Sampul Novel Sahabatku Menyembuhkan Gairahku

Sahabatku Menyembuhkan Gairahku

9.6 / 10.0
Dalam novel romantis modern Sahabatku Menyembuhkan Gairahku, sebuah hubungan intim yang intens terungkap di bawah cahaya hangat. Menghadapi sentuhan tangan yang kuat namun lentur, sang protagonis terjebak dalam kepasrahan yang penuh gairah. Baca novel online gratis ini sekarang.
Ringkasan Sahabatku Menyembuhkan Gairahku
Di bawah temaram cahaya kekuningan yang hangat, sebuah sentuhan dari tangan yang besar dan kasar terasa begitu lentur layaknya ular. Sang protagonis mendapati dirinya berada dalam posisi yang sangat memalukan, dengan wajah yang terbenam pasrah ke dalam bantal. Tanpa daya untuk melawan atau memberontak dalam situasi intim tersebut, ia hanya sanggup meluapkan tangisan yang mencampuradukkan rasa sakit dan kenikmatan mendalam, sembari merintih bahwa segalanya terasa terlalu dalam.
Baca Selengkapnya

Sahabatku Menyembuhkan Gairahku Bab 1

Di bawah cahaya kekuningan yang hangat, tangan besar dan kasar itu terasa lentur seperti ular.

Aku ditempatkan dalam posisi yang memalukan dengan wajah yang dibenamkan ke dalam bantal.

Dalam posisi yang memalukan ini, aku tidak berdaya untuk melawan.

Aku hanya bisa mengeluarkan tangisan kesakitan sekaligus kenikmatan.

"Ini terlalu dalam …."

Namaku Sandra Lewis. Ini adalah tahun ketiga pernikahanku dengan suamiku.

Di mata orang luar, kami adalah pasangan yang saling mencintai.

Namun, hanya aku yang mengetahui rasa sakitnya.

Alasannya sederhana. Suamiku, Devon Gutama, terlahir tinggi dan besar seperti namanya. Bahkan bagian di area selangkangannya juga lebih besar dari pria pada umumnya.

Namun, itu sangat menyakitkan bagiku.

Pada dasarnya, aku tidak tertarik dengan hal semacam itu.

Aku selalu mendesak Devon untuk mengakhirinya, tetapi Devon seakan terobsesi dengan tubuhku, tidak bersedia melakukannya dengan tergesa-gesa.

Aku cukup percaya diri dengan penampilanku.

Aku memiliki pinggang yang ramping, pinggul yang montok, payudara yang lembut, serta kaki yang jenjang. Aku tampak sangat menarik dan menawan.

Pria mana yang rela tidak melakukan apa pun setelah menikahiku?

"Sayang, kita sudah lama nggak …."

Begitu aku pulang kerja, Devon menggendongku ke tempat tidur lagi.

Pakaian kerja masih melekat di tubuhku yang anggun. Devon bahkan tidak bisa menunggu beberapa menit untuk aku mengganti sepatu hak tinggiku.

Pria itu membuka kancing bajuku dengan tidak sabar, menerkamku dengan mulutnya yang terbuka lebar. Dia mencengkeram, mencakar, serta menggigitku.

Aku mendorongnya menjauh.

"Aku sedang nggak berminat melakukan ini!" kataku.

Devon bangkit berdiri, lalu berkata, "Dalam tiga tahun pernikahan, kapan kamu pernah berminat? Aku rasa kamu pasti sedang sakit!"

Kami bertengkar hebat. Devon membanting pintu, lalu melangkah pergi. Dia meninggalkanku menangis sendirian di rumah.

Pada saat ini, secara kebetulan sahabatku, Vania Darsa, datang untuk bertemu denganku. Setelah mendengarkan apa yang aku katakan, dia menghiburku, "Nggak apa-apa. Pasangan mana yang nggak pernah bertengkar?"

"Tapi kamu benar-benar nggak tahu bagaimana cara mensyukuri nikmat yang kamu miliki. Suamimu dilahirkan dengan kondisi yang lebih unggul, tapi kamu masih saja pemilih."

Vania bercanda.

Aku memelototinya sambil berkata, "Kalau kamu suka, kamu bisa menggantikanku tidur dengan Devon. Nanti kamu akan merasakan penderitaannya."

"Baiklah. Kebetulan aku juga sudah bosan dengan pacarku. Jadi, aku juga akan membuatmu merasakan sesuatu yang berbeda, lalu menjadi wanita sejati untuk sementara waktu."

Vania tersenyum, langsung menyetujuinya.

Setelah mengobrol sebentar, Vania tampak seperti memikirkan sesuatu. Dia menunjukkan beberapa foto dari ponselnya padaku..

"Aku pernah mendengar kalau kurangnya minat wanita terhadap hal ini juga merupakan sebuah penyakit. Ini nggak baik untuk kesehatanmu."

"Ini adalah sertifikat kualifikasi medis pacarku. Kebetulan dia memahami akupunktur, juga seorang spesialis ginekologi. Bagaimana kalau dia datang untuk merawatmu?"

Kata-kata Vania membuatku sangat tergoda.

Aku sudah menikah dengan Devon selama tiga tahun. Kami sudah sering bertengkar karena masalah ini.

Aku tidak ingin hubunganku dengan Devon menjadi tegang karena hal ini.

Setelah ragu-ragu beberapa saat, aku setuju untuk menjalani perawatan akupunktur.

Keesokan harinya, Vania mengantarkanku ke kediaman pacarnya, Kavi Sanjaya.

Begitu pintu terbuka, Kavi yang mengenakan jas putih menyambutku dengan senyuman.

Kavi adalah seorang pria yang tampak sopan. Terlebih lagi ketika dia dalam balutan jas putihnya.

Vania mendorongku masuk, lalu berkata bahwa dia akan membelikanku teh susu. Kemudian, dia menutup pintu untuk pergi.

Kavi mengeluarkan satu setel pakaian, memberikannya padaku, lalu memberi isyarat untuk aku berganti pakaian.

"Ganti pakaianmu dengan ini supaya lebih mudah untuk melakukan akupunktur nanti." Kavi mengingatkan, "Jangan memakai apa pun di baliknya, pakaian dalammu juga jangan."

Meskipun aku tidak mengerti, aku berganti pakaian dengan patuh.

Setelah berganti pakaian, aku baru menyadari bahwa bahan pakaian ini ringan dan tipis. Jika aku tidak mengenakan apa pun di dalamnya, aku samar-samar dapat melihat dua bintik merah yang disertai titik-titik hitam di bagian luarnya.

Aku memaksa diriku untuk tetap tenang, menghibur diriku untuk tidak berpikir terlalu banyak.

Namun, setelah aku melangkah keluar, pandangan Kavi terus terpaku pada dadaku.

Tatapannya begitu panas. Aku selalu tidak menyukai pandangan seperti ini. Sebenarnya, saat ini aku merasa sedikit malu entah karena alasan apa.

Aku tidak bisa tidak mengangkat tanganku untuk menutupi dadaku.

Kavi memegang tanganku, lalu berkata dengan nada serius, "Seorang dokter nggak memedulikan jenis kelamin, jadi bersikaplah wajar."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Sahabatku Menyembuhkan Gairahku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Hasratku Padamu
9.7
Tinggal bersama sahabat berubah menjadi rumit sejak aku bertemu kakaknya, Octavio. Pria yang dua belas tahun lebih tua itu adalah mantan atlet sepak bola sekaligus pelatihku di kampus. Octavio sangat arogan dan suka meremehkanku, namun ketegangan di antara kami justru memicu gairah yang membara. Meski hubungan ini terlarang dan penuh risiko, aku tak bisa berpaling darinya. Dia adalah sosok yang seharusnya tidak kumiliki, namun dialah satu-satunya yang sangat kuinginkan.
Sampul Novel Hitungan Mundur Di Atas Kepala
8.1
Kemampuan melihat angka kematian di atas kepala orang terdekat membuatku dicap pembawa sial. Ketiga kakak laki-lakiku membenciku setelah kakek, ayah, dan ibu tewas dalam sehari sesuai ramalanku. Anehnya, adik perempuan kami yang kelahirannya merenggut nyawa ibu justru dipuja sebagai pembawa berkah. Di hari ulang tahunku yang kedelapan belas, cermin menunjukkan hitungan mundur ajalku sendiri. Usai membeli kotak abu, aku memasak hidangan terakhir untuk berkumpul bersama kakak-kakakku. Namun, hingga waktu itu habis, tak ada satu pun dari mereka yang datang menemui diriku.
Sampul Novel I'm The Queen
8.2
Ratu Elea yang bijak menghadapi kehancuran saat Raja Flynn lebih memilih Beatrice, selir ambisius yang sedang mengandung. Di tengah fitnah kejam dan gugatan cerai yang memalukan, posisi Elea di Istana Landbird terancam runtuh. Namun, Raja Alaric dari Veridion hadir menawarkan perlindungan dan dukungan tak terduga. Kini, Elea terjebak dalam intrik politik dan pengkhianatan, memaksanya memilih antara mempertahankan takhta atau menempuh jalan hidup baru yang penuh risiko.
Sampul Novel ISTRI YANG DIDUAKAN
8.3
Andini adalah sosok istri yang nyaris sempurna dengan paras cantik dan sifat mandiri. Namun, keharmonisan rumah tangganya hancur saat sang suami menuntutnya menjadi wanita yang lebih religius. Karena Andini enggan mengenakan jilbab, suaminya merasa ia bukan ratu yang ideal. Alasan inilah yang memicu sang suami untuk mencari selir dan menikah lagi dengan wanita lain yang dianggap lebih sholehah, meninggalkan Andini dalam luka pengkhianatan yang dalam.
Sampul Novel Istri yang menjadi Gundik
9.5
Kabar kehamilan yang dinanti justru menjadi awal kehancuran hidupnya. Saat mendatangi kantor sang suami untuk mengurus asuransi calon bayinya, wanita ini menemukan dokumen HRD yang mengejutkan. Lelaki yang ia cintai ternyata telah memiliki istri sah, seorang pewaris grup hotel besar bernama Vivi Wisnutama, dan sepasang anak berusia tujuh tahun. Kebenaran pahit ini mengungkap bahwa hubungan mereka selama lima tahun hanyalah kepalsuan, menjadikannya gundik dengan janin yang tidak akan diakui.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan