Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Seandainya Bertemu Lebih Awal

Seandainya Bertemu Lebih Awal

Saat momen sakral pertukaran cincin tiba, calon pengantin pria justru terdiam dan enggan mengucapkan janji suci. Kabar mengenai cinta pertamanya yang baru saja melajang, ditambah sebuah tiket pesawat, membuat segalanya kacau. Sang abang bahkan mengumumkan penundaan acara secara sepihak. Ditinggalkan sendirian menjadi bahan olok-olok, sang wanita hanya bisa menatap foto kebersamaan mereka bertiga di media sosial. Dengan keteguhan hati, ia memilih menyerah pada hubungan ini dan menghubungi orang tua kandungnya demi menyetujui pernikahan bisnis Keluarga Gunadi.
Bab
Bagikan

Bab 4

Sebelum pergi, aku hanya ingin berpamitan dengan seseorang.

Setelah berpamitan, aku pun tidak akan merasa terikat lagi.

“Nak, kamu datang mengunjungi Bu Bianca lagi,” sapa pengurus kuburan yang mengenaliku.

Setiap tahunnya, aku akan datang untuk mengunjungi kepala panti asuhan. Dia meletakkan sebuket bunga krisan putih di depan kuburan Bianca.

“Mama Bianca, aku sudah mau pergi.”

Angin lembut berembus. Bianca yang di atas foto masih kelihatan begitu lembut.

Aku berjalan meninggalkan kuburan, lalu berjalan santai di jalan raya. Saat melewati depan toko kue, aku tercium aroma manis dan wangi dari dalam.

Tiba-tiba aku kepikiran masa-masa dulu, momen Lucas dan Jivan membelikan kue tar untukku. Meskipun hanya krim murahan saja, aku malah merasa sangat manis.

Ponselku terus bergetar.

[ Selamat ulang tahun. ]

Pesan itu dikirim dari Keluarga Gunadi. Disusul dengan dikirim uang nominal besar ke dalam rekeningku. Meskipun aku tidak bersedia untuk kembali ke Kediaman Keluarga Gunadi, setiap kalinya mereka tetap mengirimkan ucapan selamat secara rutin.

Dua jam yang lalu, Rosa baru mengunggah postingan yang berisi tiga tiket film terbaru.

Tanpa sadar, aku justru berjalan sampai ke depan gerbang panti asuhan tempatku dulu tinggal.

Tempat ini sudah dirombak menjadi taman hiburan, bahkan telah malam, tempat ini tetap ramai.

“Kak Feli!” Rosa melihatku dan berlari ke arahku dengan sedikit senyuman di matanya.

“Kamu juga lagi di sini, ya? Hari ini suasana hatiku lagi nggak bagus. Kak Lucas dan Jivan bersikeras bawa aku main di luar.”

Kedekatan Rosa yang tiba-tiba membuatku merasa tidak nyaman.

Namun, tiba-tiba terlihat senyuman aneh di wajah Rosa. Dia tiba-tiba menggenggam tanganku dan jatuh ke belakang.

Sebuah sepeda listrik melaju kencang dan menabrak kami hingga terpental.

Dari sudut pandang Lucas dan Jivan, kelihatannya seperti aku yang telah mendorong Rosa ke sisi kendaraan.

Sepanjang perjalanan, raut wajah Lucas dan Jivan menjadi sangat muram. Darah terus mengalir di dahi dan kaki Rosa. Mereka tidak memedulikan diriku yang berwajah pucat. Telapak tangan kananku digilas oleh sepeda listrik. Aku merasa tanganku itu seperti bukan milikku lagi.

Saat kami diantar ke rumah sakit, suster memberi tahu Lucas bahwa hari ini hanya ada satu dokter yang bertugas.

“Lakukan operasi untuk Rosa dulu! Nggak boleh ada bekas luka di tubuh wanita!” jerit Jivan begitu sampai di rumah sakit.

Luka di kaki dan dahi Rosa tampak mengerikan, tapi kenyataannya, siapa pun yang punya sedikit pengetahuan medis tahu luka itu hanya luka luar.

Seorang suster di samping melihat tanganku yang terkilir, lalu berkata, “Tuan Jivan, luka Nona Rosa juga bisa kami tangani, tapi luka Nona ini lebih serius. Kalau nggak segera ditangani, tangan kanannya ….”

“Prioritaskan operasi untuk Rosa dulu!” Sikap Lucas dan Jivan sangat tegas.

Wajahku sudah pucat pasi. Jika aku kehilangan tangan ini, aku tidak bisa memegang kuas lagi.

“Kak, Jivan ... boleh nggak aku yang dioperasi dulu .... Tanganku sakit sekali!”

“Felicia, kenapa kamu selalu menyulitkan Rosa!”

“Jangan lupa, kamu itu cuma seorang anak yatim piatu! Kalau bukan karena aku membesarkanmu, kamu pasti sudah mati kelaparan di jalanan!”

“Mulai hari ini, Rosa itu adikku! Jangan harap kamu bisa menyakitinya lagi!”

“Kalau bukan karena kamu, Rosa juga nggak akan terluka!”

“Kamu bahkan nggak terluka! Kenapa malah bersandiwara!”

Aku ditampar hingga terjatuh ke tanah. Dalam seketika, wajahku semakin pucat saja.

Saat tanganku terkulai lemas di tanah dengan posisi yang aneh, dia menyadari ada yang tidak beres.

“Feli ... apa kamu baik-baik saja?”

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B49889" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B49889
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Biaya Pengkhianatan
8.2
Tujuh tahun silam, Lorna yang merupakan pewaris hartawan menjadi penyelamat saat bisnis Rhett di ambang kehancuran. Berkat dukungan total Lorna, Rhett berhasil bangkit hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Namun, di tengah suasana romantis malam pengantin mereka, kebahagiaan itu sirna seketika. Rhett secara tak terduga menunjukkan sebuah kontrak misterius yang mengungkap motif tersembunyi di balik pernikahan manis mereka selama ini.
Sampul Novel Cinta Terhalang Ukuran
9.4
Dhipta Wisnu Pratama tampak memiliki segalanya sebagai pewaris kaya raya dengan wajah tampan. Namun, di balik kemewahannya, ia menyimpan kekurangan fisik yang membuatnya ragu akan ketulusan cinta. Tantangan terbesarnya muncul saat ia jatuh hati pada Anandhila Prameswary, seorang aktris dan model papan atas yang mempesona. Mampukah Dhipta memenangkan hati Dhila dan meyakinkannya untuk menikah meski ia tidak sempurna? Inilah perjuangan Dhipta mengejar cinta sejati.
Sampul Novel Istri Sang CEO (After Married)
8.7
Sella mengalami nasib tak terduga saat niat melamar kerja justru berujung pada pernikahan kontrak. Ia terpaksa menjadi pengantin pengganti bagi Rishan, CEO yang menikahinya hanya demi memenuhi janji kepada sang ibu. Tanpa landasan cinta, keduanya terjebak dalam rumah tangga yang penuh ego dan aturan sepihak dari Rishan. Sella harus menghadapi sikap dominan suaminya yang sering menuntut hal aneh, sembari berjuang menata hatinya yang terus goyah dalam ikatan paksaan ini.
Sampul Novel Kekayaan Tersembunyi: Menjadi Triliuner dalam Semalam
9.7
Setelah dihina dan diputuskan oleh kekasihnya yang berselingkuh di sekolah, Brian Tennant bersumpah untuk bangkit dari kemiskinan. Tak disangka, masa percobaan hidup sederhananya berakhir hari itu juga. Ia terkejut saat mengetahui bahwa keluarganya ternyata adalah pemilik kerajaan bisnis triliunan dolar, bukan sekadar pengusaha biasa. Kini, dengan kekayaan tanpa batas di tangannya, Brian siap membalas dendam kepada semua orang yang dulu merendahkannya.
Sampul Novel Liang Hangat Sang Penari
8.7
Lisnawati, janda muda usia 16 tahun, kehilangan suaminya, Komar, akibat pembegalan tragis. Sebagai biduan dangdut keliling, pesona dan kecantikan Lisna memikat banyak pria hingga ia direkrut Tante Shinta ke dunia malam. Di sana, ia menjadi primadona dan terlibat hubungan benci tapi cinta dengan Budi Hendrajit, pengusaha kaya yang kerap menghinanya. Meski Budi sangat terobsesi pada Lisna, rencana pernikahan mereka terhalang restu sang ibu yang menentang latar belakang Lisna.
Sampul Novel NODA DALAM RUMAH TANGGA
9.2
Alka menyerahkan kartu berisi saldo yang akan terus bertambah setiap hari kepada Mira. Setelah memberikan kode akses 222222, ia menginstruksikan istrinya untuk menggunakan uang tersebut sesuka hati. Meski sempat ragu saat memegang gagang pintu, Alka hanya mengucapkan selamat malam dengan kaku sebelum akhirnya melangkah pergi. Mira pun terpaksa menghabiskan malam pertama mereka dalam kesendirian setelah sang suami memilih untuk meninggalkannya.