Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sebelum Hujan Membasahi

Sebelum Hujan Membasahi

Fuad adalah pemuda pendiam yang sangat sensitif terhadap omongan orang lain. Demi membuktikan kemampuannya kepada orang tua, ia merantau jauh dari kampung halaman untuk bekerja. Namun, perjalanan mengejar mimpi ini menjadi rumit saat Fuad mulai mengenal beberapa wanita yang memikat hatinya. Kini ia terjebak dalam konflik batin antara tanggung jawab profesi dan kehampaan asmara. Mampukah Fuad menyeimbangkan ambisi karier dengan kerumitan perasaan yang menyiksa?
Bab
Bagikan

Bab 1

Namanya juga mendung. Tak selamanya ia mampu mengundang hujan. Hadirnya hanya memberi isyarat kepada makhluk bumi agar lebih siap ketika hujan turun kembali membasahi. Sedia payung sebelum hujan, mungkin suatu selogan yang tidak asing lagi terdengar pada sepasang telinga kita. Perihal mendung dan hubungan, seakan menjadi sebuah kalimat yang berbeda, namun hampir mirip dalam pemberian makna. Bagaimana tidak? Ketika mendung mampu hadir tanpa memberi hujan, begitupula sebuah hubungan. Ia mampu hadir memberi kenyamanan, datang dengan sebongkah kata kepalsuan. I love you, I Miss You, dan lain sebagainya. Namun tanpa berdasarkan sebuah rasa sayang yang timbul dari perasaan.

Aku menamainya sebagai sebuah tabir dari kepalsuan. Dan hal demikian adalah salah satu hal yang paling aku takutkan dalam sebuah hubungan. Bagaimana tidak? Ketika kita sudah merasa nyaman dengan suatu hubungan, kita hanyut dalam asmara perasaan, terlebih kita mendengar kata I Love You, ataupun berupa tulisan dari dirinya yang ditunjukkan untuk kita. Kita bahagia, tentu saja. Karena dia yang mengatakan atau menuliskan adalah orang yang kita anggap istimewa dalam hidup, dan ternyata dia datang dan mengatakan hal demikian tanpa didasari dengan sebuah rasa sayang. Sakit, tapi tak berdarah kawan.

Panggil saja aku Fuad, seorang laki laki yang sedang merasakan sakit karena seorang wanita. Wanita yang aku anggap istimewa, wanita yang aku anggap mampu menjadi alasanku bahagia. Dan ternyata seperti yang aku takutkan sebelumnya, dia datang dengan sebongkah cinta, lalu pergi meninggalkan sebuah luka.

Tepat hari ini, hari dimana memasuki tahun ke 2 hubungan asmara yang telah dirajut bersama. Dan kandas dengan begitu indahnya. Ada laki-laki lain yang datang, dan berhasil merebut hatinya. Pedih, tragis, mengenaskan jika boleh aku katakan. Rencana hubungan melangkah sampai jenjang pernikahan, namun kenyataan harus kandas ditengah jalan.

"Beb, ada waktu libur Minggu ini?" Aku teringat dia memberi pesan singkat, dan begitu indah terlihat pada layar gadget-ku.

"Ada, Beb, besok malam Minggu." Balasku singkat.

"Kita jalan ya, ada sesuatu hal serius yang harus aku katakan." Chelsi kembali membalas tak berselang lama.

Chelsi, itulah nama perempuan yang pernah menjadi kekasihku kala itu. Perempuan dengan paras yang sangat luar biasa. Dari ujung rambut dikepalanya, sampai ujung kaki jarinya. Rasa-rasanya dia adalah bidadari dari surga yang sudah Tuhan ciptakan dan hadirkan didunia. Sempurna, aku menilai dirinya. Dari fisik yang dimiliki olehnya, adalah salah satu alasanku mengagumi dirinya. Terlebih sifat yang dimiliki, ketika dia melontarkan sebuah kalimat dari mulutnya, seakan itu adalah musik simponi yang begitu indah aku dengar. Menentramkan, seakan duka seketika sirna ketika mendengar suara darinya. Jika suaranya saja mampu memberi efek demikian, apalagi senyum yang terpancar. Luar biasa, salah satu alasan aku menyempatkan namanya disetiap doa yang aku pinta.

Malam Minggu, malam yang sebelumnya tak pernah aku pikirkan akan menjadi seperti ini jadinya. Malam yang aku anggap menjadi sebuah kebahagiaan seperti malam-malam sebelumnya, nyatanya berbalik dengan ekspektasi yang ada dalam pikiran serta hati.

"Hay Beb, bagaimana kuliahmu?" Aku membuka percakapan diantara kami.

"Baik Beb, ya.. beginilah. Sibuk terus ngejar skripsi." Tutur Chelsi sembari menyerutup teh tarik kurma kesukaan yang pasti dia pesan ketika kami bersama.

Dari sini aku sudah merasa aneh, tidak sepertu biasanya. Sikap Chelsi, sungguh tidak seperti biasanya yang periang.

"Kamu baik-baik saja, 'kan?" tanyaku.

Dia hanya diam, sembari sesekali menatapku dengan wajah penuh kesedihan.

Pikirku semakin penasaran saja dibuat olehnya. Ada apa? Batinku. Padahal rasanya tidak ada masalah antara hubungan kita. Ditengah-tengah kalimat tanya yang aku rasakan, Chelsi akhirnya membuka percakapan.

"Kamu cinta beneran sama aku?" tanya Chelsi, sebuah pertanyaan yang seakan tidak pantas diucapkan.

"Kau benar-benar menanyakan hal itu?" balik aku bertanya.

Chelsi hanya menghela napas panjang. Dia menengok kekanan kekiri mengisyaratkan sebuah kegelisahan.

Aku seakan dibuat bingung atas sikapnya seketika.

"Beb, tak pantas rasanya kau menanyakan hal demikian. Padahal sedang aku usahakan untuk segera menjalankan pernikahan denganmu setelah kelulusan." Ucapku.

Chelsi hanya diam, tak berucap.

"Aku sisihkan uang dari sedikit untuk biaya pernikahan seperti yang pernah kita janjikan. Bagaimana pantas kau menanyakan hal demikian?" kembali aku berucap dengan pertanyaan memojokkan.

Chelsi kembali menyerutup teh tanpa menikmatinya.

Segera dia mengeluarkan sesuatu dari tas miliknya. Ia menyodorkan pelas diatas meja, sembari berkata lirih.

"M-mmaf" itulah kata lirih yang terlontar dari bibir manisnya.

"Apa ini?" Segera aku raih sesuatu itu, aku buka dengan penuh rasa.

Happy Wedding

Ali & Chlesi

Aku tidak melanjutkan membukanya.

"Beb, apa ini?" tanyaku masih tak percaya, dan tidak tahu maksutnya.

Chelsi hanya memalingkan wajah, dan kulihat pipinya basah oleh air mata.

"Beb!" Dia sama sekali tak mengubris panggilanku. Dia hanya tersedu sedu menahan tangis, tanpa berucap sepatah kata.

Aku lanjutkan saja membuka sesuatu itu. Dan boom, rasa seperti tersayat seribu pedang tumpul, bagai tersambar petir yang menggelegar menyambar. Aku terdiam, gemetar tak karuan. Demikian pula dengan Chelsi, sesekali tatapan matanya kepadaku menambah duka yang tak terencana itu.

"Ali? Kau mau menikah dengan Ali? Yang kau katakan laki-laki yang pernah datang dengan janji, dan pergi menancapkan duri?" aku masih dibuat tidak percaya dengan kenyataan yang ada.

Seperti awal perkenalanku dengan Chelsi di cafe yang sedang kami tempati. Aku mengenal dia dari saling tatap, dan aku beranikan diri untuk berkenalan, hingga sampai saat ini sukses menjalin sebuah hubungan.

Ali adalah laki-laki yang pernah menjadi alasan Chelsi menjadi patah hati. Dan meninggalkan Chelsi 2 tahun lalu tanpa alasan. Begitulah yang aku ketahui sedikit cerita dari mereka. Aku tak pernah mengungkit masa lalu milik mereka, hingga aku tersadar bahwa Chelsi, perempuan yang sudah aku jadikan komitmen sampai pernikahan, ternyata masih memendam perasaan terhadap mantannya.

"Tolong jelaskan ini Beb," Aku meminta penjelasan kepada Chelsi dengan nada lirih.

Chelsi sama sekali tidak mengeluarkan sepatah kata kecuali maaf tadi. Ia hanya menangis, meneteskan air mata. Lalu bergegas pergi meninggalkanku sendiri dengan undangan pernikahan miliknya.

Aku terdiam, mengeluarkan bungkus rokok dalam saku jaket. Menghisapnya perlahan, meremas undangan yang telah diberikan. Aku masih tetap terdiam dengan seribu satu tanda tanya yang belum aku temukan jawabannya.

Dia tidak mencintaimu, dia hanya kesepian dan kebetulan ada kamu.

Satu quotes dari Wira Nagara yang begitu pas jika aku rasa.

Tidak menutup sebuah kemungkinan, bahwa hadirku dalam hatinya, hanyalah suatu pelampiasan semata. Pelarian atau apalah istilahnya. Sungguh, hal demikian begitu sakit sesak jika dirasakan.

Untuk sesaat, dengan kopi aku mampu melupakanmu, kekasih. Kini tinggal mencari cara untuk berhenti merindukanmu.

Ujar temanku yang pernah mengatakan hal itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bodyguard I'm In Love
9.7
Jhon Christy terobsesi pada Aleta Louison sejak pandangan pertama. Seiring waktu, perasaan tersebut berkembang menjadi obsesi yang kelam. Demi mendekati sang pujaan hati, Jhon rela melepas hidup mewahnya dan bertolak ke Rusia untuk menjadi seorang bodyguard. Ambisi terbesarnya hanyalah terus mendampingi Aleta. Jhon bertekad menyembuhkan sisi psikopat dalam diri gadis itu dan membimbingnya kembali menjadi sosok wanita yang normal sepenuhnya.
Sampul Novel Ketika Cinta Pertama Berujung Penderitaan
8.1
Laila terjerumus dalam pergaulan bebas yang menghancurkan masa depannya. Gadis polos ini harus menanggung beban berat saat terpaksa melahirkan buah hatinya sendirian di sebuah gedung tua yang tidak layak. Kini, hidupnya dipenuhi penyesalan dan perjuangan keras melawan stigma buruk masyarakat. Sebagai ibu muda, Laila berupaya keras melindungi anaknya sambil mencari cara untuk menyembuhkan luka batin. Mampukah ia bangkit dari masa kelam dan meraih kebahagiaan sejati?
Sampul Novel Ketika Dunia Hancur, Ia Memilih Wanita Lain
8.9
Dunia Calla hancur saat putrinya kritis di ICU. Di tengah kesendiriannya menggenggam tangan si kecil yang kian dingin, suaminya, Ares, justru menghilang. Ares lebih memilih menjemput cinta pertamanya, Lyanna, yang baru kembali. Saat napas sang buah hati berakhir, Calla meratap dalam sunyi sementara Ares asyik berpesta dan berdansa memeluk Lyanna. Tanpa sadar, kebahagiaan semu itu harus dibayar mahal dengan kehilangan keluarga dan kepercayaan Calla selamanya.
Sampul Novel KETIKA ISTRIKU MULAI BERUBAH
7.9
Keharmonisan rumah tangga Luna hancur seketika setelah ia memergoki suaminya berbohong. Sang suami yang mengaku pergi bekerja justru terlihat menghabiskan waktu bersama wanita dari masa lalunya. Pengkhianatan menyakitkan ini memicu perubahan drastis dalam diri Luna. Ia yang dulu perhatian kini berubah menjadi sosok yang sangat dingin. Luna tidak lagi peduli pada suaminya dan memilih bersikap acuh tak acuh demi melindungi hatinya yang telah terluka.
Sampul Novel Pernikahan Ketiga
8.8
Kayra Angelina Atmaja, putri pengusaha kejam, hidup dalam penderitaan meski bergelimang harta. Ia menyandang status janda muda yang depresi akibat cemoohan orang setelah pernikahan pertamanya berakhir duka dan yang kedua hancur usai ijab kabul. Di tengah kemalangan ini, Tuan Bima berusaha mengungkap dalang yang membocorkan rahasia masa lalunya di rumah sakit jiwa. Akankah pernikahan ketiga menjadi akhir dari kutukan cinta dan pencarian jodoh sejatinya?
Sampul Novel RAHASIA BAPAK MERTUA
8.3
Di rumah ini, ada satu ruangan terlarang yang tak boleh kami masuki sesuai perintah bapak mertua. Namun, kecurigaan muncul saat beliau selalu keluar dari kamar tersebut dalam kondisi berkeringat dan kelelahan yang tidak wajar. Didorong rasa penasaran yang besar, aku memutuskan untuk menyelidiki aktivitas misteriusnya secara diam-diam. Siapa sangka, sebuah rahasia gelap dan mengejutkan yang selama ini tersimpan rapat akhirnya berhasil aku bongkar.