Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahasia di Dalam Toilet

Rahasia di Dalam Toilet

Sebuah tragedi berdarah terjadi pada malam tahun 2008 ketika aku nekat menghabisi nyawa kekasih dari sahabatku sendiri. Peristiwa mengerikan ini menjadi pengalaman pertamaku dalam melakukan pembunuhan. Selama tiga hari penuh yang menegangkan, aku berjuang keras melenyapkan jasad korban dengan cara membuangnya ke dalam saluran pembuangan air. Namun, kepanikan luar biasa melanda pada hari keempat saat aku mendapati tiga mobil polisi telah terparkir di luar gedung pengajaran.
Bab
Bagikan

Bab 2

Di tengah malam, kami bersembunyi di tembok belakang sekolah. Kami memanjat tembok bersama-sama dan memasuki sekolah.

Pada siang hari, sekolah ini dipenuhi dengan pemandangan yang indah, seperti pepohonan hijau rindang yang tersebar di sekelilingnya.

Namun, saat malam hari, sekolah tampak sangat sunyi dan menyeramkan.

Kami akhirnya memilih lantai empat, yang juga merupakan ruang kelas tempat kami belajar.

Kami duduk melingkar. Salah satu dari kami mengeluarkan piring dan selembar kertas putih, lalu meletakkannya di tengah. Di atas kertas tertulis dua pilihan, ya atau tidak.

Kemudian, kami semua menaruh jari kami di atas piring.

"Jelangkung, cepat datang!" Semua orang menggumamkan sesuatu.

"Jelangkung, izinkan aku mengajukan pertanyaan, apakah ada yang menyukaiku diam-diam?"

Patrick tiba-tiba mengajukan pertanyaan.

Piring di bawah jari mereka perlahan bergerak menuju ke arah tidak.

Patrick menghela napas.

"Apakah kamu adalah kakak kelas kami yang meninggal itu?" Nyali Hendy sangat besar dan langsung bertanya.

Tanganku yang memegang piring itu menjadi gugup. Telapak tanganku penuh dengan keringat.

Tiba-tiba, tangan yang memegang piring itu bergerak cepat di antara pilihan ya dan tidak. Tangan kami pun gemetar hebat.

Setelah beberapa saat, piring itu tiba-tiba pecah.

Semua tangan kami menjadi kosong.

"Retak ... piringnya retak," kata Yolanda dengan gemetar.

Kemudian, angin dingin berhembus dan membuat kami merinding.

Tiba-tiba, Yolanda, yang duduk di sebelahku, mengerang. Aku langsung menoleh ke arahnya.

Ada sepasang tangan yang sedang mencekik leher Yolanda.

Itu adalah tangan Tristan.

Senyuman ganas terlihat di wajah Tristan saat ini.

Kami buru-buru pergi menarik Tristan.

"Pergi mati sana! Pergi mati sana!"

Tristan terus mengulangi kata-kata ini di mulutnya.

Kami akhirnya bisa melepaskan tangan Tristan. Yolanda batuk tanpa henti, napasnya pun terengah-engah.

"Tristan hampir mencekikku sampai mati." Yolanda berbicara sambil terbatuk-batuk.

Sebelum kami sempat bereaksi, Tristan kembali menyerang kami lagi. Kami tidak punya pilihan selain mencari tali dan mengikatnya.

Tristan tertawa tanpa henti. Suara tawanya terdengar agak menyeramkan.

Malam ini begitu sepi.

Angin berhembus meniup tirai dan mengeluarkan suara tawa seperti rengekan.

Kami semua berkumpul di dalam kelas dan tidak berani bergerak.

"Di mana Patrick?"

Laura adalah orang pertama yang menyadari Patrick sepertinya hilang.

Kami melihat ke sekeliling bersama-sama dan memang tidak ada tanda-tanda keberadaan Patrick.

"Ahh ...." Terdengar suara teriakan histeris.

Hendy juga menghilang.

Jantungku berdebar kencang dan aku merasa tidak enak badan.

Keringat dingin bercucuran di keningku.

Tiba-tiba, ada sesuatu yang menggaruk bahuku.

Aku ketakutan setengah mati sampai-sampai aku nggak berani melihat ke belakang.

"Shel ... Shelly, bahumu. Ahh ...." Yolanda mulai berseru.

Aku menyipitkan mataku. Saat aku hendak melihatnya, aku merasakan sakit yang menusuk di bagian belakang leherku, lalu kepalaku tiba-tiba mulai terasa pusing.

Ketika kepalaku menyentuh lantai, aku mendengar seseorang berbicara di sebelahku.

"Bos, semuanya sudah selesai ...."

Kemudian, aku pingsan.

Saat aku sadar, sudah tidak ada orang di sampingku. Yolanda pun menghilang.

Aku tidak berani tinggal lebih lama lagi. Aku menyeret tubuhku yang kelelahan, berjalan keluar dari gedung pengajaran, lalu berlari kembali ke rumah.

Namun, ketika aku datang ke sekolah lagi, yang aku lihat adalah mayat Yolanda.

Jika kami tidak bermain jelangkung, Yolanda tidak akan ....

"Pasti Tristan yang membunuh Yolanda. Saat itu, dia telah dirasuki hantu. Dialah yang membunuh Yolanda."

Aku masih merasa sedih dan takut ketika memikirkan insiden ini.

Polisi di depanku memandangku dengan acuh tak acuh. Aku terisak dengan suara pelan.

"Sepertinya kamu nggak mengatakan yang sebenarnya. Ada terlalu banyak kejanggalan dalam ceritamu." Tatapan dingin menatapku. Tubuhku gemetaran saking takutnya.

"Dalam ceritamu, kenapa hanya Tristan yang kerasukan, tapi yang lain nggak?"

"Selain itu, laporan otopsi Yolanda menunjukkan kalau dia hamil. Apakah kamu tahu itu?"

Tiba-tiba, aku mengepalkan tanganku dengan erat dan menatap polisi yang duduk di hadapanku dengan tatapan marah.

"Yolanda dilecehkan oleh sekelompok berandalan itu, tahu nggak kamu? Kamu mah nggak tahu apa-apa!"

Aku berteriak dengan marah.

Polisi itu tampak ragu-ragu.

Aku menatap polisi itu dengan tatapan kosong dan bergumam.

Sebenarnya, malam itu, kami sama sekali tidak pergi ke sekolah untuk bermain jelangkung.

Setelah kami makan-makan di kios makanan, kami bersiap untuk pulang.

Bir yang kami beli saat itu sudah dihabiskan semua. Aku dan Laura minum lumayan banyak, sehingga kami berencana untuk pulang lebih awal. Kami tidak mengajak Yolanda karena kami mengira Tristan adalah pacarnya. Dia pasti akan menjaga Yolanda.

Siapa sangka, Patrick dan Hendy pun tetap tinggal di sana.

Sejak hari itu, Yolanda tidak pernah bersekolah lagi sampai aku kemudian mendengar tentang berita kematiannya.

Semenjak hari itu, aku terus merasa menyesal mengapa aku tidak membawa Yolanda kembali bersamaku. Akulah penyebab kematian Yolanda.

Polisi itu tidak berkata apa-apa. Dia hanya mengangkat kepalanya dan memberi isyarat agar aku melanjutkan perkataanku.

Aku mengatakan bahwa apa yang terjadi hari itu dapat dianggap sebagai mimpi buruk.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B26460" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi NovelShort untuk melanjutkan membaca.
B26460
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dijodohkan Hantu
8.7
Erina, yatim piatu yang selamat dari tragedi kebakaran, memiliki kemampuan melihat hantu. Selama seminggu, sesosok arwah wanita terus menguntitnya demi sebuah permintaan ganjil: menghibur suaminya yang berduka. Meski sempat menolak, Erina akhirnya luluh dan menemui Eldrick Damiano. Pertemuan itu justru menumbuhkan benih cinta di hati Erina. Namun, Eldrick telah menutup rapat hatinya dan bersumpah hanya akan mencintai mendiang istrinya selamanya.
Sampul Novel Hilang Di Bunian
9.2
Lima sahabat terjebak dalam situasi mengerikan saat terdampar di pulau tak berpenghuni. Niat awal untuk berpetualang seketika berubah menjadi mimpi buruk penuh misteri. Berbagai ancaman mematikan mulai mengintai dari kegelapan, memaksa mereka menghadapi serangkaian teror yang datang silih berganti tanpa henti. Di tengah keputusasaan, mampukah mereka bertahan hidup dan menemukan jalan keluar dari tempat terkutuk ini sebelum bahaya benar-benar melenyapkan mereka?
Sampul Novel Karma Masalalu
9.0
Hidupku hancur setelah Barikli mengingkari janji nikah dan meninggalkanku yang tengah hamil demi mengejar karier TNI. Enam tahun berlalu, aku terpaksa menikahi Yusuf demi wasiat ayah. Namun, Yusuf ternyata seorang psikopat berkepribadian ganda yang gemar menyiksaku. Saat aku mencoba bangkit bersama Adza yang setia menanti, sebuah rahasia besar yang kusimpan selama lima tahun terancam terbongkar. Kebenaran ini mungkin akan menjadi akhir dari segalanya bagiku.
Sampul Novel Misteri Desa Purnama
8.8
Demi melepas penat dari dunia perkuliahan, Aldi memilih berlibur ke Desa Purnama yang tenang. Namun, kedatangannya justru memicu bangkitnya kekuatan supranatural tersembunyi dalam dirinya. Di tengah suasana desa yang terpencil, Aldi terjebak dalam serangkaian peristiwa mistis yang mencekam dan sulit dinalar. Mampukah ia bertahan menghadapi teror gaib tersebut, ataukah liburan impiannya akan berubah menjadi mimpi buruk yang tak berujung?
Sampul Novel Terjerat Cinta Dan Dendam
8.8
Davin terjebak dilema antara obsesi balas dendam dan rasa cintanya pada Friska, gadis indigo dengan kepribadian misterius. Awalnya, Davin mendekati Friska hanya untuk menghancurkan hidupnya demi menebus masa lalu keluarganya. Namun, benih cinta justru tumbuh di tengah teror yang ia ciptakan. Saat Friska menyadari niat busuk Davin dan fakta bahwa ayahnya adalah pembunuh ayah Davin, kemesraan mereka berubah menjadi benci. Mampukah cinta bertahan di atas luka?