Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Seandainya Bertemu Lebih Awal

Seandainya Bertemu Lebih Awal

Saat momen sakral pertukaran cincin tiba, calon pengantin pria justru terdiam dan enggan mengucapkan janji suci. Kabar mengenai cinta pertamanya yang baru saja melajang, ditambah sebuah tiket pesawat, membuat segalanya kacau. Sang abang bahkan mengumumkan penundaan acara secara sepihak. Ditinggalkan sendirian menjadi bahan olok-olok, sang wanita hanya bisa menatap foto kebersamaan mereka bertiga di media sosial. Dengan keteguhan hati, ia memilih menyerah pada hubungan ini dan menghubungi orang tua kandungnya demi menyetujui pernikahan bisnis Keluarga Gunadi.
Bab
Bagikan

Bab 3

Setelah mengatasi masalah ini, aku kembali ke rumahku bersama Jivan. Baru saja pintu dibuka, aku pun merasa syok dengan keberadaan seseorang di dalam rumah!

“Kak Feli, lama nggak berjumpa!”

Rosa mengenakan piama yang tipis memamerkan tubuh indahnya. Dia berjalan keluar dari kamar pengantinku dan Jivan dengan ekspresi bersalah dan provokasi.

“Kak Lucas dan Jivan cemasin aku. Mereka suruh aku tinggal di sini.”

Aku melihat kamar pengantin yang kudekorasi dengan susah payah itu dimasuki oleh Rosa. Semua barang rumah tangga yang berpasangan telah dibuang sembarangan oleh Rosa ke dalam ruang kerja. Sebagai gantinya, barang-barang pribadinya memenuhi ruangan itu.

“Kata Jivan, pencahayaan di ruangan ini nyaman. Aku baru saja selesai operasi di luar negeri dan butuh pemulihan.”

Tersembunyi rasa muram di dalam tatapanku. Ruangan yang dia tempati itu sebenarnya adalah kamar pengantin milikku dan Jivan.

Saat ini, pintu kembali dibuka. Lucas dan Jivan memasuki rumah dengan membawa kue tar dan bunga segar. Terlihat tatapan tidak puas dalam tatapan mereka.

“Apa yang mau kamu lakukan? Rosa sudah pernah diusir sekali sama kamu,” ucap Jivan dengan tidak puas sembari melihatku.

“Sekarang Rosa adalah anggota keluarga kami. Rumah ini juga adalah rumahnya,” ujar Lucas dengan dingin sembari menatapku.

Aku mengamati vila kecil ini. Vila ini adalah hadiah dari Lucas untukku. Katanya, selamanya dia adalah anggota keluargaku. Selama ada dia, aku pun akan selalu memiliki rumah. Namun selanjutnya, Rosa tinggal di sini.

Lantaran mengingat hubungan dengan Erna, aku pun setuju membiarkan Rosa menumpang tinggal di sini. Setelah menemukan rumah, dia pun mesti segera meninggalkan rumah ini.

Hanya saja, Rosa semakin tidak tahu batasan. Dia bukan hanya mengambil barangku, bahkan juga berpelukan di atas ranjang dengan Jivan yang sedang mabuk.

Aku tidak bisa bersabar lagi dan langsung menampar Rosa. Aku pun didorong Jivan. “Rosa sudah kehilangan keluarganya. Dia hanya menganggapku sebagai kakaknya saja. Sejak kecil, kamu sudah didampingi oleh kami. Rosa berbeda sama kamu. Dia sudah mengalami banyak cobaan! Kamu lebih besar daripada dia. Apa kamu nggak bisa menjaganya seperti menjaga seorang adik?”

Aku melihat telapak tangan yang terluka akibat terkena pecahan kaca. Itu pertama kalinya aku merasa asing dengan diri Jivan.

Sekarang Rosa kembali lagi dan menguasai kamar pengantinnya, bersikap seperti nyonya rumah di sini.

“Felicia, selama beberapa tahun ini, aku yang menghidupimu. Aku sudah membesarkanmu hingga segede ini. Seharusnya kamu tahu berterima kasih! Sekarang, Rosa itu adikku! Kamu nggak berhak untuk menyuruhnya pergi! Kalau bukan karena kamu mengusirnya ke luar negeri, kondisi penyakitmu juga nggak akan bertambah parah.”

“Kamu tinggal di ruang baca saja. Kita bicarakan lagi setelah kondisi penyakit Rosa membaik,” peringatkan Lucas.

“Rosa butuh dijaga selama beberapa waktu ini. Lagi pula, kami juga belum mendaftarkan pernikahan kita. Kalau kamu berulah lagi, kita nggak usah menikah lagi!”

Jivan menatapku dengan ekspresi waspada. Sementara, aku menatap mereka dengan tatapan penuh hinaan.

Jika Felicia adalah Felicia yang dulu, mungkin dia akan merasa sakit hati. Namun, Felicia yang sekarang hanya merasa kecewa.

Tempat ini tidak menyambutku lagi. Sudah saatnya juga aku kembali ke keluargaku. Berhubung aku sudah memutuskan untuk pergi, aku pun tidak membalas ucapannya, langsung berjalan ke ruang baca.

Barang-barangku dilempar sembarangan ke dalam ruang kerja. Semua itu adalah hasil desain dan pilihanku sendiri. Barang-barang itu adalah bentuk dari impian dan harapanku terhadap masa depanku.

Aku diam-diam membuang barang pengantin yang dirusak Rosa ke tempat sampah.

Pada saat ini, Jivan baru mengangguk dengan puas. “Barang-barang itu nggak bernilai. Nanti baru dibeli lagi saat akan menjalankan pernikahan.”

Terlintas sedikit rasa muram di dalam tatapanku. Barang yang tidak bernilai bukan hanya barang-barang ini saja. Tidak ada lagi masa depan. Tempat ini bukan lagi tempatku untuk berlindung.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Biaya Pengkhianatan
8.2
Tujuh tahun silam, Lorna yang merupakan pewaris hartawan menjadi penyelamat saat bisnis Rhett di ambang kehancuran. Berkat dukungan total Lorna, Rhett berhasil bangkit hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Namun, di tengah suasana romantis malam pengantin mereka, kebahagiaan itu sirna seketika. Rhett secara tak terduga menunjukkan sebuah kontrak misterius yang mengungkap motif tersembunyi di balik pernikahan manis mereka selama ini.
Sampul Novel Cinta Terhalang Ukuran
9.4
Dhipta Wisnu Pratama tampak memiliki segalanya sebagai pewaris kaya raya dengan wajah tampan. Namun, di balik kemewahannya, ia menyimpan kekurangan fisik yang membuatnya ragu akan ketulusan cinta. Tantangan terbesarnya muncul saat ia jatuh hati pada Anandhila Prameswary, seorang aktris dan model papan atas yang mempesona. Mampukah Dhipta memenangkan hati Dhila dan meyakinkannya untuk menikah meski ia tidak sempurna? Inilah perjuangan Dhipta mengejar cinta sejati.
Sampul Novel Istri Sang CEO (After Married)
8.7
Sella mengalami nasib tak terduga saat niat melamar kerja justru berujung pada pernikahan kontrak. Ia terpaksa menjadi pengantin pengganti bagi Rishan, CEO yang menikahinya hanya demi memenuhi janji kepada sang ibu. Tanpa landasan cinta, keduanya terjebak dalam rumah tangga yang penuh ego dan aturan sepihak dari Rishan. Sella harus menghadapi sikap dominan suaminya yang sering menuntut hal aneh, sembari berjuang menata hatinya yang terus goyah dalam ikatan paksaan ini.
Sampul Novel Kekayaan Tersembunyi: Menjadi Triliuner dalam Semalam
9.7
Setelah dihina dan diputuskan oleh kekasihnya yang berselingkuh di sekolah, Brian Tennant bersumpah untuk bangkit dari kemiskinan. Tak disangka, masa percobaan hidup sederhananya berakhir hari itu juga. Ia terkejut saat mengetahui bahwa keluarganya ternyata adalah pemilik kerajaan bisnis triliunan dolar, bukan sekadar pengusaha biasa. Kini, dengan kekayaan tanpa batas di tangannya, Brian siap membalas dendam kepada semua orang yang dulu merendahkannya.
Sampul Novel Liang Hangat Sang Penari
8.7
Lisnawati, janda muda usia 16 tahun, kehilangan suaminya, Komar, akibat pembegalan tragis. Sebagai biduan dangdut keliling, pesona dan kecantikan Lisna memikat banyak pria hingga ia direkrut Tante Shinta ke dunia malam. Di sana, ia menjadi primadona dan terlibat hubungan benci tapi cinta dengan Budi Hendrajit, pengusaha kaya yang kerap menghinanya. Meski Budi sangat terobsesi pada Lisna, rencana pernikahan mereka terhalang restu sang ibu yang menentang latar belakang Lisna.
Sampul Novel NODA DALAM RUMAH TANGGA
9.2
Alka menyerahkan kartu berisi saldo yang akan terus bertambah setiap hari kepada Mira. Setelah memberikan kode akses 222222, ia menginstruksikan istrinya untuk menggunakan uang tersebut sesuka hati. Meski sempat ragu saat memegang gagang pintu, Alka hanya mengucapkan selamat malam dengan kaku sebelum akhirnya melangkah pergi. Mira pun terpaksa menghabiskan malam pertama mereka dalam kesendirian setelah sang suami memilih untuk meninggalkannya.