Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sang Pemuas Hasrat Wanita Kesepian

Sang Pemuas Hasrat Wanita Kesepian

Pasca patah hati, Angga terjebak dalam rencana gila Doni yang memintanya menemani Riri. Pengalaman tak terduga dengan sepupu temannya itu seketika mengubah hidup Angga dan merenggut keperjakaannya. Doni yang melihat bakat terpendam Angga lantas menawarkan pekerjaan sebagai penghibur wanita kesepian. Meski sempat merasa keberatan karena dianggap seperti gigolo, tawaran uang besar dan potensi dirinya sebagai pemuas sempurna membuatnya sulit berpaling dari dunia baru ini.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Angga!"

Mendengar namanya disebut, pemuda itu berbalik dan tersenyum mendapati si gadis yang tampaknya juga baru tiba. Dia terlihat sangat menawan di matanya.

"Maaf ya, aku terlambat."

Angga menggeleng. "Kau tidak terlambat, Ay. Aku juga baru tiba," ujar pemuda itu seraya bangkit dari tempat duduknya untuk menghampiri si gadis, kekasihnya. Tidak lupa diraihnya buket bunga di atas meja dan diserahkannya kepada sang kekasih.

"Terima kasih, Angga," ucap gadis itu. Dia memandangi buket bunga tersebut dan tersenyum tulus. "Dan ini sangat indah."

"Kau suka?"

"Tentu saja," sahut gadis itu tersenyum pada Angga.

Angga lantas menarik kursi untuk gadis itu, baru kemudian dia kembali duduk di kursinya sendiri. Posisi mereka kini saling berhadapan setelah dia duduk.

"Aku jadi penasaran apa yang ada dibalik semua sikap manismu ini," ujarnya.

"Sebentar lagi kau juga akan tahu," jawab Angga misterius.

Tak lama pelayan datang dan mereka mulai sibuk memilih menu. Makan malam itu berjalan ringan dan menyenangkan. Angga dan kekasihnya banyak membicarakan hal-hal yang menyangkut keseharian mereka. Angga tidak sedikit pun menyinggung soal niatnya malam itu, dia berpikir untuk menyimpannya dahulu setidaknya sampai seluruh sajian di atas meja habis.

"Angga, sebenarnya ada yang ingin aku katakan," kata sang kekasih, ekspresinya terlihat begitu serius.

"Silahkan, aku akan mendengarmu." Satu tangan Angga masuk ke dalam saku jaket. Menggenggam kotak beludru yang rencananya akan dia perlihatkan kepada sang kekasih.

"Aku mau kita putus."

Namun semua skenario yang ada dikepala Angga tampaknya hanya tertinggal sebatas niat, dan tidak pernah terealisasikan menjadi sebuah kenyataan karena sebelum kata-kata yang telah persiapkan meluncur dari bibirnya, dia langsung harus menerima kenyataan yang bak mimpi ini. Terus terang saja hubungannya dengan sang kekasih baik-baik saja. Lantas kenapa?

Kening Angga berkerut pertanda tidak mengerti atas kata-kata yang gadis itu ucapkan.

"Aku mau kita pisah saja. Kita akhiri hubungan kita."

Kedua mata si pemuda langsung melebar dan tak berkedip menatap gadis yang duduk di hadapannya. Berbeda dengan dirinya gadis itu tampak tenang dan nyaman seolah dia memang telah menyiapkan segalanya untuk moment ini. Berbeda dengan Angga yang begitu gusar.

"M-maksudmu apa, Ay?"

"Kita tidak bisa bersama lagi," jelas gadis itu lugas.

"Tapi kenapa?"

"Kita tidak cocok dalam berbagai hal, terlalu banyak perbedaan yang aku rasakan diantara kita dan seiring berjalannya waktu aku tidak bisa menemukan titik tengahnya. Selama ini aku mencoba untuk menolerir semuanya, tetapi aku rasa aku telah mencapai batasku. Aku sudah lelah dengan semuanya. Berpisah adalah jalan terbaik untuk kita. Kau tidak pernah berusaha mengubah situasi kita. Tidak ada kemajuan."

Angga memejamkan mata berharap ketika dia membukanya semua ini bisa melebur menjadi bunga tidur. Tapi sayangnya ini adalah realita. Sebuah kenyataan yang harus dia hadapi. Kekasihnya memang meminta perpisahan.

Angga menggenggam erat kotak beludru yang dia genggam hingga siku-siku bagian bawah kotak menggores telapak tangannya sendiri. Dia tidak mempedulikan rasa sakit dan perih di tangannya karena kini justru yang lebih sakit adalah bagian lain. Ya, hatinya lebih sakit.

"Jangan bercanda, Ay." Angga tertawa kering menutupi rasa sakit. Entah kenapa egonya berteriak nyaring pada dirinya untuk melakukan hal itu. Harga dirinya terlalu tinggi untuk hancur di depan gadis yang sudah dia pacari nyaris satu tahun.

"Maaf, tapi aku serius. Aku ingin kita putus."

Ucapan maaf sama sekali tidak memperbaiki keadaan atau pun kenyataan pahit yang sedang dihadapi oleh Angga.

"Jadi ini hasil dari meminta waktu untuk berpikir?" Kedua mata Angga menatap padanya dengan sendu. Ada sakit yang begitu kentara disana dan dia yakin perempuan itu pasti menyadarinya.

"Maaf, sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi."

Seribu kata maaf tidak akan bisa memperbaiki hatinya yang hancur. Sejuta maaf tidak akan mengobati hati yang terluka. Malam itu Angga putus cinta, dan rasanya benar-benar parah.

Motor sport berwarna hitam merah melaju kencang di jalan raya. Beberapa kali nyaris menabrak kendaraan lain dalam upayanya mencari kecepatan. Tentu saja tingkah ugal-ugalan ini mengundang bunyi klakson dari beberapa kendaraan yang nyaris menabraknya.

Namun seberapa banyak orang yang menyumpah serapahinya di jalan tidak dia pedulikan sama sekali. Tapi bukan berarti si pengendara motor adalah si orang gila yang mengemudi untuk mencari kesenangan. Dia hanya sedang dipenuhi dengan emosi tak terkendali ketika dirinya dilanda patah hati. Ya, si pengedara itu adalah Angga. Pemuda yang baru saja dihempaskan jatuh oleh seorang gadis yang pernah berkata bahwa dia mencintainya dan tidak akan meninggalkannya.

Laju motor itu pada akhirnya melambat hingga akhirnya tidak mau melaju lagi.

"AH SIALAN!"

Angga mengumpat ketika melihat jarum penanda bahan bakar motornya mengarah di bagian merah. Dia turun dari kendaraan roda dua tersebut hanya untuk sekadar menendangnya kemudian berjalan tanpa arah.

Angga melangkah di bawah deretan lampu jalan diantara orang-orang yang tengah menikmati malam minggu mereka dengan pasangan masing-masing. Biasanya Angga adalah salah satu dari mereka yang menyukai hal-hal seperti ini. Berjalan di tengah temaram cahaya elektrik buatan manusia ditemani dengan hembusan angin malam yang sejuk. Tapi untuk sekarang dia tidak punya energi untuk menikmati malam minggu.

Bagaimana bisa dia menikmati semua itu jika saat ini saja hatinya tengah diliputi oleh rasa sakit dan amarah yang menyala?

Angga merogoh sakutnya dan mengeluarkan kotak yang berisi benda yang seharusnya kini menghias jari manis kekasihnya. Seharusnya memang begitulah jadinya bila rencana yang dia buat berhasil sukses. Tetapi kini cincin ini sudah tidak bertuan sebab pemiliknya lebih memilih meninggalkan Angga sebelum pria itu sempat menyematkan cincin tersebut di jari manisnya.

Bruk!

Sebuah bahu tidak sengaja menabrak Angga membuat kotak di tangannya jatuh dan memantul di jalan. Berhenti tepat di kaki seseorang yang bergerak cepat memungutnya dan langsung berlari ke arah Angga untuk mengembalikan benda itu.

"Hei, kurasa ini punyamu."

Angga menunduk menatap kotak beludru yang disodorkan kepadanya tanpa merasa perlu melihat orang yang memberikannya.

"Ambil saja, aku sudah tidak butuh," ujar Angga sambil lalu.

***

"Orang aneh," gumam wanita itu sambil membuka kotak di tangannya. Kedua matanya langsung melebar begitu melihat isi dari kotak tersebut. Dengan cepat dia menutup kotak tersebut dan kembali mengejar si pemilik. Namun sialnya si pemuda sudah keburu menghilang dengan cepat, hingga tidak ada lagi sosok tinggi tersebut diantara orang-orang yang dilihatnya.

Wanita itu menatap kotak ditangannya. Bingung harus berbuat apa, pada akhirnya dia memilih menyimpannya ke dalam tas yang dia bawa dan meneruskan langkah sebelum dan tepukan mendarat di bahunya. "Yo Riri! aku datang menjemputmu." 

"Doni! dari tadi aku menunggu, kemana saja kau ini?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benci dan Cinta Tak Bisa Dipisahkan
9.3
Liora Avanira, seorang anak angkat, terpaksa menggantikan kakaknya dalam perjodohan dengan Komandan Rayan Elvard yang dingin. Rayan memilih Liora bukan karena cinta, melainkan demi misi rahasia. Namun, pernikahan atas perintah atasan ini berubah menjadi obsesi berbahaya saat Rayan terpikat pada sikap dingin Liora. Di tengah kebencian dan ancaman musuh masa lalu yang mengincar nyawanya, Liora harus bergantung pada pria yang menjadi sumber penderitaannya tersebut.
Sampul Novel Bukan Teman Tapi Sekamar?
8.4
Amanda, sosialita kaya raya yang sombong, terjebak dalam masalah besar setelah menyetujui syarat ayahnya. Ia terbangun di pulau terpencil bersama Senja, pria dingin yang tak ia kenal. Keduanya terpaksa tinggal serumah demi misi reality show televisi dengan tujuan berbeda. Amanda yang manja membuat Senja kewalahan, sementara ketus pelayan itu membuat Amanda frustrasi. Di tengah konflik kepribadian yang kontras, mampukah mereka bertahan di lingkungan yang asing?
Sampul Novel Dendam Menantu Kaya Raya
9.2
Tiga tahun lamanya Liam Hanza hidup menderita sebagai menantu yang dihina dan diperlakukan bak budak oleh mertuanya. Semua penghinaan itu ia telan demi sang istri, Yolanda Liandra. Namun, kesetiaannya hancur saat ia memergoki Yolanda berselingkuh. Kecewa dan terluka, Liam akhirnya membongkar identitas aslinya sebagai pewaris tunggal kekayaan ribuan triliun. Kini, keluarga Liandra bersujud memohon ampun, tetapi Liam siap membalas dendam dengan segala kekuasaannya.
Sampul Novel Derita Istri Penurut
9.7
Arini adalah sosok istri yang sangat patuh meski harus menghadapi perilaku kasar suaminya, Bagas. Selama ini, ia memilih bungkam dan menutupi penderitaan rumah tangganya dari orang tua. Namun, kesabaran Arini akhirnya mencapai batas hingga ia memutuskan untuk menggugat cerai ke pengadilan agama. Di tengah amarah yang memuncak, mampukah Bagas membujuknya kembali, ataukah tekad Arini untuk berpisah sudah bulat akibat luka batin yang terpendam lama?
Sampul Novel Dia Bukan Suamiku
9.2
Dalam pernikahan hasil perjodohan, Shafa mendambakan kesetiaan dan kasih sayang tulus dari Alby. Meski awalnya Alby tampak sangat mencintai Shafa, pria itu ternyata menyimpan pengkhianatan di balik sikap manisnya. Kepercayaan yang diberikan Shafa pun hancur seketika. Walau Shafa telah mencoba memaafkan demi cinta, ia justru terus tenggelam dalam luka yang mendalam. Kini, di tengah kehancuran, mungkinkah Alby meraih kembali hati Shafa dan menemukan akhir bahagia?
Sampul Novel Money Bowl ( Cara Cepat Kaya )
8.5
Moana menemukan mantra ajaib yang mampu mendatangkan kekayaan melimpah. Memiliki ambisi mulia, ia ingin menggunakan kekuatan tersebut untuk memperbaiki kondisi ekonomi orang banyak. Sayangnya, niat tulus Moana justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak licik demi kepentingan pribadi yang kotor. Kini, Moana harus berjuang keras untuk meluruskan kembali tujuannya dan memastikan ilmu sakti tersebut digunakan pada jalan yang benar sesuai fungsi aslinya.