Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Secret Wife

Secret Wife

Satu dekade membina rumah tangga, Bram dan Sinta belum juga dikaruniai keturunan. Tanpa pemeriksaan medis, Bram dan ibunya terus menghakimi Sinta sebagai pihak yang mandul. Akibat desakan sang ibu yang ingin segera menimang cucu, Bram akhirnya memutuskan untuk berpoligami secara diam-diam. Namun, sebuah rahasia besar tersimpan rapat: bagaimana jika sebenarnya Bram lah yang tidak bisa memiliki anak? Akankah Sinta tetap diam saat pengkhianatan ini terungkap?
Bab
Bagikan

Bab 3

“ Mama akan menjemput Kamu, kita ke sana bersama. ”

   “ Baik Ma, aku akan siap-siap. ” Ia memasukkan hp nya ke tas, dan berganti pakaian.

***

   “ Sinta aku bener-bener gak nyangka kita bisa sampai di titik ini. ” Bram menggenggam jemari istrinya dan tersenyum tulus.

   “ Aku inget banget saat awal kita bertemu. ”

   “ Iya Mas, aku juga tidak menyangka. ” Sinta tersenyum malu karna mengingat awal pertemuan mereka, semburat merah terlihat jelas di kedua pipinya.

    “ Kamu masih inget kata-kata ku dulu kan? ” Sinta yang kebingungan hanya bisa menatap kedua mata Bram.

   “ Jika aku salah jalan atau melakukan kesalahan, aku harap kamu jangan tinggalin aku ya, tuntun aku untuk kembali ke jalan yang diridhoi. ”

   “ Iya Mas, In Syaa Allah ... Aku akan selalu mendampingi Kamu. ” Sinta sedikit merasakan risih di dalam hatinya karna ucapan suaminya, ia bertanya-tanya di dalam benaknya, kenapa suaminya berucap seperti itu.

***

   Sedangkan di tempat lain, mama Bram sedang menjemput Rani untuk menyusul Bram dan Sinta. Rani harus memberitahu jika dirinya sedang mengandung anak dari Bram. Ketika di dalam mobil, mereka berdua hanya berdiam, Rani takut jika suaminya akan murka terhadapnya, sedangkan mama Bram ia merasa sangat senang dengan mengetahui kehamilan Rani, ia mempunyai cara licik untuk menyingkirkan Sinta.

Setelah mereka sampai di tempat tujuan mama Bram turun dari mobil dan langsung menyeret Rani, bukan sampai disitu saja, mama Bram sudah membayar orang untuk mematikan saluran listrik, ketika lampu padam orang itu akan mengganti foto-foto yang berada di layar proyektor dengan foto pernikahan Bram dan Rani.

Lampu mulai padam, Sinta yang ketakutan langsung menggenggam lengan Bram dengan erat, tidak lama kemudian lampu mulai menyala dan menampilkan foto pernikahan Rani dan Bram.

   “ Di ... Dia siapa Mas?! ” Syok, itu yang dirasakan Sinta saat ini, ketika layar proyektor menunjukkan sebuah foto suaminya yang sedang menggunakan baju pengantin bersama wanita lain.

   “ Prok ... Prok ... Prok ... Prok. ” Suara tepukan tangan yang terdengar seperti mengejek, menggelegar di seluruh penjuru restoran.

   “ Bram! ” Teriak mamanya yang sudah berada di belakang Sinta.

   “ Mama!? ” Ucap Bram dan Sinta bersamaan.

   “ Kamu lihat! Menantuku yang satu ini sudah memberi Bram keturunan. ” Ucap mama Bram dengan mengelus perut Rani yang masih rata.

   “ Maksud ma – ” Kalimat Bram terhenti.

  “ Lihat Bram! Rani hamil anak Kamu. ” Potong mama Bram dengan menarik kedua sudut bibirnya, dan memandang rendah ke arah Sinta.

   “ Apa-apaan ini mas?! ” Tanya Sinta dengan mata yang mulai berkabut.

   “ Di – di – dia, " Ucap Bram terbata-bata, ia dibuat panas dingin dengan kedatangan mamanya dan Rani.

   “ Dengar baik-baik yah ... Menantu tidak berguna ... Dia ini istri kedua Bram. ” Jelas mama Bram dengan melipat kedua tangan di depan dada, dan memandang rendah Sinta.

   Sinta yang di kejutkan dan ditampar kenyataan, hanya bisa mengepalkan kedua tangannya.

   “ PLAK! ” Bunyi tamparan terdengar nyaring di  seluruh penjuru restoran. Bukan, bukan Bram yang di tampar oleh Sinta. Ketika Sinta hendak menampar suaminya, tangannya hanya menggantung di udara, Sinta lah yang ditampar mertuanya. 

   “ Mama! ” Bentak Bram, ia terkejut dengan perlakuan mamanya. 

   Ketika Bram menyuruh Sinta untuk duduk kembali, Sinta langsung menepis lengan Bram.

   “ Jadi ini Mas! Ini maksud kamu bicara kayak gitu ke aku! ... Iya?! ” Tanya Sinta dengan emosi yang sudah tidak bisa di tahan, ia mendongakkan kepalanya agar air matanya tidak jatuh setetes pun di depan mereka semua.

   “ Makasih Ma! Ini kado yang paling mengejutkan, dan Kamu! Terimakasih sudah menjadi benalu di dalam rumah tanggaku. ” Sindir Sinta dengan menunjuk Rani, ia memandang kearah mereka semua dengan tatapan yang marah, kecewa, dan benci. Ia berjalan keluar restoran dengan langkah besar, ia tidak menyangka di hari bahagianya malah berubah menjadi petaka bagi rumah tangganya.

   “ Ma! Kenapa harus sekarang ?! ” Bentak Bram sambil membanting cekalan tangan mamanya.

   “ Kenapa Mama harus bawa Rani sekarang! ”

   “ Kenapa Mama selalu ikut campur urusanku dan Sinta !? ” Ia benar-benar takut jika istrinya akan pergi meninggalkannya.

   “ Mama hanya ingin memberi tahu kabar bahagia, Istri kamu ini sudah hamil, mending kamu ceraikan saja Sinta. ” Ia melipatkan kedua tangannya di dada, dan dengan gaya angkuhnya menunjuk Rani dengan dagunya.

   “ Gak! Sampai kapan pun ... Aku ... Tidak akan pernah menceraikan Sinta! ”

   “ Dasar anak kurang ajar! Kamu gak memikirkan perasaan Rani !? ” Ia menatap Bram dengan kilatan marah yang sangat kentara di kedua matanya.

   “ Lalu! ... Apa Mama pernah memikirkan perasaan Sinta !? ”

   “ Aku menjalin hubungan dengannya sudah sejak sekolah Ma, aku menikah sudah sepuluh tahun! Apa pernah Sinta berlaku tidak adil ke Mama !? Apa pernah Sinta marah ketika Mama selalu memojokkan dia!? ” Bram frustasi, ia takut jika istri yang sangat ia cintai akan pergi begitu saja, dan meninggalkannya.

***

Sinta menyusuri jalan dengan langkah gontai, tanpa sadar ia berjalan sampai ke tengah, untung saja jalanan sedang lengang, ia terlalu syok bahkan pikirannya buntu seketika, tidak pernah terfikir di benaknya suaminya tega menggores luka tajam dihatinya, ingin rasanya ia menangis sekencang-kencangnya, tapi ia menangis juga tidak bisa memperbaiki keadaan.

   Tiba-tiba, dari arah belakang ada sebuah motor melaju dengan kecepatan diatas rata-rata. Kondisi jalanan yang gelap membuat Sinta tidak terlalu terlihat, tanpa sengaja tubuh Sinta terserempet oleh motor itu, Sinta pun terjatuh di dinginnya aspal.

   Bocah yang menaiki motor itu pun, langsung cepat-cepat memberhentikan motor dan menolong Sinta.

   “ Mbak! Mbak gak apa-apa kan? ” Pekik bocah itu, ketika Sinta mendongak keatas, ia dibuat terpana dengan wajah Sinta yang putih mulus, tanpa ada cacat.

   “ Udah tau jatuh! Pakek tanya pula! ” Sinta sebal dengan bocah yang menyerempetnya, sudah tau dia jatuh dengan posisi duduk, pasti sudah jelas sakitnya.

    “ Haduh Mbak ... Maaf ya, aku bener-bener gak sengaja. ” Ia mengulurkan tangannya untuk membantu Sinta, tapi tangannya ditepis langsung.

   “ Saya bisa sendiri! ” Ketika hendak berdiri, kaki sebelah kirinya terasa sangat sakit, tapi ia tetap berusaha untuk bisa berdiri.

   “ Mbak nya mau kemana? Mau aku antar? ”

   “ Gak! Saya mau kemana juga bukan urusan kamu! ”

   “ Ini sudah malam Mbak, biasanya di sebelah sana banyak preman yang suka godain perempuan cantik. ” Ia menunjuk kearah depan.

   Sinta yang tidak memperdulikan ucapan bocah itu pun langsung melenggang pergi, ia tidak percaya dengan apa yang dibilang bocah ingusan tadi. Ya, bocah yang menyerempet Sinta tadi masih menggunakan seragam SMA, sepertinya ia habis merayakan acara kelulusan jika dilihat dari banyaknya coretan di seragamnya.

   Benar saja, setelah ia berjalan beberapa meter, tak jauh dari tempatnya berdiri, terlihat banyak pria kekar, atau mungkin preman yang sedang meminum alkohol.

   “ Piuwit ... ” Siul salah satu preman itu pada Sinta, Sinta yang ketakutan karna telah dihadang lima preman itu hanya bisa berdoa dan menyesali perbuatannya yang menolak bocah tadi.

   “ Mau kemana neng sendirian aja nih. ” Ucap teman preman yang bersiul.

   “ Mau ditemenin gak? ” Sahut preman satunya.

    “ Aduh Bang, maaf ya saya lagi buru-buru. ” Ucap Sinta yang menghindar dari tangan nakal semua preman.

    “ Ini udah malam loh! Nanti kalau diculik gima – " Belum sempat preman itu melanjutkan kalimatnya.

    “ Heh! Bangsat! Ngapain lu pegang-pegang pacar gua! ” Sentak bocah yang menyerempet Sinta.

   “ Cuihhh ... ” Preman itu membuang ludah di depan lawannya.

   “ Ini cewek kayaknya lebih cocok jadi kakak lu. ” Ucap preman yang bertato sambil menunjuk Sinta.

   “ Bacot! ” Bocah itu menatap para preman dengan tatapan permusuhan.

   “ Jangan ... Pernah ... Sentuh ... Milik ... Gue! ” Bentak bocah itu sambil melayangkan pukulan ke preman tadi.

   Sinta yang melihat kejadian itu, hanya bisa memundur ketakutan, bagaimana ia tidak takut jika yang menolongnya bocah ingusan, sedangkan yang dilawan lima preman yang mempunyai badan kekar.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95MVC" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95MVC
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Melawan Syarat
9.4
Demi kesembuhan sang ayah, Helena terpaksa menggantikan saudara tirinya menikahi pewaris kota yang tuli. Namun, malam pertama mereka justru diawali peringatan dingin bahwa pernikahan ini hanyalah bisnis. Helena harus bertahan menghadapi sikap suaminya yang sulit ditebak. Meski banyak yang meramal kehancurannya, sang suami justru menjadi pelindung utama. Saat kontrak usai dan Helena bersiap pergi, pria itu memohon sambil menangis agar ia tetap tinggal.
Sampul Novel Cinta yang Kadaluarsa
9.6
Setelah sepuluh tahun sia-sia mengejar Kevin Sentosa, Diana Karin akhirnya menyerah dan berpaling kepada Adrian Wisak, pria yang melamarnya di sebuah pulau pribadi dengan kemegahan kembang api. Namun, menjelang pernikahan, Adrian mendadak hilang. Saat melacaknya, Diana justru mendengar rencana busuk Adrian yang hanya memanfaatkannya demi membuat Kevin jijik dan berniat kabur di hari pernikahan mereka. Menolak dipermalukan, Diana memilih melarikan diri lebih dulu, meninggalkan Adrian yang kini frustrasi mencari pengantinnya yang hilang di seantero Kota Jama.
Sampul Novel Dua Istri CEO: Istri Simpanan Suamiku
8.0
Adam memutuskan menikahi Maya hanya demi mengamankan harta warisan, meski hatinya masih terpikat sepenuhnya pada sang kekasih, Sabrina. Memanfaatkan kenaifan Maya, Adam lihai menyembunyikan perselingkuhannya dalam waktu yang cukup lama. Namun, segala rahasia gelap dan kebusukan motifnya perlahan mulai terendus. Saat kebenaran akhirnya terungkap, Adam dihadapkan pada dilema besar. Siapa yang akan ia pertahankan? Kekayaan warisan atau cinta sejatinya?
Sampul Novel Kutandatangani Dosa Mereka
9.0
Demi melindungi Hanaya yang hamil, Ferdi tega membujuk tunangannya, Tiara, untuk mengakui kejahatan yang tidak ia lakukan. Mengingat penderitaan di kehidupan sebelumnya—di mana penolakannya berujung pada penjara dan penyiksaan hingga mandul—Tiara kini memilih menandatangani surat pengakuan tersebut. Hanaya segera memfitnahnya di media atas pencurian rahasia dagang Perusahaan Lukito. Namun, plot berbalik saat Rian Lukito selaku penggugat justru mencabut tuntutan di persidangan dan berlutut untuk melamar Tiara.
Sampul Novel Madu Jadi Upik Abu
8.2
Wati harus menghadapi kenyataan pahit saat bos di kantor suaminya melamar Dedy. Tergiur janji kehidupan yang lebih layak, Wati pun sepakat untuk dimadu. Namun, setelah Dedy memboyongnya ke rumah istri kedua, sebuah rahasia kelam mulai terungkap. Ternyata, Dedy memiliki agenda tersembunyi yang jauh lebih licik di balik pernikahan tersebut. Di sinilah perjuangan Wati dimulai saat ia menyadari bahwa dirinya hanyalah alat dalam rencana besar sang suami.
Sampul Novel Petaka Ponsel Rahasia Suamiku
7.8
Amelia menganggap Bima suami sempurna hingga ponsel rahasia mengungkap pengkhianatan di balik punggungnya. Kecurigaan tertuju pada inisial L yang misterius. Sambil menyelidiki, Amelia bertekad mengamankan aset demi masa depan si kembar, Yuki dan Yuka. Ia pun hancur saat mengetahui sosok selingkuhan suaminya diduga adalah Dinda, adik angkatnya sendiri. Di tengah kemelut ini, Denis sang cinta pertama muncul kembali, menawarkan pilihan sulit bagi hati Amelia.