Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahasia Gelap Istriku

Rahasia Gelap Istriku

Terus didesak sang ibu untuk menikah, Satria akhirnya jatuh hati pada Kinanti, janda cantik mendiang Pak Lurah yang wafat secara misterius. Namun, sebuah syarat aneh diajukan Kinanti: ia harus tidur sendirian di kamar belakang setiap malam Jumat Kliwon. Didorong rasa cinta, Satria menyetujui tanpa bertanya. Namun, rasa penasaran mulai menghantui benaknya. Rahasia mengerikan apa yang sebenarnya disembunyikan sang istri di balik pintu kamar tersebut?
Bab
Bagikan

Bab 2

Satria mengalihkan pandangannya ke arah tubuh pak Lurah, kondisi beliau sungguh sangat mengenaskan, matanya yang membulat hampir keluar dan berwarna merah, sekujur tubuhnya membiru, terlebih lagi di bagian urat nadi milik pak Lurah, begitu terlihat dan berwarna biru pekat, wajahnya pucat pasih.

"Mengapa kondisinya bisa sampai seperti ini," batin Satria, dia sungguh heran akan kondisi tubuh pak Lurah saat ini, pasalnya kondisi tersebut sungguh sangat tidak wajar apa lagi berita yang terdengar beliau terkena serangan jantung.

Satria lalu berjongkok lelaki itu mencoba memegang pergelangan tangan pak Lurah, tubuhnya begitu lemas dan dingin.

Satria langsung membantu pak Lurah, lelaki itu mengajak rekan yang lainnya untuk mengangkat tubuh pak Lurah.

"Mang ayo, mang tolong di bantu untuk mengangkat pak Lurah," ucap pemuda itu.

Satria merasa kasihan melihat Bu Lurah yang kelihatan sedih sekali dengan kondisi suaminya yang seperti itu.

"Maaf Bu, dimana kunci mobilnya, kita harus segera membawa pak Lurah untuk ke rumah sakit, agar bisa segera di tangani," ucap Satria meminta kunci mobil pada Bu Lurah.

Bu Lurah yang mendengar itu, langsung melihat ke arah Satria, wanita itu mengusap air matanya. Dia langsung saja berdiri dan berjalan ke arah meja yang tak jauh dari sana, lalu mengambil kunci mobil yang dia letakkan di dalam laci tersebut.

Kinanti langsung berjalan menghampiri Satria dan menyerahkan kunci tersebut ke tangan pemuda itu.

"Ini, mas. Kuncinya, tolong suami saya," ucapnya begitu lembut terdengar kesedihan yang mendalam di nada bicaranya.

Waktu Bu Lurah mendekat untuk memberikan kunci itu ke arah Satria, jantung Satria tiba-tiba saja berdebar kencang.

Deg ...

Deg ...

Deg ...

"Ya Tuhan, ada apa dengan jantungku," gumam Satria begitu lirih, hingga tak terdengar oleh siapapun

Satria melirik ke arah istri pak Lurah sambil sebelah tangannya menerima kunci dari wanita itu, entah mengapa dia tak mampu mengalihkan pandangannya pada wanita yang kini tepat berdiri di hadapannya.

"Aduh, Satria bisa-bisanya kamu melirik istri orang, di saat-saat seperti ini."

Satria merutuki dirinya sendiri saat dia melirik ke arah istri pak Lurah. Satria langsung mengalihkan pandangannya dengan menundukkan kepalanya.

Satria tak ingin di anggap lancang oleh orang lain, jika dirinya ketahuan melirik istri orang lain.

Satria dan beberapa laki-laki lainnya mengangkat pak Lurah ke mobil. Bu Lurah pun juga ikut, dan berjalan di belakangnya, wanita itu setia mendampingi suaminya di saat-saat seperti ini.

Terlihat jelas kecemasan di wajahnya, sesekali wanita itu mengusap air matanya yang terus saja menetes.

Bu Lurah naik ke dalam mobil dengan mereka, karena Bu Lurah tidak bisa menyetir mobil, beliau meminta pada orang lain untuk membantunya membawa mobil itu.

Mereka kini tengah menuju ke rumah sakit terdekat, tak beberapa lama mereka pun tiba di rumah sakit bina Harapan.

Sampai di rumah sakit, Satria langsung turun dari dalam mobil dia berjalan masuk ke dalam rumah sakit untuk memberitahu petugas medis.

Satria kembali dengan beberapa petugas medis yang membawa brankar, Satria dan yang lainnya membantu petugas itu mengangkat tubuh pak Lurah dan meletakkannya di atas brankar.

Pak Lurah langsung saja dibawa masuk ruang gawat darurat. Di ikuti Satria dan yang lainnya.

Satria menunggu dengan yang lainnya, termasuk dengan Bu Lurah di depan ruang gawat darurat tersebut.

Bu Lurah terus saja menangis, dan mencemaskan kondisi suaminya, beberapa kali wanita itu terlihat gelisah, dia berdiri dan mendekati pintu yang tengah tertutup rapat itu melihat kondisi suaminya dari luar jendela. Melihat suaminya yang kini di tangani oleh pihak dokter.

Bu Lurah dengan gelisah menunggu keadaan suaminya, sesekali wanita itu terlihat berdiri lalu duduk kembali, terkadang dia berjalan ke sana kemari, dan menengok ke arah ruangan dimana suaminya berada.

Tak hanya mereka saja yang datang ke rumah sakit, beberapa perempuan desa yang lain pun ikut datang dengan mobil angkot. Mereka meminjam mobil itu dari tetangganya. Karena kepedulian mereka sebagai warga yang baik.

Beberapa ibu-ibu itu datang untuk membantu bu Lurah memberikan dukungan pada wanita itu. Ibu Satria pun ikut serta di antara mereka, sesampainya di sana, Bu Darno langsung saja menghampiri anaknya Satria.

"Satria, bagaimana kondisi pak Lurah saat ini?" tanya Bu Darno pada anaknya, dia pun ikut merasa sedih dengan keadaan yang menimpa keluarga pak Lurah.

"Pak Lurah sedang di periksa oleh dokter di ruangan itu, Buk," jawab Satria sambil menunjuk ke ruangan UGD tersebut.

"Dokter juga belum keluar sampai sekarang, kita hanya bisa menunggu sampai dokter memberitahukan kondisinya," ucap Satria kemudian.

Ibu Satria lalu berjalan menghampiri pintu tersebut mencoba untuk melihat kondisi pak Lurah, namun ibu Satria kesulitan untuk melihatnya karena tertutup oleh penghalang.

Bu Satria kemudian memutar tubuhnya, tanpa sengaja, dia melihat Satria yang tengah mencuri pandang ke arah istri pak Lurah yang sedang duduk di kursi tunggu.

Untuk memastikan penglihatannya lagi, Bu Darno melihat ke arah Bu Lurah, wanita itu tengah menangis saat ini, dan kemudian mengalihkan pandangannya pada Satria.

Bu Darno terlihat sibuk memperhatikan tingkah laku Satria yang selalu mencuri pandang ke arah istri pak Lurah.

"Kenapa Satria selalu melihat ke arah istri pak Lurah?” batin bu Darno. Wanita itu terus saja memperhatikan anaknya, dia langsung berjalan ke arah Satria. Memegang tangan pemuda itu, dan melihat ke arah Bu Lurah.

Satria yang tak ingin ketahuan oleh ibunya langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain, Satria tak tahu jika ibunya sedari tadi sudah memperhatikannya

Tidak lama kemudian pintu ruang gawat darurat terbuka, ada dokter dan petugas medis yang keluar. Mereka menyampaikan kalau pak Lurah sudah meninggal.

"Keluarga pak Wiranto," ucap sang dokter memanggil keluarga Pak Lurah, sambil melihat ke arah semua orang yang kini tengah menunggu di ruang tunggu.

Kinanti langsung berdiri setelah mengetahui dokter yang menangani suaminya keluar dari ruang UGD itu.

"Iya, Dok. Saya istrinya, bagaimana keadaan suami saya Dok, apa dia baik-baik saja?" tanya Kinanti pada dokter itu.

Sang dokter hanya bisa mengembuskan nafasnya sepenuh dada.

"Maafin kami Bu, kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan beliau, namun ... Takdir berkata lain, pak Wiranto tidak bisa tertolong, beliau sudah meninggal dunia," ungkap sang dokter memberitahukan kondisi pak Lurah saat ini dengan sangat menyesal dia harus memberitahukan berita duka ini.

"Inalillahi wainnailaihirojiun," ucap beberapa warga saat mendengar kematian pak Lurah.

Istri pak Lurah langsung menangis, sesenggukan di sana, wanita itu sampai terkulai lemas, terduduk di lantai, pandangan matanya menatap nanar ke arah lantai. Beberapa warga termasuk ibu Satria, menyabarkan hatinya.

"Sabar ya Bu Lurah, yang tabah, mungkin ini yang terbaik untuk pak Lurah."

Satria melihat ke arah Bu Lurah, dia ikut prihatin dengan nasib yang menimpa wanita itu lalu.

"Kasian sekali wanita itu, mungkin dia terlalu sayang pada suaminya hingga seperti itu," ucap Satria dalam hatinya sambil terus menatap ke arah Bu Lurah yang kini tengah menangis.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dicintai Raja Siluman Ular
9.4
Alana nekat menikahi Cakra tanpa restu orang tua demi cinta dan kemewahan. Namun, kehidupan barunya berubah mencekam saat ia menyadari hobi aneh suaminya yang memelihara ular liar di dalam rumah. Selain sering menemukan ular besar di ranjangnya, Alana dihantui mimpi erotis bersama pria asing. Penyelidikannya mengungkap rahasia kelam bahwa mantan istri Cakra hilang secara misterius, memicu kecurigaan besar tentang identitas asli sang suami yang sebenarnya.
Sampul Novel Ghost At School
9.0
Yui dan sahabatnya bertekad membebaskan arwah penasaran yang terjebak di sekolah. Namun, kenyataan pahit menghantam saat Yui menyadari melalui mimpi bahwa korban pertama adalah teman dekatnya sendiri. Penyelidikan mereka mengungkap fakta kelam bahwa dalang di balik teror ini merupakan anggota keluarga mereka yang mencari keadilan atas masa lalu. Di tengah tekanan batin dan misteri yang mencekam, mampukah mereka mengakhiri kutukan ini selamanya?
Sampul Novel MEMBUAT AZAB
9.5
Dalam kisah mencekam ini, rasa iri yang mendalam terhadap pencapaian orang lain terbukti mampu memicu konsekuensi yang sangat fatal. Dendam dan kecemburuan yang tidak terkendali berubah menjadi kekuatan gelap yang mengancam nyawa. Bagaimana sebuah kesuksesan bisa berujung pada teror mematikan? Ungkap misteri di balik kebencian yang melampaui batas logika manusia, di mana setiap keberhasilan seseorang justru menjadi awal dari malapetaka yang mengerikan.
Sampul Novel Patah Hati Terhebat
9.6
Persahabatan empat gadis yang semula hangat hancur seketika akibat kecelakaan mobil tragis. Tragedi tersebut mengubah keharmonisan mereka menjadi suasana mencekam dan penuh ketakutan. Ketegangan memuncak saat salah satu dari mereka terbaring koma, sementara yang lain meregang nyawa secara misterius. Kini, ikatan yang dulu kuat berubah menjadi teror dingin yang menghantui sisa anggota kelompok dalam misteri kematian yang tak terduga.
Sampul Novel Perempuan dan Kuasanya
8.7
Kehidupan seorang ibu hancur setelah suaminya menyebarkan video persalinannya ke situs terlarang. Di tengah rundungan siber, upaya hukum orang tuanya justru berakhir dengan kematian tragis mereka akibat terlindas mobil pelaku. Masih dalam kondisi lemah, wanita ini diusir mertua dan suaminya pada tengah malam, lalu disiksa hingga tewas oleh sekelompok orang kejam. Jasadnya dikubur diam-diam di gunung terpencil oleh sang suami yang berdalih demi kebaikan. Namun, maut bukan akhir; ia mendadak terbangun kembali di hari bayinya lahir.