
Rahim Pengganti
Bab 2
Malam hari Selly mencoba menghubungi Rendi berkali-kali tapi tidak tersambung, pikiran nya gusar takut terjadi sesuatu dengan suami nya.
Selly lalu bangkit hendak mengambil minum di dapur tiba-tiba perut nya terasa kram dan kencang. Dia meringis kesakitan hingga terduduk di lantai, tangan kiri nya memegangi perut dan sebelah kanan nya mencoba meraih ponsel yang ada di atas ranjang, dia mendial nomor seseorang.
"Hallo , Sell?" tanya seseorang diujung sana.
"Bim.. tolong aku.." Jawab selly dengam suara menahan sakit.
Tak berapa lama datang Bima dengan raut wajah cemas masuk kedalam kamar Selly.
"Perut ku bim.. sakit sekali" ucap selly lirih.
"Kamu tenang ya, kita kerumah sakit!"
Bima lantas menggendong selly ke mobil untuk menuju kerumah sakit.
*
Sementara disisi lain tampak sepasang kekasih tengah memadu manis nya cinta, hanya suara De*ah*n yang saling bersahut-sahutan di kamar itu, dan berakhir dengan lenguhan panjang keduanya. Ya dia adalah Rendi.
"Sayang.. kenapa kamu hanya kesini seminggu sekali.. gimana pun aku masih pura-pura hamil loh, papa sama mama sering nanyain kemana kamu, istri hamil kok ditingalin." Ucap seorang wanita yang bergelayut manja di dada bidang milik Rendi.
"Mik.. kalau aku kesini nya sering-sering nanti Selly curiga.. kamu sabar dulu ya 4 bulan lagi kita akan sama-sama lagi." jawab rendi mengecup bibir perempuan itu sekilas.
"Iya Mas, gak sabar deh.. sebentar lagi akan ada tawa bayi disini."
*
Pov Rendi
6 bulan menikahi Selly,, ada perasaan lain didalam hatiku, perlahan aku mulai merasa nyaman dengan nya, kepolosan nya tatapan nya meneduh kan, dia gadis sederhana yang aku temui saat aku sering menyantap bakso di pedagang kaki lima pinggir jalan, dia anak pemilik penjual bakso itu.
Awal nya aku hanya merasa bahwa dia cocok sebagai gadis yang di cari Mika , istri pertama ku untuk meminjamkan rahim nya agar mau mengandung anak ku. Namun seiring berjalan nya waktu aku pun mulai menyayangi istri kedua ku, sebagai istri dia sangat lah sempurna, pandai masak, mengurusku dengan baik. Sementara Mika dia hanya sibuk mempercantik diri nya sendiri.
Mika benar-benar tak mau repot dengan hamil, pasal nya bentuk tubuh nya pastilah akan berubah jika sampai ia hamil dan menyusui, bagi wanita yang ingin merawat bentuk tubuh nya sudah pasti itu akan mengganggu, hingga tanpa sepengetahuan ku ia lantas operasi angkat rahim. Awal nya aku sangat murka namun rasa sayang dan cinta ku mengalahkan semua ego ku.
Kami sudah menikah selama 3 tahun. Hingga suatu hari Mika datang padaku dengan membawa permintaan yang terbilang konyol, ingin memiliki anak,namun di rahim wanita lain. Aku sempat menolak, jikalau ia sendiri memutuskan untuk mengangkat rahim nya sendiri agar tak punya anak, lantas kenapa sekarang ia bersih kukuh ingin agar aku mendapat kan keturunan.
Lagi dan lagi rasa cinta dan sayang ku tak mampu menolak keinginan istri tercinta ku sampai aku menemukan sosok Selly. dan dengan terpaksa aku menjalani kehidupan dengan 2 istri, hal yang tak pernah kubayangkan sebelum nya. Saat pertama kali aku menikahi Selly, saat ingin menyentuh nya pun terasa sangat gusar, aku membayangkan bahwa aku sedang bercinta dengan Mika. Jahat memang, tapi apa lagi yang bisa aku lakukan, bahkan Selly sendiri pun tak tau apa tujuan sebenar nya aku menikahi nya, Ia hanya berfikir bahwa aku sangat mencintai diri nya, Entah lah akan seperti apa jadi nya jika nanti semua akan terungkap, dia pasti akan sangat membenci diriku.
Drrrt...drrttt..drttt...
Suara ponsel di nakas membuyarkan lamunan ku, ku lihat siapa yang menelpon malam-malam begini, dia adalah Bima sepupuku yang sengaja aku ajak tinggal bersama Selly agar ada yang menjaga Selly saat aku bersama dengan Mika.
kuletakkan kembali ponsel di nakas, malas sekali jika aku mengangkat telpon nya sudah pasti dia akan panjang lebar menceramahi aku tentang Selly dan juga Mika.
Sesaat kemudian masuk pesan dari Bima.
[Selly tiba-tiba kontraksi dini dan kram perut, dia ada di rumah sakit sekarang, kalau masih perduli datang lah, kalau tidak urus saja istri tercinta mu disana! ]
Tanpa ku balas aku bergegas mandi dan bersiap langsung menuju rumah sakit yang di maksud Bima, Mika tengah tertidur dengan pulas setelah ritual panas kami tadi. Nanti saja ku kirim pesan untuk nya.
*****
Rendi nampak berlari-larian kecil di koridor Rumah sakit mencari ruang rawat istri kedua nya.
Setelah sampai gegas ia membuka pintu dan nampak lah kini Selly tertidur lemas di Ranjang rumah sakit. Sedangkan Bima duduk di samping Selly.
"Gimana keadaan Selly Bim?" tanya Rendi pada sepupu nya itu.
"Udah mendingan, habis di kasih obat tadi.. Lo jangan keseringan lah ninggalin dia dalam keadaan kayak gini, kasian.. gak punya hati lo!" tegas Bima pada Rendi. Sorot mata nya benar-benar bisa terbaca bahwa saat ini dia amat sangat marah pada Rendi.
"Sorry, Lo kan tau sendiri gue_".
"Cukup Ren, terserah lo.. gue ingetin ya.. gue gak suka dengan cara lo yang kayak gini, dari awal gue udah gak setuju.. tapi lo masih ngeladeni istri lo yang gila itu!!". Ucap Bima dengan sedikit meninggikan suara nya.
Rendi bergeming, ia menangkap manik mata coklat Bima ada sesuatu yang lain.
"Lo suka sama Selly, kalau iya tenang aja.. sebntar lagi setelah dia melahirkan, lo bisa ambil, bebas mau lo apain aja!" Tukas Rendi yang membuat emosi Bima tersulut seketika.
"Brengsek lo Ren!! Sampah lo!!! apa dia barang yang bisa seenak nya aja berpindah tangan, udah bosen lo buang, baru ini Ren gue nemui manusia menjijikan kayak elo!" Bima mendarat kan bogem mentah nya ke muka Rendi. Nampak darah mengalir di sudut bibir Rendi.
"Lo selesein tu masalah lo sendiri ,gue gak mau lagi tinggal sama lo.. mulai sekarang gue cabut balik ke apartemen gue sendiri." Gegas Bima pergi dari rumah sakit, meninggal kan Rendi yang masih kesakitan akibat tinjuan nya Bima.
Perlahan Rendi masuk lagi kekamar Selly, dilihat nya wajah ayu nya yang masih tertidur pulas efek obat mungkin. diusap nya perlahan pipi istri kedua tersebut. Ada perasaan bersalah dan sesak disana. Bagaimana bisa ia menyakiti dan memaksa gadis ini masuk kedalam permasalahan nya dengan Mika.
"Maafkan aku.. Saat kau tau kelak.. entah cacian apa yang akan aku terima, Selly". Ucap Rendi Lirih, tak terasa bulir-bulir bening mambasahi pipi nya.
Next lagi yaa..
Anda Mungkin Juga Suka





