
RelationShit!
Bab 3
"Shaka? Shaka ngapain di sini?" Juli sontak berlari kecil mendekati Shaka yang sudah anteng bediri di depan rumahnya.
"Bukannya gue udah janji mau jemput lo buat ke sekolah bareng?" Tangan Shaka terangkat mengusap puncak kepala Juli. Sang empu menunduk.
Sedetik saja melihat wajah Shaka mampu meremukkan hati Juli.
Di dalam sana rasanya semakin hancur tanpa bisa di toleransi. Rasanya Juli ingin egois untuk menahan Shaka agar tetap menjadi miliknya.
Tapi Juli tak bisa. Shaka bukan miliknya lagi dan mungkin tak di takdir kan untuk dirinya. Shaka akan bertunangan besok malam. Jadi, Juli bisa apa?
"Cie yang di jemput pacar. Eh, mantan maksudnya. Udah gih sana berangkat. Puas-puasin berduaan nya sebelum gue tunangan sama Shaka."
Sambil bersender di pintu dan tangan yang di lipat di depan dada, April melontarkan kalimat-kalimat penuh ejekan yang mampu membangkitkan emosi Shaka.
"Lo mending diem daripada gue lempar muka lo pake helm!" sahut Shaka kasar. Bahkan laki-laki itu sudah berancang-ancang melempar helm full face nya ke arah April yang memasang wajah sok ketakutan.
"Aduh calon tunangan gue galak banget sih?" April tertawa meledek.
"Pergi sana!" usir Shaka. April mendelik sekilas lalu menatap Juli yang sedari tadi menunduk tak berani mengangkat kepalanya.
"Heh beban! Ni jaket lo! Pake! Jangan karna lo gak pake jaket, lo jadi sakit! Jangan nyusahin gue!" kata Aprilia santai sambil melempar jaket tebal dan mengenai kepala Juli.
"Jangan kasar sama pacar gue sialan!" Shaka hendak maju untuk memberi gadis urakan itu pelajaran tapi di tahan Juli.
"Pacar?" beo April lalu tertawa sekedar mungkin. Tak lama gadis dengan seragam acak-acakan itu memasang ekspresi sinis.
"Mantan maksud lo?" lanjut April sambil memiringkan kepalanya mengejek.
"Kasian yang masih ngarep jadi pacar eh padahal udah putus!" April seakan tidak ada bosan-bosannya untuk memancing emosi laki-laki yang sebentar lagi akan menjadi tunangan nya ini.
"Juli adek ku yang penyakitan dan menjadi beban. Mending lo kuat-kuat in mental lo buat liat acara pertunangan gue besok, ya? Uu, kasian yang bakal patah hati besok. Cepet mati, ya? Hahaha!"
Setelah itu April masuk ke dalam rumahnya dengan langkah santai tanpa menghiraukan Shaka yang sudah melempar helm besarnya yang hampir mengenai kepala April jika saja gadis itu tidak pandai mengelak.
"Bego banget sih? Lempar gitu aja gak kena!"
"Setan!"
-RELATIONSHIT!-
'Gila sosweet banget gak sih? Fix gue shiper mereka pokok nya!'
'Sebenarnya gue iri liatnya!'
'Males ah ke sekolah liat yang uwu-uwu gini'
Kedatangan Shaka dan juga Juli ke sekolah bersama membuat murid-murid yang ada di parkiran heboh.
Di SMAT (SMA TENGGARA) memang Shaka dan juga Juli adalah pacar fenomenal yang memiliki fans segunung. Jadi tak heran jika dua orang ini sangat famous di sekolah nya.
Shaka sang sultan tajir dan Juli sang gadis pengumpul piala terbanyak setelah Amora.
Mereka berdua berjalan dengan tangan yang saling terpaut membuat orang yang melihat menggigit tangan teman mereka gemas.
"Nyet liat deh nyet! Temen lo yang suka sama boneka tikus got itu. Dia pamer uwu-uwu loh! Ini namanya melanggar undang-undang perjombloan!"
Guntur dengan tatapan julit nya memandang kepo ke arah punggung Shaka dan Juli yang sudah mulai masuk ke gedung sekolah.
Sanjaya langsung menoyor kepala sahabatnya.
"Iri aja lo Samsul!"
"WE SUEP! NAMA BAPAK GUE LO SEBUT-SEBUT!" Tiba-tiba saja Petir datang dengan wajah nyolot khasnya.
"Hah? Terus Om Pratama siapa lo?" tanya Sanjaya.
"Nah! Kalo itu bapak real gue. Ganteng soalnya, makanya bersyukur banget gue!" sahut Petir bangga.
"Itu namanya sombong Junet! Bersyukur tu kaya gue. Punya muka ganteng banget gue terima. Punya kharisma sama pesona yang kuat juga gak nolak. Gitu namanya bersyukur!" Guntur menepuk dadanya bangga.
"Gak heran sih gue kalo si Baby ilfill duluan sama lo. Gue aja nih ya kalau jadi tu cewek kaleng rombeng, beuh gue usir mundur lo sebelum maju! Serius deh."
"Betul! Sanjaya mah kalo ngomong suka bener! Bully aja si Guntur terus Jay, biar nangis dia. Terus kalo udah nangis kita cepuin ke semua murid SMAT biar makin di bully. Hahah!"
Guntur tersenyum tabah. Dadanya ia elus untuk menahan emosi agar tangannya tidak terangkat untuk menjambak usus dua makhluk yang sedang tertawa puas di depan nya ini.
"Coba-coba sini spil letak usus buntu nya dong! Mau gue potong biar gak buntu lagi."
-RELATIONSHIT!-
"Wih romantis banget nih kayaknya? Padahal udah mantan loh, masih akur aja." Aprilia dengan segala mulut jahat nya.
Juli mengigit bibirnya menahan tangis. Tak pernah bisa di elak, kalau Juli itu adalah gadis cengeng.
"K-kita belum putus," sahut Juli dengan suara pelan, nyaris tak terdengar.
"Iya, kita belum putus," imbuh Shaka lugas, tangan laki-laki itu terangkat merangkul Juli erat.
April menganggukkan kepalanya berulang. "Oh, oke. Kita liat, seberapa lama hubungan kalian ini bertahan."
"Mau gue jambak lo, ha?" sentah Shaka geram.
"Gue heran deh sama lo Shak, kok mau gitu pacaran sama cewek penyakitan dan nyusahin kaya Juli. Lo pasti terbebani kan selama pacaran sama ni bocah?" Bukannya takut akan ancaman Shaka, April malah semakin menjadi.
Takut? Rasa itu tak pernah ada di diri April. Dari kecil dia sudah biasa menghadapi masalah orang dewasa, maka dari itu, April tak pernah gentar akan hal apapun.
"Lo minta di anjing-anjingin ya lama-lama?"
"Shak, plis jangan kasar sama kakak aku," mohon Juli sudah terisak.
April lantas berdecih sinis.
"Drama," cibirnya.
"Lo yang drama njir! Gedek banget gue liat muka lo!"
"Yang lo katain drama ini itu adalah calon tunangan lo, Shaka!"
"Tai kucing bodo amat gak peduli gue!"
"Coba ucapain kata itu pas hari pertunangan kita. Itupun kalau lo berani." April lalu melenggang pergi, meninggalkan Shaka yang mengumpati nya mati-matian.
"Heran gue Jul, kok bisa gitu sifat lo sama dia beda jauh gitu?" desis Shaka tak habis pikir. Laki-laki itu lalu mengusap air mata Juli dan mengecup kening gadis itu lama.
"Udah, jangan dengerin, ya? Dia stres. Kita yang waras ngalah aja. Cup cup, sayangnya Shaka!" Shaka langsung memeluk erat tubuh mungil Juli yang bergetar karena terisak keras.
-RELATIONSHIT!-
'Zana, kamu adalah hal berharga yang teramat sangat aku jaga. Selalu kuat, ya? Aku ada di setiap mata mu terpejam'
Anda Mungkin Juga Suka





