald yang tak bisa diprediksi. Sepertinya Gerald cetak anak ini pas lagi mabuk hingga produknya jadi gila seperti ini. 

Verena langsung terduduk di sofa dan makan. Padahal jika orang tuanya tahu ia akan dimarahi karena sofa bukan meja makan. 

"Kamu mau ke rumah sakit?"

"Unggh.... Agkhu di flat aja. Tapi Om juga harus di sini." Verena berkata dengan pipi menggembung, mulut penuh makanan. 

David hanya menggeleng. Mungkin ia harus mengisi makanan di kulkas. Huh, Gerald datang bukannya meringankan dirinya malah semakin membuatnya repot dengan anak sebiji ini. 

"Mommy nanti kesini Om?" 

"Mereka menginap di rumah sakit atau mungkin mencari penginapan lain." 

"Oh yes itu keren Om. Karena aku mau tinggal berdua sama Om di sini, kita bisa buat anak Om." Verena tahu jika Mommy-nya yang mendengar perkataan ini mulutnya bisa dikoyak. Tapi Verena berkata dengan serius. 

Verena membuka kardus jus dan meneguknya dan melirik dengan ekor matanya baru sadar jika David berdiri dari tadi. Sebenernya yang tua rumah siapa di sini? Berhubungan dengan gadis seperti dunia terbalik. 

"Jadi Om mau kembali ke rumah sakit?" 

"Baiklah aku ikut, tapi Om janji harus bawa aku kembali kesini. Aku malas sama Mommy dan Daddy." David hanya bisa menghela napas, harusnya anak monyet ini tak usah kesini. 

Verena langsung berganti baju. Ngomong-ngomong ia membawa tiga pasang bikini, memakai bikini di hadapan David kendengarannya seru untuk menggoda laki-laki ini. Verena tahu jika ayahnya tahu kelakuannya yang binal seperti ini ia bisa digantung atau dibuang di sungai Am Main. 

Bahkan Verena memakai perona di pipi serta lipstik yang berwarna menyala. Ia tahu laki-laki normal pasti akan terpikat pada dirinya. 

"Ayo Om. Om harus nikahi aku ya." Verena langsung menggandeng tangan David keluar dari flat menuju ke bawah. Kepala David rasanya mau pecah, dia perpaduan anak monyet, anak ular juga karena begitu licin dan licik. 

Verena bernyanyi sepanjang perjalanan. Ia benar-benar gadis yang ceria seolah hidupnya tak mengalami kesedihan sama sekali. Berbeda dengan David yang bahkan ingin menyerah dengan hidupnya. Apalagi kondisi istrinya yang sedang sekarat. 

"I'm stuck with you Om. I'll be with you forever." Dengan gaya tangan kiri seolah memegang mic dan tangan kanan mencolek pipi David. Benar-benar anak yang tidak diajarkan manner sama sekali. David yakin orang tua Verena sudah mengajarkan semua manner pada anak ini hanya saja pabriknya memang sudah salah cetak di awal. Benar-benar tempelan Gerald.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Adikku Seorang Pelakor
9.1
Hidup Ayu Wulansari hancur seketika akibat pengkhianatan keji dari Rangga, suaminya, dan Nindi, adik kandungnya sendiri. Hubungan terlarang mereka menciptakan cinta segitiga yang menyiksa batin Wulan. Luka semakin dalam saat ia terpaksa menyaksikan pernikahan Rangga dengan Nindi yang telah hamil. Di tengah pedihnya kenyataan yang tak seindah drama, Wulan harus menelan pil pahit kehidupan yang penuh air mata, di mana kebahagiaan sejati terasa begitu jauh.
Sampul Novel CEO itu Tunanganku
8.8
Dua dekade berlalu, Melisa masih menanti cinta masa kecilnya hingga hatinya mati rasa. Saat mencoba membuka hati, ia justru terjebak pria oportunis. Di sisi lain, Rommy kembali dari perantauan sebagai sosok perkasa namun membawa luka lama. Meski Rommy datang melamar, Melisa justru menolak tanpa tahu mereka telah dijodohkan sejak kecil. Di tengah cobaan yang bertubi-tubi, mampukah rahasia perjodohan itu menyatukan kembali takdir cinta mereka yang sempat terputus?
Sampul Novel Cinta Terhalang Restu Abi
8.2
Aisyah Putri Rasyid terkejut saat Malik Putra Narendra, mantan kekasih masa SMA, muncul kembali setelah tujuh tahun berpisah. Dulu, Aisyah terpaksa memutuskan Malik tepat di hari kelulusan demi mematuhi perintah ayahnya. Ia bahkan mengembalikan tasbih pemberian Malik sebagai tanda berakhirnya hubungan mereka. Kini, tasbih itu mendadak muncul di depan pintu rumahnya, membangkitkan kenangan manis masa lalu. Akankah cinta lama mereka bersemi kembali?
Sampul Novel ISTRI YANG DIRINDUKAN
8.3
Setelah malam pertama yang menyakitkan, Nevan Wiliam Adiguna mencampakkan Anin karena sebuah kesalahpahaman yang belum terbukti. Dua setengah tahun berlalu, takdir mempertemukan Evan dengan Albanna, bocah laki-laki di sebuah desa yang ternyata adalah darah dagingnya sendiri. Meski kini ia menyadari kesalahannya dan berusaha menjadi sosok ayah, mampukah Evan menebus luka masa lalu dan memenangkan kembali hati Anin yang pernah ia hancurkan begitu saja?
Sampul Novel Kau Akan Mencariku, Saat Dia Menghilang
8.4
Cantika Putri menjalani kehidupan pernikahan yang harmonis bersama Ardi Permana. Hubungan mereka dibangun di atas fondasi cinta yang tulus, di mana Ardi sangat mengagumi pesona fisik dan kesempurnaan sang istri. Sementara itu, narasi lain mengikuti sosok miliarder ternama, Reza Dirgantara. Sang konglomerat tengah menjalin hubungan asmara dengan Luna Amara, seorang gadis desa yang memiliki paras cantik namun tetap mempertahankan kesederhanaan dalam dirinya.
Sampul Novel LUKA HATI SEORANG IBU TIRI
9.0
Kehidupan Raisa seketika hancur dan dipenuhi duka mendalam saat sang suami tercinta mengembuskan napas terakhirnya. Namun, rasa sakit hatinya kian menjadi ketika ia menemukan kenyataan pahit di balik kepergian pria itu. Munculnya seorang bayi mungil yang terbukti sebagai anak kandung suaminya menjadi luka baru yang sangat menyiksa. Raisa kini terjebak dalam dilema antara rasa cinta yang tersisa dan pengkhianatan yang baru saja terungkap di depan matanya.