Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Satu Shaf Di Belakangmu

Satu Shaf Di Belakangmu

Pernikahan tanpa cinta akibat perjodohan paksa membuat hubungan Athar dan Eira dipenuhi ego serta keretakan. Setelah sebuah insiden tak terduga, Eira yang menderita akibat sifat bengis suaminya memilih melarikan diri dan mengasingkan diri. Tanpa diketahui Athar, Eira membesarkan buah hati hasil hubungan mereka sendirian. Namun, takdir kembali mempertemukan keduanya setelah sekian lama. Kini, akankah Eira luluh pada perjuangan Athar atau tetap teguh berpisah?
Bab
Bagikan

Bab 1

“Jangan sedikitpun kamu menyentuh tempat tidurku!” tegur Athar dengan nada terdengar begitu ketus.

“Lalu aku harus tidur di mana, Mas?” tanya Eira memberanikan menatap wajah suaminya.

“Terserah, asal jangan mengotori tempat tidurku,” tandas Athar.

Keheningan menerpa pasangan suami istri yang baru saja melangsungkan ikrar janji suci. Entah apa yang mendasari keduanya mau menerima perjodohan tanpa bertukar pesan maupun bertemu terlebih dulu itu. Ketika lamaran pun hanya diwakilkan oleh kedua orang tua dari pihak sang lelaki.

Eira yang kini resmi melepas masa lajangnya dan sudah berstatus sebagai istri orang. Wanita yang baru saja genap berusia 23 tahun itu baru saja mendapatkan gelar sarjananya. Sesuai baktinya kepada kedua orang tuanya, ia menyanggupi keinginan mereka. Tak pernah terbayangkan olehnya menikah tanpa dasar cinta. Selepas wisuda ia benar-benar setuju untuk menikah sesuai janjinya pada ayah dan ibunya.

Tanpa memprotes suaminya, Eira bergegas meraih selimut dan membawanya ke sofa. Hari yang melelahkan baginya setelah seharian menyalami tamu dari kedua belah pihak keluarga ditambah lagi sikap Athar yang baru terkuak. Batinnya seolah teriris diperlakukan secara kejam oleh pria itu. Meyakini jika pilihan orang tuanya terbaik, namun nyatanya malam pertama mereka menjadi momen menyedihkan.

Di tengah gelapnya malam, Eira terusik dari tidurnya. Tubuhnya sangatlah pegal lantaran tidak terbiasa tidur di sofa. Wanita cantik itu memutuskan untuk sholat tahajud. Menyerahkan segala kegundahannya pada sang pencipta yang mampu membolak-balikkan hati manusia. Berdoa agar pernikahannya bersama sang suami terjalin hingga maut memisahkan. Tanpa Eira sadari air matanya luruh begitu saja. Sebisa mungkin mencoba menahan isakan supaya tidak membangunkan Athar.

Sejatinya tidak ada keputusan yang salah ketika seseorang sudah memantapkan hatinya. Namun, berbeda dengan Eira. Ia tidak mempedulikan penderitaan seperti apa yang akan dialaminya ke depan. Bersandiwara di hadapan keluarga dengan terlihat baik-baik saja. Sejenak atensinya mengamati wajah damai suaminya yang tidur dengan pulas. Kini sudah memasuki waktu sholat shubuh. Akan tetapi, ia tidak berani membangunkan pria itu.

“Mas ….” Eira memanggil suaminya lirih dalam kondisi berdiri.

Teringat dengan ucapan Athar kemarin malam jika ia tidak boleh menyentuh sedikitpun tempat tidurnya. Alhasil, Eira hanya berdiri di tempat dan tidak berani mendekat. Berkali-kali ia memanggil, namun suaminya tak kunjung bangun.

Dengan langkah ragu dan tangan yang gementar, Eira memberanikan diri mendekat. Ia sedikit menggoyangkan lengan suaminya. Sudah sepantasnya pasangan suami istri mengingatkan baik dalam kebaikan dan keburukan. Seperti halnya saat ini, jika mereka melewatkan dua rakaat akan menjadi dosa besar. Eira tidak mau hal itu sampai terjadi.

“Mas, bangun. Sudah waktunya sholat shubuh, mari berjamaah,” pinta Eira lembut.

Athar yang merasa tidurnya terusik karena suara istrinya. Sontak saja menunjukkan tatapan tajam pada wanita itu. Menganggap Eira adalah benalu dalam hidupnya. Jika bukan karena ancaman orang tuanya yang menjadikan saham miliknya sebagai taruhan mana mungkin ia mau menikah dengan Eira.

“Berisik! Sholat saja sendiri sana, aku masih mengantuk,” tolak Athar.

Posisi tidur yang sebelumnya berhadapan dengan Eira, kini pria itu memunggungi istrinya. Suasana hatinya yang belum membaik dari kemarin seketika bertambah buruk. Seandainya Athar berada di rumahnya sendiri, ia bisa leluasa membuat peraturan pisah kamar. Sayangnya mereka saat ini berada di rumah orang tua Athar. Secara otomatis gerak-gerik keduanya diamati dan terbatas.

Eira terpaksa melaksanakan ibadah sendiri. Bayang-bayang indah menjadi makmum sudah terbesit di dalam benaknya. Namun, apalah daya. Itu semua hanyalah ilusi yang tak kunjung nyata.

‘Ya Allah ampunilah dosa suamiku. Aku yakin Mas Athar sebenarnya orang yang baik. Hanya saja mungkin dia masih sulit menerimaku sebagai istrinya,’

Dalam setiap doanya tak henti-hentinya Eira meminta kebaikan untuk rumah tangganya. Tidak ada sedikitpun rasa penyesalan atas keputusannya. Ia menerima dengan lapang dada. Sekalipun suaminya mengacuhkannya sampai saat ini. Setelahnya, Eira bergegas turun ke lantai bawah.

Suasana sepi menyelimuti dan lampu yang masih padam. Semua orang sepertinya masih tidur. Sebagaimana yang telah diajarkan ibunya, Eira melaksanakan tugas yang diembannya sekarang ini. Seorang istri harus patuh pada suami. Baiklah, kali ini ia akan memulai dari hal kecil untuk mengambil hati Athar.

Lengkap dengan peralatan dapur serta bahan masakan, Eira berkutat demi menghidangkan masakan yang enak. Ia sangat antusias mengingat hari ini adalah momen dimana Eira makan bersama keluarga besar dari pihal suaminya.

Sampailah pada cahaya mentari yang mulai berpancar, Eira melangkahkan kakinya menuju kamar. Dilihatnya tidak ada keberadaan Athar. Gemercik air yang terdengar menyadarkan Eira jika suaminya tengah mandi. Sembari menunggu, perempuan berbalut gamis itu merapikan tempat tidur yang berantakan.

Saking fokusnya dengan kegiatannya, Eira tidak menyadari jika Athar sudah berdiri di belakangnya. Hingga Eira membalikkan badannya dan kakinya tanpa sengaja tersandung gamisnya sendiri. Tubuhnya terhuyung ke arah Athar dan terjadilah hal yang tak terduga.

Athar merintis kesakitan karena kepalanya terbentur lantai cukup keras. Memejamkan mata mencoba menghilangkan rasa sakit yang mendera. Gerakan refleks yang tanpa disadari olehnya. Meskipun ia mengutuk kecerobohan Eira. Pria itu tetap mengulurkan tangannya, membekap istrinya agar tidak menghantam kerasnya benturan tersebut.

“Ups, sepertinya mama datang di waktu yang tidak tepat,”

Eira dan Athar terkejut oleh kedatangan wanita paruh baya itu. Eira segera bangkit dari tubuh suaminya dan merapikan gamisnya. Begitupun dengan Athar, pria itu membenarkan handuknya yang agak melorot. Malu sekali rasanya dipergoki oleh mertua dengan kondisi seperti itu. Padahal mereka berdua tidak melakukan apapun.

Keduanya sudah berada di posisi aman setelah kejadian tidak terduga tadi. Athar begitu murka dan ingin meluapkan segala kekesalannya pada Eira. Sedangkan Eira yang melihat kobaran api dalam diri suaminya melantunkan istighfar dalam hatinya.

”Lain kali kalau pakai pakaian tuh yang benar,” maki Athar.

“Pakaianku sudah sesuai syariat, Mas,”

“Bisa tidak jangan melawan?”

“Maaf, Mas. Aku hanya ing–“

“Aku menyesal menikah denganmu,” kata Athar.

Belum sempat Eira melanjutkan ucapannya, Athar sudah lebih dulu membungkam perkataanya dengan kata-kata yang sangat menusuk. Eira bisa saja diam terhadap kelakuan keji suaminya. namun, tidak dengan kalimat yang baru saja didengarnya.

Seketika teka-teki besar bersarang dalam pikiran Eira. Wanita itu mengikuti langkah kaki suaminya kemanapun pergi. Beberapa kali terdengar suara helaan nafas. Dengan keyakinan penuh ia memantapkan hatinya demi menghilangkan segala pikiran buruk.

Berjuang sendirian bukanlah hal mudah. Apalagi memperjuangkan cinta yang tak tahu kapan datangnya. Baru bertekad dan berdoa menjadi istri yang baik, namun Eira sudah diterpa ujian yang amat besar.

“Maksud Mas Athar apa?” Eira mulai terbawa emosi akan ungkapan suaminya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Lima Tahun, Hancur oleh Sebuah Panggilan
8.6
Pernikahan Anisa dan Erlangga hancur saat Citra, mantan kekasih Erlangga, kembali dengan amnesia. Erlangga memaksa Anisa berpura-pura menjadi kekasih kakaknya, Laksmana, demi Citra. Namun, Anisa menyadari bahwa dia hanya dianggap sebagai cadangan yang penurut. Luka hati berubah menjadi dendam membara. Anisa memutuskan menikah dengan Laksmana secara nyata dan menuntut Erlangga menjadi wali nikahnya di pelaminan. Sebuah rencana pembalasan yang dingin pun dimulai.
Sampul Novel Hasrat Terlarang Janda Tujuh Kali
9.3
Sarboah kembali menjanda untuk ketujuh kalinya, membuat sang ayah lelah menjadi wali nikahnya. Di balik kegagalan itu, Sarboah berjuang mengendalikan hasrat biologisnya yang meluap-luap. Takdir kemudian mempertemukannya dengan Adrian, seorang pria yang menderita impotensi dan sangat ingin sembuh. Sebuah insiden tak terduga memaksa mereka untuk terikat dalam pernikahan. Mampukah rumah tangga unik ini bertahan di tengah perbedaan kondisi fisik mereka?
Sampul Novel Janji Kita Hanyalah Debu
8.2
Rania telah mencapai batas kesabaran menghadapi sikap dingin Farel. Memegang teguh janji masa lalu untuk pergi saat dikhianati, ia diam-diam menyiapkan perceraian dalam waktu tiga puluh hari. Namun, kehancuran sesungguhnya terjadi saat Rania ingin memberi kejutan ulang tahun di kantor suaminya. Ia justru menyaksikan Farel bermesraan dengan Alena, sang mantan kekasih. Momen pahit itu menjadi titik akhir yang memantapkan langkah Rania untuk benar-benar pergi.
Sampul Novel Kursi Panas di Kantor
8.9
Giselle Putri Natapradja adalah konsultan senior ambisius di The Converge yang mengincar posisi partner. Namun, jabatan itu justru jatuh ke tangan Akira Hangga Aryanto, pria berpengalaman dari perusahaan ternama. Situasi menjadi rumit karena Akira adalah pria dari masa lalu Giselle saat mereka terlibat cinta satu malam. Kini, di tengah persaingan profesional yang sengit untuk membuktikan siapa yang terbaik, keduanya harus berjuang meredam gairah lama yang kembali membara.
Sampul Novel Mendadak menjadi Istri
8.8
Hidup Wulan berubah drastis saat Wisnu muncul dan mengaku sebagai suaminya yang sah. Padahal, Wulan sangat yakin bahwa dirinya masih melajang dan sudah berencana menikah dengan kekasihnya, Rayyan. Situasi semakin membingungkan ketika sang Bunda justru membenarkan pengakuan lelaki asing tersebut. Terjebak dalam misteri identitas yang janggal, Wulan menolak menyerah begitu saja. Ia bertekad menyelidiki kebenaran tersembunyi di balik status pernikahan mendadak ini.
Sampul Novel Musuhku Bankir Crazy Rich
9.6
Dahulu Elaine Tanjung hidup bergelimang harta sebelum ayahnya dituduh mencuri triliunan rupiah. Yakin ayahnya dijebak, Elaine bertekad menghancurkan keluarga Suryajaya, termasuk merayu sang bankir miliarder, Indra Suryajaya. Indra yang terobsesi pada Elaine berusaha menjadi pahlawan saat tahu Elaine kesulitan finansial. Namun, semakin Elaine mendekati Indra demi balas dendam, ia menyadari sifat asli Indra yang tak terduga, hingga membuat rencana dan hatinya kini terancam.