Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Salah Mencintai

Salah Mencintai

Saat terjebak di dalam gua yang dikepung kawanan serigala, seorang istri berharap pada suaminya, Haris, yang merupakan ketua tim penyelamat. Tragisnya, Haris justru mengabaikan panggilan darurat tersebut demi menemani cinta pertamanya yang terluka ringan. Di tengah keputusasaan dan kobaran api yang padam, sang istri harus menghadapi terkaman fatal para pemangsa sendirian. Sebelum napasnya berakhir, ia hanya bisa meminta maaf kepada janin di dalam kandungannya yang ikut menjadi korban.
Bab
Bagikan

Bab 1

Suamiku seorang ketua tim penyelamat, dan saat aku terjebak di dalam gua yang dikelilingi oleh serigala, dengan panik aku menghubungi teleponnya. Namun, dia terus memutuskan panggilanku.

Ketika api unggun mulai padam dan serigala mulai mendekatiku perlahan, suamiku menelepon kembali dengan nada marah, "Bisakah kamu nggak membuang-buang tenaga petugas publik? Aku ini ketua tim penyelamat terlebih dahulu, baru kemudian suamimu."

Suara marah suamiku bercampur dengan suara manja seorang wanita, "Mas Haris, lenganku terluka. Bisa nggak kamu antar aku ke rumah sakit?"

Aku kenal suara itu. Dia adalah cinta pertama suamiku.

Setelah suaminya meninggal, dia seperti vampir yang terus menggoda suamiku.

Bukannya menolak, suamiku sepertinya malah sangat menikmati situasi itu ....

Dalam keputusasaan, aku menutup telepon dengan gemetar dan berusaha menghubungi polisi, tetapi serigala yang terdepan sudah melompat ke arahku.

Aku terjatuh ke tanah, dan serigala lain segera mengikuti dengan liar.

Aku tidak punya kesempatan untuk melawan, dan dalam sekejap, aku sudah terkoyak-koyak menjadi serpihan.

Sebelum kesadaranku sepenuhnya hilang, aku berjuang untuk melihat ke arah perutku, "Maafkan Mama ...."

"Auu ... auu ....."

Diiringi suara teriakan pemimpin serigala, kelompok serigala itu akhirnya pergi dari gua dengan enggan.

Aku terkurung di sudut sambil terus bergetar, menatap diriku yang telah tercabik-cabik hingga tak berbentuk lagi, seolah-olah masih bisa merasakan sakit yang tak tertahankan sebelum aku mati.

Aku bangkit dengan hati-hati, perlahan merangkak mendekati diriku sendiri. Dengan naif aku berusaha menyatukan serpihan yang berserakan. Berharap saat tim penyelamat datang, mereka bisa segera mengenali bahwa orang yang tewas ini adalah aku.

Atau bisa jadi, di alam bawah sadarku, aku tidak ingin suamiku melihat keadaanku yang memalukan seperti ini.

Namun, ketika aku mengulurkan tangan untuk meraih serpihan tubuh di depanku, jari-jariku malah menembus serpihan itu, tidak dapat menangkap apa pun.

Aku tertegun melihat jari-jari tanganku yang transparan, dan dengan putus asa, aku terjatuh ke tanah.

Ternyata, ketika seseorang meninggal, dia tidak bisa mengurus jasadnya sendiri.

Tiga hari yang lalu, aku dan rekan-rekanku menerima tugas untuk melakukan survei di gunung.

Sebelumnya, aku baru saja mengetahui kabar kehamilanku, dan aku ingin segera memberi tahu Haris, tetapi dia sedang dinas keluar kota selama sebulan.

Awalnya, aku berniat untuk menyerahkan tugas survei ini kepada rekan lain, tetapi sialnya, hanya tersisa aku dan seorang rekan lainnya di tim.

Sesuai aturan, untuk survei di gunung, setidaknya harus ada dua orang dalam satu tim. Agar tidak menghambat kerja tim, mau tak mau aku menyiapkan perlengkapan dan masuk ke dalam gunung bersama rekanku.

Sebelum masuk ke gunung, aku menelepon Haris. Suaranya terdengar tergesa-gesa dan nada suaranya tidak sabar, tetapi dia tetap memberitahuku di mana posisinya.

Mendengar bahwa lokasi penyelamatannya ada di pegunungan lain tidak jauh dari lokasi survei kami, hatiku yang gelisah akhirnya tenang.

Namun, begitu kami memasuki area gunung, aku dan rekanku langsung mengalami masalah. Karena salah jalan, rekanku langsung terjatuh dari tebing curam.

Dengan panik, aku ingin menolongnya, tetapi aku melihat ada seekor harimau tepat di depannya.

Aku ketakutan hingga seluruh tubuhku gemetar, tetapi aku memaksakan diri untuk tenang dan menghubungi telepon Haris.

Begitu telepon terhubung, suara Haris yang marah memenuhi telingaku, "Wendy, kamu harus tahu kapan waktu yang pas untuk mengecek. Sekarang aku sedang dalam misi penyelamatan, apa kamu sudah puas?"

Belum sempat aku berbicara, Haris langsung menutup telepon.

Melihat harimau yang makin mendekat, rekanku memegangi kakinya yang masih mengeluarkan darah dan menatapku, "Wendy, cepat lari, ke gunung di seberang!"

Aku menggeleng kuat-kuat, air mata mengalir tanpa henti, dan aku terus menekan tombol di ponselku, mencoba menghubungi Haris lagi.

Haris pernah berkata, dia adalah ketua tim penyelamat, dan kapan pun aku meneleponnya, dia akan segera datang tidak peduli di mana pun dia berada.

Saat ini dia ada di puncak gunung yang berdekatan. Jika aku bisa menjelaskan situasinya dengan baik, dia pasti bisa menyelamatkan rekanku.

Namun, kali ini dia memutuskan telepon berkali-kali, sampai akhirnya aku mendengar teriakan putus asa rekanku, barulah aku tersadar.

Menyaksikan harimau yang mengoyak rekanku, aku berlari putus asa ke arah yang berlawanan, sambil dengan hati-hati melindungi perutku dan terus berdoa kepada Tuhan. Aku masih ingin hidup.

Namun, aku malah bertemu dengan sekawanan serigala.

Aku terkepung di dalam gua oleh kawanan serigala. Kupaksa diriku untuk tenang, dan menggunakan pemantik api di ransel untuk membakar sedikit rumput dan ranting-ranting yang ada di dalam gua.

Melihat sekawanan serigala makin mendekat, aku menyerahkan harapan terakhirku kepada Haris.

Karena dibandingkan dengan penyelamatan lain, Harislah yang terdekat. Asalkan dia bisa datang, kemungkinanku untuk selamat akan jauh lebih besar.

Namun, saat aku akhirnya bisa meneleponnya, dia malah marah-marah dan menyalahkan aku. "Bisakah kamu nggak membuang-buang tenaga petugas publik? Aku ini ketua tim penyelamat terlebih dahulu, baru kemudian suamimu."

Di tengah suara yang ramai, terdengar suara manja seorang wanita, "Mas Haris, lenganku terluka, bisa nggak kau antar aku ke rumah sakit?”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Buku Harian Seorang Pengacara Muda
8.3
Edward Cicero adalah pemuda ambisius yang sedang menempuh pendidikan demi menjadi pengacara profesional. Namun, langkahnya di sekolah hukum langsung diuji saat ia harus menangani kasus perdana melawan perusahaan asuransi raksasa. Edward kini terjebak dalam dilema moral yang berbahaya. Ia wajib memenangkan gugatan itu dengan segala cara, termasuk menempuh jalur kriminal, atau ia akan menghadapi konsekuensi pahit berupa pengusiran dari kampusnya.
Sampul Novel Cold-hearted girl
9.4
Seorang pembunuh bayaran wanita yang tangguh kini memegang misi baru sebagai pelindung seorang ilmuwan jenius. Keselamatan sang ilmuwan terancam setelah ia berhasil menciptakan sebuah penemuan yang sangat krusial. Namun, di tengah situasi berbahaya yang mengintai nyawa mereka, benih-benih asmara justru mulai tumbuh. Pertemuan intens ini memaksa sang gadis menghadapi konflik batin saat perasaan profesionalnya perlahan berubah menjadi cinta yang mendalam.
Sampul Novel Fitnah Pelakor Membuatku Babak Belur
8.7
Akibat unggahan media sosial suaminya, seorang wanita dituduh sebagai pelakor oleh selingkuhan sang suami. Tuduhan sepihak ini memicu aksi pengeroyokan brutal yang membuatnya babak belur, gegar otak, hingga patah tulang. Enggan tinggal diam, korban segera melaporkan para pelaku ke polisi dan menuntut mereka secara hukum. Di saat yang sama, ia menyiapkan surat cerai untuk suaminya yang tidak tahu diri, siap merebut kembali semua kekayaannya dan mendepak pria itu kembali menjadi pengemis.
Sampul Novel Janda Cantik Dan Psycopat Dingin
8.2
Pasca memergoki perselingkuhan sang suami, seorang wanita menolak untuk terpuruk dalam kesedihan. Alih-alih menyerah, ia menyusun rencana balas dendam yang kejam demi memberikan rasa sakit yang setimpal kepada para pengkhianat. Namun, langkahnya terhenti saat seorang pria misterius masuk ke hidupnya secara tiba-tiba. Siapa sangka, sosok tersebut adalah psikopat berdarah dingin yang terobsesi dan jatuh cinta padanya. Akankah ini membantu atau menghancurkan tujuannya?
Sampul Novel Lawon Abang (Kafan Merah)
9.4
Mbah Karso menyaksikan cucunya, Mawar, tewas mengenaskan setelah difitnah dan dikejar warga Ledokombo hingga jatuh ke tebing. Dendam membara menyelimuti hatinya karena gadis bermata merah itu dibunuh secara keji. Demi membalas sakit hatinya, ia membangkitkan Nyai Larapati, sosok iblis kuno yang telah lama tertidur. Raga Mawar yang sudah mati dipaksa bangkit kembali untuk menuntaskan kesumat berdarah tanpa ampun terhadap para penduduk desa tersebut.
Sampul Novel Occidens
9.7
Tumbuh dalam kebencian akibat keserakahan orang tuanya, Edgar yang berdarah campuran harus memikul kutukan berat. Namun, kehadiran Selena, si gadis pencari kayu yang ceria, mulai meluluhkan hatinya yang beku. Saat cinta mulai bersemi, takdir kejam menghalangi. Edgar terpilih menjadi pemimpin kaum immortal dan penguasa klan demon. Sebagai raja, ia dilarang memiliki pendamping atau ratu. Mampukah cinta mereka bertahan melawan hukum dunia immortal yang mutlak?