Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Release the Darkness

Release the Darkness

Heaven dan Kaylein terobsesi menemukan kaum abadi hingga menjelajahi dunia. Saat hampir menyerah, mereka justru menemukan kenyataan pahit di sebuah kastil tua di New Orleans. Kaylein diubah paksa menjadi vampir, sementara kekasihnya dilecehkan secara kejam oleh pemimpin klan yang dingin. Di tengah penderitaan dan transformasi fisik yang menyiksa, kesetiaan mereka diuji. Apakah cinta lama akan bertahan, atau takdir telah menyiapkan cinta baru bagi mereka?
Bab
Bagikan

Bab 1

Heaven berlari dengan langkah tercepat yang sanggup ia lakukan, tak perduli kaki telanjangnya berkali-kali tergores kerikil tajam ataupun ranting-ranting pohon yang berserakan di sepanjang permukaan tanah. Pakaian yang ia kenakan bahkan tampak compang-camping karena berkali-kali terkoyak semak belukar. Wanita itu sama sekali tak memperhatikan langkahnya, yang ia lakukan hanya berlari dan terus berlari.

Heaven sesekali melihat ke belakang, memastikan sosok yang sangat ingin ia hindari berada jauh atau bahkan memutuskan berhenti mengejarnya. Namun Heaven rasanya ingin menjerit frustasi saat itu juga ketika melihat orang itu -entah masih bisa disebut demikian atau tidak- masih dengan gigih mengejarnya. Bahkan jarak mereka saat ini begitu tipis.

Heaven memekik saat kakinya terantuk akar pohon sehingga membuat langkahnya goyah dan tubuhnya terjerembab ke atas tanah yang keras dengan suara berdebam kencang.

Memejamkan mata, Heaven hanya pasrah ketika sosok yang sejak tadi mengejarnya langsung menerjang dan menindih tubuhnya sedemikian rupa. Mencengkeram tangannya dengan kasar dan mengunci semua pergerakannya. Heaven merasa sekujur tubuhnya kaku karena himpitan pria di atasnya ini. Heaven bahkan merasa begitu sesak untuk sekedar bernafas.

Heaven menatap dengan takut mata pria itu, pupil yang selama ini berwarna biru penuh karisma, terlihat berubah merah penuh aura pembunuh. Tanpa kata pria itu langsung mencabik dada Heaven dengan kuku-kuku tajamnya.

Heaven langsung berteriak, menjerit sejadi-jadinya ketika rasa perih yang menyayat terasa di dadanya. Darah segar mengalir dengan cepat memenuhi permukaan dada dan perutnya, bahkan ada darah yang memercik membasahi wajah pria yang tampak kehilangan seluruh kendali dirinya itu.

"Tidak!" Heaven terpekik ketika melihat pria itu menjilati jarinya yang berlumuran darah dengan ekpresi kenikmatan. Membuat Heaven merasa takut dan jijik dalam waktu yang bersamaan.

Pria itu menyeringai, memperlihatkan dua taring panjang yang menambah kesan menakutkan dalam dirinya. Taring yang Heaven sadari sepenuhnya, dulu tidak pernah dimiliki oleh pria ini.

"Tidak! Kay, sadarlah! Ini aku Heaven! Kaylein!" Heaven terus berteriak. Menggelengkan kepalanya dengan keras, berusaha sebisa mungkin menghindari kepala Kaylein yang sudah melesak ke lehernya.

Suara 'krak' terdengar dengan nyaring di tengah malam yang sunyi ini, ketika taring Kaylein akhirnya menembus kulit Heaven, menusuk tepat di mana urat nadi wanita itu berada.

Heaven memejamkan mata, nafasnya terputus-putus akibat rasa sakit yang membuat sekujur tubuhnya terasa ngilu. Kaylein yang memang kehilangan kendali sepenuhnya justru terus menghisap darah gadis itu dengan beringas, seperti orang yang benar-benar kehausan. Mengambil sebanyak apapun yang bisa ia dapatkan.

Heaven merasakan tubuhnya kian melemah, kulitnya yang putih terlihat mulai memucat, nafasnya tersengal seiring kesadarannya yang mulai menghilang.

"Kaylein..." lirih gadis itu sebelum akhirnya menyerah pada kegelapan yang menyelimutinya.

Kaylein tersentak, dengan cepat pria itu mengangkat tubuhnya dari tubuh Heaven yang tak sadarkan diri. Matanya yang berwarna merah berangsur-angsur berubah menjadi biru, warna aslinya. Dia menatap Heaven, keadaan sekitar dan keadaan tubuhnya sendiri yang berlumuran darah dengan tatapan bingung bercampur nanar. Terlihat kehilangan orientasi untuk sesaat.

Lelaki itu kemudian menatap Heaven yang terbaring dengan wajah pucat, disentuhnya pipi wanita itu. Saat itulah Kaylein terpana melihat tangannya yang berlumuran darah. Dengan kuku-kuku panjang, meski tak sepanjang beberapa saat yang lalu.

Tubuh Kaylein langsung berubah dingin, tangan dan bibirnya bergetar, menolak dengan keras kenyataan pahit yang mungkin baru saja terjadi. Berulang kali menggelengkan kepala dengan frustasi, Kaylein langsung merengkuh tubuh Heaven ke dalam pelukannya. Menangis terisak-isak bagaikan anak kecil. Dikecupnya kening Heaven berkali-kali.

"Heaven, sayangku. Bangunlah... maafkan aku. Jangan pergi..." bisiknya di sela-sela isakan.

Kaylein bahkan sesekali tersedak dalam tangisnya. Bagaimana bisa ia melakukan hal sekeji ini terhadap wanita yang ia cintai? Dengan tangannya sendiri!

"Arrggghh!" dengan kecepatan di luar nalar, Kaylein bahkan perlu waktu untuk menyadari apa yang baru saja terjadi.

Tubuh pria itu terlempar sejauh empat meter dari tubuh Heaven dan terbentur dengan keras di sebuah pohon.

Di depan sana, terlihat Xavier, salah satu sosok yang membuat Kaylein berubah menjadi mahluk terkutuk seperti ini. Sosok pria bengis yang telah menghancurkan hidupnya. Pria yang juga dengan begitu kejam telah menodai Heaven tepat di depan matanya. Pria itu kini tengah berjalan ke arah Heaven, mengangkat wanita itu dengan mudah ke dalam gendongannya. Seakan tubuh wanita itu seringan bulu.

"Jangan... sen-tuh dia," lirih Kaylein sambil menyentuh dadanya yang sempat terbentur tadi.

Xavier menyeringai dengan ekspresi jahat, menatap Kaylein dengan tatapan merendahkan sebelum akhirnya mengecup bibir Heaven dengan mata yang sama sekali tak beralih dari Kaylein.

"Aku sudah pernah menyentuh seluruh tubuhnya, tepat di depanmu. Kau sama sekali tak bisa melakukan apa-apa. Jadi, apa kau pikir kali ini kau bisa melakukan sesuatu jika aku menyentuhnya?"

Xavier lagi-lagi menyeringai melihat sorot kebencian yang terlihat di mata Kaylein.

"Hahh... sudahlah, aku tak ingin berdebat denganmu lebih lama. Wanita ini akan mati jika tidak cepat diobati," ujar pria itu sambil memutar tubuhnya membelakangi Kaylein, "ah, satu lagi. Perubahanmu belum sempurna, aku masih bisa mencium bau manusia dari dalam tubuhmu. Ikut denganku sekarang jika kau tak ingin menjadi makan malam bagi semua hewan buas di luar sana."

Kaylein mengepalkan tangannya dengan erat. Andai saja waktu bisa diputar kembali. Ia tidak akan pernah datang ke tempat terkutuk ini. Heavennya tak akan menderita seperti ini dan yang paling penting, ia tak akan pernah berubah menjadi salah satu bagian dari clan sialan ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alice and The Blue Sea
8.6
Alice nyaris tewas terseret ombak sebelum diselamatkan oleh Archer, sosok pria misterius yang ternyata adalah seekor duyung jantan. Meskipun sempat tidak percaya, Alice akhirnya yakin setelah menyentuh langsung ekor Archer yang berotot. Pertemuan ajaib ini berujung pada sebuah permohonan bantuan dari Archer kepada Alice. Akankah kehidupan normal Alice berubah total setelah terlibat dalam takdir sang penghuni laut? Simak kisah fantasi romansa modern yang penuh keajaiban ini.
Sampul Novel Dendam Sang Pelukis: Cinta yang Ditebus
8.6
Alana Maheswari terjebak dalam pernikahan ketiga yang tragis. Damian, sang tunangan, justru menyiksanya demi menenangkan Elina. Setelah karier melukisnya dihancurkan dan tubuhnya ditinggalkan bersimbah darah di hutan, Alana menolak menyerah. Demi melindungi keluarga dan bisnisnya, ia menghubungi sosok misterius dari masa lalu. Ia sepakat menyerahkan seluruh asetnya dan melakukan pernikahan kontrak demi pelarian dan balas dendam yang setimpal.
Sampul Novel Dia Memilih Kakak Angkatnya
9.4
Alpha Carl mendadak menghentikan operasi saat skalpelnya sudah merobek kulitku. Panggilan darurat dari Bianca, adik angkatnya yang mencoba bunuh diri, membuatnya tega menelantarkanku di meja bedah dengan perut terbuka. Tanpa ragu, Carl menyerahkan nyawaku kepada Alpha Arthur lalu pergi begitu saja. Di tengah isak tangis dan rasa sakit yang menghunjam, Arthur melanjutkan prosedur itu dengan dingin sambil menjamin bahwa aku tidak akan mati di tangannya.
Sampul Novel Jangan Pernah Mengkhianatiku
9.0
Arvella Siregar melarikan diri dari kekejaman suaminya, Rivan, hingga tersesat di hutan dan diselamatkan oleh Kael Mahendra yang misterius. Di sana, ia bergabung dengan kelompok ahli untuk belajar bertahan hidup dan menjadi tangguh. Arvella mengungkap fakta bahwa kematian orang tuanya adalah konspirasi jahat, bukan kecelakaan. Bersama Kael, ia kini bersiap keluar dari hutan untuk membalas dendam dan mengungkap asal-usulnya meski nyawa menjadi taruhan utama.
Sampul Novel Kisah Pendakian Horor
8.0
Kumpulan narasi mencekam ini merangkum berbagai pengalaman mistis para pendaki saat menaklukkan puncak gunung. Setiap cerita menyajikan kengerian berbeda yang mampu menguji keberanian Anda di alam liar. Apakah Anda masih berani merencanakan pendakian setelah menyelami rentetan teror yang dialami mereka? Ikuti terus rangkaian kisah horor ini untuk menuntaskan rasa penasaran. Pastikan Anda memberikan dukungan berupa tanda suka dan komentar di setiap ceritanya.
Sampul Novel MAGIC OF OMEGA
8.4
Lima pemburu hadiah dari kawanan serigala mengincar nyawa Azeeva Cassie Liona, putri walikota Paramour. Namun, misi mereka terhambat oleh kecerdikan sasaran mereka sendiri. Azeeva ternyata seorang penyihir hebat yang mampu memanipulasi situasi. Ia berhasil mengelabui Carl Justin, sang Omega di kelompok tersebut, hingga terjebak dalam pesona sang penyihir. Kisah ini mengikuti dinamika berbahaya saat musuh justru jatuh cinta di tengah misi mematikan.