Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Putriku Bukan Anak Pembawa Sial

Putriku Bukan Anak Pembawa Sial

Rani berjuang sendirian membesarkan Luna, putrinya yang mengalami gangguan pendengaran. Kondisi tersebut merupakan dampak dari upaya aborsi yang dilakukan Rani saat mengalami depresi akibat kekejaman suaminya, Niko. Setelah suaminya pergi menghilang, Rani harus berperan ganda sebagai ibu sekaligus ayah. Meski dihantui masa lalu yang kelam, ia bertekad bekerja keras demi menjamin masa depan Luna agar tidak merasakan penderitaan serupa yang pernah ia alami.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Kenalkan ini Rani calon istri Niko," ucap Niko sambil tersenyum di hadapan orang tuanya.

"Apa! Apa kamu tidak salah pilih, dia ini karyawan rendahan di catering Mama," jawab Saras sambil berdiri.

"Memangnya kenapa kalau Rani ini karyawan di catering Mama!" bentak Niko kepada sang Mama.

"Lebih baik kita pulang dan selesaikan masalah ini di rumah," ucap Herman sambil menggandeng sang istri.

"Niko Papa tunggu kamu di rumah," ucap Herman sambil menoleh ke arah Niko.

Sejak saat itu hukuman Niko dan orang tuanya menjadi renggang karena Niko tetap memilihku daripada orang tuanya. Hingga suatu hari Niko membawa ku ke rumah orang tuanya dan menggatakan jika dia akan menikahiku dalam waktu dekat. Hingga membuat sang papa memberi dua pilihan kepada Niko.

"Jika kamu bersikeras menikah dengan perempuan ini Papa akan mencoret nama mu sebagai ahli waris tunggal keluarga kita serta seluruh hotel atas namamu akan papa hapus," ucap herman sambil bertola pinggang.

"Maaf Pa, aku akan tetap menikah dengan Rani apapun yang terjadi," jawab Niko sambil menggandeng tangan ku keluar dari rumah ini.

"Niko! Selama kamu masih berhubungan dengan peremuan miskin itu jangan pernah injakkan kakimu di rumah ini," teriak Herman saat melihat kami berjala keluar.

"Apa yang harus kita lakukan Pa," tanya Saras kepada sang suami.

"Kamu tenang saja, aku yakin Niko akan kembali pulang karena aku paham betul dia tidak akan bisa hidup susah," jawab Herman dengan percaya diri.

Kami pun melangsungkan pernikahan dengan sederhana tanpa dihadiri oleh orang tua dan keluarga besar Mas Niko. Setelah menikah aku dan Mas Niko memutuskan untuk tinggal di sebuah kampung yang jauh dari hiruk pikuk kota. Mas Niko saat itu hanya bekerja sebagai seorang kuli panggul disebuah agen beras milik Juragan Basir.

Pernikahan kami berjalan sangat bahagia, Mas Niko juga tidak pernah mengeluh dengan lelah dan kerasnya pekerjaannya saat ini. Hingga suatu hari tepat di dua tahun pernikahan kami Mas Niko mulai berbuat kasar, seolah dia menyesal dengan keputusannya untuk menikah denganku. Aku yang saat itu sedang menggandung Luna sering mendapat perlakuan kasar baik secara Fisik ataupun secara ucapan. 

“Ayah!” teriak Luna hingga mengagetkan ku yang sedang melamun di sampingnya.

“Astaghfirulllah, Luna kenapa Sayang,” ucapku sambil memeluknya yang terduduk di tempat tidur.

“Luna mimpi Ayah pulang kerumah lalu pergi lagi,” jawabnya sambil menangis.

“Ya Allah sedalam itukah rindu putriku kepada Ayahnya,” batinku sambil terus memeluk Luna dengan erat.

“Ibu ayo kita ketempat kerja Ayah,” ucap Luna sambil menatap ke arahku.

“Iya nanti kalau Ibu sudah ada rejeki kita ke Ayah, sekarang kita tidur lagi ya,” ucapku sambil membaringkan Luna di tempat tidur.

“Mas Niko, aku harus mencarimu kemana Mas,” batinku sambil membelai rambut Luna.

Beberapa bulan kemudian akupun menyewakan rumah peninggalan orang tuaku. Rencananya uang itu aku gunakan untuk menyewa sebuah rumah kecil di Kota sambil mencari keberadaan suamiku. Untuk menghidupi kebutuhan hidup kami selama di kota aku membuka sebuah warung nasi sederhana dengan menggunakan sisa uang yang aku miliki.

“Ibu, Luna pergi mengaji dengan teman-teman ya!” teriak Luna sambil berlari menuju ke sebuah masjid.

“Iya, hati-hati Nak!” jawabku sambil berteriak.

Sejak tinggal di Kota Luna mempunyai banyak teman yang sangat baik kepadanya. Bahkan mereka tidak pernah mengejek kondisi Luna yang mempunyai pendengaran kurang jelas. Warung nasi ku juga cukup ramai, bahkan hampir setiap hari aku bisa menghabiskan 5kg beras untuk berjualan. 

“Ibu!” teriak Luna sambil berlari ke arahku yang sibuk dengan para pembeli.

“Iya Sayang ada apa,” tanyaku sambil terus melayani beberapa tamu yang ingin makan di warungku.

“Tadi Luna hampir saja keserempet mobil om kaya,” ucap Luna hingga membuatku terkejut.

“Ya Allah, tapi Luna tidak apa-apa ‘kan coba beritahu Ibu mana yang sakit,” jawabku sambil memutar badan Luna dan mengecek apa ada luka di badannya.

“Untungnya om itu baik Bu, Luna diajak ke minimarket dan dibelikan banyak makanan, kawan-kawan juga dberikan  banyak makanan oleh om itu,” ucap Luna yang ternyata tidak mendengar pertanyaanku.

“Luna, Ibu tanya apa ada yang terluka di badan Luna,” tanyaku sambil sedikit berteriak.

“Tidak Bu,” ucapnya sambil memutar-mutarkan badannya.

“Kalau begitu sekarang Luna masuk ke rumah dan ganti baju ya,” jawabku sambil berteriak.

Sejak kejadian Luna sering sekali menceritakan tentang laki-laki yang dia panggil dengan sebutan Om baik. Luna juga bercerita bahwa laki-laki itu adalah orang kaya dan sangat tampan. Mereka hampir setiap hari bertemu di masjid tempat Luna mengaji.

“Luna, lain kali kalau Om baik datang jangan mau dikasih apa-apa ya Nak,” ucapku sambil berteriak dan memegang pundaknya.

“Memang kenapa Bu, Om itu ‘kan baik,” tanya Luna penasaran.

“Nak, kita tiidak boleh meminta apapun dari orang lain, apalagi orang yang tidak kita kenal,” jawabku sambil memangku putri kecil ku.

“Tapi ‘kan Luna nggak minta, Om itu sendiri yang memberikannya untuk Luna,” jawab Luna polos.

“Ya sudah sekarang kita istirahat, hari sudah malam,” ucapku sambil menggandeng Luna ke arah kamar.

Sepanjang perjalanan ke kamar Luna terus saja menceritakan tentang kebaikan laki-laki yang dia sebut sebagai Om baik. Seorang laki-laki yang dia kenal saat sebuah mobil hampir menyerempetnya. Aku yang merasa penasaran dengan sosok Om baik idaman Luna berniat untuk mencari tahu siapa laki-laki itu sebenarnya. 

***

Keesokan harinya aku menjalani hari-hariku seperti biasa. Namun, hari ini aku berniat untuk tidak membuka warung makan ku. Aku berniat untuk mencari tahu siapa laki-laki yang Luna panggil sebagai Om baik. 

Setelah menyelesaikan semua pekerjaan rumahku, aku pun bergegas menuju ke masjid tempat Luna belajar mengaji. Hampir 1 jam aku menunggu kedatangan laki-laki itu. Namun, tidak juga ada tanda-tanda kedatangannya.

“Sepertinya laki-laki itu tidak akan datang hari ini,” batinku ku sambil berdiri dari tempat duduk ku dan melihat sekeliling halaman masjid. 

Jam menunjukkan pukul 5 sore, aku yang sudah merasa lelah langsung berdiri dan memutuskan untuk pulang. terlihat beberapa anak-anak mulai keluar dari masjid tersebut. Namun, saat aku akan meninggalkan tempat tersebut terdengar suara seorang laki-laki memanggil nama Putriku.

“Luna!” teriak laki-laki itu.

“Om Baik,” ucap Luna sambil berlari ke arah laki-laki itu dan memeluknya.

Seketika aku menoleh ke arah suara teriakkan Luna. Namun, sayangnya aku tidak dapat melihat wajah laki-laki itu. Aku yang saat itu sengaja sembunyi di samping masjid membuatku susah untuk melihat wajah sang laki-laki tersebut. 

“Siapa Laki-laki itu, dan apa tujuannya terus menemui Luna,” ucapku sambil menatap Luna yang sedang memeluk laki-laki tersebut.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Sampah
8.1
Trauma kekerasan seksual mengubah Berlian menjadi sosok tomboi yang nakal. Merasa dirinya kotor dan tak berharga, ia menutup hati serta menghindari hubungan dengan pria mana pun. Berlian yakin tidak akan ada lelaki yang tulus menerimanya. Namun, takdir membawanya bertemu seorang pria kaya raya yang mengubah segalanya. Akankah kehadiran sosok miliarder ini menyembuhkan luka masa lalunya yang kelam, atau justru memberikan penderitaan baru yang lebih menyakitkan?
Sampul Novel Benci Membawa Cinta
8.2
Eleonore Duvall, pewaris sombong Duvall Enterprises, terjebak pernikahan dua tahun dengan Kaelan Ravenswood, pria yang dituduh membunuh keluarganya. Meski dianggap parasit, Kaelan menyimpan obsesi sejak malam rahasia mereka di masa lalu. Ia bertekad mencegah perceraian demi melindungi rahasia besarnya. Di tengah penyelidikan Eleonore atas kematian tragis keluarganya, kebencian mendalam mulai goyah oleh gejolak cinta yang tak terduga dan identitas asli sang suami.
Sampul Novel CANDU CINTA CEO AROGAN
9.7
Erlan Levin adalah CEO sukses di Jakarta yang terus menghindar dari desakan menikah keluarganya. Namun, hidupnya berubah total saat ia tertangkap basah berada di satu kamar dengan gadis asing. Terjepit situasi memalukan ini, ia terpaksa menikahi wanita yang sangat disukai keluarganya itu. Kini, sang istri harus berjuang memenangkan hati Erlan yang dingin. Akankah cinta tumbuh di antara mereka, atau ia hanya akan menjadi sosok yang terabaikan?
Sampul Novel Gairah Liar Sang Mantan
8.2
Kejadian tak terduga menimpaku saat kakek melakukan tindakan nekat di dalam kamar. Di bawah ancaman agar tidak membangunkan adik, aku terjebak dalam situasi yang membingungkan sekaligus menggelisahkan. Sentuhan dan bisikannya membuatku kehilangan kendali hingga tubuhku terasa lemas tak berdaya. Saat kakek melancarkan aksinya lebih jauh dengan melucuti pakaianku, tiba-tiba lampu kamar menyala. Sebuah rahasia besar terancam terbongkar dalam keheningan malam itu.
Sampul Novel My Prince Fauzan
8.2
Fauzan Arsyad adalah putra mahkota Kerajaan Arab yang sempurna, tampan, dan sukses berbisnis di usia muda. Sebagai calon raja, ia terikat aturan ketat untuk tidak mencintai gadis biasa karena jodohnya ditentukan oleh kerajaan. Meski bersikap lembut, Fauzan tetap dingin demi menjaga jarak dari para wanita yang memujanya. Kini, dunia menanti siapa sosok beruntung yang akan melamarnya. Akankah takdirnya jatuh pada seorang putri bangsawan atau justru gadis kalangan biasa?
Sampul Novel Pejuang LDR
8.8
Rencana pernikahan Dissa dan Daniel terancam saat Daniel memilih menjadi dokter relawan di medan perang Gaza. Hubungan jarak jauh mereka awalnya lancar, namun Daniel tiba-tiba hilang kontak. Di tengah kekhawatiran, Dissa menerima foto Daniel bersama Jesika, mantan sahabatnya. Dissa pun bimbang apakah harus membatalkan pernikahan atau tetap percaya, tanpa mengetahui fakta sebenarnya yang menimpa Daniel di sana. Akankah cinta mereka bertahan di tengah konflik dan kecurigaan?