Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Proposal Cinta Sang Miliarder

Proposal Cinta Sang Miliarder

Farhan, miliarder muda yang religius, terpikat oleh kesederhanaan Aisyah, seorang aktivis dakwah yang ia temui setiap Jumat. Mengetahui Aisyah lebih mengutamakan iman dibanding harta, Farhan pun memilih untuk menyembunyikan identitas aslinya demi memenangkan hati sang wanita secara Islami. Namun, perjuangannya tidaklah mudah karena ia harus menghadapi standar tinggi dari keluarga Aisyah. Akankah cinta mereka tetap kokoh di tengah rahasia dan tantangan besar yang ada?
Bab
Bagikan

Bab 2

Farhan menarik napas panjang saat memasuki halaman Masjid Raya yang luas dan megah. Masjid ini selalu menjadi tempat pelariannya dari gemerlap dunia yang sebenarnya bisa ia miliki dengan mudah. Meski memiliki segalanya, ia merasa tidak pernah benar-benar puas. Di sinilah, di tempat sederhana dan penuh ketenangan ini, ia menemukan kedamaian yang tak bisa dibeli dengan harta.

Pandangannya menyapu seluruh halaman masjid. Di ujung sana, ia melihat sekumpulan perempuan tengah berbicara sambil tersenyum. Salah satu dari mereka menarik perhatiannya. Mengenakan kerudung sederhana berwarna pastel, ia terlihat begitu teduh, seperti embun yang menyelimuti bunga di pagi hari. Cara gadis itu tertawa kecil sambil menundukkan pandangannya, membuat Farhan merasa ada yang istimewa pada dirinya.

"Siapa dia?" batinnya berbisik, tanpa sadar ia tersenyum kecil.

Namun, Farhan segera menepis rasa itu. Bagaimana pun, ia tahu bahwa jika ia ingin mendekati gadis seperti itu, ia harus melakukannya dengan cara yang benar. Di masjid ini, ia tidak sedang mencari cinta duniawi, tetapi hatinya berkata lain ketika melihat gadis itu. Ia teringat kembali ajaran yang selalu diajarkan ustaznya, bahwa wanita yang baik adalah anugerah dari Allah untuk mereka yang menjaga diri. Farhan pun berniat untuk mengenalinya dengan cara yang tidak melanggar batas agama.

Selesai melaksanakan shalat sunnah, Farhan berdiri di sudut masjid sambil memandangi sekeliling. Namun, matanya kembali tertuju pada gadis yang sama. Kali ini, gadis itu sedang duduk sendirian, menunduk, membaca Al-Qur'an dengan suara lembut yang terdengar lirih. Farhan merasa tenang hanya dengan mendengarnya, seperti menemukan pose di tengah gurun yang gersang.

"Maaf, Mas, permisi," sebuah suara tiba-tiba menyadarkannya dari lamunannya.

Farhan menoleh dan melihat seorang laki-laki tua yang hendak lewat di hadapannya. "Oh, silakan, Pak," jawabnya sambil tersenyum sopan.

Setelah pria itu berlalu, Farhan kembali mencari sosok gadis itu, tetapi ia sudah tidak berada di sana. Farhan merasa sedikit kecewa, namun ia tahu bahwa pertemuan ini tidak akan berakhir di sini. Jika Allah berkehendak, ia pasti akan dipertemukan lagi dengan gadis itu.

---

Beberapa hari kemudian, Farhan kembali ke masjid yang sama, berharap bisa bertemu dengan gadis itu lagi. Perasaan ini begitu aneh baginya. Selama ini, ia dikenal sebagai seseorang yang cuek, tidak mudah terpesona dengan kecantikan semata. Namun, ada sesuatu pada gadis itu yang membuat hatinya tenang sekaligus berdebar.

Setelah shalat Jumat selesai, Farhan keluar dari masjid sambil memperhatikan kerumunan. Dan di sana, di sudut teras masjid, ia melihat gadis itu lagi. Kali ini, gadis itu sedang berbicara dengan seorang wanita paruh baya yang tampak akrab dengannya. Farhan melihat gadis itu tersenyum ramah, membuat hatinya semakin yakin bahwa gadis ini bukanlah sembarang orang.

Saat itulah, Hana, sahabat gadis itu, menyadari bahwa ada seseorang yang sedang memandang Aisyah. Ia berbisik di telinga Aisyah, membuat gadis itu menoleh ke arah Farhan. Tatapan mereka bertemu untuk sesaat. Farhan segera menundukkan pandangan, tapi jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Aisyah pun tampak sedikit terkejut dan cepat-cepat mengalihkan tatapannya, kembali berbicara dengan wanita paruh baya tersebut.

"Astaghfirullah..." gumam Farhan pelan, berusaha mengendalikan hatinya. Meski demikian, ia tahu bahwa perasaan ini berbeda. Ia merasakan sesuatu yang tulus, sebuah keinginan untuk mengenal dan memahami gadis itu lebih jauh, tanpa melanggar aturan agama.

---

Beberapa hari kemudian, Farhan mengambil langkah besar. Ia memutuskan untuk bertanya kepada salah seorang imam masjid yang dikenalnya baik. Mungkin, dari sana ia bisa mendapatkan informasi tentang gadis yang mencuri hatinya dengan sederhana.

"Assalamu'alaikum, Ustaz," sapa Farhan ketika menemui Ustaz Hasan seusai shalat Maghrib.

"Wa'alaikumsalam, Farhan. Ada yang bisa saya bantu?" jawab Ustaz Hasan dengan senyuman hangat.

"Begini, Ustaz...," Farhan menunduk sejenak, merasa sedikit canggung. "Saya ingin bertanya... soal seseorang yang sering saya lihat di masjid ini."

Ustaz Hasan mengangguk, memberi isyarat agar Farhan melanjutkan.

"Namanya Aisyah, Ustaz," lanjutnya. "Dia sering datang ke sini, bersama beberapa teman dakwahnya."

"Oh, Aisyah? Dia memang seorang aktivis dakwah di lingkungan ini. Gadis yang baik dan penuh semangat. Kenapa, Farhan?" tanya Ustaz Hasan, menatapnya penuh pengertian.

Farhan tersenyum malu. "Saya... tertarik padanya, Ustaz. Tapi saya sadar, jika saya ingin mengenalnya lebih jauh, saya harus melakukannya secara Islami."

Ustaz Hasan tersenyum lebar mendengar niat tulus Farhan. "Maka, niatkan dengan hati yang lurus, Farhan. Ingat, jodoh ada di tangan Allah. Jika kamu benar-benar ingin mengenalnya, sampaikan niatmu dengan baik, tapi jangan tergesa-gesa. Dekati dengan cara yang Allah ridhoi."

Farhan mengangguk, merasa tenang. Ia tahu ini bukan perkara mudah, tapi ia siap menjalani proses ini dengan sabar.

---

Pada hari Jumat berikutnya, Farhan melihat Aisyah lagi. Kali ini, ia berdiri di pelataran masjid sambil menunggu temannya. Farhan memberanikan diri untuk mendekatinya, tetapi tetap menjaga jarak agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

"Assalamu'alaikum," sapa Farhan dengan suara yang lembut.

Aisyah menoleh dan menjawab dengan sopan, "Wa'alaikumsalam." Wajahnya terlihat sedikit bingung, tetapi ia tetap tenang.

"Maaf kalau saya mengganggu, nama saya Farhan," ujar Farhan memperkenalkan diri. "Saya sering melihat Anda di sini, dan... saya merasa terkesan dengan keteguhan iman Anda."

Aisyah tersenyum tipis, sedikit tersipu. "Terima kasih, Farhan. Nama saya Aisyah."

Farhan merasakan jantungnya berdebar, tapi ia tetap tenang. "Saya harap tidak salah jika saya ingin mengenal Anda lebih baik, dengan cara yang sesuai tuntunan agama tentunya."

Aisyah terdiam sejenak, menatap Farhan dengan pandangan penuh makna. "Farhan, terima kasih atas niat baik Anda. Namun, saya harap Anda tahu bahwa saya tidak mencari hubungan yang tidak sesuai syariat."

Farhan mengangguk, menghormati ketegasan Aisyah. "Saya paham, Aisyah. Saya pun memiliki niat yang sama. Jika Allah mengizinkan, saya akan menunggu hingga saat yang tepat datang."

Aisyah tersenyum, kali ini sedikit lebih tulus. "Baiklah, Farhan. Semoga Allah membimbing kita pada jalan yang benar."

Percakapan itu berakhir dengan salam yang tulus. Farhan merasa bahwa ini adalah awal dari sebuah perjalanan yang panjang. Meskipun hanya obrolan singkat, ia merasa begitu dekat dengan Aisyah. Dalam hatinya, ia berjanji untuk menjaga niat ini tetap lurus.

---

Hari-hari berikutnya, Farhan terus menjalani rutinitasnya, namun kini ada semangat baru dalam hatinya. Setiap kali mengingat Aisyah, ia merasa memiliki alasan lebih kuat untuk mendekatkan diri pada Allah. Baginya, Aisyah adalah cerminan dari kesederhanaan yang selama ini ia cari.

Namun, di balik keteguhan hatinya, Farhan menyadari bahwa ini tidak akan mudah. Aisyah bukan gadis biasa; dia memiliki prinsip yang kuat dan keinginan untuk tetap menjaga kehormatannya. Farhan tahu bahwa untuk mendekati Aisyah, ia harus berani menghadapi tantangan, termasuk menyembunyikan statusnya sebagai miliarder yang selama ini selalu disembunyikannya.

Di tengah kegundahan itu, tiba-tiba pesan singkat dari Ustaz Hasan masuk ke ponselnya.

"Farhan, ada sesuatu yang perlu kita bicarakan. Saya rasa, ini penting untuk kamu ketahui."

Farhan tertegun, sedikit bingung. Apa yang ingin disampaikan oleh Ustaz Hasan? Apakah ini terkait dengan niatnya untuk mengenal Aisyah lebih jauh?

Tanpa ragu, ia segera membalas pesan itu dan berjanji akan menemui Ustaz Hasan setelah shalat Isya malam ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra mengalami tragedi memilukan saat kesuciannya dirampas di hadapan kekasihnya sendiri akibat rencana keji kakek sang pria. Alih-alih membela, kekasihnya justru memilih menikahi wanita lain. Di tengah kehancuran, Lula ditemukan oleh orang tua kandungnya yang merupakan konglomerat kuat. Bersama mereka, ia merancang pembalasan dendam untuk menghancurkan pria itu beserta keluarganya. Namun, akankah kepuasan batin ia temukan setelah semua hancur?
Sampul Novel Harakat Cinta
8.9
Insiden di jalan raya menjadi awal takdir yang mempertemukan Jingga dengan Langit. Jingga adalah gadis tulus yang kerap menghadapi kemarahan ibunya, sementara Langit merupakan pemuda baik hati dari keluarga konglomerat yang akhirnya menjadi pasangan hidupnya. Perjalanan asmara mereka tidaklah mudah, karena keduanya harus menghadapi berbagai ujian hidup yang rumit dan menguras emosi demi mempertahankan ikatan cinta yang telah terjalin kuat.
Sampul Novel Hasrat Berbahaya Sang Pewaris Duda
8.6
Dikhianati oleh Roy, suaminya sendiri, Shanty kehilangan hak asuh anak setelah rahimnya diangkat. Demi membalas dendam pada mantan mertua dan suaminya yang licik, ia nekat menyerahkan jiwanya kepada pewaris Halim Group yang dingin dan berbahaya. Menjadi nyonya muda di keluarga konglomerat ternyata penuh intrik mematikan. Di tengah rahasia gelap sang suami baru, mampukah Shanty merebut kembali kebahagiaannya atau justru hancur dalam permainan kekuasaan?
Sampul Novel Istri Kecil Penebus Hutang
8.1
Lavira Amrin adalah gadis polos yang malang. Akibat hutang sang ayah, ia dipaksa menjadi barang penebusan dan menikah dengan Avram, seorang penguasa bisnis misterius yang dikenal sangat tertutup bahkan kejam. Hidup Lavira penuh penderitaan karena ketidakadilan ayah kandung serta kekejaman ibu dan adik tirinya. Kini, ia terjebak dalam pernikahan dengan pria haus darah tersebut. Mampukah Lavira bertahan menjalani takdir barunya bersama sang penguasa gelap?
Sampul Novel Sang Dewa Cinta
9.7
Terhimpit biaya kuliah, Radit nekat menjadi simpanan wanita kaya dan mendekati para perempuan kesepian demi uang. Target utamanya adalah Deska, adik kelas yang juga pewaris tunggal harta ayahnya. Meski Deska membenci Radit karena telah merusak keluarganya melalui hubungan gelap dengan ibu tirinya, benih cinta tetap tumbuh di antara mereka. Namun, rencana ini memicu murka sang ibu tiri yang siap menghancurkan hidup keduanya saat rahasia mereka terungkap.
Sampul Novel Takkan Kembali Lagi
8.0
Vincent Gredi memimpin bisnis teknologi sekaligus dunia mafia Amsyah Timur. Selama sepuluh tahun pernikahan, ia menjadikan istrinya, Abella, sebagai pion aliansi dan kerap berselingkuh. Tragedi memuncak saat selingkuhan Vincent, Syafana, menabrak Abella dan bayinya hingga sang anak tewas, disusul kematian ibu Abella. Setelah koma, Abella meminta ayah Vincent, Reyhan, membebaskannya. Kini, meski Vincent berlutut memohonnya kembali, Abella bersumpah tidak akan pernah menoleh lagi.