Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel RAHASIA DI BALIK CINTA

RAHASIA DI BALIK CINTA

Pasangan ini selalu terlihat harmonis di hadapan publik, namun kenyataannya mereka menyimpan rahasia kelam tentang perselingkuhan yang dilakukan satu sama lain. Saat tabir kebohongan perlahan tersingkap, keduanya dipaksa menghadapi kenyataan pahit bahwa perasaan cinta yang dulu menyatukan mereka mungkin telah sirna sepenuhnya. Kini, mereka harus menentukan masa depan di tengah hancurnya kepercayaan dan kebenaran yang mulai terungkap.
Bab
Bagikan

Bab 3

Maya menatap bayangannya di cermin kamar mandi, mencoba memahami refleksi yang dia lihat. Ada rasa bersalah yang menyelinap di sudut hatinya setiap kali dia mengingat pesan dari *Siska* dan kecurigaannya terhadap Adrian. Namun, di balik semua itu, ada rahasia lain yang lebih dalam, yang dia sendiri sembunyikan. Rahasia yang membuatnya merasa terjebak di antara dua dunia: dunia pernikahannya yang tampak sempurna, dan dunia yang membuatnya merasa hidup kembali.

Nama *Raka* melintas di pikirannya, membawa kehangatan yang aneh. Raka adalah rekan kerjanya, pria yang ramah, perhatian, dan selalu ada saat Maya merasa sendiri. Hubungan mereka dimulai sebagai persahabatan biasa-sekadar kolega yang saling membantu di kantor. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, percakapan mereka berkembang, mengarah ke sesuatu yang lebih dari sekadar teman.

Di saat Adrian semakin jauh, sibuk dengan pekerjaannya dan mungkin seseorang bernama Siska, Maya menemukan kenyamanan dalam kebersamaan dengan Raka. Awalnya, dia menganggap hubungan ini hanya sebagai pelarian-sebuah cara untuk mengisi kekosongan yang dia rasakan di rumah. Tapi semakin lama, Raka menjadi lebih dari sekadar pelarian. Bersamanya, Maya merasa didengar, diperhatikan, dan dihargai. Hal-hal yang selama ini hilang dari hubungannya dengan Adrian.

Setiap hari sepulang kerja, Maya dan Raka sering bertemu secara diam-diam. Mereka bertemu di kafe-kafe kecil di sudut kota, tempat di mana tidak ada yang mengenal mereka. Dalam suasana tenang itu, mereka berbicara tentang banyak hal-dari pekerjaan hingga mimpi-mimpi yang pernah Maya kubur dalam pernikahannya. Setiap kali bersama Raka, Maya merasa ringan, seolah-olah beban yang dia pikul selama ini menghilang.

Malam itu, seperti biasa, setelah bekerja Maya mengirim pesan singkat pada Raka:

*"Aku akan datang. Tempat yang sama, ya?"*

Pesan itu disambut dengan balasan cepat:

*"Aku tunggu. Jangan terlambat, ya :)"*

Senyum kecil terukir di wajah Maya saat membaca pesan itu. Ada getaran halus di hatinya setiap kali memikirkan pertemuan mereka. Seolah-olah, saat bersamanya, semua masalah yang dia hadapi bersama Adrian menghilang.

Sore itu, Maya pergi dari kantor dengan langkah ringan, beralasan kepada rekan-rekannya bahwa dia memiliki janji bertemu teman. Dengan cekatan, dia menyusuri jalan-jalan kecil kota, menghindari pandangan orang-orang yang mungkin mengenalnya. Di dalam hatinya, ada rasa bersalah yang tumbuh, tapi bersamaan dengan itu, ada perasaan lain yang lebih kuat-perasaan bahwa inilah yang membuatnya bahagia.

Di kafe yang biasa mereka kunjungi, Raka sudah menunggunya di meja sudut. Pria itu tampak santai dengan setelan kerjanya, sambil memegang cangkir kopi di tangan. Saat melihat Maya datang, senyum hangat terukir di wajahnya, dan Maya merasakan debaran halus di dadanya.

"Sudah lama menunggu?" tanya Maya sambil duduk di depannya.

"Enggak kok, aku baru datang juga," jawab Raka, matanya berbinar saat menatap Maya. "Kamu terlihat lelah, hari yang berat?"

Maya mengangguk, tapi dengan cepat menyusul dengan senyum kecil. "Iya, banyak hal yang terjadi di kantor. Tapi aku senang bisa bertemu kamu. Rasanya seperti bisa bernapas lagi."

Raka tertawa pelan, menatap Maya dengan cara yang selalu membuatnya merasa dihargai. "Aku juga senang bisa ketemu kamu. Di sini, kita bisa lupa sejenak dari semua masalah."

Percakapan mereka mengalir dengan mudah, seperti biasa. Tidak ada yang menyinggung soal pernikahan masing-masing-itu adalah topik yang mereka hindari. Raka juga sudah menikah, dan meskipun Maya tahu hubungan ini tidak benar, dia tidak bisa mengabaikan betapa Raka telah membawa kebahagiaan yang lama hilang dari hidupnya.

Maya tahu bahwa hubungan ini berbahaya. Dia sadar, seandainya Adrian tahu, semuanya akan hancur. Namun, dalam hatinya, Maya juga merasa bahwa ada sesuatu yang hilang dalam pernikahannya dengan Adrian-sesuatu yang dia temukan kembali bersama Raka. Meskipun cinta yang dulu dia rasakan untuk Adrian masih ada, rasa kebahagiaan yang dia rasakan bersama Raka seakan lebih nyata dan lebih hangat.

Sementara mereka berbincang, waktu terasa berjalan lebih cepat dari yang seharusnya. Malam mulai menjelang, dan Maya menyadari bahwa dia harus pulang. Namun, sebelum mereka berpisah, Raka menatap Maya dalam-dalam, seperti ada sesuatu yang ingin dia katakan.

"Maya, aku tahu kita sama-sama punya batas dalam hubungan ini," kata Raka pelan, suaranya terdengar serius. "Tapi aku nggak bisa terus begini. Ada saatnya aku ingin lebih dari sekadar pertemuan singkat ini."

Kata-kata Raka membuat Maya terdiam. Hatinya bergetar mendengar pengakuan itu, tetapi dia tahu konsekuensinya jika mereka melangkah lebih jauh. "Raka, aku... aku juga ingin, tapi kita harus hati-hati," jawab Maya, mencoba mempertahankan kendali atas situasi.

Namun, Raka menggenggam tangannya, menatapnya dengan penuh keyakinan. "Aku nggak bisa terus berpura-pura hanya sebagai teman atau rekan kerja. Perasaanku untuk kamu lebih dari itu, dan aku tahu kamu merasakan hal yang sama."

Maya menundukkan pandangannya, perasaan campur aduk membanjiri pikirannya. Raka benar-perasaan yang dia miliki untuknya sudah jauh dari sekadar hubungan platonis. Tapi dia juga sadar bahwa hubungan ini tidak bisa bertahan selamanya dalam bayang-bayang. Pada akhirnya, mereka harus membuat keputusan. Dan pilihan yang akan mereka ambil bisa mengubah hidup mereka selamanya.

Setelah pertemuan itu, Maya pulang dengan perasaan yang lebih kacau dari sebelumnya. Dia masih mencintai Adrian, atau setidaknya itulah yang dia yakini. Tapi bersama Raka, dia merasa hidup kembali, seolah-olah menemukan dirinya yang sudah lama hilang. Namun, berapa lama lagi dia bisa menyembunyikan rahasia ini? Dan jika Adrian tahu, apa yang akan terjadi pada pernikahan mereka?

Maya tidak tahu jawabannya, tapi satu hal yang pasti-dia tidak bisa terus bersembunyi di balik kebohongan ini selamanya.

Di dalam mobil, Maya menatap ke luar jendela, memikirkan semua yang telah terjadi. Sebuah pernikahan yang seharusnya penuh cinta kini terasa membosankan dan penuh keraguan. Ketika dia melihat sosok Raka-pria yang begitu pengertian dan mendukung-dia tak bisa menghindar dari pertanyaan: apakah hubungan mereka adalah solusi atau justru sebuah pelarian dari masalah yang lebih besar?

Setibanya di rumah, Maya mencoba menyusun kata-kata sebelum Adrian pulang. Namun, saat dia membuka pintu, dia menemukan Adrian sudah ada di sana, duduk di sofa dengan tatapan kosong. Seolah-olah, ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. Maya bisa merasakan ketegangan di udara, seolah ada sebuah badai yang akan datang.

"Hai, sayang. Bagaimana harimu?" tanya Maya, berusaha terdengar ceria.

"Biasa saja," jawab Adrian tanpa mengalihkan pandangan dari televisi yang menyala di depan mereka. Rasa cemas muncul di dalam hati Maya, dan dia merasa semakin sulit untuk memulai percakapan yang seharusnya.

Maya memutuskan untuk mengambil inisiatif. "Aku... sebenarnya ingin bicara tentang kita."

Adrian mengalihkan perhatian dan menatapnya, alisnya terangkat. "Ada apa?"

Maya menatapnya dalam-dalam, mencari keberanian untuk membuka semua yang ada di hatinya. "Aku merasa ada sesuatu yang berubah antara kita. Kadang-kadang, aku merasa kita lebih seperti teman serumah daripada pasangan."

Adrian terdiam, menilai kata-kata Maya. "Aku tahu, Maya. Aku merasakannya juga. Tapi kita berdua sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Mungkin kita butuh waktu untuk saling berbicara lebih banyak," ujarnya, berusaha untuk terdengar optimis.

Namun, Maya merasakan ada sesuatu yang lain. "Adrian, kadang aku merasa kamu lebih sering menghabiskan waktu dengan pekerjaanmu daripada bersamaku. Seperti ada jarak di antara kita."

Adrian menarik napas dalam-dalam, tampak berat untuk mengungkapkan isi hatinya. "Maya, aku bekerja keras untuk kita. Aku ingin memastikan masa depan kita baik. Tapi aku juga merasa tertekan, seperti ada yang mengganggu fokusku."

Sekali lagi, Maya merasakan bahwa ini adalah momen di mana mereka harus membuka hati satu sama lain. Dia ingin menanyakan tentang *Siska*, tetapi ketakutan akan jawaban membuatnya ragu. "Adrian, aku hanya ingin kita bisa lebih dekat lagi. Seperti dulu."

Adrian mengangguk, meskipun ada keraguan di matanya. "Aku berjanji akan berusaha lebih baik. Mungkin kita butuh liburan, jauh dari semua ini."

Maya tersenyum, tapi senyumnya tidak sepenuh hati. Dia tahu, untuk dapat merasakan kembali cinta itu, mereka harus kembali ke awal, dan menghilangkan semua keraguan yang mengganggu.

Malam itu, Maya berbaring di tempat tidur, tidak bisa tidur. Pikirannya terus kembali ke Raka-sosok yang telah membawa warna baru ke dalam hidupnya, meskipun dalam kegelapan yang dalam. Dia merasa terjebak di antara dua pilihan: terus mencintai suaminya yang tampaknya semakin menjauh, atau memilih Raka, yang memberinya kebahagiaan yang sudah lama hilang.

Di sisi lain, Raka juga merasakan kegelisahan yang sama. Saat dia pulang ke rumah malam itu, pikirannya penuh dengan gambaran tentang Maya. Dia tahu bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah, tapi dia tidak bisa menghindar dari perasaannya yang semakin dalam. Setiap kali bersama Maya, dia merasa hidup, dan kehadiran wanita itu membuatnya menginginkan lebih dari sekadar persahabatan.

Malam berikutnya, Raka berusaha menenangkan hatinya dengan berbicara dengan sahabatnya, Dimas. Mereka duduk di bar, minum bir dan membahas berbagai hal. Namun, yang terlintas di pikiran Raka hanyalah Maya.

"Raka, kamu kelihatan tidak fokus. Ada masalah?" tanya Dimas sambil menatapnya dengan penuh perhatian.

"Eh, tidak ada... hanya saja aku sedang berpikir tentang seorang teman," jawab Raka, berusaha mengalihkan perhatian.

"Teman? Atau lebih dari sekadar teman?" Dimas menekan, mengenali keraguan di suara Raka.

Raka menghela napas. "Maya. Dia adalah rekan kerjaku, dan... kita sudah menjalin hubungan yang lebih dari sekadar teman."

Dimas terkejut. "Kamu tahu dia sudah menikah, kan? Ini bisa jadi masalah besar, Raka."

"Aku tahu, dan aku juga merasakannya. Tapi bersamanya, aku merasa bahagia. Dia memiliki semua yang aku cari," jawab Raka, suara penuh keraguan.

Dimas menatapnya dengan serius. "Tapi, apakah kamu siap untuk menghadapi konsekuensi dari hubungan ini? Jika hal ini terungkap, baik kamu maupun dia akan terjebak dalam masalah besar."

Raka menunduk, merasa beban yang dia pikul semakin berat. Dia tidak ingin kehilangan Maya, tetapi dia juga tidak bisa terus hidup dalam bayang-bayang ketakutan. "Aku tahu. Tapi bagaimana jika kami bisa menemukan cara untuk membuat semuanya berjalan?"

Malam itu, Raka pulang dengan keputusan yang belum pasti. Di benaknya, ada keinginan untuk melindungi hubungan mereka, meskipun dia tahu itu bisa berujung pada kehancuran. Sebuah pertaruhan yang berisiko tinggi, dan dia merasakannya semakin mendekat.

Sementara itu, Maya berusaha mencari cara untuk menghadapi situasi ini. Dia tidak bisa terus bersembunyi dari kenyataan bahwa dia mencintai Raka dan sekaligus berjuang untuk pernikahannya. Apakah ada jalan keluar yang bisa membawanya pada kebahagiaan tanpa menyakiti siapa pun?

Dengan ketegangan di antara dua dunia, Maya dan Raka terjebak dalam situasi yang semakin rumit. Dengan setiap pertemuan, rahasia yang mereka simpan semakin berat, dan Maya tahu bahwa suatu saat, semuanya akan terungkap. Ketika saat itu tiba, apakah mereka akan siap menghadapi kenyataan?

Bersambung...

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95FVQ" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95FVQ
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gemintang
8.8
Gemintang Farhana hancur saat Bachdim, cinta pertamanya, memutuskan hubungan secara sepihak. Demi mengobati luka, ia pindah kerja namun justru terpikat oleh Amar Dwirangga, atasan sekaligus seniornya. Meski perhatian Amar menyembuhkan hati Gemintang, takdir berkata lain. Hubungan indah mereka terbentur restu semesta yang memaksa keduanya berpisah. Kini, mereka terjebak dalam kerinduan mendalam tanpa bisa bersatu, menyisakan kenangan manis yang tak selamanya berujung bahagia.
Sampul Novel Hasrat Yang Tertunda
8.2
Megan White, seorang penulis naskah ternama, mengalami kecelakaan tragis yang menjungkirbalikkan hidupnya dalam semalam. Saat terbangun, ia mendapati dirinya berada di kediaman mewah milik miliarder Riley Charles. Tanpa peringatan, pria berwajah dingin itu mengklaim bahwa Megan adalah istrinya. Kini, kedamaian hidup Megan lenyap sepenuhnya saat ia terperangkap dalam status baru sebagai nyonya di istana Riley yang penuh misteri dan kemegahan.
Sampul Novel I Love You, Mbak
8.6
Leon berjuang keras menahan gejolak amarah demi mempertahankan wanita pujaannya. Meski menyadari metodenya mungkin keliru, ia menegaskan bahwa seluruh hatinya telah terpikat sepenuhnya pada sosok Mbak yang sangat ia cintai. Kisah romansa dewasa ini menggambarkan pengabdian emosional Leon yang tulus namun intens. Ia tidak ingin melepaskan hubungan ini dan berusaha membuktikan bahwa cintanya bukan sekadar perasaan semu, melainkan komitmen yang utuh.
Sampul Novel Istri Rahasia CEO
9.5
Abia tak pernah menyangka nasibnya akan berubah drastis setelah merusak mobil mewah milik bosnya yang dingin. Arya, sang CEO duda beranak satu, memberikan tuntutan berat: Abia harus membayar ganti rugi selangit atau bersedia menikah dengannya. Terjepit masalah finansial, Abia terpaksa menerima tawaran gila tersebut. Kini, ia harus menghadapi tantangan besar tinggal seatap dengan pria galak yang selama ini ia hindari di kantor demi melunasi utangnya.
Sampul Novel JANGAN NGAKU CANTIK
8.9
Flower Violetta merupakan ibu tunggal menawan bagi si kembar Alana dan Alena. Kehidupan asmaranya menjadi rumit saat ia terlibat hubungan gelap dengan dua pria sekaligus, Andra dan Martin. Drama cinta segitiga ini memicu konflik besar, terutama saat Flower harus menghadapi kemarahan para istri pelanggannya, termasuk Puspitasari. Di tengah kemelut perselingkuhan ini, Flower harus menentukan siapa di antara Andra atau Martin yang akan menjadi sosok ayah bagi kedua putrinya.
Sampul Novel Mengejar Cinta Ustaz Tampan
9.7
Dian, wanita tomboi dengan gaya bicara blak-blakan, merasa tertekan karena belum menikah di usia tiga puluh tahunan. Mengikuti saran unik, ia mulai mendatangi masjid saat Subuh demi menemukan jodoh idaman. Di sana, ia terpikat oleh sosok Fajar Faizan, seorang ustaz sekaligus dosen tampan. Dian pun nekat mengubah total penampilannya demi menarik perhatian sang pujaan hati. Akankah usahanya yang berawal dari motif duniawi ini berujung pada cinta sejati?